
'Sudah kuduga, membawa ketiga leluhur naga dalam penyamaran merupakan hal buruk. Meski sudah memakai topeng perubah wajah, ketiganya tak dapat menyembunyikan daya tarik mereka!' Evil Su Yan terlihat cukup kesal.
Sunlong dengan wajah garang yang menakuti setiap orang yang melihatnya, Black Dragon yang memikat siapapun dengan wajah cantiknya, serta White Dragon yang nampak begitu tampan hingga memikat semua orang yang melihatnya.
'Kalau begini terus, kita bisa bisa ketahuan!' Evil Su Yan kesal saat melihat ketiganya membuat keributan dan kumpulan orang setiap kali melangkah ke luar.
"Anu ... bisakah kalian berhenti mengepungku sialan! Sudah kubilang aku bukan bandit!" Sunlong kesal karena banyak prajurit yang datang mengepungnya karena waspada terhadap wajah garangnya.
"Berhenti berpura pura! Kami lihat sendiri kalau kau baru saja membuat anak itu menangis!" Salah seorang prajurit menyela.
"Hei! Aku hanya menanyakan arah jalan kepada bocah itu! Dianya saja yang tiba tiba menangis dan lari!" Sunlong terdengar kesal dan terus berdebat dengan para prajurit kerajaan api yang bertugas menjadi petugas keamanan.
"A ... anu tuan tuan, bisakah kalian membiarkannya pergi? Dia salah satu dari kami. Mukanya memang sedikit mengerikan tapi dia orang baik kok! Kami ke sini untuk membantu pembangunan paviliun api, dan ini surat undangannya," Black Dragon memberikan surat tugas yang berstempel burung phoenix seperti biasa.
"Permohonan untuk merenovasi paviliun api!?"
"Ah jadi kalian orang orang baru yang belakangan ini banyak dibicarakan di beberapa kota di kerajaan Api batu baru ini!?"
Aku memang mendengar kalian akan datang dari raja kota, Maaf karena tidak mengenali kalian," prujurit yang nampaknya pemimpin dari kelompok keamanan kota segera merubah sikapnya setelah melihat jelas wajah Black Dragon yang baru saja mengajaknya bicara.
'Jadi rumornya benar kalau ada peri yang berkunjung ke kerajaan dan menyamar menjadi manusia biasa?' pikir semua prajurit dengan wajah yang sedikit memerah karena terpikat kecantikan Black Dragon.
"Bisakah nona nona memberikan jalan? Teman temanku nampaknya sedang berada dalam masalah," White Dragon tersenyum tulus sembari meminta para gadis yang mengerumuninya untuk menepi dari jalannya.
"Dua puluh kali ... , mereka sudah membuat keributan seperti ini sebanyak dua puluh kali! Apa mereka ingin cepat cepat membongkar identitasku!" gumam Evil Su Yan yang terlihat cukup kesal.
'kenapa kau terlihat begitu kesal kawan?'
'Apa kau lupa kalau wajah kita sudah tersembunyi dengan baik berkat topeng penyembunyi?' tanya Su Yan melalui telepati.
'Tujuan kita disini adalah mencari informasi untuk menghancurkan segel kutukan pemecah jiwa! Bukannya menarik perhatian semua orang dengan mendalami karakter seorang tukang bangunan!' Evil Su Yan membalas melalui telepati dengan cukup kesal.
"Berhentilah merengek, leluhur naga pasti memiliki alasan tersendiri untuk menjadi semencolok ini!"
"Meskipun aku juga tak mengira kalau bakatnya dalam kontruksi sangatlah gila, tapi berkatnya pula kita diterima di berbagai kota di kerajaan Api ini!"
"Dan ini adalah kota terakhir yang akan menjadi titik awal pencarian informasi," sambung Dewa petir dengan serius.
"Seperti yang diharapkan dari seorang mantan Dewa, kau memang sanggup membaca pikiran kami, tapi bisakah kau mengatakannya melalui telepati!" Evil Su Yan membentak kesal.
"Emosimu jadi tak terkendali sejak tubuh kalian terpecah, apa karena kau sudah merasa bahwa ajalmu sudah cukup dekat?" goda Dewa petir dengan wajah mengesalkannya. Ketiganya jauh dari kerumunan orang sehingga aman bagi mereka untuk berbisik, namun Evil Su Yan hanya mencoba untuk bersikap lebih hati hati.
"Kau ini benar benar!" Evil Su Yan mengepal erat tangannya seakan hendak memukul kepala kecil Dewa petir. Namun White Dragon segera menghentikan keduanya dengan berkata, "Berhenti menggodanya bocah nakal! Apa kau ingin membuat keributan yang tak perlu?" White Dragon menjentikkan jarinya yang kemudian menghilangkan lingkaran qi yang menyelimuti ketiganya.
'Lingkaran qi kedap suara!?'
'Sejak kapan benda itu terpasang!?' Evil Su Yan tercengang.
"Aku menjadi Dewa bukan karena sebuah kebetulan, meskipun sekarang tubuhku kembali terlahir sebagai tubuh mortal, aku mengetahui banyak teknik yang tidak diketahui makhluk fana sepertimu," Dewa Petir melangkah pergi meninggalkan semuanya.
'Bukankah White Dragon yang sejak awal memasangnya?'
'Berhentilah membual bocah mesum!' Black Dragon nampak kesal saat berhadapan dengan Dewa petir yang berjalan menuju ke arahnya.
"Kenapa ibu menatapku seperti itu?"
"Kalau ibu mau memelukku, peluk saja aku!" Dewa Petir berpura pura bodoh dengan bersikap layaknya anak kecil.
"Peluk matamu! Berhenti mencari kesempatan terhadap diriku!" Black Dragon memukul Dewa Petir dengan kesal hingga pingsan.
"Ah ... sejak kapan semua orang pergi?" gumam Dewa Petir sebelum pingsan karena pukulan Black Dragon. Dia berkata Demikian karena semua kerumunan orang yang sebelumnya membanjiri ketiga leluhur naga, kini telah lenyap tak bersisa.
'Meskipun kekuatannya di tekan hingga menjadi mahluk fana, Leluhur White Dragon benar benar tidak mudah diprediksi. Siapa kira kalau ternyata dia sanggup melenyapkan seluruh kota hanya dalam hitungan detik tanpa menimbulkan keributan apapun?'
'Sebenarnya teknik kuno macam apa yang baru saja dia gunakan itu!?' Black Dragon sedikit tercengang saat mengingat penampilan White Dragon yang melenyapkan semua orang hanya dengan jentikan jari.
"Apa orang orang itu tiada?" Evil Su Yan merinding ngeri.
"Aku hanya mengirim mereka ke dimensi lain untuk sementara," White Dragon tersenyum lepas.
'Ini gila! Bukankah kultivasinya menurun begitu banyak hingga hampir sama seperti manusia biasa!?'
'Bagaimana bisa dia menggunakan teknik misterius dan kuat seperti itu!' Su Yan terlihat terkejut.
"Apa kita benar benar perlu melakukan ini?" tanya Su Yan ragu.
"Tak baik untuk membuang begitu banyak waktu, karna tubuhmu bisa lenyap kapan saja," White Dragon menunjuk tubuh Su Yan dan Evil Su Yan yang sempat meredup dan berubah transparan menyerupai roh meski hanya sejenak.
"Ini ... ," Su Yan dan Evil Su Yan nampak khawatir.
"Sepertinya aku akan bertemu Xiao Tian tak lama lagi," Su Yan nampak pesimis.
"Kita memang akan bertemu lagi dengan Xiao Tian,
tapi tidak denganmu jika kau tiada dalam waktu dekat ini!" White Dragon menegaskan.
"Tu ... tunggu dulu! Dari apa yang anda ucapkan barusan, bukankah itu berarti bahwa Xiao Tian akan hidup kembali!? Benarkah itu!? Tapi bagaimana? Bukankah kau bilang bahwa jika tubuh dan sisa Jiwanya tak ada maka mustahil bagi kita untuk membangkitkannya!?" Sunlong terdengar bingung.
"Memang mustahil bagi kita untuk membangkitkannya, karena satu satunya yang bisa membuatnya bangkit sekarang hanyalah dia sendiri! Jangan lupa bahwa Kita tak memiliki pecahan Jiwa serta tubuh Xiao Tian untuk menjadi perantara kebangkitannya!" White Dragon menegaskan.
"Bagaimana mungkin orang mati membangkitkan dirinya sendiri! Bukankah itu tidak masuk akal!" Sunlong terdengar kesal karena tak memahami maksud dar ucapan leluhurnya.
"Tentu saja itu bisa! Apa kau melupakan cara itu?" White Dragon menyela.
"Ja ... jangan bilang kalau ... !" Sunlong beretar hebat.
"Ya benar! menjadi pemenang dari turnamen kematian!" White Dragon meneruskan.