
Duarr
Ledakan sinar emas berhasil mengenai Yong Heng.
Sebelum tubuh Dewa iblis Yong Heng hancur, kepingan roh yang berwarna warni beterbangan keluar dari dalam mulutnya.
Kepingan kepingan roh tersebut merupakan esensi kehidupan dari semua korban yang telah dia serap sebelumnya.
"Hanya karena kau mengalahkanku hari ini, bukan berarti aku kalah untuk selamanya. Tunggu saja pembalasanku,"
"Hahahahah!" ucap Dewa iblis sebelum raganya lenyap dari pandangan Wukong.
"Cih, menyebalkan," ucap Wu Kong sambil memegang tongkat saktinya.
Setelah Dewa iblis Yong Heng menghilang, semua kloning Wu Kong kembali menjadi sehelai bulu Wu Kong.
Tepat setelah itu, rombongan Xiao Tian keluar dari dalam portal ruang hampa sambil di temani oleh Dewa petir dan yang lainnya.
"Akhirnya perang telah berakhir juga," ucap Dewa petir sambil tersenyum tipis.
"Meski kita telah menang, aku tetap menganggap ini sebagai kekalahan. Apa yang harus ku ceritakan kepada keluarga para pasukanku, semua ini salahku. Andai saja aku tak membawa mereka mungkin ... ," ucap panglima Tian Feng sambil mengepalkan tangan.
"Sudahlah kakak kedua, jangan terlalu dipikirkan. Meski pasukanmu telah tiada, setidaknya mereka mati dalam keadaan terhormat karena mati saat berperang melawan buronan istana langit," ucap Sha Wu Jing sambil menepuk pundak panglima Tian Feng.
Wu Kong turun dari atas langit kemudian menghampiri kedua adik seperguruannya dengan tampang kesal.
"Kenapa kau tampak begitu kesal kak?" tanya panglima Tian Feng.
"Perang belum berakhir, yang kita lawan tadi hanyalah tubuh tiruannya. Entah dimana dia menyembunyikan tubuh aslinya. Kemungkinan besar dia telah kabur jauh hari sebelum kita sampai kesini," jelas Wu Kong sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tubuh tiruan?"
" Yang kita lawan tadi hanya tubuh tiruannya?"
"Kenapa kak Wukong begitu yakin akan hal itu?" tanya panglima Tian Feng.
"Tiga Dewa sesat terikat oleh beberapa relik, sedangkan raga mereka telah diserap habis oleh Dewa iblis Yong Heng."
"Secara otomatis, relik relik tersebut juga ikut pindah ke tangan Dewa iblis Yong Heng."
"Relik akan muncul jika pemilik relik telah tiada, namun tadi aku tak melihat satu relikpun yang muncul."
"Yang kulihat hanyalah kepingan kepingan roh orang orang yang telah dia serap, aku juga merasakan kepingan roh milik tiga Dewa sesat. Namun hanya sebagian kecil saja," jelas Wu Kong.
"Lalu, kemana perginya kepingan kepingan roh yang lainnya?" tanya Sha WuJing.
"Jawabannya ada di dalam raga asli milik Dewa iblis Yong Heng," jelas Wu Kong.
"Ini bukan pertama kalinya dia bisa kabur dari kejaran para Dewa."
"Lalu apa rencana kalian sekarang?" tanya Dewa petir sambil berdiri di samping kanan Wu Jing.
"Karena sekte iblis telah hancur, kemungkinan besar Dewa iblis Yong Heng muncul kembali dalam waktu dekat sangatlah kecil."
"Jadi sampai kami mendapat kabar tentang tempat rahasia Dewa iblis Yong Heng lagi, maka kami terpaksa untuk kembali ke istana langit," jelas Wu Kong sambil tersenyum tipis.
"Begitu ya?"
"Kalau begitu, aku titip ragaku lagi," ucap Dewa petir sambil mengeluarkan roh dari dalam tubuhnya.
"Tak bisakah kalian tinggal lebih lama lagi?" tanya Xiao Tian sambil menatap Wu Kong.
"Maaf, kami tak bisa. Demi mendapatkan informasi mengenai guru kami, kami tak boleh terlalu sering melanggar aturan langit."
"Tolong mengertilah," ucap panglima Tian Feng sambil tersenyum tipis.
"Ayo kak kita pergi," ucap Sha Wu Jing sambil memegang tangan panglima Tian Feng.
"Baiklah," ucap panglima Tian Feng sambil merapalkan mantra teleportasi.
Setelah mengaktifkan mantra teleportasi, panglima Tian Feng dan Sha Wujing menghilang secara bersamaan dari pandangan semua orang.
Diikuti oleh Wu Kong yang juga mengaktifkan sihir yang sama.
Sebelum dia menghilang dari pandangan semua orang, Wu Kong berkata,
"Sampai jumpa," ucap Wu Kong sambil mengeluarkan gelombang kejut yang sanggup membuat semuanya pingsan secara bersamaan.
#Keesokan harinya
#Kerajaan petir
#Kamar Xiao Tian
Ketika baru tersadar dari pingsannya, Xiao Tian tiba tiba saja bangun di kamar tidurnya.
Dalam keadaan bingung sambil berbaring di atas ranjangnya, dia pun berkata,
"Kenapa aku bisa ada disini?" pikir Xiao Tian sambil membuka mata secara perlahan.
"Anda sudah bangun, pangeran?" ucap Taiwu sambil tersenyum menatap Xiao Tian.
"Berapa lama aku tidur?"
"Mana Dewa kera dan yang lainnya?" tanya Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Dewa kera?"
"Siapa itu?" tanya Taiwu dengan tampang herannya.
"Berhenti bercanda, dia kan yang telah mengajari kita hingga sekuat sekarang," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Bukankah kau yang telah mengobati serta melatih kami semua selama ini, pangeran?" tanya Taiwu sambil mengerutkan dahi.
"Aneh sekali, kalau begitu tak ada pilihan lain."
"Kumpulkan semua orang di ruang singgasana sekarang!"
"Baik para siluman maupun manusia, kumpulkan saja mereka. Karena aku memiliki hal penting yang harus kutanyakan pada semuanya," ucap Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Baik pangeran," ucap Taiwu sambil melangkah pergi meninggalkan kamar.
"Aneh sekali, kenapa Taiwu bersikap seolah tak pernah mengenal Dewa kera sebelumnya ya," pikir Xiao Tian sambil menatap punggung Taiwu.
"Percuma saja kau tanyakan pada semua orang, Wu Kong telah menghapus semua ingatan mereka tentang istana langit dan dunia para Dewa. Ingatan yang hilang tersebut telah digantikan oleh Wu Kong, jadi percuma saja jika kau tanya mereka. Wu Kong terpaksa melakukan ini demi menjaga keseimbangan dunia," jelas Dewa Petir melalui telepati sambil bersembunyi di dalam cincin ruang Xiao Tian.