
"Hahahha tak perduli apapun yang kalian lakukan, kalian akan mati." ucap salah satu anggota kelompok Taring naga
"Sialan kita sama sekali tak bisa melukai mereka, padahal kita telah berlatih keras kemarin, sepertinya tak ada harapan lagi." Ucap Su Yan
Duakk duakkk
Su Yan dan si Gendut berusaha menghindari serangan 400 orang kelompok Taring Naga, Tapi karena tenaga mereka telah habis mereka terus terkena pukulan hingga terpental kesana kemari.
Para kelompok Taring naga memang memiliki hobi menyiksa korbannya sebelum dibunuh, tapi ini merupakan salah satu kesalahan mereka, cincin ruang milik si Gendut tiba-tiba bersinar dan keluarlah sesosok hantu wanita yang memiliki wajah yang begitu menyeramkan.
"Beraninya kalian menyakiti mas endutku!" teriak hantu itu dengan wajah yang seram
"Ha..hantu!" teriak para anggota kelompok Taring naga
400 anggota kelompok Taring naga yang mengeroyok Si Gendut dan Su Yan tak bisa bergerak karena kekuatan hantu itu, hantu itu mengarahkan tangannya ke arah para anggota kelompok naga, dia melemparkan kuku kuku yang tajam, kukunya tak berhenti tumbuh setelah lepas dan melesat kearah para anggota kelompok taring naga.
Shut Shut Cleb
"Aaaaaa!" teriak para kelompok taring naga
Kuku hitam dan tajam itu mengandung racun mematikan, Dan yang terkena kuku itu akan merasakan sakit yang luar biasa, oleh karena utu para anggota kelompok taring naga menjerit kesakitan sebelum mereka tewas.
#Sisi Utara
"Apakah aku akan mati?" ucap Jingmi yang sedang di cekik oleh Kelompok pemburu iblis
Shut shut
Cleb Cleb
Kuku kuku tajam mengarah ke para pemburu iblis yang mengeroyok Jingmi, meski jarak mereka begitu jauh, semua kuku itu tepat sasaran dan tak ada yang meleset satupun.
Melihat beberapa anggota pemburu iblis terbunuh oleh hantu itu, pendeta yang bertugas menyegel kekuatan iblis merasa murka, dia meluncur ke arah Hantu itu dan merapalkan beberapa mantra.
"Aaaaaaa panas!" ucap hantu itu
"Roh jahat sama seperti iblis, tak layak hidup, Musnahlah!" ucap pendeta itu sambil mengarahkan tanganya ke arah hantu itu
"Aahhhh panas!" teriak hantu itu yang perlahan terbakar
Si gendut yang awalnya takut dengan hantu itu, merasa tak tega, walau bagaimanapun hantu itu telah menyelamatkan hidupnya, dia berusaha bangkit, dan menusuk pendeta itu dari belakang.
Clebbb
Sebuah pedang tertusuk ke tubuh Pendeta itu, kekuatan Jingmi dan Kaibo telah kembali, Karena pendeta telah tewas, keadaanpun berbalik.
Xiao Tian masih dikeroyok 600 orang kelompok taring naga dan 1 orang pemimpinnya, sedangkan Jenderal Xiao Fei Ji sedang memulihkan tenaganya
" Jadi itu alasan Dewa petir menyuruhku membawa hantu itu." ucap Xiao Tian dalam hati , dia tersenyum karena tahu kadaan menjadi lebih baik
"Hahahaha, sepertinya kau telah menjadi gila karena masih bisa tersenyum."
"Semuanya serbu!" ucap pemimpin kelompok taring naga
Sebelum Xiao Tian menggunakan kekuatan SunLong beberapa panah terbang dari arah barat, dan menusuk semua anggota kelompok taring naga yang tersisa.
Cleb cleb cleb
"Apa yang ...." sebelum menyelesaikan ucapannya Pemimpin kelompok taring naga terkena anak panah dan tewas seketika
Jenderal Xiao Fei Ji terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, karena di sebelah barat ada ribuan pasukan yang dipimpin Jenderal Huang Cheng.
"Semuanya terus panah!" ucap jenderal Huang Cheng
Semua panah nengenai sasaran, para pemburu iblis juga terkena panah itu.
"Sepertinya aku telah kalah, tak kusangka Jenderal Huang Cheng turun tangan, entah dari mana dia mendapat informasi tentang rencana penyergapan pangeran Xiao Tian." ucap Jenderal Xiao Fei Ji
"Xiao Tian kau tak apa?" teriak Huang Li
"Begitu ya, jadi dia yang memberi tahu jenderal, Syukurlah." Pikir Xiao Tian
#Sisi timur
"Terimakasih karena telah melindungiku dan membunuh pendeta itu." ucap Hantu wanita
"Kenapa kau perlahan menghilang?"
"Bukankah pendeta itu sudah mati?" ucap si Gendut dengan wajah cemas
"Aku tak tahan sinar matahari, Makanya dari dulu aku menetap di Gunung iblis." ucap hantu itu
"Lalu kenapa kau mengikutiku dan merasakan sinar matahari langsung, kau kan tahu kalau kau bisa lenyap!" ucap si Gendut
"Karena aku menyukaimu, entahlah , aku juga tidak begitu tahu tapi sejak melihat mas endut aku merasa begitu damai, kau seperti suamiku, tapi aku juga tak ingat seperti apa wajah suamiku , aku hanya merasa begitu, aku tak ingat apapun yang menyebabkanku mati, tapi kalau aku lenyap sekarangpun aku tak perduli, toh dari awal aku memang tidak diinginkan." ucap hantu wanita itu
"Dasar bodoh, apa kau ingin membuatku merasa bersalah?"
"Kau membolehkanku masuk cincin ruangmu?" ucap hantu itu
"Bukankah kau pernah masuk sesukamu?"
"Aku juga tak tahu kapan kau masuk cincin ruangku, tetapi kali ini aku yang menyuruhmu, Kau tak boleh lenyap disini!" ucap si Gendut
"Ahh mas endut, terima kasih karena sudah mau menerimaku." ucap hantu itu
Tubuh hantu wanita itu bersinar begitu terang , wajahnya yang seram berubah menjadi wajah yang begitu cantik bagaikan seorang dewi, semua yang melihat kejadian itu terpana akan kecantikan hantu itu, tapi anehnya si Gendut malah terlihat kesal.
"Apa yang terjadi dengan hantu itu?"
"Wajah seramnya berubah menjadi wajah cantik bagaikan seorang dewi, apakah hantu itu terkena kutukan sebelumnya?" ucap para prajurit Jenderal Huang Cheng
Xiao Tian tak melihat kejadian dibelakangnya dia fokus menatap ke arah Huang Li yang berlari menuju kearahnya, Huang Li memeluknya sambil meneteskan air mata.
"Syukurlah, syukurlah kau tak apa-apa."
"Syukurlah aku datang tepat waktu."
"Aku sangat takut kehilanganmu setelah mendengar kau menjadi buronan sekte." ucap Huang Li
#Sisi Timur
"Huanran?"
"Kenapa kau bisa jadi hantu?" ucap si Gendut
"Siapa Huanran?"
"Apa itu namaku?" ucap hantu itu dengan wajah kebingungan
"Masuklah ke cincin ruang, walau penampilanmu berubah, kau akan menghilang jika terus dibawah matahari." ucap si Gendut
"Baiklah, terima kasih mas endut." ucap hantu Itu
Hantu itu masuk ke cincin ruang milik Si Gendut, si gendut yang menderita luka begitu parah pingsan setelah beberapa menit.
Kaibo dan Jingmi pergi menuju si Gendut dan Su Yan, mereka ingin menggotong tubuh si Gendut dan Su Yan ke tempat aman.
Jenderal Xiao Fei Ji pasrah tak melawan karena kekuatannya belum pulih, dan juga dia sudah tak memiliki harapan untuk hidup lagi, karena anaknya telah dibunuh oleh Xiao Gongzhu ayahnya sendiri.
Kultivasi Xiao Fei Ji dilumpuhkan dan di seret menuju penjara untuk diinterogasi, Sedangkan Xiao Tian dan kawan-kawannya dikawal menuju istana dengan sebuah tandu.
"Aku tak perlu naik tandu, aku masih kuat berjalan." Ucap Xiao Tian
"Naiklah pangeran, kau tak boleh menolak, aku tak ingin raja mengira kami tak memperhatikanmu." ucap jenderal Huang Cheng
"Baiklah." ucap Xiao Tian
#Istana kerajaan
"Salam Raja Xiao Zhaoye." ucap Jia Xin
"Kenapa kau tak memanggilku kak Zhaoye seperti biasa?" ucap Xiao Zhaoye
"Aku kemari untuk membawa pulang putriku, kudengar putramu meninggalkannya, dan memilih berguru di sekte Gunung Api, bergabung dengan sekte memerlukan waktu bertahun-tahun, dan untuk keluar sekte harus mengambil misi berbahaya, aku tak ingin putriku hanya jadi pajangan disini." ucap Jia Xin
"Baiklah kau boleh membawanya pergi."
"Pelayan antarkan raja Jia Xin menemui putrinya." ucap Xiao Zhaoye
"Baik Yang mulia." ucap Pelayan
#Sekte Gunung Api
#Wilayah murid luar
Duarrrr
Duarrrr
Duarrrr
Sekte gunung api dipenuhi banyak ledakan, semua murid luar berlari ke tempat yang aman.
"Tolong ada orang yang mengamuk!" Ucap para murid luar
Sekte Gunung api telah diobrak abrik oleh pendekar bertopeng misterius.
Pendekar itu terus menyebut nama Xiao Tian.
Siapakah dia?
Bersambung...