Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 130 : Bantuan naga biru


Di pagi hari yang begitu cerah, kerajaan angin masih diteror oleh serangan dari sekte iblis. Prajurit kerajaan angin dan kerajaan awan tak berkutik melawan dua ekor Demon kong tipe listrik yang telah mengamuk, keadaan kerajaan angin benar benar terdesak, karena melawan dua ekor saja sudah kesulitan, sedangkan jauh di depan mereka ada ribuan ekor Demon kong tipe listrik masih berdiam diri dibawah teriknya senar matahari sambil menutup mata mereka.


Teriakan yang begitu keras dari ribuan prajurit yang terluka begitu parah membuat suasana perang semakin mencekam, mereka dicabik-cabik oleh Demon kong tipe listrik hingga mereka berhenti bernapas.


Su Yan yang baru sadar setelah dirasuki dirinya yang lain gemetar ketakutan karena berada di dekat Demon Kong tipe listrik yang sedang membantai prajurit kerajaan petir.


Setelah menghabisi semua pasukan kerajaan awan salah satu Demon kong tersebut melaju dengan kecepatan yang tak bisa dilihat semua orang, dan muncul tiba-tiba dihadapan Su Yan.


"Mati aku, kenapa aku harus sadar disaat-saat seperti ini?" ucap Su Yan.


"Roh kita belum menyatu sepenuhnya, jadi aku tak bisa merasukimu sesukaku, perlu banyak waktu dan energi qi untuk menggunakan mode serigala suci. energi qi ku sekarang tak bisa kugunakan untuk membantumu, aku hanya bisa mendukungmu, berjuanglah diriku!" ucap Su Yan yang lain melalui telepati.


"Berjuang matamu, aku mana mungkin mengatasi makhluk sekuat itu." ucap Su Yan dengan kesal.


Su Yan gemetar ketakutan dihadapan Demon Kong tipe listrik yang telah muncul didepannya.


Dengan tubuh yang gemetar dia berkata.


"Hai."


"Groarrrrrrr" Demon kong itu meraung dengan begitu kencang.


Kini Su Yan hanya bisa pasrah dengan nasibnya.


Sementara itu dibagian lain, salah satu Demon kong yang telah bergerak telah menghabisi semua prajurit kerajaan Angin yang berada di sekitar Kaibo dan Jingmi.


Kaibo dan Jingmi yang masih menahan kantuk yang sangat luar biasa mempersiapkan diri untuk melawan Demon Kong tipe listrik yang terus berlarian mengelilingi mereka tanpa terlihat sedikitpun.


Yang bisa mereka lihat hanyalah jejak kilatan petir sebelum Demon kong itu menghilang.


Dikarenakan tubuh mungil mereka yang tidak bisa terbiasa begadang malam hari, konsentrasi mereka sedikit menurun. Akibat konsentrasi yang menurun mereka tak bisa mendeteksi gerakan tiba-tiba dari Demon Kong tipe listrik.


Alhasil Kaibo dan Jingmi menjadi bulan-bulanan salah satu Demon Kong tipe listrik didekat mereka karena tak bisa mendeteksi gerakan Demon kong tersebut.


Srakk srakk srakk


Demon kong tersebut bergerak kesana kemari tanpa bisa terlihat dengan jelas. Tubuh Kaibo dan Jingmi terlontar keudara dan terus dicabik-cabik oleh Demon kong tersebut hingga mengalami banyak luka gores.


"Sial apa aku akan mati disini?" pikir Kaibo.


"Tolong Jingmi, ayah Xiao Tian." pikir Jingmi.


Jenderal Feng Long tak bergerak sedikitpun dari tempatnya, dia berada jauh dibelakang Jingmi dan Kaibo, di barisan terbelakang yang paling dekat dengan gerbang perbatasan kerajaan angin.


Tubuhnya gemetar ketakutan melihat semua prajuritnya telah dibantai habis oleh satu ekor Demon kong, dan hal yang membuatnya begitu ketakutan adalah ribuan Demon kong tipe listrik yang belum bergerak dari posisinya.


Sekali semua Demon Kong tipe listrik bangkit, maka sudah dipastikan kerajaan Angin tak akan bisa bertahan lama.


Jenderal Feng long yang sedang melihat kearah ribuan Demon kong tipe listrik yang masih menutup mata mereka, dikejutkan oleh hal yang paling dia takuti.


Mata dari ribuan Demon kong tipe listrik tersebut terbuka lebar secara serentak.


"Melawan dua saja sudah merepotkan, tamat sudah riwayatku, sudah tak ada harapan lagi."


ucap Jenderal Feng Long sambil mengepalkan kedua tangannya.


Ketika semua Demon kong tipe listrik bergerak, sengatan listrik berwarna biru mengenai ribuan Demon kong yang baru saja bergerak.


Duarr


Kreattt


Brukk


Brukk


Su Yan, Kaibo dan Jingmi jatuh menghantam tanah karena Demon kong yang mencabik-cabik tubuh mereka berhenti menyerang.


Demon kong tipe listrik yang berhenti menyerang mereka berhenti bergerak sambil melirik keatas langit sebelah timur, tepat kearah serangan listrik yang telah mengenai ribuan Demon kong yang baru saja bergerak dari posisinya.


Dengan tubuh yang terluka parah Kaibo, Jingmi dan Su Yan melirik kearah yang sama, yaitu keatas langit bagian timur.


Mereka tersenyum dan bernafas lega, karena melihat ribuan prajurit kerajaan petir menaiki ribuan naga biru terbang diatas udara.


Dibarisan paling depan mereka melihat Taiwu yang dengan gagahnya memimpin semua pasukan sambil berdiri diatas naga biru, dan tepat dibelakang Taiwu terlihat jenderal Huang Cheng yang terlihat begitu bersemangat, terdapat dua naga biru yang terbang disamping jenderal Huang Cheng. Mereka terbang dalam posisi yang sama seperti kawanan burung yang terbang membentuk pola segitiga.


"Semuanya, serang!" teriak Taiwu.


"Serang!" teriak jenderal Huang Cheng.


"Uaaaaa, Serang!" Teriak para prajurit.


Para prajurit yang membawa panah melepaskan anak panah mereka dan membidik semua Demon Kong yang berhenti bergerak dan terus menatap mereka yang terbang diudara.


Para Demon Kong tipe listrik mengabaikan musuh mereka yang di daratan dan fokus kepada para prajurit yang menyerang mereka dari atas udara sambil menaiki naga biru.


Ribuan Demon kong tipe listrik menggali tanah dan melemparkan bongkahan batu serta tanah lalu melemparkan bongkahan tersebut keatas udara.


Wooshh


Duarrr duarr duarrr


Ribuan Demon kong tipe listrik semakin kesal dan terus berusaha mengenai ribuan naga biru dengan melemparkan bongkahan-bongkahan batu secara terus menerus.


Meski terkena banyak semburan listrik dari naga biru, tubuh para Demon kong tipe listrik tak tergores sedikitpun. Ribuan anak panah pun tak ada yang berhasil menggores tubuh mereka.


"Apa apaan ini." ucap jenderal Huang Cheng.


"Tubuh mereka terlalu keras, dan bulu-bulu mereka menyerap semua serangan listrik bagaimana ini?." ucap salah satu prajurit.


"Taiwu, apa kau punya solusi?" tanya jenderal Huang Cheng.


"Jangan berhenti menyerang mereka dengan listrik, terus alihkan perhatian mereka dan berikan aku semua anak panah yang kalian miliki." jawab Taiwu.


"Tapi anak panah tak akan bisa melukai mereka, dan sengatan listrik hanya membuat mereka semakin marah." sambung jenderal Huang Cheng.


"Lakukan saja!." bentak Taiwu.


"Baiklah, apa kalian dengar!"


"Berikan semua anak panah kalian, dan jangan berhenti menyerang mereka dengan semburan listrik!" ucap jenderal Huang Cheng.


"Baik!" jawab para prajurit.


bersambung....


# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini


jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..


O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.


A Little Desire of Anti-Hero


Ancient Realm Goddess


Are Not the same


Asmara Jajar Genjang


Cinta Anak Muda


The Secret Vampire


Good Bye My Honey


Kekasih Bayangan


Kita Sepupu?


Lost Princess


Mahluk Pemikat Hati


Miracle of Wish


Monalisa


My Insensitive Boy


Pembalasan si Kembar Wibowo


Rahim Pengganti


Sajak Sang Simpanan


Secret Love


Skenario pintar Jovi


Stranger From nowhere


Tales of Schaduw


Teman hidupku yang mengubah hidupku


The 7 Books of God


The Best Brother


The Dark Slayer


The Magic Shop


The Red Game


The Red String Of Fate