
Naga biru telah kembali ke versi mininya. Xiao Tian melompat ke atas kepala naga hitam, diikuti oleh Taiwu dan yang lainnya yang melompat ke atas punggung naga hitam.
"Huanran ... ,"
"Apakah kau bisa mengingat semuanya sekarang?" tanya si Gendut sambil menatap Huanran.
Huanran menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa dia tak mengingat apapun mengenai alasan dibalik terpisahnya raga dan roh miliknya.
Dia bahkan belum menngingat jelas tentang siapa dirinya. Satu satunya kesimpulan yang bisa mereka dapatkan yaitu kejadian malang yang mebimpanya itu merupakan ulah sekte iblis.
Terhitung dua hari sejak mereka terbang menaiki naga hitam. Xiao Tian dan teman temannya akhirnya telah sampai di kerajaan Petir.
Setelah Xiao Tian melompat turun dari atas kepala naga hitam, semua prajurit menundukkan kepala mereka sambil berkata, "Selamat datang kembali, Pangeran."
Tepat ketika semuanya melompat dari atas punggung naga mengikuti Xiao Tian, naga hitam langsung merubay ukuran tubuhnya ke bentuk mini lalu melompat ke atas punggung kanan Xiao Tian dalam hitungan detik.
"Kenapa kita tak langsung pergi ke kediaman jenderal Huang Cheng saja?" tanya Taiwu dengan dahi yang dikerutkan.
"Huang Li telah sadar kembali, dan aku sudah yakin akan hal tersebut. Saat ini hal yang perlu kita utamakan adalah membangkitkan kembali ayahmu dan menekan efek gigitan vampir agar dia kembali seperti sedia kala," jelas Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Membangkitkan ayahku?"
"Bukankah dia telah tiada?"
"Meski dia bisa bergerak seperti sebelumnya, rohnya telah tiada. Tubuhnya tak lebih dari cangkang kosong yang dikendalikan oleh napsu vampir. Orang yang telah tiada tak bisa dihidupkan kembali, dan aku paham akan hal tersebut. Jangan memberi harapan palsu yamg akan membuatku kecewa. Kau tak perlu melakukan apapun pada jasad ayahku, biarkan dia tenang di alam sana. Dan kuburkan saja mayatnya dengan layak," sambung Taiwu dengan wajah yang frustasi.
"Ayahmu masih hidup, dan belum tiada. Rohnya hanya tersegel oleh kesadaran vampir dan terus melemah seiring berjalannya waktu. Jika kita tak segera mengatasinya, maka tak perlu waktu lama jenderal Tailong akan menjadi vampir seutuhnya," jelas Xiao Tian sambil menepuk pundak Taiwu.
"Meski kau bilang begitu, tetap saja mustahil. Sejak dulu orang yang telah menjadi vampir tak akan bisa hidup normal seperti biasanya."
"Ayahku akan diluar kendali setiap mencium bau darah manusia."
"Demi keselamatan semua orang, sebaiknya kita sudahi saja," ucap Taiwu sambil menundukkan kepala.
"Apa kau meragukan kemampuanku?" tanya Xiao Tian.
"Bukan begitu, tapi ... ," belum sempat Taiwu menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian menghentikan perdebatan dengan berkata, "Cukup, tak ada kata tapi!"
"Ikuti aku ke ruang latihan, dan jangan biarkan orang lain masuk termasuk ibu dan ayahku!"
"Bagaimana dengan kami?" tanya Su Yan yang menggendong tubuh Liang Su.
"Jingmi dan Kaibo juga memerlukan pertolongan, apakah kami harus membawa mereka ke dalam ruangan latihan juga atau mengundang tabib istana untuk mengurus mereka?" tanya si Gendut sambil menggendong Jingmi.
"Tak perlu memanggil tabib, bawa saja mereka ke ruang latihan. Kau juga harus ikut Lily, nyawamu telah banyak berkurang karena membagikan beberapa pil suci yang harusnya kau telan sekaligus. Katakan berapa banyak pil yang kau miliki saat ini?" tanya Xiao Tian.
"Hanya tersisa sepuluh pil saja. Beberapa diantaranya telah kutelan habis dan dibagikan kepada murid sekte gunung api yang sedang sekarat," jawab putri Jia Li.
"Kau ini, apa kau tak takut mati?"
"Satu pil suci berguna untuk memperpanjang nyawamu. Dan kau hanya menyisakan sepuluh buah pil saja, sedangkan efek pil yang kau telan tidak bertahan lama. Hanya bertahan selama lima hari lagi. Dengan kata lain umurmu hanya tersisa lima belas hari jika kau menelan semua pil saat ini juga."
"Aku belum menemukan bahan pil penambah umur, jika aku belum menemukan resepnya sebelum lima belas hari terlewati kau ... ,"
"Ah, sudahlah," Xiao Tian berbalik menuju ruang pelatihan dengan wajah kesal.
"Tunggu Yan Yan, aku tak bermaksud menyia nyiakan pengorbananmu. Tolong jangan marah," ucap putri Jia Li sambil menatap Xiao Tian.
"Untuk sementara jauhi pangeran, sepertinya dia sangat merasa kesal. Bukan kesal kepadamu tapi kesal terhadap dirinya sendiri, karena tak bisa membuat pil penambah umur untuk menyelamatkanmu," ucap Taiwu sambil menepuk pundak putri Jia Li.
"Dari pada merenung tak jelas, mending kita pergi berkeliling istana saja. Biarkan mas endut dan yang lainnya mengurus pangeran Xiao Tian."
"Baiklah, aku akan mengajakmu berjalan jalan. Lagipula ini merupkan kali pertamanya kamu bisa berjalan di bawah terik matahari tanpa rasa takut. Dengan kembalinya tubuhmu, kau tak perlu khawatir lagi akan hangus di bawah teriknya matahari," ucap putri Jia Li sambil tersenyum.
"Tunggu Huanran, setelah matahari terbenam temui aku di kamar tamu," ucap si Gendut dengan pipi yang memerah.
"Ehm," ucap Huanran sambil tersipu malu.
#Ruang latihan
Setelah mengeluarkan Jenderal Tailong dari dalam portal ruang hampa, Xiao Tian mengikat tubuh jenderal Tailong dengan qi cahaya selagi dalam keadaan tak berdaya.
Tepat ketika lingkaran qi mengikat tubuh jenderal Tailong, mata merahnya terbuka lebar dan terus mencoba untuk memberontak.
"Rrrrrrr," jenderal Huang Cheng terus menggeram seperti seekor hewan buas.
Semakin lama dia tersadar, kekuatanya terus meningkat dan lukanya perlahan pulih.
Demi menekan kekuatan vampir tersebut, Xiao Tian menyuling pil berbahan bunga kristal es yang konon katanya bisa membangkitkan orang mati.
Terhitung lima belas menit sejak Xiao Tian mengekstrak lima bunga kristal es yang dia keluarkan dari dalam cincin ruangnya, dia berhasil menciptakan sepuluh buah pil tingkat sepuluh dengan tingkat efektifitas diatas lima puluh persen.
Tepat setelah pil tersebut berhasil dibuat, Xiao Tian langsung melemparnya ke mulut jenderal Tailong yang terbuka lebar.
Tepat ketika pil tersebut tertelan melewati tenggorokan, hawa iblis di sekujur tubuh jemderal Tailong mulai menghilang. Diikuti oleh mata dan taringnya yang juga mulai kembali normal layaknya manusia biasa.
"Dimana aku?" tanya jenderal Tailong.
"Ayah, kau kah itu?" tanya Taiwu sambil menghunuskan kedua pedangnya ke arah jenderal Tailong. Sejak awal dia telah bersiap menghabisi ayahnya, jika Xiao Tian gagal mengembalikan kesadarannya.
"Apa kau berniat menebas ayahmu ini, Taiwu?" tanya jenderal Tailong sambil menatap Taiwu.
"Aku hanya menjalankan perintah ayah, jika suatu hari ayah diluar kendali. Aku harus menghentikan ayah meski harus membunuh ayah sekalipun."
"Ayah selalu berkata seperti itu, setiap kali ingin menggunakan teknik berseker. Meski ayah tak dikuasai teknik berseker saat ini, ayah telah menjadi vampir dan menghabisi banyak orang. Aku terpaksa menebasmu jika kau tak kembali normal, karena ayah bisa mengancam keselamatan banyak orang jika masih dikuasai napsu vampir," jelas Taiwu.
"Begitu ya, jadi ayah telah menjadi vampir karena di gigit oleh penculik ibumu itu," jawab jenderal Tailong sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Padahal sedikit lagi saja, ayah mungkin akan mengetahui lokasi ibumu saat ini. Tapi ayah malah berakhir menyedihkan seperti ini. Jika memang ayah bisa lepas kendali lagi, lebih baik kau habisi ayah sekarang juga. Ayah tak ingin kembali meliar seperti hewan buas," ucap jenderal Tailong sambil menatap Taiwu.
Tepat ketika pedangnya hampir memenggal kepala jenderal Tailong, Taiwu menghentikan ayunannya karena merasa tak sanggup.
"Kenapa kau berhenti!"
"Cepat tebas leher ayah!" bentak jenderal Tailong sambil menatap Taiwu.
Taiwu menjatuhkan kedua pedangnya karena tak sanggup mepanjutkan niatnya itu, dia mengurungkan niatnya karena saat itu dia tak merasakan hawa iblis sedikitpun dari tubuh jenderal Tailong.
"Kenapa kau berhenti?" tanya Xiao Tian.
"Maaf pangeran, hamba tak sanggup mengayunkan pedang hamba lagi," jawab Taiwu sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tenanglah, ayahmu telah kembali seutuhnya. Darah vampir yang telah menyatu dengannya saat ini sudah menghilang tanpa sisa," jelas Xiao Tian sambil menatap wajah Taiwu.
"Jadi ... ," belum sempat Taiwu menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian pun berkata, "Ya benar, ayahmu telah kembali dan tak akan menjadi vampir lagi."
Setelah Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, Taiwu langsung meneteskan air mata yang telah lama dia tahan selama ini.
"Terimakasih, pangeran."