
Xiao Tian sedang berkultivasi di dalam ruang hampa sambil mencoba menyerap inti api suci. Dian Zheng dan teman teman Xiao Tian juga ikut membantu untuk menekan hawa panas yang Xiao Tian rasakan.
"Roh bela diri ular Yin dan Yang aktifkan!" pupil mata Xiao Tian berubah layaknya mata seekor ular. Sinar putih yang sebelumnya terpancar keluar dari matanya berubah menguning menyesuaikan warna pupilnya.
Xiao Tian mengaktifkan roh beladirinya untuk menekan hawa panas dari inti teratai api. Ketika roh beladiri diaktifkan, proses penyerapan kekuatan berjalan lebih cepat dari yang Xiao Tian kira. Dalam sekejap dia sudah benar benar menelan setengah dari inti teratai api. Dan tentunya berkat hal tersebut dia dan teman temannya dapat menerobos ke tingkat berikutnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Dimana Xiao Tian berhasil menerobos lebih dari sepuluh tingkat kekuatan, sedangkan teman temannya berhasil menembus hingga lima tingkat kekuatan.
Awalnya Xiao Tian ingin melanjutkan proses penyerapan inti sebanyak mungkin, tapi dia terpaksa menghentikan hal tersebut karena dia dan semua teman temannya tiba tiba saja memuntahkan begitu banyak darah hitam dari mulut mereka. Bersamaan dengan keluarnya gumpalan darah tersebut semua orang menerima rasa sakit yang cukup tak tertahankan.
Sadar bahwa terlalu berbahaya untuk melanjutkan, dia pun memutuskan untuk berhenti menyerap inti api.
"Uhuk uhuk uhuk!" Xiao Tian batuk berdarah.
"Apakah kalian baik baik saja?" tanya Xiao Tian.
"Kami baik baik saja kok, kau tak perlu menghentikan penyerapannya," Dian Zheng terlihat pucat karena telah kehabisan begitu banyak darah. Selain itu sebagian kulitnya juga terkelupas dan mengeluarkan cukup banyak asap karena memaksakan diri untuk menyerap hawa panas yang keluar dari tubuh Xiao Tian.
"Baik baik saja matamu!"
"Lihatlah tubuhmu mulai terbakar!" teriak Xiao Tian sambil menunjuk ke arah Dian Zheng.
"Ini bukan apa apa, aku masih bisa menahannya," Dian Zheng memasang tampang kesal.
"Ya, kami baik baik .. sa ..., " Su Yan dan yang lainnya terbaring pingsan karena sudah tak kuat menahan hawa panas teratai api suci.
"Jika bukan karena roh ular Yin dan Yang aku mungkin akan bernasib seperti mereka. Meskipun penyerapan hawa panas sudah diberhentikan, kami tetap merasakan dampak hawa panas teratai api suci karena berdiri cukup dekat dengannya. Aku harus membawa tubuh mereka keluar dari sini," Xiao Tian membuka portal ruang hampa tepat dibawah tubuh Dian Zheng dan yang lainnya agar terjatuh keluar di aula sekte badai berduri dan terhindar dari panasnya api suci.
Setelah selesai mengeluarkan mereka, Xiao Tian berjalan menjauhi api suci untuk melihat Kaibo dan Liang Su yang sedang berlatih memperkuat ketahanan tubuh agar bisa menahan serangan elemen cahaya dalam porsi tertentu.
"Pendekar alam peri tingkat lima, tidak buruk. Sepertinya semuanya berjalan dengan lancar ya," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian yang berjalan mendekat.
"Semua berkat roh beladiri yang diwariskan guruku," sambung Xiao Tian sambil berjalan mendekat.
Dia melihat Dewa petir sedang duduk bersemedi. Bersamaan dengan itu dia juga sedang melindungi tubuh Kaibo dan Liang Su dari panasnya api teratai suci. Saat itu terlihat jelas bahwa Kaibo dan Liang Su sudah pingsan cukup lama karena sudah tak kuat menahan kerasnya latihan mereka.
"Setelah menyerap penuh teratai api suci, kau bisa pergi ke alam para Dewa untuk menggantikan posisi gurumu," sambung Dewa petir sambil tersenyum.
"Tujuan utamaku menyerap teratai api suci adalah untuk mempelajari pil penyambung nyawa. Aku tak berniat untuk menggantikan posisi guruku," sambung Xiao Tian sambil berjalan mendekat.
"Satu satunya cara untuk menghindari ego para Dewa yang menginginkan roh ular Yin dan Yang adalah menjadi setara dengan mereka. Jika bukan dalam hal kekuatan, setidaknya kau bisa mendapatkannya dalam hal jabatan. Dengan kata lain, kau harus mempercepat proses kedewaanmu agar cepat diakui menjadi Dewa obat yang sesungguhnya," sambung Dewa petir sambil memasang tampang serius.
"Aku mengerti," jawab Xiao Tian sambil membuka portal ruang hampa dibawah tubuh Dewa petir dan semuanya.
#Kerajaan petir
Jenderal Tailong telah mendapat jawaban jenderal Xiao Fei Ji. Berdasarkan pengakuannya, istrinya berada di dalam daratan vampir. Dan diperlakukan layaknya hewan ternak yang harus menyediakan darah untuk para vampir.
Setelah mengetahui jawaban tentang istrinya, jenderal Tailong mengeluarkan sebuah pasak kayu dari dalam cincin ruangnya.
"Bagaimana bisa kau ... ," jenderal Xiao Fei Ji memasang tampang takut melebihi rasa takut yang sebelumnya. Jika tadinya dia trauma dengan rasa sakit akan kematian, saat ini dia terlihat lebih takut seakan melihat ajal yang sesungguhnya.
"Kita adalah vampir generasi ketiga, kelemahan kita berdua sama saja. Bagi orang awam mungkin kita terlihat abadi dan sulit dikalahkan ketika berkeliaran di malam hari. Karena kita akan kembali bangkit meski telah dibakar habis dicincang ataupun ditusuk dengan pedang suci sekalipun. Satu satunya yang bisa menghabisi nyawa kita adalah pasak kayu ini. Dengan menancapkannya tepat ke arah jantung, maka vampir generasi ketiga seperti kita tak akan bisa bangkit kembali," jenderal Tailong memegang pasak kayu dengan cukup kencang, lalu menusukkannya ke jantung sang jenderal sebagai serangan penghabisan.
"Ja ... jangan bunuh aku!" teriak jenderal Xiao Fei Ji dengan tampang panik.
Clebbbb
Jenderal Xiao Fei Ji tewas tak berdaya akibat serangan terakhir jenderal Tailong. Setelah jantungnya benar benar dihancurkan oleh sebuah pasak kayu, tubuhnya pun lenyap menjadi debu.
"Tunggulah aku, istriku," jenderal Tailong kembali memasukkan pasak kayu ke dalam cincin ruamgnya lalu menatap langit sambil membayangkan wajah istrinya.
Disaat dia sedang termenung, tiga suku albino dan ratusan pasukan pembasmi iblis datang untuk mengepungnya.
Namun kepungan mereka dihancurkan oleh para naga biru yang terbang sambil mengikuti pimpinan mereka yang sedang membawa Taiwu dan kedua jenderal utama.
Para pembasmi iblis diserang oleh sinar laser biru yang keluar dari mulut para naga. Bersamaan dengan kacaunya formasi mereka, pemimpin dari para naga biru berkata, "Kau datang bersama tuanku kan?"
"Naiklah agar aku bisa membawamu pergi,"
"Kontrak antara monster dan manusia bisa mempererat kultivasi mereka, perkembangan sang monster bergantung pada perkembangan sang pemilik. Berkat perkembangan luar biasa Taiwu saat ini, sepertinya para naga juga telah mencapai alam pendekar alam fana hingga bisa mempelajari bahasa manusia. Ini benar benar luar biasa," pikir jenderal Tailong sambil tersenyum.
"Kenapa kau malah tersenyum?"
"Ayo kita pergi!" pimpinan naga biru mendarat tepat dihadapan jenderal Tailong. Dia menunggu sang jenderal melompat ke atas punggungnya dan berkumpul bersama Taiwu dengan yang lain agar bisa pergi dari sana secepatnya.
"Uhmm," jenderal Tailong melompat ke atas pundak pimpinan naga biru.
Pimpinan para naga biru langsung terbang ke atas langit dan diikuti oleh para naga yang telah berada dalam mode raksasa.
Wooshhh
"Roaarr,"
Terbangnya para naga biru tentu saja menarik perhatian semua orang, terutama para suku albino yang ada disana. Mereka sangat ingin mengejar. Namun karena para naga terbang dengan sangat kencang, para suku albino pun memutuskan untuk tidak mengejar.
"Jenderal Xiao Fei Ji telah dikalahkan, para naga biru juga sudah dibebaskan. Apa yang harus kita katakan pada ketua?" tanya Gong Li sambil menatap teman satu sukunya.
"Katakan saja sesuai keadaannya, lagi pula kita tak bisa berbohong dihadapan ketua," sambung Gong Luo sambil memegang pedang ditangannya.
"Merepotkan," Gong Li memasang tampang kesal.
Setelah mereka sepakat, Gong Li dan Gong Luo pun pergi meninggalkan tempat kejadian dengan mengaktifkan gulungan teleportasi mereka.