
Keesokan harinya
tok tok tok(suara ketukan pintu)
"Siapa itu?" Ucap Xiao Tian
"Ini aku boss." Ucap Seseorang diluar pintu
"Aih sejak kapan aku jadi boss?" pikir Xiao Tian
"Siapa kau sebenarnya?" Ucap Xiao Tian sambil membuka pintu
"bosss tolong aku, Aku tak ingin mati, Lindungi aku!" Ucap Senior gendut.
"Siapa yang ingin membunuhmu?"
"Dan apa urusannya denganku?" Ucap Xiao Tian
"Ketua Su Yan ingin membunuhku Karena aku tak datang kepadanya untuk memberikan pil kemarin."
" dia menyuruh orang-orangnya mencariku, Aku tidur di atas loteng karena takut tertangkap selama semalaman, Aku tak sengaja mendendengar mereka berkata ingin membunuhku ketika aku masih diatas loteng, Kalau aku tidak cekatan dan bersembunyi di loteng aku pasti sudah tewas." Ucap Senior gendut
"Haih sebenarnya dia anggap nyawa orang itu seperti apa, Kenapa kau tak lapor ke tetua saja?" Ucap Xiao Tian
"Percuma saja di sekte ini berlaku hukum rimba, Siapa yang kuat dia yang menang, Ditambah lagi aku sudah dianggap sebagai sampah karena tak pernah naik tingkat selama 3 tahun." Ucap Senior gendut
"Tetua Sekte hanya menderngar murid yang berbakat, tak ada hukum disini makanya mereka berbuat sesukannya." Ucap Senior gendut
"Bukankah murid luar tingkat satu yang lainnya juga kurampas pilnya?" Ucap Xiao Tian
"Mereka masih memiliki satu pil karena kau tak merampasnya, mereka menyembunyikannya darimu, Kau kan tak menghajar yang lain. ditambah lagi beberapa dari mereka memiliki poin kontribusi untuk ditukar dengan pil." Ucap Senior Gendut
"Bukankah kau sudah lama disini?"
"Kenapa kau tak memiliki poin kontribusi?" Ucap Xiao Tian
"Aku baru saja menghabiskan poinku untuk ditukar dengan emas kemarin." Ucap Senior gendut
"Lalu kenapa kau tak berikan saja emas itu?" Ucap Xiao Tian
"Sebenarnya aku sudah menghabiskan semua koin emas untuk makan makanan enak, Hehheeh." Ucap Senior gendut
"Pantas saja kau tak pernah naik tingkat, Memangnya misi seperti apa yang kau lakukan setiap harinya?" Ucap Xiao Tian
"Aku menyapu halaman sekte membersihkan baju tetua dan banyak pekerjaan rumah tangga lainnya." Ucap Senior gendut
"Hadeh apa kau tak pernah mengambil misi menyerang monster atau melawan bandit?" Ucap Xiao Tian
"Tentu saja aku pernah, Tapi itu memerlukan tenaga, Dan untuk menyelesaikan misi biasanya harus berjalan jauh hingga sampai di suatu desa, Aku tak suka berjalan jauh." Ucap Senior gendut
"Haih pantas saja kau gendut, Lalu kenapa kau tak pergi ke para anak buahmu dan merampas pil mereka?" Ucap Xiao Tian
"Mereka semua menghianatiku dan melemparkan kesalahan padaku, Sekarang mereka dilindungi ketua Su Yan, Aku tak bisa mendekati mereka, karena itu aku kemari." Ucap Senior gendut
"Begitu ya, Kalau begitu pergilah!" Ucap Xiao Tian
"Boss tolong aku, huhuhu aku akan melakukan apapun untukmu asal kau membantuku." Ucap Senior gendut sambil memegang kaki Xiao Tian dengan air mata ditangannya
"Hei gendut pantas saja kami tak bisa menemukanmu ternyata kau disini ya!" Ucap Su Yan
"Hei gendut lencana apa yang ada dadanya?" Ucap Xiao Tian
"Itu adalah lencana murid luar tingkat dua, Jika kau memakai lencana itu berarti kau telah naik tingkat, dan yang lencananya direbut akan turun tingkat." Ucap Senior gendut
"Lalu dimana lencanamu?" Ucap Xiao Tian
"Yang dia pakai adalah lencanaku, Dan gara-gara dia aku jadi turun hingga setara denganmu , Murid luar tingkat 1." Ucap Senior gendut
"Memangnya apa bedanya sih tingkatan di dalam murid luar?" Ucap Xiao Tian
"Sebenarnya tak ada bedanya, Kau hanya mendapat diskon dari benda yang ingin kau beli di gudang sekte, tapi bagiku diskon itu sangat penting." Ucap Senior gendut
"Hooo begitu ya." Ucap Xiao Tian
"Hei apa yang kalian bicarakan!"
"Apa kalian tak mendengarku!" Teriak Su Yan
"Hei gendut apa yang terjadi kalau aku mengambil semua lencana mereka?" Ucap Xiao Tian
"kau bisa menukar lencana lencana itu untuk beberapa poin kontribusi, Atau kau bisa menukar 100 lencana tingkat 2 untuk lencana tingkat 3." Ucap senior gendut
"Ohh kalau begitu kebetulan hahaha." Ucap Xiao Tian
"Woi beraninya kalian mengabaikanku!" Teriak Su Yan
"Kau ini cerewet sekali kaya ibu-ibu sedang datang bulan!" Teriak Xiao Tian
"Hahahaha berani sekali dia meledek ketua su yan." Ucap Para senior tingkat 2
"Berisik tak ada yang boleh tertawa tanpa ijinku!" Ucap Su Yan
"Hai kuambil lencana mu ya, dan sampai jumpa pecundang!" Ucap Xiao Tian sambil memukul Su Yan dengan keras
"Be..beraninya kau memukulku disaat aku sedang menoleh kebelakang!" Teriak Su Yan
"Sudah jatuh sampai tiduran masih saja bisa teriak ya!" Ucap Xiao Tian sambil menendang Su Yan
Su Yan berusaha berdiri dalam keadaan tengkurap, Tapi Xiao Tian Menginjak punggungnya hingga dia tak bisa bergerak lagi.
"Wah jadi ini kekuatan senior tingkat 2, Hei kalian semua berikan lencana kalian atau kalian ingin merasakan apa yang bocah ini rasakan!" Ucap Xiao Tian
"Ba..baik." Ucap para senior tingkat 2
"Sialan kenapa kami selalu ditindas oleh seorang bocah, Padahal kami sudah lama disini, Benar-benar menyebalkan, Huhuhu." Ucap Para senior tingkat 2
"Baiklah kalian boleh pergi, Jangan berani buat masalah lagi atau kau akan bernasib sama seperti bocah ini!" Ucap Xiao Tian
Semua orang membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.
"Boss boss kau sungguh luar biasa, Kau bisa mengalahkan Su Yan dengan sangat mudah." Ucap senior gendut
"Hei bisakah kau berhenti mendudukiku!" Teriak Su Yan
"Ah apa kau mendengar suara?" Ucap Xiao Tian
"Aku tak mendengar apapun boss." Ucap Senior gendut
"Brengsek akan kubunuh kalian suatu hari nanti dan akan kubuat semua keluarga kalian menderita!" Teriak Su Yan
Tiba-tiba saja Xiao Tian mengeluarkan hawa membunuh yang membuat Su Yan merasa ketakutan.
"Ingin membunuh keluargaku?"
"Apa kau tahu?"
"Sepertinya aku terlalu lembut padamu, Hampir saja aku lupa pada prinsipku." Ucap Xiao Tian
"Kalau membuat masalah, Selesaikanlah hingga akarnya." Ucap Xiao Tian
"Tu..tunggu kalau kau berani membunuhku, Kau akan melawan kerajaan Api!" Ucap Su Yan
"Apa aku harus takut pada kerajaan kecil mu?' Ucap Xiao Tian
" Apa kau tahu aku siapa?" Ucap Xiao Tian
"Memangnya kau siapa?" Ucap Su Yan
"Aku adalah pangeran dari kerajaan petir, kerajaan kecilmu itu hanyalah sebuah debu dimataku." Ucap Xiao Tian
"Sialan mati aku, Ternyata dia adalah seorang pangeran dari salah satu kerajaan terkuat." Pikir Su Yan
"Pa..pangeran aku berjanji tak akan melawanmu lagi tolong jangan bunuh aku!" Ucap Su Yan
"Sayangnya aku tak mempercayai janji manis seorang musuh, Jangankan musuh , Teman saja bisa mengingkari janji, Kenapa aku harus mempercayaimu?" Ucap Xiao Tian
"Mati aku, Padahal aku sudah tak mau berurusan dengannya, kenapa aku sesial ini." Pikir Su Yan
"Hei tenanglah, jangan membuat masalah , Memiliki anak buah seorang pangeran kerajaan api akan sangat menyenangkan, Ditambah lagi aku jamin dia tak berani macam-macam padamu." Ucap Dewa petir
"memangnya kenapa kau se yakin itu?" Ucap Xiao Tian dengan telepati
"Karena aku bisa membaca pikiran dia." Ucap Dewa petir
"Oh iya hahahaha." Ucap Xiao Tian
"Kenapa dia tiba-tiba tertawa?"
"Apakah dia akan memaafkanku?"
"Atau dia sedang tertawa jahat?" Pikir Su Yan
Dimata Su Yan kini Xiao Tian terlihat seperti iblis yang akan mencabut nyawanya, Melihat dia tertawa dia langsung pingsan dan pipis di celana.
"Hei Gendut apa kau mencium sesuatu?" Ucap Xiao Tian
"Iya ini bau air kencing." Ucap Senior gendut
"Sialan bocah ini kencing dicelana." Ucap Xiao Tian
"Sepertinya dia pingsan boss."
"Apakah kau akan membunuhnya?" Ucap Senior gendut
"Biarkan dia hidup, Dan ikat dia di tiang tempat tinggalku heheh." Ucap Xiao Tian
"Baik boss." Ucap Senior gendut
Setelah itu Xiao Tian tidur di kamarnya dan membiarkan Su Yan pingsan di luar semalaman.
#Keesokan harinya
"Apakah aku sudah di surga?"
"Kenapa aku diikat?"
"Kenapa celanaku basah?"
"Apakah aku..?" Pikir Su Yan
"Sial ini bukan mimpi, Dan aku masih hidup, Aku diikat dalam keadaan celana basah, Kalau orang melihatku pasti mengira aku kencing di celana, Tapi tunggu bau apa itu ya, Jangan-jangan aku benar-benar kencing dicelana?"
"Hancur masa depanku, huhuhu." Pikir Su Yan
"Wah Lihat itu ketua Su Yan, Apakah dia diikat semalaman di sana?"
"Kasian sekali, Apa kita perlu bantu dia melepaskan talinya?" Ucap salah satu senior tingkat 2
"Apa kau lupa apa yang dia lakukan pada kita selama ini?"
"Kalau bukan karena dia kita tak akan kehilangan satu lencana kita, Untung aku masih punya 6 lencana di cincin ruangku." Ucap salah satu senior tingkat 2
"Ah kau ini bagaimana pun dia sesama murid sekte gunung api, Siapa tahu dia berubah karena sudah menerima pelajaran." Ucap Salah satu senior tingkat 2
"Jangan berani mendekat!"
"Atau kalian akan celaka!" Teriak Su Yan
"Tenanglah jangan berisik atau Xiao Tian akan bangun, Kalau kau berisik kita semua akan habis." Ucap Salah satu senior tingkat 2
"Hei kalau kau mendekat kau akan mati!" Teriak Su Yan
"Sialan aku tak boleh membiarkan dia mendekat, kalau tidak hancur reputasiku, Semoga mereka tak menyadarinya." pikir Su Yan
"Hei apa kau mencium sesuatu?" Ucap salah satu senior tingkat 2
"Ya aku mencium seperti bau air kencing." Ucap Salah satu senior tingkat 2
"Ka..kalian pasti salah, Pergilah." Su Yan berteriak semakin kencang
Mendengar teriakan Su Yan akhirnya Xiao Tian pun keluar untuk memeriksa.
"Hei kenapa kau berisik sekali?" Ucap Xiao Tian
"Apa yang kalian lakukan disini?" Ucap Xiao Tian sambil menoleh ke arah dua orang yang mendekati Su Yan
"Syukurlah dia disini, mereka tak akan berani mendekat jika dia mengusir mereka." Pikir Su Yan
"Ah itu, kami hanya penasaran seperti mencium bau aneh disekitar sini makamya kami kemari." Ucap Salah satu senior tingkat 2
"Oh itu bau kencingnya Su Yan, Dia kencing di celana dari semalam." Ucap Xiao Tian dengan wajah datar
"Brengsek kenapa dia malah memberitahunya, Hancur sudah reputasiku, Huhuhu." Pukir Su Yan
"pft Hahahhaaha kau ini ada-ada aja mana mungkin Su Yan kencing di celana." Ucap salah satu senior itu
"Kalau tak percaya lihat celananya, Itu masih basah kau juga bisa menciumnya, baunya berasal dari sana." Ucap Xiao Tian
"wah ternyata itu benar-benar basah!" Teriak salah satu senior
Kedua senior itu mendekati Su Yan untuk memastikan bau dari celananya
"Ma..mau apa kalian menjauhlah, " teriak Su Yan
"Pft ahhahahaha Dia benar-benar ngompol!" Ucap kedua senior sambil tertawa terbahak-bahak
"Semuanya ada berita besar, Su Yan kencing di celana!" Teriak salah satu senior
"Brengsek berhenti berteriak atau nanti ada yang dengar." Ucap Su Yan
Setelah kejadian hari itu reputasi Su Yan menurun drastis , Semua orang tak takut lagi padanya, Dan tertawa setiap melihatnya berkeliling. sedangkan Xiao Tian menukar lencana yang dia rebut dan menukarnya dengan lencana tingkat 3 kini dia bisa memilih untuk pindah tempat tinggal ke bangunan yang lebih luas.