Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 68 : Nasib buruk Su Yan


Xiao Tian kembali ke penginapan dan tidur dikamarnya, begitu pula Jingmi dan Kaibo.


#Kamar Kaibo, si Gendut dan Su Yan


Seperti biasa, si Gendut tak ada dikamar dan fokus berlatih diluar, sedangkan Su Yan masih membolak balikkan buku teknik beladiri miliknya, dia belum memahami satu langkah pun.


"Ah.., kenapa aku harus belajar, aku pergi ke sekte Gunung Api untuk menghindari pelajaran bangsawan, aku benci politik dan sesuatu yang rumit, aku tak tahu kalau belajar beladiri juga serumit ini." ucap Su Yan


"Aku tak mau ditindas bocah itu lagi, tetapi aku tak paham juga, huhuhu." ucap Su Yan sambil meneteskan air mata


"Tidak boleh, aku tak boleh menangis, semangat!" gumam Su Yan


2 jam kemudian....


"Ahh... buku brengsek, dari tadi aku baca tak jadi kuat juga!" ucap Su Yan sambil melempar bukunya ke arah pintu


Plakk


Kaibo membuka pintu dan tak sengaja buku yang Su Yan lempar menghantam kepalanya.


Kaibo terlihat sangat kesal, dia mengeluarkan hawa membunuh, Su Yan merasa ketakutan, dengan badan gemetar dia berkata.


"Ma... maafkan aku, aku tak sengaja, itu hanyalah kecelakaan, kau masuk tanpa mengetuk pintu." ucap Su Yan


"Oh.. , begitu ya." ucap Kaibo dengan nada ketus


Kaibo mengepal tangan kanannya dan meniupnya, sambil menatap Su Yan dengan penuh amarah.


"Fyuhh, apakah kau sudah lupa rasanya pukulanku?" ucap Kaibo


"Ampun..., aku berjanji tak akan melakukannya, huhuhu."


"Aku melempar buku itu, karena kesal, aku tak memahami buku itu selembarpun." ucap Su Yan


Kaibo mengambil buku yang telah menimpa kepalannya itu, dia terkejut, ternyata itu memang buku teknik beladiri, dengan penuh amarah Kaibo berteriak.


"Hei apa maksudmu melempar buku ini sembarangan!"


"Kalau tak paham, tanyakan kepada kak Xiao Tian, kalau aku melihatmu membuangnya lagi aku akan menghabisimu, sekarang pergilah dari sini, aku sangat mengantuk, kau belajarlah dari si Gendut, dia berlatih keras sejak kemarin." ucap Kaibo sambil berjalan menuju tempat tidur


"Ini buku mu, pergilah keluar dan pelajari yang benar!" ucap Kaibo sambil memberikan buku yang telah menimpanya


"Baiklah, aku akan pergi." ucap Su Yan


Su Yan bangun dari tempat tidurnya, dan meninggalkan Kaibo di kamar, dengan wajah kesal dia berpikir" Sialan kenapa bocah ini datang diwaktu yang salah."


Su Yan melangkah keluar kamar, saat diluar kamar, dia tak melihat siapapun, sebenarnya karena semua orang sedang sibuk berlatih, sedangkan Huang Li sedang menemani Jingmi Tidur, dan Xiao Tian sedang tidur dikamar pribadinya, para prajurit keluarga Huang sibuk melatih diri bersama si Gendut di ruang pelatihan.


Setelah melihat tak ada orang yang mengawasi, Su Yan mencoba meninggalkan penginapan untuk menghilangkan rasa setres, saat diluar penginapan dia tak sengaja mendengar pembicaraan para pemburu iblis.


"Hei apa kalian curiga dengan kedua bocah bertopeng itu?" tanya pemburu iblis A


"Ya, aku dengar ada suku iblis yang memiliki tubuh seperti manusia, kekuatan mereka sangatlah luar biasa kuat, tapi pendeta bisa membuat sihir mereka di segel, saat disegel mereka akan menjadi seorang manusia berusia 5 tahun dan tak bisa tumbuh dewasa." ucap Pemburu iblis B


"Tapi yang punya kemampuan itu kan cuma pendeta chongde, pendeta yang lainnya hanya bisa menghilangkan kekuatan iblis." ucap pemburu iblis C


Tak lama kemudian, seorang pendeta datang mendekati kerumunan pemburu iblis.


"Hentikan omong kosong kalian!"


"Aku sangat yakin, kedua bocah itu adalah manusia, karena aku tak merasakan sedikitpun hawa iblis saat mereka menggunakan kekuatannya, jadi berhenti mengatakan yang bukan-bukan!" bentak pendeta itu


"Kalau pendeta sudah bilang begitu, berarti mereka memang manusia." ucap pemburu iblis A


"Hei kalau tak salah mereka dari sekte Gunung Api kan?" tanya pemburu iblis D


"Iya mereka berkata begitu, memangnya kenapa?" tanya pemburu iblis C


"Kau tak tahu ya, kalau sekte Gunung api telah di hancurkan oleh tetua mereka sendiri, kalau tak salah namanya adalah topeng bencana, dia menghancurkan area murid luar seorang diri, bahkan tetua agung Gu Yan bersama tetua pendiri Haocun, tak bisa menahan orang itu." ucap pemburu iblis D


"Hei apa kalian mengatakan yang sebenarnya!" teriak Su Yan , Su Yan keluar dari tempatnya menguping, dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar, makanya dia keluar tanpa pikir panjang


Melihat orang asing baru saja mengajak mengobrol, para pemburu iblis berkata.


"Hei apa kau menguping kami dari tadi?"


"Katakan siapa kau, dan apa yang kau inginkan dari kami!" ucap pemburu iblis C


"Aku hanya ingin bertanya tentang sekte Gunung Api, aku adalah salah satu murid di sana, lihatlah ini adalah lencanaku, jawaban kalian sangat berarti bagiku." ucap Su Yan sambil menunjukkan lencana murid luar


"Wah jadi kau salah satu murid yang digantikan dengan bocah itu ya, karena kau merupakan murid sekte Gunung Api, aku akan menceritakannya." ucap pemburu iblis D


Pemburu iblis itu menceritakan semua tentang, apa yang terjadi di sekte Gunung Api, dan alasan topeng bencana mengamuk, menurut ceritannya, topeng bencana mengamuk hingga membunuh para murid dan tetua, karena dia melihat poster yang disebarkan oleh salah satu anak dari seorang tetua, mereka berkata kalau sekte Gunung api telah menarik kembali demua poster dan berkata kalau poster buronan itu hanya kerjaan orang iseng.


Setelah mendengar cerita mereka , Su Yan merasa begitu senang, alasan dia kabur dari sekte dan mengikuti Xiao Tian sudah tidak ada lagi, dia selama ini mengikuti Xiao Tian karena takut diburu Chunku, setelah mengetahui semua itu, Su Yan berusaha meninggalkan semua orang dan pergi menuju sekte Gunung Api.


#Gerbang perbatasan Kerajaan angin


"Hehehe, aku tak perlu takut mati lagi, aku bisa berkuasa lagi di sekte Gunung Api, selama ini aku menjadi kuat karena pil dari kerajaan, ayahku begitu memanjakanku, hingga aku bisa berkembang."


"Aku sama sekali tak bisa membaca tulisan kuno, itulah alasanya aku tak memahami buku teknik beladiri."


"Ahhahaha, kebebasan!"


"Aku datang!" teriak Su Yan sambil berjalan menuju gerbang


"Hei kau mau kemana?" tanya penjaga perbatasan di dalam Gerbang


"Kalau kau sudah keluar, kau akan sulit masuk kembali, apa kau yakin?" tanya penjaga


"Seratus persen yakin, cepat buka gerbangnya, aku harus segera pergi." ucap Su Yan


"Baiklah, jangan sesali keputusanmu." ucap penjaga


"Buka gerbangnya!" teriak penjaga itu


penjaga diluar gerbang membuka kunci yang diluar, dan penjaga di dalam gerbang membuka kunci yang di dalam.


"Kenapa kuncinya lebih merepotkan dibandingkan kemarin?"


"Bukankah kemarin hanya ada dua penjaga dan kunci di luar gerbang?" tanya Su Yan


"Itu karena, hari ini mungkin akan terjadi sesuatu, ini hanya untuk jaga-jaga." jawab penjaga itu


"Ya sudah lah, aku tak perduli, toh aku akan meninggalkan kerajaan ini , hehehe." ucap Su Yan


Kreakk


Huwaaaa (Suara teriakan banyak orang)


Saat gerbang ingin dibuka, Su Yan merasa begitu senang, dia merasa kebebasannya akan kembali, dan bisa menindas kaum lemah lagi, tapi.. saat gerbang terbuka lebar, harapannya sirna, dia melihat puluhan ribu pasukan sedang berjalan menuju ke kerajaan Angin.


"Hahahah, apa ini mimpi?" tanya Su Yan


"Entahlah, sini aku cubit wajahmu." ucap penjaga gerbang dalam


"Aw, sakit tahu!" ucap Su Yan


"Itu berarti..." ucap Su Yan


"Kita tidak sedang bermimpi." ucap penjaga Gerbang dalam


Su Yan dan penjaga gerbang bagian dalam saling menatap dan tertawa


"Hehehe."


"Glek" Su Yan dan penjaga gerbang bagian dalam menelan ludah karena masih belum mempercayai apa yang sedang mereka lihat


"Woi kenapa kalian malah diam saja!"


"Bunyikan terompet peringatan!"


"Kerajaan kabut hitam menyerang lagi!" teriak penjaga bagian dalam


Su Yan dan penjaga gerbang bagian dalam saling menatap, sambil menatap penjaga gerbang bagian dalam Su Yan berkata.


"Ini nyata ya?"


"Sepertinya iya." jawab penjaga gerbang bagian dalam


"Kenapa malah ngobrol, cepat bunyikan terompet!" teriak penjaga gerbang bagian luar


" ah iya maaf." ucap penjaga gerbang bagian dalam


Toreeet... (terompet ditiup)


"Kalau begitu aku permisi, aku tak ada urusan lagi, aku akan kembali masuk ke kerajaan, berjuanglah para prajurit angin, sampai jumpa." ucap Su Yan sambil melangkah pergi kembali ke penginapan


Tapi sebelum Su Yan berhasil pergi, penjaga Gerbang bagian dalam menarik bajunya.


"Mau kemana kau?" tanya penjaga gerbang bagian dalam


"Tentu saja masuk." jawab Su Yan


"Kan sudah kubilang kalau sudah keluar tak boleh masuk lagi." ucap penjaga gerbang bagian luar


"Tapi aku kan bahkan belum melangkah keluar, aku baru melihat keluar!" teriak Su Yan


"Kau sudah dianggap keluar." ucap penjaga gerbang bagian dalam


"Lalu apa yang harus kulakukan, agar boleh masuk?" tanya Su Yan


"Hehehe." ucap penjaga gerbang bagian dalam


"Aku punya firasat yang buruk." pikir Su Yan


Setelah terompet ditiup, para prajurit berkumpul, bersiap melindungi kerajaan, meski mengantuk mereka terpaksa melawan, sedangkan Su Yan terjebak di pertempuran itu.


"Aku keluar untuk kabur, kenapa aku malah harus ikut berperang?"


"Tuhan, kenapa kau tak adil padaku, kenapa aku malah harus mengikuti perang yang harusnya kuhindari."


"Ibu... tolong aku..., aku akan belajar sesuai permintaanmu, huhuhu." Teriak Su Yan


"Tenanglah anak muda, kau masih terlihat bugar, ku yakin kau bisa selamat." ucap salah satu prajurit yang berdiri di samping Su Yan


"Tenang matamu, aku harus mempertaruhkan nyawa di sebuah medan perang, nyawaku terancam loh!"


"Bagaimana kalau aku mati!" teriak Su Yan


"Tinggal dikubur susah amat." jawab prajurit itu


"Ibu... tolong aku, huhuhu." ucap Su Yan sambil menangis