Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 80 : Evolusi iblis


Xiao Tian dan rombongannya meminta agar pembasmian iblis hari ini hanya mereka yang berada di garis depan, sedangkan jenderal Feng Long dan putrinya disuruh menonton, tapi karena putri jenderal begitu keras kepala, Feng Long terpaksa membiarkan putrinya terjun ke medan perang melawan jutaan iblis.


"Feng Ling apa kau yakin ingin melakukannya?"


"Tak ada komandan pasukan yang bisa mindungimu loh." ucap Jenderal Feng Long berusaha membujuk putrinya sebelum matahari terbenam


"Apa ayah meremehkan kemampuanku?" tanya Feng Ling


"Ah bukan begitu, hanya saja hari ini pemburu iblis tak membantu, mereka memilih membantu wilayah lain, karena mereka pikir kita bisa mengatasi jutaan iblis tingkat rendah tanpa bantuan mereka." jawab Feng Long


"Pokoknya tak perduli apapun alasan ayah, aku akan tetap ikut keluar gerbang! Huft." sambung Feng Ling dengan wajah cemberut


"Ah anak ini, kalau sudah memutuskan sesuatu, sulit sekali dibujuk."


"Apa yang harus kulakukan." pikir Feng Long sambil menepuk dahi


"Tenang saja, biarkan dia ikut, aku akan berjanji melindunginya." ucap Xiao Tian dengan senyum diwajahnya


"Kau.. kau tak perlu melindungiku, aku bisa jaga diri." ucap Feng Ling sambil menunjuk Xiao Tian, terlihat jelas wajahnya memerah karena senang mendengar ucapan Xiao Tian


"Wah apa putriku menyukai Xiao Tian?" pikir Feng Long


"Ayah Xiao Tian ayo kita keluar gerbang, jingmi tak sabar ingin membunuh para iblis pembunuh manusia itu." ucap Jingmi sambil menarik baju Xiao Tian


"Ayah?"


"Apa dia anakmu?" tanya Feng Ling


"Jingmi apa kau masih lama?" tanya kaibo dari dekat gerbang perbatasan


"Sebentar, aku akan keluar bersama ayah Xiao Tian!" teriak Jingmi


"Oke!" ucap Kaibo sambil melangkah keluar gerbang


"Adik kecil kenapa kau memanggil Xiao Tian sebagai ayah?"


"Lalu apa yang dilakukan gadis kecil disini?" tanya Feng Ling


"Jingmi memanggil ayah Xiao Tian, karena Jingmi adalah anaknya, kaibo juga anak ayah Xiao Tian." jawab Jingmi


"Xiao Tian apa benar yang dia katakan?" tanya Feng Ling dengan wajah gelisah


"Iya benar, mereka adalah anak-anakku." jawab Xiao Tian dengan senyum


"Apa gadis bernama Huang Li itu adalah istrimu?" tanya Feng Ling


"Ehmm dia hanya temanku." jawab Xiao Tian


"Lalu siapa ibu mereka?" tanya Feng Ling


"Ayah ayo kita keluar." ucap Jingmi sambil menarik pakaian Xiao Tian dengan manja


"Aduh Jingmi, hari ini kok kamu manja banget sih."


"Ya sudah ayo pergi." jawab Xiao Tian


"Tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku." ucap Feng Ling


"Tante jangan ganggu ayah Xiao Tian, ayah Xiao Tian hanya untuk Jingmi, bweee." ucap jingmi sambil meledek


"Ta.. tante?"


"Usiaku baru 18 tahun, dan dia memanggilku tante."


"Tenang, tenang Feng Ling, dia hanya seorang bocah, kau tak boleh marah hanya karena ucapan seorang bocah." pikir Feng Ling sambil mengepalkan kedua tangannya berusaha menahan emosi


"Ahhhh, aku harus tahu kebenarannya, tidak mungkin aku menyukai pria dengan dua anak."


"Aku menolak banyak pria kaya, kenapa aku malah menjadi gila hanya karena tak bisa mendapat jawabannya." pikir Feng Ling sambil meremas rambutnya


"Ayah sebenarnya siapa kedua bocah itu, kenapa dibolehkan ikut?" tanya Feng Ling


"Mereka adalah dua anak kecil yang memakai topeng kemarin." jawab Feng Long


"Jadi, tak hanya badannya, mereka juga memiliki wajah seperti anak kecil."


"Apa mereka benar benar anaknya Xiao Tian?" tanya Feng Ling


"Kalau tak salah Xiao Tian pernah bilang, kalau usia mereka sebenarnya lebih tua dari Xiao Tian, jadi tak mungkin kalau mereka anaknya, dilihat dari kemampuan luar biasa mereka saja sudah terlihat." jawab Feng Long


"Kenapa kau menanyakan ini?"


"Kau suka ya sama Xiao Tian?" tanya Feng Long


"Ah mana mungkin, aku hanya penasaran, huft sebel deh." sambung Feng Ling sambil memalingkan wajah


"Hahah, gadis ini mudah ditebak." pikir Feng Long


******


Setelah menunggu begitu lama, mata haripun mulai terbenam, Cahaya terang dari sinar mentari perlahan menghilang, digantikan sinar rembulan, suasana diluar gerbang yang awalnya sepi, perlahan mulai berubah menjadi sedikit mencekam.


Raungan para iblis mulai terdengar dari kejauhan, perlahan tapi pasti para iblis akan mendekati Xiao Tian dan rombongannya.


Xiao Tian dan rombongannya berada di baris paling pertama, sedangkan Feng Ling berada di baris kedua,


Kroak kroak


Roarrrr(raungan para iblis)


perlahan muncul jutaan kera Demon Flame dan jutaan kera Demon Earth, dengan dua tanduk diatas kepala mereka, para kera iblis itu perlahan mulai mendekat.


Sret sret(Suara para rombongan Xiao Tian yang mengeluarkan pedang)


"musnahkan para iblis!"


"Serbu!" ucap Xiao Tian


"Serbu!" ucap rombongan Xiao Tian


Semua orang berpencar untuk menghadapi para iblis, iblis yang muncul kali ini sama seperti kemarin, tapi tanpa bantuan segel pendeta, kekuatan mereka tentu lebih merepotkan, banyak tombak tanah yang di lemparkan kera Demon earth, dan banyak bola api yang dilemparkan kera Demon Flame.


Tapi karena latihan keras yang telah mereka jalani selama ini, berkat bantuan pil dan teknik yang Xiao Tian bagikan, Semua orang menghabisi ratusan ribu iblis tanpa terluka.


melihat pemandangan itu putri Feng Ling sangat terkejut, karena baru beberapa menit waktu berlalu, ratusan ribu iblis tumbang dalam sekejap.


sreak sreak(ribuan iblis tewas ditangannya)


"Ah menebas dengan satu pedang cukup lama, bagaimana dengan Jingmi yang tak memakai pedang ya?" pikir Kaibo sambil menoleh kearah Jingmi


Seperti biasa, Jingmi menggunakan teknik andalannya, tempurung iblis dan teriakan maut, tempurung iblis adalah teknik untuk membuat pelindung kuat dan kedap suara, ini awalnya hanyalah teknik untuk melindungi diri, tapi dengan menggabunhkan teknik tempurung iblis dan teriakan maut, teknik ini pun bisa menjadi teknik pemusnah masal.


Jingmi mengunci para iblis di dalam sebuah pelindung yang diciptakan, dia menciptakan pelindung yang begitu besar, lalu berteriak sangat keras saat dia berhasil mengunci para iblis ke dalam teknik andalannya.


"Kyaaaaaaa!" teriak Jingmi


Teriakan mautnya sangatlah menyakiti telinga, para iblis yang terjebak di dalam ruangan, berusaha menutupi telinga mereka, sayangnya teriakan Jingmi tak bisa dihalangi hanya dengan telapak tangan belaka. berkat teriakan maut, ratusan kera Demon Earth yang terperangkap tempurung iblis, tewas dalam sekejab.


"Wah gadis kecil itu benar-benar sangat kuat, apa mataku menipuku?"


"Ternyata dia memang pengguna topeng waktu itu ya?"


Lalu bagaimana dengan bocah yang satunya?" ucap Feng Ling sambil melirik ke arah tempat kaibo menyerang


Kaibo tersenyum saat melihat Jingmi memakai teknik andalannya, dia pun mengeluarkan hawa membunuh dan mulai menggila.


"Hahahahah." tawa Kaibo


"Kenapa aku lupa, hari ini tak ada para pembasmi iblis sialan, aku tak perlu menahan diri lagi."


"Aku tak akan membiarkan Jingmi tampil lebih baik dibandingkan diriku." ucap Kaibo


Kaibo mengangkat tangan kanannya, membuka tangannya lebar lebar, jauh diatas Kaibo, muncul bola hitam kecil yang melayang diudara. Kaibo mengeluarkan ribuan pedang dari cincin ruangnya, semua pedang itu terangkat keudara menuju bola hitam itu.


"Para kera sialan, musnahlah!" ucap Kaibo sambil menggenggamkan tangan kanannya


"Tolakan magnet!" teriak Kaibo


Shut Shut Shut Shut


Ribuan pedang menghujani medan perang, ribuan iblis tewas dalam sekejap.


Kaibo terus mengulangi jurus yang sama, setelah pedang menancap ketubuh para iblis, dia menjentikkan jarinya dan membuat pedang-pedang itu menghilang.


"Eh kemana semua pedang itu?" pikir Feng Ling


Kaibo membuka tangan kanannya lagi lebar lebar, dan mengeluarkan ribuan pedang dari cincin ruangnya. dia terus melakukan teknik tolakan magnet tanpa henti. hingga membuat ratusan ribu iblis tewas


"Kemarin mereka hanya memakai pedang dan tangan kosong, sekarang mereka lebih terlihat ganas." pikir Feng Ling


"Teknik pedang surgawi, tahap pertama tebasan kilat!" ucap si Gendut


Si Gendut menggerakkan pedangnya begitu cepat, satu ayunan dari pedangnya dapat membuat ratusan iblis tewas, gelombang angin yang diciptakan oleh tebasan pedangnya, dapat membelah tubuh para kera Demon Flame dan kera Demon Earth hingga menjadi dua bagian.


Sret sret sret


Si Gendut terus mengayunkan pedangnya tanpa henti, perlahan tapi pasti, jutaan iblis akan habis ditangannya.


"Si Gendut itu benar-benar luar biasa." ucap Feng Ling yang belum terjun ke baris depan


"Itu karena dia adalah murid pertamaku." ucap Xiao Tian


"Hei sejak kapan kau ada disampingku!"


"Kenapa kau tak ikut terjun ke medan perang!" teriak Feng Ling


"Aku kan berjanji untuk melindungimu, lagipula kupikir mereka saja cukup, kalau lawannya hanya para kera itu." ucap Xiao Tian


Tak lama kemudian, sesuatu diluar dugaan terjadi, jutaan iblis kera lemah itu memancarkan sinar merah ditubuhnya.


Seluruh tubuh jutaan iblis kera dilapisi sinar merah, peralahan tubuh yang terlapisi sinar itu mulai membesar, kini ukuran tubuh mereka 10 kali lipat dari ukuran asalnya, atau sama dengan 5 kali lipat ukuran manusia dewasa.


Tubuh mereka begitu berotot, cakar hiram mereka menjadi semakin tajam, mata mereka berubah menjadi merah menyala, dua taring mereka semakin tajam dan memanjang hingga keluar dari mulutnya , tubuh mereka kini terlihat seperti kingkong.


Saat sinar merah masih mengelilingi tubuh mereka, tak ada satupun pedang yang bisa digunakan , si Gendut dan para rombongan Xiao Tian mencoba menebas para iblis yang masih belum berevolusi, tapi tebasan mereka tak mempan, setelah berevolusi para iblis itu semakin ganas, tak bisa dilukai, kecepatan semakin meningkat, dan pastinya kekuatan mereka jauh lebih kuat.


"Apa apaan itu?"


"Kenapa mereka bisa.." ucap para prajurit Huang Li


Duakkk Duakkk


Duarrrr


"Aaaaaaa." teriak para prajurit keluarga Huang


para prajurit keluarga Huang telah dipukuli dan di sembur bola api yang diciptakan para kera iblis.


para iblis mendekati prajurit keluarga Huang yang terluka, mengangkat tubuh mereka dan menelan mereka hidup-hidup


Krauk


krauk(Suara tubuh yang terkoyak)


Satu prajurit telah tertelan, kera iblis lain mengangkat tubuh prajurit keluarga Huang yang masih tergeletak.


"Sialan apa yang baru saja terjadi?" ucap Xiao Tian


"Tidak... jangan makan aku!" teriak salah satu prajurit


Krauk krauk(Para prajurit keluarga Huang telah tewas ditangan para iblis)


"Iblis sialan, beraninya kalian membunuh teman temanku!" teriak Xiao Tian


Xiao Tian berlari menuju medan perang, ketenangan telah berubah menjadi ketegangan.


"Demon Kong, mereka Demon Kong... aku tak tahu kalau Demon kong adalah evolusi dari para iblis kera, tipe api dan tanah, kalau terus begini kami pasti akan mati.." ucap Feng Ling dengan wajah yang penuh trauma


"Kera sialan, kenapa kalian begitu menyusahkan!"


"Kalian yang memaksaku, teknik pedang surgawi tahap Dua, tarian pedang cahaya!" ucap si Gendut


Tubuh keras para Demon Kong, berhasil ditembus oleh si Gendut, si Gendut yang awalnya terpojok, kini berhasil membalikkan situasi.


sedangkan Jingmi tak mengalami kesulitan sedikitpun, karena teriakan mautnya tak mempengaruhi fisik, tapi alat pendengaran, sekuat apapun para iblis berevolusi, dihadapan teriakan maut jingmi, tak akan ada yang bisa bertahan hidup.


Sedangkan Kaibo mulai kesulitan, karena pedangnya tak bisa menggores para iblis sedikitpun, Huang Li dan Kaibo dalam keadaan terdesak, Xiao Tian harus memilih salah satu diantara mereka, siapakah yang akan Xiao Tian selamatkan?


bersambung...