
Xiao Tian dan Sunlong telah sampai di puncak pahoda iblis atau bisa juga disebut sebagai pagoda iblis tingkat lima.
Disana dipenuhi oleh tengkorak kepala manusia yang dijadikan sebagai alas atau lantai pagoda. Tak hanya lantainya saja bahkan seisi ruangan dimulai dari tembok serta langit langit dari ruangan itu dipenuhi oleh tengkorak manusia.
Asap hitam berlapis hawa kematian yang begitu pekat juga menghiasi ruangan tersebut. Karena tak ada jendela dan suasana ruangan yang sepi dan agak gelap, Xiao Tian merasa sedikit ketakutan. Meski dari luar pagoda ruangan paling atas merupakan ruangan paling sempit, namun kenyataanya ruangan tersebut malah lebih luas dari perkiraan Xiao Tian. Luasnya empat kali lipat dari luas pagoda tingkat empat yang sanggup menampung Kaibo dalam bentuk naga raksasanya.
Di ruangan yang begitu besar itu hanya terdapat empat buah obor yang tersebar di setiap pojok ruangan, sehingga tak sepenuhnya menerangi seisi ruangan.
Semakin dia melangkah ke tengah ruangan, maka semakin sedikit cahaya yang bisa dia jadikan sebagai alat penerangan. Karena minimnya cahaya dalam ruangan tersebut, Xiao Tian pun mengeluarkan bola api di telapak tangan kanannya, sedangkan pedang hitam pagoda iblis dia simpan di belakang punggungnya bersamaan dengan dua buah pedang hitam bergerigi milik Kaibo versi dewasa yang dia pungut dari lantai pagoda tingkat empat.
Setelah melangkah lebih maju, keempat obor di pojok ruangan mati secara bersamaan. Saat itu satu-satunya penerangan hanya ada di tangan kanan Xiao Tian. Meski suasana ruangan yang begitu gelap, Sunlong dapat membimbing Xiao Tian menghindari jebakan dan serangan tak terlihat karena memiliki penglihatan malam.
Xiao Tian bergantung terhadap penglihatan Sunlong karena serangan dan semua jebakan yang terpasang tidak dapat terlihat dan tak mengeluarkan suara sedikitpun. Suasana ruangan benar benar senyap dan hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar dengan begitu jelas.
Sambil
"Awas dibelakangmu!" Sunlong memperingatkan Xiao Tian bahwa ada anak panah tak bersuara melesat dari arah belakang.
Xiao Tian menghindari anak panah yang melesat dari arah belakang dengan melompat ke kiri dan kanan. Ketika ada serangan dari kanan dan kiri, Sunlong pun kembali memperingatkan Xiao Tian melalui telepati.
Lagi lagi berkat peringatan Sunlong, Xiao Tian sanggup menghindari semua anak panah yang tak mengeluarkan suara tersebut tanpa kendala sedikitpun.
Setelah melangkah lebih jauh sesuai bimbingan Sunlong, Xiao Tian kesulitan melangkah maju karena ada sesuatu yang menggenggam kaki kanannya.
"Berhenti bercanda, Sunlong." Xiao Tian berpikir bahwa yang memegang kakinya adalah Sunlong.
"Apa maksud ucapanmu?"
"Sejak tadi aku sedang serius," Sambung Sunlong yang masih ada di atas pundak kanan Xiao Tian.
Sadar bahwa Sunlong tak mungkin menggenggam kakinya, Xiao Tian pun menyinari kakinya menggunakan bola api kecil di tangan kanannya.
Ketika memperhatikannya dengan baik-baik, ternyata yang menggenggam tangannya saat itu ialah sebuah tangan pucat yang muncul dari dalam tumpukan tengkorak manusia.
Tak lama setelah itu, tangan tangan yang lain mulai muncul dari dalam tumpukan tengkorak. Saat itu hanya Sunlong yang bisa melihat dengan jelas keadaan beruk yang baru saja terjadi.
Karena merasa risih dengan apa yang baru saja dia lihat, Xiao Tian pun langsung melemparkan bola api merah ke arah tangan pucat yang menggenggam erat kakinya. Setelah terbakar api, gengamannya pun mulai lepas. Namun saat Xiao Tian mennyalakan bola api yang lebih besar agar bisa melihat seisi ruangan, sebuah mayat hidup muncul tanpa kepala tiba tiba muncul di hadapannya.
"Karena terkejut, dia pun melemparkan bola apinya ke arah mayat itu sehingga membuatnya terbakar habis.
Teriakan mayat itu membuat Xiao Tian merasa semakin tegang. Saat Xiao Tian dan Sunlong sedang fokus terhadap mayat di hadapan mereka, sebuah tepukan tangan tiba tiba terasa di punggung kanan Xiao Tian. Suara tersebut juga didengar oleh Sunlong dengan jelas.
Dalam keadaan jantung yang berdegup kencang mereka memberanikan diri untuk menoleh ke belakang, mereka menjadi panik bukan main setelah melihat karena wajah orang yang baru saja menepuk punggungnya terlihat agak seram karena minimnya penerangan. Dengan kompak mereka berkata, " Setan!"
Tanpa pikir panjang, Xiao Tian mengeluarkan bola api yang lain lalu melemparnya ke arah orang misterius itu. Namun serangannya ditangkis dengan mudah. Melihat orang misterius itu sanggup menepis serangannya, Xiao Tian pun mulai mengeluarkan api biru. Namun sebelum dia melemparkan api biru, orang tersebut berkata,
Mendengar suara Su Yan, Sunlong dan Xiao Tian lun bernapas dengan lega. Namun mereka juga merasa jengkel dengan kemunculan Su Yan yang terlalu mengagetkan. Karena rasa kesal tersebut, sambutan hangat yang seharusnya Su Yan dapatkan, malah menjadi dua buah pukulan keras yang dilancarkan tepat ke arah kepalanya.
Pletakk
"Aduhh, kenapa kalian malah memukulku!" ucap Su Yan sambil memegang kepalanya yang telah benjol.
"Berhenti membuat kami terkejut dasar payah!" balas Xiao Tian dan Sunlong dengan kompak. Wajah mereka terlihat begitu kesal, dan semua rasa tegang yang mereka rasakan pun telah menghilang karena fokus mereka teralihkan oleh Su Yan.
Ketika suara langkah kaki para mayat hidup mulai terdengar di belakangnya, Xiao Tian langsung melemparkan bola api ke belakang punggungnya tanpa menoleh ke belakang.
Duarrr
Mau kau berantas berapa kali pun mereka tak akan pernah habis, biar kutunjukkan padamu cara membasmi mayat hidup dengan benar.
Su Yan memusatkan qi cahaya ke telapak tangannya. Lalu melemparkan bola bola cahaya yang begitu terang dan hangat bagaikan sinar matahari. Bola bola yang bersinar terang itu terus melayang hingga menyebar ke seluruh atap ruangan.
Berkat bola cahaya itu, para mayat hidup mulai melepuh dan berubah menjadi abu. "Teknik macam apa yang kau pakai?"
"Bisakah kau ajarkan ladaku?" tanya Xiao Tian.
"Ini bukanlah teknik yang bisa di pelajari setiap orang, hanya keturunan serigala suci yang bisa meniru teknik i ... ," belum sempat Su Yan menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian mengeluarkan jurus yang sama persis dengan jurus Su Yan. Tangannya mengeluarkan cahaya kuning keemasan yang menyilaukan mata yang terlihat sama persis dengan jurus Su Yan.
"Ba ... bagaimana bisa kau menguasainya dalam hitungan detik?"
"Ini tidak adil, aku perlu membujuk sisi lainku agar meminjamkan kekuatannya untuk menciptakan teknik ini. Tapi kau menirunya dalam sekejap mata. Kenapa ini bisa terjadi?"
"Teknik elemen api, kegelapan, tanah, air, dan sekarang kau menunjukkan teknik elemen cahaya. Sebenarnya berapa banyak elemen yang sanggup kau kuasai ketua?" tanya Su Yan dengan heran.
"Kalau kau bertanya padaku, maka jawabanku hanyalah satu. Aku memiliki tingkat kecocokan terhadap segala jenis elemen," jawab Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Se ... semua elemen?" Su Yan terkejut bukan main mendengar jawaban Xiao Tian tentang kecocokannya terhadap semua elemen.
#####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁