Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 336 : Tugas Tian Zhong.


Setelah Tian Zhong pergi, Xiao Tian kembali membuka portal ruang hampa. Kemudian para siluman harimau pun keluar dari dalam portal atas perintahnya.


"Hormat kami, maharaja Xiao Tian," ucap para siluman harimau perak sambil memberi hormat.


Xiao Tian menyuruh sebagian dari mereka membawa mayat mayat tersebut ke dalam ruang hampa untuk dihancurkan, Dan sebagiannya lagi menyamarkan diri menjadi mayat mayat tersebut dengan bantuan teknik miliknya.


####


Di sisi lain, Chu Lin sedang mencari tempat sepi di wilayah petarung sekte badai berduri. Ketika sudah merasa cukup aman dia pun berhenti berjalan.


"Sepertinya tempat ini sudah cukup aman." "Kalian semua datanglah dan temui aku!" ucap Chu Lin melalui telepati.


Wooshhh


Tap tap tap


Seketika suasana menjadi ramai. Penuh dengan ratusan pendekar berpakaian hitam yang Chu Lin kenal sebagai pasukan setia kerajaan.


"Kenapa anada mengumpulkan kami disini, Jenderal?" tanya raja siluman rubah merah dengan rupa yang mirip komandan utama pasukan bayangan kerajaan.


"Maaf jika aku mengganggu tugas kalian, tapi ini sangatlah penting bagiku. Jika kalian tak membantuku, nyawaku tak akan bertahan lama lagi," jelas Chen Li dengan tampang panik.


"Kenapa kau terlihat ketakutan, Jenderal?" tanya raja siluman rubah dalam wujud samarannya.


"Seorang maater tersembunyi sedang mengincar nyawaku, instingku berkata demikian. Ini salahku karena tak membawa pasukan penuh. Tolong kirimkan surat ini ke kerajaan secepat mungkin agar kerajaan membawa bala bantuan kemari," ucap Chen Li sambil memberikan gulungan surat yang telah dia persiapkan.


"Baiklah jenderal, aku terima suratnya," ucap raja siluman rubah merah sambil membakar surat yang telah berpindah tangan ke tangannya.


"Apa maksud perbuatanmu ini, ha!" ucap Chen Li sambil mengeluarkan hawa membunuh.


"Oh mengerikan, sepertinya kau benar benar ingin membunuhku. Tapi apakah kau bisa mengalahkan kami semua?" tanya raja siluman rubah merah sambil tersenyum.


"Hanya karena kau seorang komandan pasukan bayangan bukan berarti kau bisa bertindak seenaknya, jangan lupa kalau pasukan bayangan memiliki timgkat kesetoaan yang tinggi. Melawanku secara terang terangam dihadapan para anggota pasukan bayangan, adalah tindakan yang bodoh. Kalian semua, bantu aku menyingkirkan komandan Shen yang sudah tak berguna!"


"Apa kau memberi perintah kepadaku?" tanya salah satu siluman rubah merah yang sedang menyamar.


"Ingin memberi kami perintah ya?"


"Mimpi!" ucap salah satu siluman rubah merah yangenyamar sambil menatap tajam mata Chen Li.


"Hahahahah," para siluman ribah merah yang menyamar, tertawa terbahak bahak sambil meledek Chen Li. Hal yersebut membuat Chen Li kesal sekaligus bingung, dia tak pernah berpikir kalau akan mendapat perlakuan seperti itu.


"Sial, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?"


"Apakah kalian semua tak takut diburu oleh kerajaan!" teriak jenderal Chen Li sambil mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya.


"Kerajaan ya?"


"Mereka tak akan curiga, jika aku menggantikan tempatmu," ucap raja siluman rubah merah sambil merubah wajahnya menyerupai jenderal Chen Li.


"Aku mengerti sekarang, kalian semua bukanlah pasukan bayangan kerajaan. Kalau begitu, aku tak perlu ragu ragu lagi untul menghabisi kalian semua," ucap jenderal Chen Li sambil mengeluarkan hawa membunuh yang sangat mencekam.


"Cukup omong kosongnya, serbu!" ucap raja siluman rubah merah sambil melesat menyerang dengan pukulan di tangannya.


Para siluman lain ikut menyerang mengikuti raja mereka, namun semua serangan mereka tidak berdampak sama sekali.


"Teknik pengeras tubuh, tempurung baja!"


Para siluman rubah merah terus menyerang dengan tangan yang terkepal, namun tak ada satupun serangan yang berhasil melukai kulit Jenderal Chen Li. Alih alih berhasil melukai, mereka malah terluka karena tubuh yang mereka pukul sangat amat keras. Saking kerasnya tubuh tersebut, tulang jari mereka mengalami keretakan dan berakhir patah setelah mencoba memukul sekuat tenaga.


"Lemah!" ucap Jenderal Chen Li sambil menghajar balik para siluman dengan tolakan gelombang energi dari tubuhnya.


Duakkkk


"Jadi ini wujud aslimu?" ucap Chen Li sambil mengangkat leher raja siluman rubah merah.


"Sial, padahal jumlah kami ada ratusan. Tapi dia mengalahkan kami dalam sekali serang. Kekuatan seorang pendekar alam fana memang benar benar mengerikan," pikir Raja siluman rubah merah sambil mencoba melepaskan genggaman Chen Li dari lehernya.


Ketika raja siluman rubah merah sedang dalam keadaan sekarat, sebuah bola energi berukuran kelereng melayang tepat dihadapan jenderal Chen Li.


Setelah berada pada ketinggian tertentu, bola energi tersebut langsung mengeluarkan gelombang tolakan yang sangat dahsyat hingga membuat Chen Li dan raja siluman rubah merah terpental ke arah yang berlawanan.


Duakkk


Meski terpental cukup jauh, Chen Li masih bisa menahan dampak tolakan energi tersebut sehingga bisa berhenti terpental mundur ketika masih berada di atas udara.


Sedangkan tubuh raja siluman rubah merah ditangkap oleh Tian Zhong yang muncul secara tiba tiba dengan menggunakan teknik teleportasi.


"Maaf karena telah membuatmu menunggu lama," ucap Tian Zhong sambil tersenyum.


"Bisakah kau menyelamatkanku dengan cara yang lebih halus?"


"Uhuk uhuk," ucap raja siluman rubah merah sambil terbatuk batuk mengeluarkan darah.


"Aku sudah mengatur seranganku dengan baik kok, buktinya kau masih hidup sampai sekarang," ucap Tian Zhong sambil tersenyum tipis.


"Kau kah itu?"


"Tian Zhong?" ucap Jenderal Chen Li sbil mengerutkan dahi.


"Suatu kehormatan bagiku, karena kau masih mengingat wajahku. Jenderal Chen Li," ucap Tian Zhong sambil menurunkan tubuh raja siluman rubah merah.


"Yuan er," ucap Tian Zhong melalui telepati.


"Aku mengerti," ucap Yuan er yang sedang mengawasi dari tempat yang tak jauh dari tempat pertarungan.


Yuan er keluar dari tempat persembunyiannya, lalu merubah tubuhnya menjadi ular raksasa. Dan menelan para siluman hidup hidup untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.


Ketika dalam proses penelanan, Jenderal Chen Li mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruangnya. Lalu berniat menebas Yuan er dengan pedang tersebut. Namun Tian Zhong menahan serangan tiba tiba tersebut dengan menggunakan pedang yang terbuat dari kekuatan qi miliknya.


Sringggg


"Lawanmu adalah aku, Jenderal!" ucap Tian Zhong sambil menangkis serangan jenderal Chen Li.


"Tak kusangka ternyata kau sudah bisa menahan seranganku, latihan macam apa yang kau lewati hingga bisa sampai setara denganku?" ucap jenderal Chen Li sambil menatap tajam mata Tian Zhong.


"Setara?"


"Apa kau yakin?" ucap Tian Zhong sambil mengeluarkan tekanan seorang pendekar alam angin.


"Bagaimana bisa kau ... ," belum sempat Chen Li menyelesaikan ucapannya, Tian Zhong mendorong pedang qi nya dengan kekuatan penuh. hingga membuat pedang Jenderal Chen Li terpotong. Bahkan gelombang udara dari pedang ki milik Tian Zhong sanggup menggores kulit kerasnya.


Sadar bahwa Tian Zhong bukanlah lawan yang bisa dia hadapi, dia pun memutuskan untuk mundur. Namun kemanapun dia pergi, Tian Zhong selalu muncul tepat dihadapannya.


"Ba ... bagaimana bisa kau ada dimana mana!" ucap Chen Li dengan tampang panik.


"Kemanapun kau pergi, aku bisa menyisulmu dalam sekejap. Tak ada yang bisa kabur dariku saat sudah menginjakkan kaki di wilayahku. Karena aku telah menandai seluruh sekte dengan teknik teleportasiku," ucap Tian Zhong sambil bersiap untuk menebas leher Jenderal Chen Li.


"Tu ... tunggu, jangan bunuh aku," ucap jenderal Chen Li dengan tampang panik.


Srattt


"Sudah terlambat untuk meminta maaf," ucap Tian Zhong sambil menebas leher Jenderal Chen Li.