Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 292 : Bertemu patriach Bai


#Gedung utama perguruan badai berduri


#Kamar patriach


Setrlah mendengar patriach telah sembuh. Semua orang bisa bernapas lega. Terutama Penatua Zhao yang sangat menghormati Patriach Bai.


Setelah melihat semuanya baik baik saja, Xianlun pun bernapas lega. Semua kekhawatiran tentang efek dari resep pil yang diberikan Xiao Tian sudah menghilang karena itu.


Setelah mengetahui semuanya baik baik saja, Xianlun ingin menceritakan tentang alasan penyakit yang diderita patriach.


setelah menghirup napas begitu dalam, dia pun berkata,


"Ma ... maafkan aku Patriach."


"Aku telah membuatmu menderita begitu lama, bahkan hampir saja menghilangkan nyawamu." Xianlun duduk di lantai sambil menundukkan kepala dan berlinang air mata.


Mendengar ucapan Xianlun, Patriach pun merasa kebingungan. Sambil menoleh ke arah Xianlun, dia pun berkata,


"Apa maksudmu?"


"Kenapa kau meminta maaf?"


"Meski kutahu kalau pil yang kau berikan padaku, bukan pil yang kau racik. Tapi, melalui tanganmu pil itu sampai kepadaku hingga aku bisa sembuh seperti sekarang."


"Apa maksud anda, Patriach Bai?"


"Kenapa kau menyimpulkan bahwa pil tadi bukanlah pil yang Xianlun racik?" tanya penatua Zhao sambil mengerutkan dahi.


"Apakah menurutmu Xianlun bisa meracik pil level lima?" tanya penatua Zhao dengan tampang serius.


"Pi ... pil level lima!" ucap penatua Zhao dengan mata yang terbelalak.


"A ... apa anda yakin kalau pil tadi merupakan pil level lima?" tanya Xia Ning sambil menatap ke arah patriach Bai.


"Sangat yakin. Dan pil itu bukanlah pil biasa."


"Pil itu dibuat oleh seorang ahli yang hampir menjadi seorang master alkemis. Aku berani menyimpulkan seperti itu, karena efektifitas pil tadi mencapai angka 150%," jelas Patriach dengan tampang serius.


"Se ... seratus lima puluh persen?" ucap Xia Ning dan Xiang Ying dengan mata yang terbelalak.


"Tetua Xianlun, apakah kau ingin mendominasi master alkemis setengah jalan seorang diri?"


"Kenapa kau tak berterus terang kalau pil yang kau bawa bukanlah pil yang kau racik?" tanya penatua Zhao sambil menatap tajam mata Xianlun.


"Aku tak berbohong, pil itu memang aku yang meraciknya. Dan itupun dengan bantuan seorang master alkemis yang aku temui secara kebetulan."


"Kami bertukar ilmu saat itu, dan dia memberitahuku bahwa pil yang selama ini aku berikan adalah bom waktu yang bisa melenyapkan seseorang secara perlahan," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.


"Maksudmu?" tanya Patriach Bai sambil mengerutkan dahi.


"Selama ini aku telah salah menggunakan bahan. Ternyata daging kerang pelangi mengandung racun yang mematikan. Meski tak langsung membunuh seseorang, racun tersebut akan memberi rasa sakit yang luar biasa disaat tengah malam."


"Itulah alasan mengapa penatua selalu merasa kesakitan di saat tengah malam."


"Pil dengan esensi daging kerang pelangi memang punya efek menekan rasa sakit, sehingga bisa menghentikan rasa sakit yang di derita patriach."


"Namun racun semu yang terkandung dalam daging kerang pelangi tersebut, akan kembali menguat hingga dua kali lipat di hari berikutnya. Itulah yang mengakibatkan kondisi patriach semakin memburuk di hari hari berikutnya."


"Dan berdasarkan penjelasan master alkemis saat itu, jika aku memberimu pil yang sama lagi. Maka anda akan kehilangan nyawa," jelas Xianlun sambil menundukkan kepala.


"Aku sangat yakin bahwa resep penetral segala jenis racun di buku kuno bertuliskan kerang pelangi. Bagaimana bisa itu menjadi beracun?" tanya penatua Zhao sambil mengerutkan dahi.


"Dagingnya memang beracun, tapi cangkangnya tidak. Selama ini kita telah salah mengartikan tulisan kuno yang kita temukan. Yang berguna bukanlah dagingnya, melainkan cangkangnya," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.


"Jadi kau meleburkan cangkang kerang pelangi?"


"Tapi bukankah cangkang itu sulit dilebur?" tanya patriach sambil menatap Xianlun.


"Rumput ilusi," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.


"Rumput ilusi?"


"Apa maksudmu?" tanya penatua Zhao.


"Rumput ilusi adalah bahan terakhir yang tak tertulis di resep kuno. Rumput itu akan bereaksi saat disatukan dengan cangkang kerang pelangi. Selain itu, karena resep pil ini tergolong resep pil level lima. Maka kita memerlukan tungku level lima agar hasilnya lebih optimal. Dan untuk mempercepat peleburan cangkang kerang, kita juga memerlukan esensi qi beracun."


"Esensi qi yang hanya dimiliki olehku dan Tian Ling," ucap Xianlun sambil menundukkan kepala.


"Esensi qi beracun?"


"Bukankah qi beracun hanya akan menurunkan efektifitas pil dan bisa membuat pilnya mengandung racun?" tanya penatua Zhao.


Saat kedua bahan itu menyatu, cangkang kerang pelangi akan mudah dihancurkan hanya dengan menggunakan kekuatan jiwa."


"Semakin baik kontrol dalam kekuatan jiwa, maka semakin cepat prises peleburannya."


"Setelah kedua bahan itu melebur, kita bisa menyatukannya dengan taring naga merah."


"Lalu memurnikannya di dalam tungku tingkat lima, atau kita juga bisa memurnikannya di luar tungku apabila tungkunya bukan merupakan tungku tingkat lima."


"Semua ini harus dilakukan untuk mencegah kegagalan karena tungku yang meledak," jelas Xianlun sambil menatap ke arah Patriach.


"Memurnikan di luar tungku?"


"Bukankah kita sudah mengajarkan hal hal itu kepada murid murid kita?"


"Tapi hasilnya selalu dibawah tujuh puluh persen efektifitas, bahkan sekte lain pun tak jauh berbeda dari mereka.


"Memurnikan pil di luar tungku adalah cara untuk menguji kontrol seseorang terhadap kekuatan jiwa, dan setahuku tak ada orang yang bisa memurnikan di luar tungku dan menghasilkan pil dengan efektifitas di atas sembilan puluh persen."


"Dan kau berkata bahwa kau bisa memurnikan hingga angka seratus lima puluh persen?" tanya Xiang Ying sambil menatap tajam mata Xianlun.


"Di perguruan kita tak ada tungku tingkat lima. Bagaimana mungkin kau bisa meracik pilnya?"


"Tungku tingkat tiga akan meledak saat tungku tersebut digunakan untuk meracii pil di atas pil level tiga. Semua terjadi karena tungku tak akan sanggup menahan energi dari pil yang tingkatnya lebih tinggi dari tungku tersebut."


"Jadi berhenti membual, dan katakan saja yang sebenarnya!" bentak Xiang Ying dengan tampang kesal.


"Ucapanku mungkin memang tak masuk akal, tapi master alkemis yang kutemui bisa meningkatkan kualitas tungku selama beberapa menit hanya dengan menggunakan kekuatan jiwanya," ucap Xianlun sambil menatap ke arah Xiang Ying.


"Meningkatkan kualitas tungku?"


"Ini benar benar di luar pemahamanku," pikir patriach sambil mengerutkan dahi.


"Aku ingin bicara berdua saja dengan Xianlun, kalian semua tolong pergilah dari ruanganku," ucap Patriach Bai sambil menghela napas.


"Aku juga?" tanya penatua Zhao.


"Ya, kau juga," ucap Patriach dengan tampang serius.


"Patriach juga mengusir penatua Zhao?"


"Sepertinya dia akan menginterogasi Xianlun dan memarahinya karena berbohong, rasakan itu," pikir Xiang Ying sambil tersenyum sinis.


"Kenapa kau malah tersenyum?"


"Ayo kita keluar," ucap Xia Ning sambil menarik tangan Xiang Ying.


Setelah semua orang kecuali Xianlun keluar dari ruangan, Patriach memasang wajah serius lalu berkata, "Apakah semua yang kau katakan itu benar?"


"Aku berani bersumpah bahwa semua itu benar adanya," ucap Xianlun sambil memberi hormat.


"Kalau begitu, bisakah kau pertemukan aku dengan alkemis itu?" tanya patriach sambil menatap tajam mata Xianlun.


"I ... itu ... , dia telah pergi dan tak mungkin kembali. Aku tak bisa membawamu menemuinya," ucap Xianlun sambil melirik ke kiri untuk menghindari tatapan Patriach Bai.


"Aku mengenalmu sejak kecil, dan aku sangat tahu bahwa kau sedang berbohong saat ini," ucap Patriach sambil menatap Xianlun.


"Berdasarkan ucapan master Xiao Tian, tanda kutukan bola sinar hitam hanya akan membunuhku jika aku membongkar identitasnya. Seharusnya mempertemukannya dengan patriach tidak akan menghilangkan nyawaku," pikir Xianlun sambil menghindari tatapan Patriach Bai.


Setelah mempertimbangkan segalanya, akhirnya Xianlun memutuskan untuk mempertemukan Patriach dengan Xiao Tian.


Sambil menghela napas, dia pun berkata,


"Baiklah, aku akan mempertemukanmu dengannya. Dia ada di gedung alkemisku, dan sedang merahasiakan identitasnya. Jadi jangan pernah menanyakan siapa dan bagaimana wajah di balik topengnya itu, apakah anda mengerti?"


"Aku mengerti," ucap Patriach Bai sambil menatap ke arah Xianlun.


######


Xiao Tian kembali ke gedung alkemis Xianlun untuk beristirahat. Xianlun yang menunggunya di luar pintu masuk sejak tadi, langsung menyapa Xiao Tian dengan berkata,


"Patriach ingin bertemu denganmu. Dia ada di ruang meracik dan menunggumu sejak tadi."


"Kau beruntung, orang yang kau cari malah datang sendiri," ucap Dewa petir sambil melirik ke arah Xiao Tian.


"Sejak mengetahui bahwa patriach perguruan ini terkena racun kerang pelangi, aku sudah menebak bahwa ini akan terjadi," ucap Xiao Tian melalui telepati.


"Oh jadi itu alasanmu memberi dia resep pil level lima dan membimbingnya hingga bisa?" tanya Sunlong sambil melirik ke arah Xiao Tian.


"Begitulah, semuanya sudah sesuai dengan perkiraanku," jawab Xiao Tian kelalui telepati.