
#Kerajaan angin
Sebenarnya iblis ular tak memiliki nama, dia biasanya hanya dipanggil dengan sebutan rasnya yaitu ular iblis.
Karena memiliki tubuh manusia, ular iblis kini mudah merasa lapar, dia mencari daging segar kesukaannya, waktu masih dalam wujud ular, ular iblis sangat suka memakan tikus hidup hidup, oleh karena itu dia mencari tikus di wilayah istana, awalnya dia kesulitan mencari tikus disana, tapi dia menemukan kucing sedang menggigit tikus di dekat dapur, dengan semangat, dia berlari mengejar kucing itu hingga membuat kucing itu melepaskan tikus buruannya.
"Hahahah, akhirnya aku bisa makan." ucap ular iblis
Tanpa pikir panjang dia memasukkan bangkai tikus itu kemulutnya, dia ingin menelannya seperti biasa, tapi diluar dugaan dia malah memuntahkannya, dia merasa mual ketika memakan tikus itu.
Hal ini sudah jelas, karena kini dia dalam wujud manusia, tak hanya wujudnya, indra perasa miliknya juga benar-benar berubah total, karena habis mencoba menelan bangkai tikus, ular iblis terus muntah-muntah tanpa henti.
Dia berlari mencari makanan lain sambil muntah-muntah diluar istana, kebetulan waktu itu ayah dari pemilik tubuh yang telah ditelan oleh ular iblis datang berkunjung, dia melihat ada yang aneh dengan putri kesayangannya, karena putrinya terlihat berlari kesana kemari sambil muntah-muntah tidak jelas, karena merasa aneh, dia pun mendekati putrinya.
"Nak apa kau tak apa-apa?" tanya Liang Zhen
"Siapa pria ini, kenapa sok dekat denganku?" pikir ular iblis
ular iblis mencoba mengingat, dan akhirnya dia tahu kalau yang ada dihadapannya adalah ayah dari tubuh yang dia pakai.
"Oh ayah, maaf aku tidak menyambutmu, bweeee(muntah-muntah), maaf ayah aku tak bisa bicara denganmu kali ini." ucap ular iblis berlari meninggalkan Liang Zhen
"Apa yang terjadi dengan putriku kenapa dia muntah-muntah?" ucap Liang Zhen
Ketika Liang Zhen sedang berpikir keras, Su Yan datang menemuinya dan menepuk pundaknya
"Salam paman, apakah kau ayah dari Liang Su?" tanya Su Yan
"Iya , aku ayahnya, kau siapa?" tanya Liang Zhen
"Perkenalkan namaku Su Yan." sambung Su Yan
"Apa kau tahu alasan dibalik tingkah liang su tadi?" tanya Liang Zhen
"Memangnya ada apa dengan dia?" tanya Su Yan
"Dia muntah muntah tidak jelas, sambil berlari kesana kemari." jawab Liang Zhen
"Mungkin dia sedang hamil." sambung Su Yan
"Mana mungkin, selama ini dia tak pernah dekat dengan seorang pria, dan dia tahu bagaimana cara menjaga diri, dari mana kau dapat pemikaran kalau dia hamil ha!" bentak Liang Zhen
"Karena aku yang menghamilinya." jawab Su Yan
"Alamak, aku keceplosan, semoga ayahnya tak mendengar ucapanku barusan." pikir Su Yan
"Bisa kau katakan sekali lagi?" tanya Liang Zhen
"Katakan apa?" tanya Su Yan berusaha mengalihkan pembicaraan
"Katakan ucapanmu yang tadi!" teriak Liang Zhen
"Ucapanmu yang tadi!" teriak Su Yan
"Aku sudah mengatakannya, sudah puas kan, hehehe." ucap Su Yan sambil tersenyum
"Kau pikir aku bodoh apa, kemari kau dasar pria bejad, akan kuhajar kau sampai tak ada yang mengenali wajahmu!" teriak Liang Zhen
"Ampun ayah mertua!" teriak Su Yan
"Berhenti jangan lari!" teriak Liang Zhen
"Kejar aku kalau bisa, Bweeee." ledek Su Yan
Brakkkkk( Su Yan menabrak tembok karena berlari sambil melihat kebelakang)
"Aduhh, tembok sialan beraninya menghalangiku!" bentak Su Yan
"Su Yan, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!" bentak Liang Zhen
"A.. ampun!" ucap Su Yan
Su Yan diseret oleh Liang Zhen, lalu diberi hukuman cambuk hingga ribuan kali di kediamannya, meski sudah berumur, Liang Zhen adalah seorang mantan jenderal, dia jauh lebih kuat dari Su Yan, setiap cambukan yang di berikan Liang Zhen membuat Su Yan merasa kesakitan.
Cetarrr cetarrrr(Suara pecut)
"Ampun ayah mertua, aku berjanji akan menikahi putrimu, huhuhu." ucap Su Yan
Liang Zhen pergi menjemput putrinya dan membawanya menghadap Su Yan, dia meminta putrinya mencabuk Su Yan sekuat tenaga, meski tak tahu apa yang sedang terjadi, ular iblis merasa senang, karena akhirnya bisa menyiksa Su Yan.
Cetarr cetarrr( suara pecut)
"Ampun Liang Su, jangan terlalu kejam padaku, kalau aku mati bagaimana nasib anak kita nanti." ucap Su Yan
"Anak kita?"
"Apa maksud ucapanmu!" bentak ular iblis
"Kata ayahmu kau muntah muntah tadi siang, itu pertanda kalau kau sedang hamil, perempuan hamil biasanya sangat sensitif, sehingga membuatnya mudah mual - mual, makanan yang berbau tajam bisa membuat perempuan hamil muntah-muntah." ucap Su Yan
Mendengar ucapan Su Yan, ular iblis mulai ragu, dia berpikir kalau dia hamil, karena mual mual saat mencoba menelan bangkai tikus, sebenarnya dia mual-mual bukan karena hamil, tapi karena tubuh manusianya tak bisa menerima bangkai tikus.
Dengan wajah khawatir dia berkata. "Ayah apakah karena aku mual-mual berarti aku hamil?"
"Itu terjadi jika kau memang melakukan hubungan suami istri dengan pria itu, apa kau melakukannya Liang Su?" tanya Liang Zhen
"Aku tak mau melakukannya, tapi dia memaksaku, kekuatannya jauh diatasku, makannya aku hanya bisa pasrah, ayah apakah ada cara untuk menggugurkan kandunganku?" tanya ular iblis
"Aku tak mengijinkanmu menggugurkan kandunganmu, aku sudah lama ingin seorang cucu." sambung Liang Zhen
"Semua ini gara-gara kau, dasar manusia hina!" teriak ular iblis sambil memecut Su Yan tanpa ampun
Cetar cetar cetar
Karena melihat putrinya begitu kelewatan, dia pun mencoba menahan putrinya,
"Hentikan, jangan sampai anakmu lahir tanpa seorang ayah, aku mengijinkanmu menyiksanya, bukan untuk membunuhnya!" ucap Liang Zhen
"Aku tak perduli, lepaskan aku, aku akan membunuh manusia hina ini!" teriak ular iblis sambil meronta-ronta mencoba melepaskan pegangan Liang Zhen
kekuatan daei ular iblis perlahan mulai kembali, tapi karena Liang Zhen adalah seoramg mantan Jenderal, dia bisa menahan kekuatan ular iblis dengan mudah, didalam pikiran Lian Zheng berkata.
"Apakah seorang wanita hamil, saat marah bisa mendadak menjadi kuat?"
"Kenapa hari ini Liang Su, menjadi begitu kuat ya?" pikir Liang Zhen
Bukkk
Karena merasa putrinya diluar kendali, dia memukul punggung putrinya dengan tenaga dalam, dan membuat ular iblis pingsan.
"Liang Su, apa yang ayah mertua lakukan padanya!" teriak Su Yan
"Dia adalah putriku, dan kau telah menodainya, setelah aku melepaskanmu, berjanjilah agar tak kabur, aku akan menikahkanmu dengan putriku hari ini juga, setelah pernikahan selesai, hukuman cambuk akan menantimu lagi, apa kau paham?" ucap Liang Zhen
"Pa.. paham." jawab Su Yan
Setelah ular iblis sadar, dia dan Su Yan telah dinikahkan hari itu juga, meski mencoba melawan, dia tak bisa menolak ucapan Liang Zhen, karena takut identitasnya terbongkar.
Ketika waktu menjelang sore Su Yan menjalankan hukuman cambuk oleh ayah mertuanya, sedangkan ular iblis sedang meratapi nasibnya dan mencoba berbagai macam cara untuk membunuh bayi di tubuhnya.
padahal sebenarnya dia tidak sedang hamil, cara dia memastikan kehamilan yaitu dengan mencoba menelan bangkai tikus, tentu saja dia akan mual mual terus, karena terus mual mual Liang Zhen berpikir bahwa putrinya benar-benar hamil.
"Bagaimana mungkin aku hamil!" teriak ular iblis
Karena melihat putrinya terlihat kesal, diapun mengijinkan putrinya mencambuk Su Yan dengan syarat tak boleh berlebihan, niatnya mau mengawasi putrinya, tetapi karena istrinya sedang sakit, dia meninggalkan putrinya berduaan dengan Su Yan.
Cetarr cetarr (suara pecut)
"Rasakan ini, dasar manusia hina, semua ini gara gara kau, aku.. aku sangat membencimu!" teriak ular iblis
Su Yan telah tak sadarkan diri sejak tadi, tapi ular iblis terus memecutnya, hingga terjadi sesuatu diluar dugaan, Su Yan tiba-tiba membuka mata, matanya berubah menjadi berwarna kuning keemasan, dia melepaskan rantai yang mengikatnya dengan tangan kosong.
Krang krang(Suara rantai putus)
Cetarrr Cetarr(suara pecut)
Ular iblis terus memecut Su Yan yang terus melangkah mendekatinya, dengan satu tangan Su Yan menangkap pecut itu, dan menarik ular iblis kepelukannya.
Shut Woshhh
"Sial kenapa dia tiba-tiba menjadi kuat?"
"Dan kenapa warna matanya berubah?" ucap ular iblis itu
"Apakah kau sudah puas, memukulku?"
"Istriku?" tanya Su Yan sambil memeluk ular iblis
"Beraninya memanggilku istrimu, aku tak sadar saat waktu dinikahkan, aku tak akan pernah mengakuimu!" bentak ular iblis sambil mencoba melepaskan diri
Su Yan mencoba menyentuh leher istrinya itu dengan tangan kanannya, tangannya terus bergerak keatas dari arah punggung yang tertutup kain, ular iblis merasa ketakutan, karena setahu dia, jika tangan Su Yan menyentuh kulitnya secara langsung, dia akan kehilangan kekuatannya lagi, hingga tak bisa bergerak.
"Kau boleh melakukan apapun asal jangan menyentuhku dengan tanganmu!" ucap ular iblis itu
"Hoo, asal aku tak menyentuhmu dengan tanganku secara langsung, aku boleh melakukan apapun, kau yakin?" tanya Su Yan.
"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres, apakah orang dihadapanku adalah orang yang sama?"
"Kenapa dia terasa lebih kuat dari pada sebelumnya?" pikir ular iblis
"Kita lanjutkan hubungan suami istri kita." ucap Su Yan.
"Tu ... tunggu apapun asal jangan yang itu!" teriak Ular iblis.
Su Yan membawanya secara paksa menuju sebuah kamar yang disiapkan ayah mertuanya untuk Liang Su.
Brukk
Ular iblis dilempar ke kasur oleh Su Yan dengan begitu kasar.
"To ... tolong ampuni aku, jangan lakukan ini, aku berjanji tak akan mencambukmu lagi." ucap ular iblis
"Kau sudah melanggar ucapanmu, kau menolakku, padahal aku tak menyentuh kulitmu dengan tanganku secara langsung, sekarang biar kan tanganku menyentuhmu!" ucap Su Yan.
"Tidak!" teriak ular iblis.
"Ada yang aneh, kenapa aku bisa berteriak saat tangannya menyentuhku, sebenarnya apa yang terjadi?" pikir ular iblis.
"Memikirkan sesuatu?"
"Apa kau merasa heran kenapa kau masih bisa bergerak dan berteriak saat kusentuh?"
"Biarku jawab, itu karena kau menyukaiku." ucap Su Yan
"Dasar pembohong, aku sangat membencimu hingga ingin membunuhmu, bagaimana mungkin aku bisa menyukaimu!" bentak ular iblis
"Aku sangat suka iblis yang galak, hari ini kita akan bersenang senang." ucap Su Yan
Sreakkk sreakk (Suara robekan pakaian)
Su Yan merobek semua pakaian Liang Su dengan begitu kasar. Setelah melucutinya, dia memperlakukan ular iblis seperti mainannya. Meski sudah mengeluarkan banyak cairan, dia terus melakukannya hingga beberapa ronde, sedangkan ular iblis hanya bisa pasrah sambil menangis. Tak lama setelah itu mata Su Yan kembali menghitam, dia kembali normal dan bingung akan situasi yang terjadi.
"Seingatku, aku sedang dicambuk, kenapa aku ada disini?"
"Tubuhku juga sepertinya sudah pulih dan tak terluka, hmmm, tidak itu tidak penting, hal yang paling penting adalah kenapa Liang Su telanjang sambil menangis?" pikir Su Yan dengan hidung yang mimisan
"Kenapa kau diam?"
"Apa kau sudah puas?"
"Biarkan aku pergi dan lepaskanlah aku!" teriak ular iblis
Su Yan langsung menyingkir dari tubuh Liang Su sambil berkata." Sebenarnya apa yang telah terjadi?"
Liang Su menarik selimut untuk menutupi tubuhnya terus berteriak. "Keluarlah dari kamarku!"
Su Yan langsung beranjak pergi dari kamarnya, dia keluar dalam keadaan bingung karena tak tahu apa yang telah terjadi dengan dirinya.
"Sebenarnya ada apa dengan manusia itu?"
"Bukankah tadi dia bilang kalau aku adalah iblis?"
"Kenapa dia tak membunuhku?"
"Apa ini caranya memperlakukan seorang iblis?"
"Dasar manusia bejad." pikir Liang Su.
bersambung...