
Lembah naga
Taiwu dan rombongan jenderal Huang Cheng, memilih menerobos lembah naga untuk mempersingkat perjalanan, mereka sampai di lembah naga ketika matahari telah terbenam, ada alasan kenapa lembah naga ditakuti oleh para petarung, dan hampir tak ada manusia yang berhasil melewati lembah naga dengan hidup hidup, kecuali para pendekar tingkat Dewa petarung.
Disaat matahari terbit, lembah naga dikuasai oleh naga hitam raksasa, kekuatan naga itu bisa membunuh para pendekar tingkat Kaisar petarung, oleh karena itu saat Xiao Tian lewat beserta kawanannya lewat dipagi hari, dia dihadang oleh naga hitam raksasa, tapi diluar dugaan naga itu tunduk karena merasakan kehadiran Sunlong di dalam tubuh Xiao Tian.
Sedangkan dimalam hari, lembah naga dikuasai oleh para naga biru, naga yang cukup berbahaya untuk para pendekar tingkat jenderal petarung, dan bahkan bisa menyulitkan para kaisar petarung, karena mereka selalu menyerang manusia secara berkelompok.
Taiwu dan jenderal Huang Cheng, memaksa melewati lembah naga, agar bisa mempersingkat waktu mereka, dan mereka sampai di lembah naga tepat ketika matahari telah terbenam,
"Jenderal , apa kau yakin kita harus lewat lembah naga?" tanya pemimpin pasukan 1
"Sangat yakin, kita harus sampai ke kerajaan es secepat mungkin."
"Ini satu-satunya cara untuk mempersingkat waktu." jawab jenderal Huang Cheng
Jenderal Huang Cheng pergi bersama pasukan penuhnya, dia membawa 5 komandan pasukan, dan setiap komandan pasukan mengatur 2000 orang prajurit. sedangkan Taiwu tak membawa pasukan apapun, karena dia memang tak memiliki pasukan dibawah perintahnya.
Taiwu berjalan paling depan, dia melangkah begitu cepat karena menghawatirkan pangeran Xiao Tian, sedangkan jenderal Huang Cheng, berjalan tepat dibelakangnya, karena harus memastikan keselamatan seluruh pasukannya.
Setelah melangkah begitu dalam, suara raungan naga mulai terdengar, raungan itu terdengar dari segala arah, membuat suasana di malam hari terasa semakin mengerikan.
Roarrrrr
roarr
Raungan dari para naga, menggema dari segala arah, semakin mereka melangkah maju, maka semakin keras suara raungan itu, karena merasa keadaan mulai berbahaya, jenderal Huang Cheng menyuruh semua pasukannya berhenti melangkah, sedangkan Taiwu terus menerobos kearah sumber suara.
Melihat Taiwu terus berjalan, jenderal Huang Cheng berlari mendekati Taiwu, dengan wajah yang panik dia berkata,
"Jenderal Muda Taiwu, berhentilah melangkah, aku merasakan aura kuat dari arah sana, jika kau terus berjalan lebih jauh, aku takut kau akan.."
"Akan apa?" sambung Taiwu
"Apa kau takut melawan para naga?"
"Terserahlah, dari awal aku memang berniat pergi sendiri, jika kau ingin mengambil jalan memutar, itu adalah hakmu."
"Sejak awal, aku sudah tahu, betapa berbahayanya lembah naga bagi para jenderal petarung."
"Aku juga tahu suara naga itu adalah suara para naga biru."
"Jika kau takut mati, pergilah bersama para pasukanmu." ucap Taiwu
"Aku juga tak takut mati, aku hanya tak ingin pasukanku ikut terlibat." sambung jenderal Huang Cheng
"Kalau begitu, cukup tinggalkan mereka disini, kau tak perlu mengikutiku , karena aku tak suka membawa beban saat ingin melakukan sesuatu." sambung Taiwu
Kata-kata Taiwu seperti tamparan bagi jenderal Huang Cheng, Taiwu lebih muda darinya, tapi tak hanya lebih hebat dalam beladiri, Taiwu juga lebih cepat dalam memutuskan sesuatu, dari perkataan Taiwu, sudah jelas bahwa dia menyindir jenderal Huang Cheng yang membawa seluruh pasukannya.
"Hahahahha, beban ya.. , aku juga tak menyangka kalau membawa banyak pasukan bersamaku, malah bisa memperlambat perjalananku." ucap jenderal Huang Cheng
"Itu karena kau tak pernah berpikir sebelum bertindak." sambung Taiwu
Jenderal Huang Cheng menyuruh semua prajuritnya pergi meninggalkan lembah naga, sedangkan dia mengikuti Taiwu pergi menerobos kearah raungan para naga sambil memegang pedang di tangan kanannya.
Jauh di dalam wilayah lembah naga
Taiwu dan jenderal Huang Cheng meninggalkan seluruh pasukan keluarga Huang, mereka terus melangkah maju menerobos lembah naga, ketika telah melangkah lebih jauh, mereka melihat banyak naga biru sedang tertidur di atas tebing tebing tinggi, sedangkan di udara terlihat ratusan naga biru terbang memenuhi langit.
"Sepertinya kehadiran kita disambut dengan meriah ya." ucap jenderal Huang Cheng
"Apa kau takut?" tanya Taiwu
"Cih, untuk apa aku takut kepada kadal terbang." sambung jenderal Huang Cheng
"Apa kau masih ingat teknik yang dulu?"
"Jenderal?" Tanya Taiwu
"Akhirnya kau menanyakan hal itu, tentu saja aku masih ingat, tapi apa kau yang sekarang masih sanggup melakukan teknik itu?" tanya Jenderal Huang Cheng
"Mengalahkanmu saja aku bisa, jika kau bisa menggunakan teknik itu, tentu saja aku bisa." jawab Taiwu
"Kalau begitu, ayo kita mengamuk, jenderal muda." ucap Jenderal Huang Cheng sambil menyarungkan pedangnya.
"Karena untuk memakai teknik itu, aku tak memerlukan pedang." jawab jenderal Huang Cheng
"Keluarkan pedangmu, karena hanya kau yang bisa menentukan kesuksesan teknik andalan kita." sambung jenderal Huang Cheng
Sret
Sret
Taiwu mengeluarkan dua pedang yang ada di punggungnya.
"Kau tak perlu mengajariku, jenderal." ucap Taiwu
"Kalau begitu ayo kita mengamuk" ucap jenderal Huang Cheng
"Dengan senang hati." jawab Taiwu
Woosh
Srettt
Ratusan naga diudara menyemburkan cahaya berkekuatan listrik dari mulut mereka, cahaya itu tampak seperti laser berwarna biru, Taiwu menyilangkan kedua pedangnya, dia memusatkan aura pedang ke titik tengah pertemuan antara dua pedang, jenderal Huang Cheng dan Taiwu berlari ke arah yang berlawanan, sambil menyilangkan kedua pedang di tangannya, Taiwu berlari menjauhi jendral dan menghindari sinar laser para naga.
Bushhhhh(Suara daratan yang hangus saat terkena sinar laser)
Jenderal Huang Cheng dan Taiwu menghindari semua semburan para naga biru yang datang dari atas langit, setelah mereka cukup jauh, semua naga yang di daratan mulai membuka matanya, mereka menatap Taiwu dan jenderal Huang Cheng yang berlari di daratan dengan tatapan yang begitu tajam.
Para naga biru memang tak memakan manusia, tapi mereka hanya memakan naga lain atau makhluk apapun yang mereka temui.
Mereka tak tertarik dengan daging manusia, namun mereka sangat perhitungan soal wilayah.
Mereka merupakan makhluk yang tak suka jika wilayahnya dilewati makhluk lain. Oleh karena itu ketika melihat manusia berada di wilayah kekuasaan mereka, para naga biru di daratan langsung menyemburkan laser kearah Taiwu dan jenderal Huang Cheng.
Ketika semua laser dari puluhan naga di daratan disemburkan ke arah mereka, mereka tersenyum dan menghindari semua laser naga-naga itu.
Saat itu posisi jenderal Huang Cheng dan Taiwu saling berjauhan. Jenderal Huang Cheng memusatkan energi qi di kedua telapak kakinya, lalu berlari mendekati Taiwu dengan kecepatan penuh sambil menghindari semua serangan. Sedangkan Taiwu berlari mendekati jenderal Huang Cheng, dengan kedua pedang yang saling bersilangan.
Saat jarak Taiwu dan jenderal Huang Cheng sudah tak terlalu jauh, jenderal Huang Cheng melompat kearah Taiwu, sambil berlari Taiwu menjadikan pedangnya sebagai pijakan jenderal Huang Cheng.
Tap
woshhhhh
karena dorongan aura pedang milik Taiwu, jenderal Huang Cheng terlontar keudara dengan kecepatan luar biasa, sedangkan Taiwu langsung merentangkan kedua tangannya, dan meluruskan kedua pedangnya, dia berputar dengan kecepatan tinggi, hingga menciptakan pusaran angin yang sangat kuat disekitarnya.
Semua serangan laser yang disembur kearah Taiwu, dipantulkan kearah naga lain, hingga membuat puluhan naga di daratan terkena laser mereka sendiri, sedangkan jenderal Huang Cheng yang melompat keudara dengan kecepatan tinggi, berhasil melewati ketinggian para naga biru yang sedang terbang, ketika mencapai tinggi yang luar biasa, dengan teknik pemberat tubuh, jenderal Huang Cheng terjun bebas dengan kecepatan tinggi kearah salah satu naga yang masih terbang diudara,
Duakkkk
Roarrr
karena telah mendapatkan energi tambahan dari aura pedang yang di injaknya, kaki kanan jenderal Huang cheng menjadi lebih keras dari biasanya, disaat kaki kanannya mendekati punggung naga, dia menekuk kaki kanannya lalu menghantam punggung naga biru sekuat tenaga, dia mengeluarkan gelombang kejut yang membuatnya terlontar keudara kembali, dan naga yang dia injak terjatuh karena terkena tekanan kuat yang dihasilkan oleh hentakan kaki jenderal Huang Cheng.
Duakk
Duakkk
Jenderal Huang Cheng terus menghantam naga biru di udara dengan kaki kanannya itu, hingga akhirnya ratusan naga di udara terjatuh menghantam naga naga di daratan, sedangkan jenderal Huang Cheng sampai didaratan lebih dulu karena teknik pemberat tubuhnya, Taiwu berhenti berputar karena energi tambahan dari tekanan ki kaki kanan jenderal Huang Cheng sudah perlahan menghilang.
Para pasukan keluarga Huang mulai menyusul, dan terkejut akan pemandangan yang mereka lihat, jenderal Huang Cheng dan Taiwu berdiri dengan punggung yang saling berhadapan, disaat Taiwu menyarungkan kembali kedua pedangnya, ratusan naga diudara jatuh menghantam semua naga yang berada didaratan.
Bukk
bukk
bukk
"Apa mereka baru saja menghabisi ratusan naga biru hanya dengan kekuatan mereka saja?" tanya komandan pasukan 1
"Pemandangan apa ini, jika aku tak melihatnya secara langsung, aku tak akan mempercayai ini, seorang jenderal petarung dan seorang grand master petarung, menghabisi ratusan naga biru yang konon bisa menyulitkan para pendekar tingkat Kaisar petarung." ucap Komandan pasukan 2
**Maaf ya lama, kemarin lg otw pulang kampung, melepas rindu dengan orang tua, jd gk sempat update wkkwwk.
hari ini juga gk tahu bisa up berapa episode, makasih yang sudah setia menunggu novel ini, jangan lupa like, komen dan klik bintang 5 ya, agar author terus semangat**