Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 540 : Hal sakral di alam kematian


Xiao Tian tersadar di alam kematian karena ulah tak terduga guru masa kecilnya. Dengan fisik roh yang tak memiliki fisik nyata, Xiao Tian berjalan mengikuti barisan roh yang mengantri untuk diadili.


Perasaan menyesal sekaligus marah tak dapat disingkirkan dari pikiran Xiao Tian, hingga akhirnya mendapatkan solusi dari Dewa Kera. Sayangnya solusi itu adalah ...


"Menantang para raja neraka!?"


"Apa kau pikir aku gila!?" Xiao Tian berteriak tanpa sengaja hingga menarik perhatian semua orang.


Sangat wajar bagi Xiao Tian terkejut, karena bagaimanapun juga saat ini dia tidak sekuat semasa hidup. Hanya membawa roh tanpa kultivasi. Berbeda dengan roh roh disekitarnya yang terasa kuat meski bernasib sepertinya.


"Apa manusia itu baru saja bilang ingin menantang para raja neraka?" gumam para Dewa kematian yang berjajar agak jauh di setiap pinggiran antrian para roh yang baru saja tiada di dunia mereka.


Diujung barisan yang berada di balik gerbang kematian, nampak petugas akhirat dengan buku besar di tangannya. Petugas itu didampingi oleh dua sosok pria tua yang berpakaian sama dengan warna berbeda. Keduanya memakai pakaian tradisonal tiongkok, namun berwarna hitam dan putih secara keseluruhan. Di sebelah kanan petugas akhirat terlihat pria tua bertubuh kurus jangkung dengan pakaian serba putih, sementara di sebelah kirinya terlihat pria pendek dan gemuk yang berpakaian serba hitam. Dalam sekali lihat Xiao Tian yang pernah membaca kisah mereka dari dunia modern segera mengenali mereka. 'Heibai Wucang!'


Selain petugas akhirat, Xiao Tian juga diperhatikan oleh para Dewa kematian berwajah seperti pemuda , yang berbaris menyamping seakan memiliki tugas untuk mencegah seorang roh kabur atau keluar dari barisan. Dan di ujung barisan menyamping mereka, terdapat penjaga gerbang alam bawah yang berwujud manusia dewasa dengan kepala berbentuk kuda dan kerbau.


"Niu Tou dan Ma Mian!" gumam Xiao Tian pelan.


"Jadi mereka masih bekerja disana ya?" sambung Wu Kong melalui telepati. Xiao Tian yang tahu betul sejarah mencatat bagaimana kelakuan Wu Kong yang pernah menghabisi kedua penjaga akhirat itu, dan bahkan mencoret namanya beserta nama rekan rekannya dalam buku kematian segera memotong dengan berkata, 'Apa kau tak bisa mengacak ngacak alam kematian lagi?'


"Sebenarnya aku bisa saja, tapi aku akan dihukum lagi jika berbuat itu," jawab Wu Kong sembari menyelipkan nada tak senang dalam kata katanya.


Sementara Xiao Tian sedang melirik ke kanan dan ke kiri untuk mengamati sambil mendengar penjelasan Wu Kong, Niu Tou dan Ma Mian yang awalnya berdiri tegak di bagian samping gerbang perlahan mendekat karena tertarik dengan ucapan terakhir Xiao Tian.


"Apa kau baru saja berkata ingin menentang para raja neraka?" tanya Niu Tou dengan wajah bantengnya. Dia menatap Xiao Tian dengan aura yang mendominasi, namun anehnya Xiao Tian sama sekali tak tertekan.


"Itu adalah kata sakral yang dilarang sejak lama, apakau ingin bernasib seperti para Dewa Kematian itu?" tanya Ma Mian mengancam. Dia berusaha menakuti Xiao Tian yang mereka kira hanya seorang manusia biasa tanpa kultivasi.


Sayangnya rencana mereka tak bisa terlaksana, semua karena jiwa Xiao Tian benar benar terlindungi. Dan hal yang melindunginya ialah ...


Dengan dahi yang terlindung simbol naga suci, Xiao Tian membalikkan dominasi tekanan roh ledua penjaga alam bawah itu. Dan membuat keduanya tunduk tanpa harus melakukan apapun. Semuanya terjadi begitu saja, hingga membut semua orang termasuk Xiao Tian bingung dibuatnya.


"Ma ... manusia itu baru saja menundukkan Niu Tou dan Ma Mian tanpa bergerak sedikitpun!?" semua orang terkejut melihat keajaiban yang tak pernah terbayangkan itu.


Sementara Xiao Tian yang merasakan kekuatan suci, perlahan tersadar bahwa ternyata semua simbol roh suci masih melekat pada rohnya.


Dan semakin menguat sejak dia tak memiliki fisik sejati.


"Ya, aku menantang para raja neraka untuk mendapatkan kembali tubuh serta hidupku!" jawab Xiao Tian mengikuti arahan Wu Kong. Para Dewa kematian bergumam membicarakan sikap berani Xiao Tian, namun tak ada satupun dari mereka yang berniat menentang pengajuan Xiao Tian. Bahkan bisa dibilang, semuanya terlihat gembira akan tindakan Xiao Tian menentang kedua penjaga. Berdasarkan apa yang Xiao Tian ketahui, para Dewa kematian itu awalnya merupakan manusia biasa sepertinya, yang kemungkinan ditahan dari roda reinkarnasi sebelum dosa mereka terbayarkan. Dan cara membayar dosa mereka ialah bekerja sebagai Dewa kematian yang bertugas mencabut dan menarik roh manusia yang ditakdirkan tiada.


"Dosa apa yang mereka lakukan hingga harus mengalami hukuman itu?" gumam Xiao Tian sembari menatap para Dewa kematian dengan penasaran. Dan tak lama setelah itu ...


Xiao Tian dipaksa memakai pakaian serba hitam dan dijadikan sama seperti mereka. Hei Bai Wu Chang memakaikan pakaian tersebut kepada Xiao Tian dan diminta untuk berbaris.


"He .... !?"


"Kenapa kau malah memintaku bergaul dengan mereka!?" tanya Xiao Tian terkejut.


"Kau ingin mengikuti turnamen kematian kan?"


"Kalau begitu bersainglah dengan mereka dalam mencabut nyawa!" jawab Hei Bai Wuchang secara bergantian.


"Jadi mereka memakai pakaian itu bukan karena dihukum!?" tanya Xiao Tian bingung.


Xiao Tian akhirnya diminta berbaris menyamping bersama para Dewa kematian, dan tak lama setelah itu salah satu dia menyadari satu fakta penting yang tak bisa dia abaikan. Fakta dimana para Dewa Kematian itu berhubungan darah dengan guru masa kecilnya. Para Dewa kematian itu menceritakan bahwa, mereka adalah korban dari pembunuhan God Yin Yang, yang terlahir sebagai bayi dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya. Dan alasan mereka memakai seragam Dew kematian adalah agar dapat hidup kembali dengan ingatan yang tak dihapuskan. Cara mendapatkan hak itu ialah, memenangkan turnamen kematian dan menentang para raja Neraka.