Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 158 : Istana es dan penjara suci


Semua siluman harimau bersujud di hadapan Xiao Tian sambil menyebut dirinya sebagai Dewa Obat. Xiao Tian sedikit bingung dengan apa yang telah terjadi. Namun dia paham betul bahwa Dewa Petir telah melakukan sesuatu yang membuat takjub para siluman harimau.


Ketika semua siluman harimau bersujud di hadapan Xiao Tian, Tailung mendekatinya sambil memberi hormat.


"Tuan Pendekar ... ,ma ... maksudku Dewa Obat, aku ingin bertanya kepadamu soal Tailing Zen."


"Mengapa kau menghabisinya hingga menjadi debu?" tanya Tailung.


"Maafkan aku, itu semua karena memang tak ada pilihan lain. Jika aku menyisakan sedikit saja bagian tubuhnya, aku khawatir tubuhnya akan kembali beregenerasi."


"Maaf karena tak bisa menyisakan sedikitpun bagian tubuh dari saudara kembarmu itu. Aku mengerti, meski kau sangat membencinya, dia tetaplah saudara kembarmu."


jawab Xiao Tian.


"Bukan itu yang ingin kutanyakan, tapi tentang lokasi istana es."


"Meski aku dulu pernah hidup di dalam istana itu bersama seluruh rasku, aku sama sekali tak ingat lokasi istana es."


"Entah apa yang dilakukan raja iblis Lanbing terhadap ingatan kami. Seingatku untuk pergi menuju istana es, kita memerlukan sebuah kunci dimensi beku. Ada dua buah kunci menuju dimensi beku, dan salah satunya berada di tangan raja iblis Lanbing. Sedangkan yang satu lagi, berada di tangan kakakku Tailing Zen."


"Mengenai dimana kunci itu bisa digunakan, aku tidak ingat sama sekali." jelas Tailung.


Xiao Tian menatap ke arah Dewa Petir untuk menanyakan apa yang harus dia jawab.


Dewa Petir menjelaskan semuanya kepada Xiao Tian melalui telepati. Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir. Xiao Tian pun menjawab pertanyaan Tailung.


"Aku sudah tahu dimana Tailung menyembunyikan kunci tersebut, aku juga sudah tahu mengenai lokasi rahasia menuju istana es." jawab Xiao Tian.


"Dari mana kau tahu semua itu?" tanya Tailung.


"Apa kau melihat mataku saat berubah menjadi biru?"


"Saat itu, aku sedang membaca semua pikiran Tailing Zen."


"Sejak aku melempar kembali tubuh Tailing Zen, aku sudah mengetahui semua rahasianya." jelas Xiao Tian.


"Begitu ya ... ," ucap Tailung.


"Ngomong-ngomong, bisakah kau menyuruh semua bawahanmu agar berhenti menyembahku?" ucap Xiao Tian.


Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, semua siluman harimau berhenti bersujud. Mereka menatap kearah Xiao Tian sambil berkata.


"Hormat kami, Dewa Obat Xiao Tian."


Xiao Tian semakin bingung dengan perilaku para siluman harimau, tak hanya bawahan Tailung, bahkan para bawahan Tailing Zen ikut memberi hormat kepada Xiao Tian.


Melihat sikap aneh mereka yang terlihat begitu fanatik menyembah kekuatannya. Xiao Tian pun bertanya kepada Tailung.


Tailung pun menjelaskan kepada Xiao Tian, bahwa jauh sebelum istana es dijajah oleh bangsa iblis. Bangsa siluman harimau putih pernah diserang oleh wabah penyakit mematikan yang dikirim oleh bangsa manusia.


Ketika semua bangsa siluman harimau putih terkena dampak wabah penyakit mematikan itu, para manusia menghujani istana es dengan ribuan panah untuk membinasakan semua siluman harimau yang telah terbaring lemas.


Situasi bangsa siluman harimau putih waktu itu sangatlah buruk, kepunahan benar-benar mengancam mereka. Akan tetapi dalam keadaan yang begitu buruk itu, secerca cahaya harapan muncul melindungi tubuh siluman harimau putih yang terbaring lemas dari serangan ganas para manusia.


Ribuan panah terpental kembali oleh sebuah pelindung berupa cahaya putih yang datang entah dari mana. Panah-panah tersebut berbalik arah, hingga mengenai para manusia yang ada di sana.


Setelah bangsa manusia dihabisi, cahaya putih itu berubah bentuk menjadi seorang manusia. Manusia itu memiliki rambut berwarna putih, mata berwarna biru dan telapak tangan yang mengeluarkan sinar putih. Manusia itu mengarahkan sinar tersebut ke arah para siluman harimau yang terkena wabah. Setelah terkena sinar putih dari telapak tangan manusia itu, para siluman harimau sembuh dari wabah penyakit, bahkan cahaya itu bisa meregenerasi bagian tubuh yang telah terpotong. Saat para siluman harimau bertanya alasan dibalik kebaikan manusia itu, manusia itu berkata bahwa mengobati seseorang yang terluka adalah tugas bagi seorang Dewa Obat.


Sejak saat itu, para siluman harimau begitu terobsesi dengan Dewa obat. Mereka bersujud kepada Xiao Tian bukan karena tanpa alasan, semua itu dikarenakan jurus yang Dewa Petir gunakan saat merasuki Xiao Tian terlihat begitu mirip dengan jurus yang digunakan seorang manusia yang menyebut dirinya sebagai Dewa Obat.


Mendengar penjelasan Tailung, Xiao Tian msmiliki begitu pertanyaan di dalam pikirannya.


"Menyerang bangsa kalian demi merebut istana es?"


"Sebenarnya apa istimewanya istana es?" tanya Xiao Tian.


"Istana es memiliki sebuah penjara suci yang mampu menciptakan pil suci. Pil tersebut sanggup menaikkan kultivasi seseorang hingga ke tahap yang begitu tinggi, bahkan bisa melewati tahapan seorang Dewa Petarung."


"Konon katanya, jika seorang jenderal iblis memakan pil tersebut. Mereka akan berubah wujud hingga menyerupai manusia. Kekuatan mereka pun akan setara dengan para raja iblis. Sedangkan jika para raja iblis memakan pil tersebut, mereka akan semakin kuat melebihi kekuatan seorang Dewa Petarung."


jelas Tailung.


"Lalu kenapa kalian bisa kalah?"


"Bukankah seharusnya kalian bisa menjadi lebih kuat dari para pasukan iblis dengan bantuan penjara suci itu?"


Tanya Xiao Tian.


Tailung menjelaskan bahwa penjara suci itu memerlukan sebuah tumbal. Demi menciptakan sebuah pil suci, diperlukan seorang perawan berdarah suci dan memiliki elemen es yang murni. Dia menjelaskan, kemungkinan besar alasan diculiknya Putri Jia Li dan Putri Feng Yin yaitu untuk dijadikan tumbal saat membuat pil suci. Saat pil suci tercipta umur orang yang dipenjara di dalam penjara suci akan semakin berkurang sebanyak jumlah pil yang dihasilkan.


Mendengar penjelasan Tailung, Xiao menjadi semakin geram. Dia terlihat begitu khawatir dengan nasib putri Jia Li, karena dia tahu bahwa dia pernah melawan keenam jenderal iblis yang memiliki wujud manusia seperti layaknya raja iblis. Dia khawatir bahwa putri Jia Li tak akan bertahan lama karena tenaganya telah terkuras habis.


"lalu kemana perginya manusia yang menyebut dirinya sebagai seorang Dewa Obat itu?"


"Mengapa dia tak menolong kalian lagi, ketika raja iblis Lanbing menjajah istana es?" tanya Xiao Tian.


Tailung menggelengkan kepalanya. Dia menjelaskan bahwa dia tidak mengetahui alasan dibalik kepergian Dewa Obat mereka, dan mengapa dia tak menolong bangsanya saat raja iblis Lanbing beserta pasukannya menyerang istana es. Yang dia ingat, akibat serangan yang dilancarkan raja iblis Lanbing, bangsanya terpaksa meninggalkan istana es.


Sedangkan kedua orang tuanya telah lama meninggal jauh sebelum penyerangan itu terjadi.


Hal yang paling membuatnya terpukul adalah, perubahan sifat dari Tailing Zen yang mengabdikan diri kepada raja iblis Lanbing setelah di usir begitu lama dari istana es.


Entah apa yang raja iblis Lanbing katakan, hingga membuat Tailing Zen begitu memujanya. Tak hanya mengikuti raja iblis Lanbing, Tailing Zen juga mengancam Tailung beserta pengikutnya agar pergi dari tempatnya. Jika ada yang menolak pergi, Tailing Zen akan menghabisi mereka tanpa ampun. Dia hanya membiarkan para siluman harimau yang mau mengikutinya menyembah raja iblis Lanbing. Karena hal itu, Tailung beserta pengikutnya pergi meninggalkan kediaman Tailing Zen dan membangun markas rahasia di hutan bersalju.


Setelah menceritakan semua hal kepada Xiao Tian, Tailung mendaratkan lututnya hingga menempel di daratan. Lalu membungkukkan badan serta kepalanya sembari memohon kepada Xiao Tian.


"Tuan pendekar, kumohon bantulah kami merebut istana es."


"Bantu kami menghabisi raja iblis Lanbing beserta pasukannya." ucap Tailung sembari menundukkan kepalanya.


"Kumohon bantu kami, Dewa Obat Xiao Tian."


ucap para siluman harimau sambil bersujud kepada Xiao Tian.


"Baiklah, aku akan membantu kalian merebut istana es. Tapi sebelum itu, aku ingin menolong teman-temanku terlebih dulu." jawab Xiao Tian.


"Terima kasih atas kemurahan hatimu, Dewa Obat Xiao Tian." semua siluman harimau bersujud di hadapan Xiao Tian.


Setelah berbincang cukup lama, Xiao Tian memimpin pasukan siluman harimau menuju istana es untuk memberi perhitungan terhadap raja iblis Lanbing dan menolong Putri Jia Li beserta Putri Feng Yin.


"Tunggu aku Sebentar lagi Lily." ucap Xiao Tian.


#Istana Es


Raja iblis Lanbing baru saja sampai di istana Es. Dia habis pergi meninggalkan istananya untuk berkumpul di markas pusat sekte iblis.


Semua iblis dengan wujud beruang kutub bersujud di hadapan raja iblis Lanbing. Mereka menyambut kedatangannya dengan sambutan hangat.


"Selamat datang di istana es, yang mulia." ucap para bawahan raja iblis Lanbing yang berwujud beruang kutub.


Ketika Raja iblis Lanbing sudah duduk di singgasananya, salah satu anak buahnya datang dari luar istana membawa putri Feng Yin yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.