Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 257 : Akhir dari perang


Xiao Tian terpaksa memanfaatkan kekuatan sisi lainnya demi melawan raja iblis Lie Bao yang mengamuk.


Dalam wujud manusia cheetah berbulu merah, raja iblis Lie Bao benar benar berbeda dari sebelumnya. Tak hanya rupanya saja yang berubah, tapi kekuatannya pun naik drastis hingga ke tahap pendekar alam beast lapisan puncak.


Kekuatanya sudah diluar jangkauan Xiao Tian dan teman temannya hingga sanggup memberi mereka luka dalam yang tergolong parah.


Ketika Xiao Tian mendapatkan kembali kesadarannya, keretakan gelang Dewa kembali terlihat.


Selain Su Yan dan Xiao Tian tak ada yang menyadari hal tersebut.


Selain itu, terdapat juga efek lain yang tak pernah Xiao Tian rasakan sebelumnya.


Efek lain tersebut yaitu, simbol tikus di kaki Xiao Tian berhenti memberi efek pengumpul energi sejak dia kembali tersadar.


Karena hal tersebut, dia terpaksa bergantung pada pil pemulih energi untuk mengembalikan energi qi serta kekuatan rohnya.


Belum sempat Xiao Tian merasakan efek dari pil pemulih energi, Panglima Tian Feng dan Sha Wu Jing terjatuh tepat di hadapannya.


Brukkk


"Panglima Tian Feng, tuan Sha Wu Jing?"


"Kalian tak apa?" tanya Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


"Tak apa, kami hanya ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya, panglima Tian Feng pingsan tak berdaya.


Ketika melihat ke atas langit, ketika pandangan Xiao Tian dan semua orang terfokus pada panglima Tian Feng dan Sha Wujing. Pakaian serba putih milik salah satu pasukan langit terjatuh di pundak kanan Xiao Tian.


"Kain apa ini?"


"Jangan bilang kalau ... ," Xiao Tian langsung kehabisan kata kata ketika melihat ribuan pakaian pasukan langit berjatuhan dari atas udara.


"Apa-apaan ini?"


"Kemana perginya semua pasukan langit?"


"Kenapa hanya pakaian mereka yang terlihat berjatuhan tanpa henti?" pikir Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


"Kemana Dewa petir dan Dewa kera pergi?" pikir Xiao Tian sambil menatap ke atas langit.


"Kau mencariku?" tanya Dewa petir melalui telepati.


"Ya, dimana kau?"


"Apa yang terjadi dengan pasukan langit?"


"Kenapa Dewa kera dan Dewa iblis tak terlihat?"


"Kenapa tak ada iblis lain yang datang menyerbu disaat kami masih terluka?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Jawabannya sederhana, selain Dewa kera. Mereka semua telah diserap habis oleh Dewa iblis. Tiga Dewa sesat, para pasukan iblis serta raja iblis yang telah menganggapnya sebagai guru sekaligus orang tua mereka, telah ditelan habis oleh teknik penyerap raga milik Dewa iblis."


"Karena tak ingin menjadi bagian dari Dewa iblis, aku terpaksa kabur dan menyembunyikan ragaku ke dalam alam kekosongan. Meski saat ini kita sedang berada di alam berbeda, kita masih bisa berkomunikasi berkat pecahan rohku yang sempat kutanamkan padamu sebelum kita pergi berperang."


"Serangan Dewa iblis yang saat ini mungkin tak sekuat dulu, namun kecepatannya jauh lebih mengerikan sejak menyerap habis tiga Dewa sesat. Saat ini Dewa kera Sun Wu Kong sedang menghadapi Dewa iblis seorang diri."


"Hanya dia satu satunya harapan kita, jika dia kalah maka tamatlah sudah. Demi meminimalisir kemungkinan kau dan teman temanmu menjadi sasaran empuk Dewa iblis, bukalah portal ruang hampa lalu bersembunyilah hingga perang ini berakhir. Aku tak mau melihat Dewa iblis menyerap tubuh kalian. Jika itu sampai terjadi, tak ada yang bisa menghentikan Dewa iblis meski Wu Kong sekalipun. Tolong dengarkan ucapanku ini," ucap Dewa petir melalui telepati.


"aku mengerti," jawab Xiao Tian sambil memegang gelang Dewanya.


"Open port!" ucap Xiao Tian sambil memegang gelang Dewanya.


Portal menuju ruang hampa pun telah terbuka. Tanpa perlu dijelaskan, semua orang mengerti maksud Xiao Tian membuka portal menuju ruang hampa. Sambil berjalan dengan menahan luka dalam mereka, semua orang masuk hingga portal kembali tertutup disaat Xiao Tian memasukinya di barisan paling akhir.


#Ruang hampa


"Siapa kalian?" tanya Dian Zheng dengan tatapan tajam.


"Ra ... raja iblis Dian Zheng!" ucap Huanran dengan terbata bata.


"Kenapa dia bisa bergerak bebas disini?"


"Sial kami sedang menahan sakit karena luka dalam, kekuatan kami belum pulih seutuhnya. Kenapa kami bisa lupa kalau raja iblis ini kami ikat disini?" pikir Taiwu sambil mengepalkan tangannya.


"A ... apakah dia telah dijinakkan?"


"Kenapa dia mengatakan hal aneh, seolah dia tak mengenali kita?" ucap si Gendut dengan terbata bata.


"Apa yang kalian maksud adalah aku?" tanya Dian Zheng sambil menyipitkan mata.


"Kak Xiao Tian, apa yang terjadi padanya?" ucap Kaibo melalui telepati sambil menatap mata Xiao Tian.


"Aku pun tak tahu. Terakhir kali aku mengunjungi ruang hampa, aku sangat yakin kalau dia masih terikat oleh kekuatan qi milik Dewa kera. Kalau dilihat dari cara bicaranya sekarang, kemungkinan Dewa kera telah menghilangkan ingatannya," jelas Xiao Tian melalui telepati.


"Ayah Xiao Tian, Jingmi takut. Dia terus menatap jingmi dengan tatapan tajamnya," ucap Jingmi sambil bersembunyi di belakang Xiao Tian.


"Tenanglah bocah, aku tak akan menyakitimu. Hanya saja baumu berbeda dengan yang lainnya. Tidak bukan hanya kamu, tapi bocah yang satunya pun sama saja. Apakah kalian seorang iblis?" tanya Dian Zheng sambil memancarkan hawa membunuh.


Dengan reflek Dian Zheng mengeluarkan petir kuning di tangannya sambil memasang wajah kesal yang tak dapat dia kontrol.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan petir petir di tanganmu itu?"


"Apakah kau ingin melukai mereka?"


"Jika benar, maka kau harus melangkahi mayatku terlebih dulu," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan hawa membunuh.


"Kenapa kau melindungi iblis, Manusia?"


tany Dian Zheng sambil menatap tajam mata Xiao Tian.


"Aku juga ingin bertanya padamu, kenapa kau ingin membunuh mereka?" tamya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Dian Zheng.


"Aku tak tahu apa alasannya. Tapi aku sangat membenci iblis hingga ingin menghapus seluruh kaum mereka," ucap Dian Zheng sambil membalas tatapan Xiao Tian.


"Hentikan itu Dian Zheng, tolong tenangkan dirimu. Jangan ganggu mereka. Bukankah sudah kubilang kalau tak semua iblis memiliki sifat kejam dan penuh dosa,"


ucap Sha Wu Jing sambil menatap Dian Zheng.


"Cih, terserah kau paman. Yang pasti aku akan terus mengawasi mereka sampai ayah kembali dari urusannya," ucap Dian Zheng sambil pergi meninggalkan semua orang.


"Apa yang terjadi pada Dian Zheng?"


"Kenapa sifatnya mendadak berubah?"


"Dan kenapa dia jadi begitu membenci iblis?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Sebenarnya itu karena ingatan buatan yang telah kami tanamkan ke pikirannya. Kami terpaksa melakukan ini agar kebenciannya terhadap para Dewa bisa berangsur menghilang," jawab Sha Wu Jing sambil menatap Xiao Tian.


#Alam nyata


Wu Kong dibuat kewalahan oleh Dewa Iblis Yong Heng, dia terus terkena serangan yang dilancarkan Yon Heng karena kalah cepat dengan musuhnya itu.


"Percuma saja kau melawan, kau tak akan bisa mengikuti gerakanku. Semua seranganmu meleset tak jelas, sedangkan seranganku terus mengenaimu. Tak lama lagi kau akan tewas di tanganku," ucap Dewa iblis Yong Heng dengan senyum tipisnya.


"Apakah kau yakin?" tanya klon Wu Kong yang muncul tepat di belakang punggung Dewa iblis Yong Heng.


"Se ... sejak kapan kau ada di belakangku?" tanya Dewa iblis Yong Heng dengan mata yang terbelalak.


"Kau pikir aku menyerangmu tanpa tujuan?"


"Aku menyelipkan bulu buluku di setiap serangan yang ku lancarkan ke segala arah."


"Saat ini klon milikku ada dimana mana, dan kau tak akan bisa lari lagi dari pandanganku," jelas Wu Kong sambil menatap Dewa iblis yang ada di hadapannya.


"Cih, percuma saja kau memperbanyak jumlahmu. Kau tetap tak akan bisa mengenaiku," ucap Dewa iblis Yong Heng sebelum menghilang dari pandangan Wu Kong.


Dewa iblis Yong Heng ingin melancarkan serangannya lagi, namun serangannya kali ini dapat dihindari oleh Wu Kong dengan begitu mudah. Bahkan Kloning kloningnya bisa melancarkan serangan balasan yang sanggup mengenai tubuh Yong Heng setiap kali dia ingin menyerang.


Duarr


duaarr


Bukk


"Ba ... bagaimana bisa kau mendeteksi keberadaanku ... ," ucap Dewa iblis Yong Heng sambil memegang dadanya karena habis menerima serangan tepat di daerah tersebut.


"Jangan remehkan kloning kloningku, mata mereka terhubung denganku. Dengan menyebarkannya ke segala arah untuk mengelilingimu. Serangan cepatmu tak akan lagi berefek padak," ucap Wu Kong sambil mengaktifkan serangan kuat berupa bola emas bertekanan tinggi. Dia mengaktifkab serangan tersebut bersamaan dengan semua kloningnya sehingga Yong Heng tak memiliki celah untuk menghindar.


Duarrrrr


"Terkutuk kau, Wu Kong!" teriak Yong Heng yang terkena serangan mematikan milik Wu Kong dan ribuan kloningnya.