Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 418 : Menyerap relik rampasan


Xiao Tian dan rombongannya menaiki naga hitam dan naga biru untuk meninggalkan daratan vampir.


Seperti biasa dia duduk di atas kepala naga hitam agar bisa memperhatikan semua hal yang naga hitam lihat. Selain itu,dia juga sering memanfaatkan waktu perjalanan untuk berkultivasi karena di atas kepala naga hitam selalu temang dan tidak rawan gangguan.


Sedangkan Su Yan dan yang lainnya duduk di punggung naga hitam sambil berpegangan pada sisiknya.


Ketika sedang dalam perjalanan, Wu Kong melompat ke atas kepala naga hitam. Lalu mendekati Xiao Tian secara perlahan. Ketika sudah cukup dekat, dia pun menepuk pundaknya untuk membahas sesuatu.


"Perlihatkan relik tongkatnya padaku," ucap Wu Kong sambil menepuk pundak Xiao Tian.


"Syukurlah aku tidak sedang menerobos sehingga kuktivasiku aman. Kau benar benar mengejutkanku, Dewa kera," ucap Xiao Tian dengan tampang terkejut. Xiao Tian merasa terkejut karena langkah Wu Kong benar benar rapih hingga dia tak menyadari kehadirannya.


"Aku tahu perbedaan mengumpulkan qi dengan mencoba untuk menerobos. Jika kau sedang menerobos tentunya aku tak akan mengganggumu. Oh iya ngomong ngomong cepat berikan relik tongkatnya padaku. Aku harus memurnikannya sebelum kaisar iblis yang tersegel didalamnya lepas," ucap Wu Kong dengan serius.


"Baiklah," ucap Xiao Tian sambil menatap cincin ruangnya.


Xiao Tian mengeluarkan relik tongkat yang dia simpan ke dalam cincin ruang, lalu memberikannya kepada Wu Kong tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Relik ini belum dimurnikan, masih terdapat kaisar iblis yang bersemayam di dalamnya. Tidak baik bagimu untuk membawanya kemana mana," ucap Wu Kong sambil memasukkan relik tongkat kedalam portal kecil yang muncul sebentar di samping pundaknya.


Karena merasa tak asing dengan teknik aneh milik Wu Kong, Xiao Tian pun bertanya, "Apakah portal kecil tadi ruang penyimpanan pribadimu?"


"Benar sekali, cara kerjanya sama seperti cincin ruang. Hanya bisa memasukkan benda mati ke dalamnya," jawab Wu Kong dengan serius.


"Apa yang terjadi jika kita memasukkan seseorang ke dalam portal tersebut?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Portal akan memblokir semua makhluk hidup yang mencoba memasukinya, baik itu orang lain atau pengguna portal itu sendiri. Sudah kubilang cara kerjanya sama dengan cincin ruang, hanya saja penyimpanannya tak terbatas dan tak bisa dicuri oleh siapapun," jelas Wu Kong dengan tampang serius.


Setelah mendengar keunggulan portal penyimpanan tersebut, Xiao Tian pun semakin tertarik untuk mempelajarinya.


"Bisakah kau ajarkan teknik itu, Dewa kera," ucap Xiao Tian dengan penuh semangat. Dia menundukkan kepala sambil memberi hormat untuk mendapatkan persetujuan Wu Kong, akan tetapi usahanya tersebut ditolak mentah mentah oleh Wu Kong.


Wu Kong bahkan menjelaskan bahwa Xiao Tian diharuskan untuk menjadi seorang Dewa terlebih dahulu untuk mempelajari teknik unik tersebut.


"Tidak untuk sekarang," jawab Wu Kong sambil membalikkan badan membelakangi Xiao Tian.


Meski sudah ditolak, Xiao Tian tidak terlalu kecewa dan terus mencoba untuk merebut hati Wu Kong dengan mengatakan beberapa kata.


"Aku tahu kalau teknik ini sangatlah berharga hingga tak mudah mendapatkannya. Tapi aku akan berusaha agar kau mau mewariskannya kepadaku, akan kubuktikan bahwa aku pantas menerimanya," ucap Xiao Tian sambil menundukkan kepalanya.


Ketika Xiao Tian sedang ingin mencoba merebut hati Wu Kong, dia dikejutkan oleh apa yang Wu Kong keluarkan dari dalam portal penyimpanannya.


Bagaimana bisa dia tak terkejut, kalau teryata yang Wu Kong berikan kepadanya adalah sepuluh buah relik Kaisar iblis yang sangat dia perlukan untuk membangkitkan guru masa kecilnya.


"Sebelum itu, seraplah sepuluh relik ini," sambung Wu Kong sambil mengeluarkan sepuluh relik berwujud seruling yang telah dia murnikan.


"Apakah itu relik Kaisar iblis?"


"Dan ada sepuluh dari mereka?"


"Dewa kera benar benar luar biasa," pikir Xiao Tian sambil terdiam kaku karena tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Jangan khawatir, aku telah memurnikan semuanya. Sepuluh seruling berwarna warni ini adalah relik yang aku dapatkan dari gua itu. Semua seruling ini, adalah relik yang menyegel sepuluh Kaisar iblis pengguna ilusi suara," jelas Wu Kong sambil memberikan sepuluh relik seruling yang dia genggam di kedua tangannya.


"Sama sama," ucap Wu Kong sambil melompat turun ke pundak naga.


Setelah Wu Kong pergi, Xiao Tian pun tersenyum lepas di atas pencapaian yang dia dapat saat itu.


"Dengan begini, aku hanya memerlukan Delapan puluh delapan relik kaisar iblis lagi untuk diserap ke dalam gelang Dewa. Jika relik tongkat selesa dimurnikan, dan dua relik aneh yang tersimpan di tubuh Kaisar iblis Hei An berhasil direbut, maka aku hanya memerlukan delapan puluh lima relik kaisar iblis lagi," gumam Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.


Ketika Xiao Tian sedang bergumam dengan penuh semangat, naga hitam menjatuhkan semangatny dengan mengatakan beberapa hal yang tak pernah terpikir dalam benak Xiao Tian sebelumnya.


Dengan nada yang cukup rendah menggunakan bahasa naganya, sang naga hitam pun berkata,


"Bukankah harusnya tinggal delapan puluh empat?"


"Maksudmu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi. Dia menjadi begitu kebingungan atas apa yang diucapkan Naga hitam.


"Kau melupakan relik di tubuh Tian Zhong ya?" tanya naga hitam melalui telepati.


"Tentu saja tidak!"


"Tapi aku tak mungkin merampas reliknya," jawab Xiao Tian dengan kesal.


"Kenapa?" tanya naga hitam.


"Untuk merampas relik yang telah menyatu dengan tubuh seseorang, kita harus membunuh penggunanya. Aku tak mungkin membunuh Tian Zhong untuk mencapai tujuanku," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


Setelah mendengar alasan Xiao Tian, naga hitam kembali menggoyahkan semangatnya dengan berkata,


"Bukankah Dewa petir pernah bercerita kalau Kaisar iblis kuno hanya ada seratus saja?"


"Dan itupun termasuk Sunlong."


"Jika kau ingin mengumpulkan semua relik tingkat kaisar, kau tak hanya harus membunuh Tian Zhong di masa depan nanti. Tapi juga harus menyegel lalu memurnikan Sunlong," sambung naga hitam melalui telepati.


"Itu tak mungkin kan?"


"Tapi yang dia ucapkan sangatlah masuk akal. Apakah yang dia katakaj itu benar?"


"Aku harus bertanya untuk memastikannya," pikir Xiao Tian dengan tampang khawatir.


"Dari mana kau mendapat semua kesimpulan itu?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.


"Jangan marah, ya. Aku hanya menyampaikan pendapatku," ucap naga hitam melalui telepati.


"Ah, hanya sebuah tebakan ya?"


"Kupikir dia mengatakan hal yang nyata," pikir Xiao Tian sambil bernapas lega.


Setelah mengetahui kenyataan bahwa ucapan naga hitam belum tentu benar, Xiao Tian pun kembali bernapas lega.


Namun masih tersisa sedikit kekhawatiran dibenaknya, karena hal yang diucapkan cukup masuk akal bagi dirinya.


"Meski hanya sebuah tebakan, tapi ucapan naga hitam cukup masuk akal. Aku harus menanyakan hal ini kepada Dewa petir agar kebenarannya terungkap," pikir Xiao Tian dengan tampang serius.