
Setelah mengetahui semua seluk beluk dimensi es dari keterangan Lan Lu, Xiao Tian meninggalkan para raja siluman beserta ketiga jenderal siluman yang telah dia keluarkan dari dalam portal ruang hampa.
Sebelum keluar dari penjara bawah tanah, Xiao Tian dipanggil para penasehat kerajaan.
Mereka dikurung di sel yang terpisah dengan raja mereka. Saat melihat Xiao Tian melewati sel mereka, mereka pun langsung berkata,
"Hanya karena mengurung kami, bukan berarti kau sudah menaklukkan hati kami!"
"Kami pasti akan melawanmu saat kami terbebas dari sini!" teriak para penasehat kerajaan.
"Melawanku?"
Xiao Tian menatap para penasehat kerajaan dengan tatapan seramnya. Seketika mereka bungkam dan gemetar ketakutan. Melihat respon para penasehat kerajaan, Xiao Tian pun tertawa terbahak bahak.
"Hahahahaha."
"Dengan nyali seperti itu ingin melawanku, belajarlah untuk menahan rasa takutmu saat berbicara denganku."
"Aku tak punya waktu mengurusi kalian, sampai jumpa." Xiao Tian mengaktifkan gulungan ungu untuk berteleportasi ke kerajaan siluman rusa.
Kemunculan Xiao Tian membuat semua siluman tingkat rendah di kerajaan siluman rusa gemetar ketakutan. Tekanan energi kegelapan yang keluar dari tubuhnya membuat semua siluman yang ada di sekitarnya merasa tertekan.
Tanpa pikir panjang, dia langsung duduk di singgasana tanpa mempedulikan semua orang. Belum sempat dia duduk dengan santai, suara ledakan terdengar dari luar istana.
Duarrrr
Para prajurit yang berada di dalam singgasana berlati keluar untuk mengecek apa yang terjadi di luar istana. Sedangkan Xiao Tian terus duduk santai di singgasananya.
Tak lama setelah kepergian para prajurit di dalam istana, salah satu prajurit yang bertugas di luar istana berlari memasuki singgasana dengan wajah yang sangat panik.
"Yang mulia, tolong bantu kami mengatasi orang diluar istana. Dia terlalu kuat bagi kami.
Bahkan para jenderal bintang empat dikalahkan dengan mudah oleh wanita itu."
"Wanita?" Xiao Tian mengerutkan dahinya.
"Mustahil!"
"Mungkinkah itu ibu?"
"Bagaimana dia bisa tahu kalau aku ada disini?"
Duarr duarr duarrr
Suara ledakan terdengar begitu keras dari luar istana. Karena penasaran, Xiao Tian pun keluar menuju sumber suara.
Setelah membuka pintu istana, dia bisa melihat jelas bahwa yang membuat keributan diluar istana adalah Putri Jia Li dan putri Feng Yin yang ditemani ribuan golem es berukuran raksasa.
Setelah melihat Xiao Tian keluar dalam keadaan tubuh yang utuh, putri Jia Li langsung berlari ke pelukannya.
"Yanyan, syukurlah kau tak apa."
"Lily, aku tak tahu kalau kau sudah menguasai jurus sekuat ini." Xiao Tian memeluk putri Jia Li.
Setelah memeluknya cukup lama, putri Jia baru menyadari terdapat perasaan yang berbeda dari tubuh Xiao Tian. Terdapat aroma kematian yang sangat pekat dari aura tubuhnya.
Setelah menatap mata Xiao Tian dia baru menyadari mata Xiao Tian masih berwarna merah. Pertanda kalau Xiao Tian masih bukan dirinya.
"Ada apa Lily?" tanya Xiao Tian.
"Tidak ada apa-apa."
"Bisakah kau buka mulutmu?" tanya putri Jia Li.
"Tentu saja." Xiao Tian membuka mulutnya lebar-lebar.
Putri Jia Li bersikap seolah-olah tak menyadari apa yang terjadi dengan Xiao Tian. Dia mencoba membujuk Xiao Tian agar membuka mulutnya lebar-lebar untuk suatu alasan. Awalnya dia mengira sandiwaranya itu tak akan berhasil, namun ternyata semuanya berjalan mulus. Xiao Tian membuka mulutnya begitu lebar tanpa perlu menggunakan cara kasar.
Ketika Xiao Tian baru membuka mulutnya, dia langsung melancarkan aksinya.
Dengan cekatan, putri Jia Li melemparakan dua buah pil suci ke arah mulut Xiao Tian yang terbuka lebar. Xiao Tian tersendak karena hal tersebut. Aura kematian di seluruh tubuhnya mulai menghilang, begitu juga aura gelap yang menempel di punggung belakangnya. Mata Xiao Tain perlahan mulai berubah.
"Apa yang kau lakukan, Lily!" Xiao Tian mendorong mundur putri Jia Li.
"Aaaaaaa!" Gelombang kekuatan keluar dari tubuh Xiao Tian.
Bersamaan dengan hilangnya gelombang kekuatan tersebut, Xiao Tian pun kembali ke dirinya yang normal. Berbeda dengan biasanya, kini dia mengingat betul apa yang terjadi dengan dirinya saat dikuasai sisi gelapnya. Gelang dewa mengalami sedikit keretakan akibat terlalu lama kehilangan kendali. Karena sudah kehabisan energi qi dia pun terjatuh pingsan.
"Terimakasih Lily." ucap Xiao Tian.
"Lily, sebenarnya pil apa yang kau masukkan ke mulutku?" tanya Xiao Tian.
"Ehm, sebelum bertanya tolong berdirilah dengan benar." Putri Feng Yin meledek Xiao Tian yang saat ini sedang bersandar di tangan kiri putri Jia Li.
Xiao Tian langsung menjaga jarak dari putri Jia Li, wajahnya memerah karena merasa malu.
"Kenapa kau menjauh dariku?"
"Tenanglah, bukankah aku adalah tunanganmu?"
"Mendekatlah, dan berikan telingamu."
"Aku akan membisikkan semuanya." Putri Jia Li menarik tangan Xiao Tian. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Xiao Tian lalu menjelaskan semuannya melalui suara bisikan.
Putri Jia Li menjelaskan bahwa pil suci tersebut berasal dari cincin ruang yang Xiao Tian tinggalkan sebelum meninggalkan kamar. Setelah satu jam lebih dia menunggu di dalam kamar, putri Jia Li memutuskan untuk ikut mengecek keluar istana. Namun dia dihalangi oleh siluman harimau yang diperintahkan Xiao Tian untuk menjaga putri Jia Li dan putri Feng Yin agar tak kemana-mana. Saat sedang mencoba melawan siluman harimau itu, tak sengaja kemampuan tersembunyi putri Jia Li bangkit.
Dia membangkitkan ribuan golem es raksasa yang bisa dia kendalikan dengan mudah.
#Diluar istana
#Satu jam setelah kepergian Xiao Tian
Kaibo dan para siluman harimau terbaring kaku di luar istana, Putri Jia Li dan putri Feng Yin keluar dari dalam istana sambil menaiki dua golem es raksasa. Diikuti oleh pasukan golem es yang menggenggam erat tubuh siluman harimau yang bertugas melindungi putri Jia Li.
Setelah melihat keadaan Kaibo, Putri Jia Li langsung melompat ke arahnya lalu bertanya dimana Xiao Tian. Kaibo pun menjawab,
"Kak Xiao Tian telah pergi ke tempat aliansi lima kerajaan siluman. Dia telah diluar kendali, sisi gelap telah menguasai dirinya lagi."
"Lagi?"
"Jadi dia pernah diluar kendali?"
"Lalu bagaimana cara mengembalikan kesadarannya?" tanya putri Jia Li.
"Aku tidak tahu, waktu itu keadaanya tak separah ini."
"Kekuatannya jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan biasanya," jawab Kaibo.
"Jika saja ada pil suci, mungkin kita bisa menyadarkannya," ucap siluman harimau yang bertugas menjadi penjaga putri Jia Li.
"Pil suci?"
"Apa maksudmu pil ini?" ucap putri Jia Li sambil menunjukkan satu buah pil suci.
"Ya benar, apa kau punya lebih dari satu?"
"Semakin banyak pil yang dia telan, maka semakin banyak pula energi murni yang mengalir di tubuhnya." Jawab siluman harimau yang berada di genggaman golem es raksasa milik putri Jia Li.
"Baguslah kalau begitu, antarkan aku menuju tempat pertemuan aliansi lima kerajaan siluman," ucap putri Jia Li.
Putri Jia Li tak dapat pergi ke tempat pertemuan lima kerajaan karena tam ada satupun siluman harimau yang memegang gulungan teleportasi yang menuju tempat tersebut.
Meski begitu dia masih bisa menemui Xiao Tian karena terdapat tubuh jenderal siluman rusa yang masih utuh. Di dalam pakaian siluman rusa terdapat tiga buah gulungan. namun hanya gulungan ungu yang masih berfungsi dengan baik, sedangkan gulungan yang lain telah rusak karena robek terkena tusukan trisula emas.
######
Setelah mendengar cerita putri Jia Li, Xiao Tian bersyukur sekaligus khawatir dengan apa yang terjadi dengannya.
Dia bersyukur karena bisa kembali tersadar dan mengalahkan semua musuh musuhnya tanpa kehilangan orang-orang yang dia sayangi. Dia juga merasa khawatir karena takut kehilangan kendalinya suatu hari nanti.
Ditambah lagi keadaan gelang Dewa yang mulai mengalami keretakan.
Ketika sedang memperhatikan gelang dewa di tangan kirinya, sebuah tombak hitam melesat dengan kecepatan tinggi dari atas atap menara kerajaan. Tombak tersebut berusaha mengenai gelang Dewa milik Xiao Tian.
Dengan cekatan Xiao Tian menghindari tombak hitam itu. Tombak tersebut menancap ke salah satu prajurit siluman rusa yang tergeletak di bawah tanah. Anehnya tak ada sedikitpun luka yang membekas di tubuh siluman itu, tombak hitam tersebut malah meleleh lalu perlahan lenyap merasuki tubuh siluman itu.
Seketika mata prajurit tersebut bersinar merah. Tubuhnya terus berkembang hingga menjadi raksasa.
"Huaaaaaaa." Siluman rusa mengamuk di hadapan Xiao Tian.
Ketika melirik ke arah atap menara istana, Xiao Tian dapat melihat dengan jelas bahwa diatas sana terdapat orang misterius berjubah serba hitam. Orang tersebut tersenyum lebar saat Xiao Tian melirik ke arahnya, dan menghilang begitu saja bersamaan dengan suara angin yang menyayat hati.
"Siapa dia?" Xiao Tian kebungangan karena tak bisa merasakan hawa siluman ataupun hawa iblis dari orang dengan jubah misterius itu.
bersambung.....