Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 148 : Melawan tubuh tiruan


Setelah Kaibo menghilang bersamaan dengan pedang-pedangnya, putri Jia Li tiba-tiba saja muncul di belakang Xiao Tian.


Kemunculanya tak membuat Xiao Tian kaget, karena dia tahu di dalam labirin es apapun bisa terjadi. Satu-satunya hal yang membuatnya bingung adalah melihat kemampuan terpendam putri Jia Li yang selama ini belum pernah dia lihat.


Kemampuan untuk memanggil dan mengendalikan pasukan golem es.


"Apa kau terkejut?"


"Inilah kemampuanku yang sebenarnya."


"Inilah alasan mengapa aku mencari berbagai cara untuk membunuhmu waktu itu, seorang jenius sepertiku seharusnya tak menikah dengan pria lemah sepertimu." tegas putri Jia Li.


"Meski kau memiliki rupa dan suara yang sama, aku tak akan pernah mempercayai ucapanmu!"


"Kau hanyalah tiruan belaka!" bentak Xiao Tian.


"Aku bukanlah ilusi, aku adalah perwujudan dari putri Jia Li yang sangat kau sayangi pangeran Xiao Tian."


"Percayalah, inilah aku yang sebenarnya!" jelas putri Jia Li.


"Aku tidak percaya padamu!" bentak Xiao Tian.


"Itu terserah padamu, percaya atau tidak aku akan menghabisimu."


"Tangkap dia!"


" Aku ingin menyiksanya terlebih dahulu sebelum membunuhnya." ucap putri Jia Li sambil memberi perintah kepada golem es buatannya.


Xiao Tian berjalan mundur untuk mengambil pedangnya yang tergeletak di tanah karena habis digunakan untuk menusuk tubuh tiruan Kaibo. Dengan pedang ditangannya dia mencoba menahan serangan pasukan golem es. Saat salah satu golem es menyerangnya, Xiao Tian mencoba untuk menebas tubuh golem es tersebut. Xiao Tian menebas perut golem es itu dengan tujuan membelah dua perut golem es itu, sayangnya pedang yang dia pakai tak bisa menebas golem es itu.


Pedang yang dia pakai tersangkut di bagian tengah tubuh golem es itu dan tak bisa ditarik kembali. Ketika dia masih berusaha menarik pedangnya, golem es yang lain berusaha menyerangnya dari belakang. Karena terdesak, Xiao Tian terpaksa melompat kesamping kanan untuk menghindari serangan golem es yang lain.


"Sial pedangku telah tersangkut di tubuh golem itu, tanpa pedang bagaimana caraku menghadapi ratusan golem es seorang diri?" pikir Xiao Tian.


"Golem es terbuat dari es, dan tempat ini dipenuhi daratan es. Menyerahlah Xiao Tian, aku lebih diuntungkan dalam pertarungan kali ini."


"Dengan pasokan es tak terbatas, aku bisa memanggil golem es sebanyak apapun."


"Jadi menyerahlah." tegas putri Jia Li.


"Menyerah?"


"Aku tak akan menyerah walau apapun yang terjadi!" tegas Xiao Tian.


"Menyebalkan, berhentilah bersikap sok kuat dihadapanku pangeran sampah." tegas putri Jia Li.


Ketika mendengar ucapan terakhir dari mulut putri Jia Li, sebuah aura hitam tiba-tiba saja muncul menyelimuti tubuh Xiao Tian.


Matanya merah bersinar, tubuhnya menghitam dan mengeluarkan aura gelap yang begitu mencekam.


"Tarik kembali ucapanmu!"


"Meski kau memiliki wajah dan suara yang sama seperti putri Jia Li, bukan berarti bahwa kau boleh mengatakan apapun dari mulutmu itu!"


"Jia Li bukanlah wanita yang kasar!" tegas Xiao Tian.


"Benarkah?"


"Lalu jelaskan padaku, kenapa aku berencana membunuhmu waktu itu!" jelas putri Jia Li.


"Karena kau termakan oleh rumor bodoh itu,


rumor bahwa aku adalah pangeran bejat yang suka meniduri pelayanku." jelas Xiao Tian.


"Jika kita terus membahas ini, pertarungan kita tidak akan berakhir."


"Waktuku tidaklah banyak."


"dan kau hanyalah seorang peniru, aku tak perlu menjelaskan semuanya padamu." sambung Xiao Tian.


"Cih, tangkap dia!" ucap putri Jia Li.


Ketika para golem es berjalan mendekat, aura hitam milik Xiao Tian menyerang golem-golem itu tanpa terkecuali. Karena hal itu, tak ada satupun golem es yang bisa mendekati Xiao Tian.


"Cih, merepotkan." ucap putri Jia Li.


Xiao Tian menatap ke arah putri Jia Li dengan tatapan tajam, aura hitam yang menyelimuti tubuhnya terus memanjang. Dengan aura hitam itu Xiao Tian berhasil menangkap putri Jia Li yang berjarak cukup jauh.


Tak hanya putri Jia Li yang Xiao Tian ikat dengan aura hitam miliknya, dia juga mengikat semua pasukan golem esnya tanpa terkecuali.


"Dari mana kau mendapatkan kekuatan sebesar ini, seharusnya selain kekuatan fisik kau tak bisa menggunakan kekuatan apapun di dalam labirin ini." tanya jia Li.


"Bukan urusanmu!" Xiao Tian tiba-tiba muncul dihadapan putri Jia Li sambil mencekik leher tubuh tiruan itu.


"Ba ... bagaimana caranya kau berpindah tempat dengan begitu cepat?" tanya putri Jia Li.


"Meski kau bukanlah dia yang asli, dadaku terasa begitu sesak ketika sedang mencekikmu."


"Aku tak bisa menahan diri lebih lama, tolong cepatlah mati Lily." ucap Xiao Tian.


"Siapa kau sebenarnya, dari mana kau tahu soal nama itu!"


"Jelaskan pada .... " sebelum menyelesaikan kalimatnya putri Jia Li berhenti bernapas karena Xiao Tian mencekiknya dengan semakin keras.


Setelah berhasil dikalahkan tubuh putri Jia Li menghilang tanpa jejak, sama seperti tubuh tiruan Kaibo yang menghilang setelah terbunuh. Ketika tubuh tiruan putri Jia Li telah menghilang, mata Xiao Tian kembali seperti semua, aura hitam yang menyelimuti tubuhnya juga menghilang dalam sekejap mata. Dia kehilangan separuh dari ingatannya tentang pertarungannya bersama tubuh tiruan putri Jia Li.


Dia kehilangan ingatannya sejak aura hitam menyelimuti tubuhnya. Satu hal yang masih dia ingat adalah masa-masa ketika aura hitam itu belum bangkit.


"Sebenarnya apa yang baru saja terjadi padaku?"


"Seingatku tadi aku sedang bertarung dengan tubuh tiruan putri Jia Li, kenapa sekarang aku tak melihat apapun di dalam sini?" pikir Xiao Tian.


Karena penasaran, Xiao Tian mencoba bertanya kepada Sunlong.


"Sunlong, bisakah kau katakan apa saja yang terjadi ketika aku tak tersadarkan diri?" tanya Xiao Tian.


"Apa kau benar-benar tak mengingat apapun?" tanya Sunlong.


"Tidak, aku tak mengingat apapun setelah aku dikepung para golem es." jawab Xiao Tian.


"Kalau begitu aku tak bisa menjawab pertanyaanmu, karena aku tertidur sejak tadi." jawab Sunlong.


"Berhenti berbohong, aku tahu kau tidak memerlukan tidur, lagipula kau tak akan bisa tidur sebelum memastikan bahwa aku dalam keadaan aman. Kalau aku mati kan kau juga ikut mati, apa kau lupa itu?" tanya Xiao Tian


"Baiklah aku mengerti, dasar manusia cerewet."


"Sebenarnya tadi kau mengamuk dan mengalahkan ratusan golem es hanya dalam hitungan detik, kau juga mengalahkan tubuh tiruan putri Jia Li tanpa memberikan ampun sedikitpun."


"Dan satu hal lagi, kau juga memanggil tubuh tiruan putri Jia Li dengan sebutan Lily." jelas Sunlong.


Setelah mendengar kata Lily, Xiao Tian merasakan rasa sakit kepala yang teramat dahsyat. Rasa sakit itu datang bersamaan dengan ingatan masa kecil pemilik tubuh sebelumnya yang telah lama menghilang.


Masa lalu seperti apa yang Xiao Tian ingat?


bersambung...