
Tepat setelah iblis dimensi dikalahkan, para zombie berubah menjadi debu, Xiao Tian keluar dari retakan dimensi dan berkumpul kembali dengan para temannya, gedung penginapan tempat mereka tidur sebelumnya, diselimuti oleh cahaya terang.
Melihat fenomena itu, Xiao Tian bertanya kepada dewa petir, "Cahaya apa yang mengelilingi bangunan itu?"
Dewa petir pun menjawab.
"Itu adalah cahaya dari sebuah rune sihir, kalian haeus memasuki bangunan itu agar bisa kembali ke alam nyata."
Mendengar jawaban Dewa Petir, Xiao Tian pun mengajak semua teman-temannya memasuki gedung penginapan itu.
Setelah mereka menutup pintu, guncangan bumi pun mulai berasa, itu menandakan bahwa mereka telah berpindah dimensi.
setelah mereka membuka pintu keluar, mereka bernapas lega karena bisa kembali ke dunia nyata, Semua warga menatap mereka dengan wajah kebingungan.
Xiao Tian melihat kesekeliling untuk mencari pemilik penginapan, setelah memperhatikan sekitar dia melihat seorang pria yang bergerak gerik mencurigakan, pria itu lari menjauh ketika Xiao Tian melihatnya, karena wajahnya tertutup kain, Xiao Tian tak bisa mengenali pria itu, karena tak mungkin mengejarnya dengan berlari, Xiao Tian melemparkan jarum ke arah pria itu.
Shut Cleb
Jarum itu mengenai pergelangan kakinya, dan membuat pria itu tak bisa bergerak, Xiao Tian melangkah mendekat dan membuka kain yang menutupi wajah orang itu, seperti yang dia duga , orang itu adalah sang pemilik penginapan.
Karena kesal atas kejadian yang dia alami, Xiao Tian pun menarik kerah pria itu, dan berkata.
"Jelaskan padaku, kenapa kau lari?"
"Dan jelaskan padaku, kenapa kami bisa diganggu iblis, dan seisi penginapan bisa berpindah dimensi!"
Pria itu pun menjawab.
"Maaf kami terpaksa mengirim kalian kepada iblis dimensi, karena jika kami tak mengirimkan tumbal, iblis itu akan membunuh kami semua."
Mendengar jawaban pria itu Xiao Tian hanya bisa menggelengkan kepala.
"Jadi kalian lebih memilih mengorbankan banyak nyawa orang tak bersalah, asalkan kalian tetap hidup?" ucap Xiao Tian dengan hawa membunuh
Melihat Xiao Tian menangkap pemilik penginapan, para warga desa pun berkata.
"Tuan tolong ampuni pak kepala desa."
"Dia melakukan ini demi keamanan kami"
"kami pun mengetahui apa yang dia lakukan, jadi secara tak langsung kami juga bersalah."
"Kami tak ingin kepala desa menanggung dosa sendirian, jika kau ingin membunuhnya, maka bunuh juga kami" ucap para warga desa sambil bersujud
Melihat para warga desa memohon, Xiao tian pun melepaskan kerah baju kepala desa.
"Baiklah aku akan memaagkan kalian kali ini"
"Tapi tak ada kata lain kali, jika ku mendengar kalian melakukan hal ini lagi, maka aku akan datang menghabisi kalian semua." ucap Xiao Tian sambil menghela nafas
"Terimakasih karena mengampuni kami, kami berjanji tak akan melakukan kesalahan ini lagi."
ucap para warga desa
Kaibo dan teman-teman Xiao Tian berjalan mendekati Xiao Tian
"Hei kak Xiao Tian, kita jadi lanjut pergi tidak, Hoam.." ucap Kaibo sambil menguap
"Ayo, kita lanjut!" ucap Jingmi sambil berjalan sempoyongan
"Ada apa dengan kalian?" ucap Xiao Tian kebingungan melihat kondisi Kaibo dan Jingmi
"Itu karena mereka memiliki tubuh bocah 5 tahun, mereka tak sanggup begadang hingga mereka berjalan sempoyongan, bahkan kami semua masih mengantuk, gara-gara tak tidur semalaman." sambung Huang Li
"Haih kalau begitu mau tidak mau kita harus tidur dulu." ucap Xiao Tian sambil menghela nafas
Xiao Tian tak mengantuk karena dia telah menyerap iblis dimensi, sekarang tubuhnya memiliki energi yang melimpah, dia bahkan telah menerobos hingga menjadi petarung emas bintang 8.
"Kalau begitu pergilah tidur di dalam penginapan, aku akan berjaga diatas atap untuk melindungi kalian." ucap Xiao Tian
"Hore.. kita bisa tidur."
"Selamat tidur ketua." ucap Su Yan sambil berjalan menuju ke dalam penginapan.
karena terlalu mengantuk dia pun terjatuh ke tanah.
Bukkk
"Hei Su Yan kau tidak apa-apa?" ucap si Gendut yang berjalan mendekat karena khawatir padanya
Si Gendut tak mengantuk, karena pada dasarnya dia memang tidak sadar semalaman, dia hanya merasakan pegal-pegal karena tubuhnya habis dipakai Huanran untuk bertarung.
Sedangkan Su Yan dan yang lainnya kelelahan karena harus melawan ribuan zombie tanpa berhenti ketika Xiao Tian dan di Gendut melawan iblis dimensi.
Karena merasa badanya pegal-pegal, di Gendut memutuskan untuk tidur, dia menggendong Su Yan ke kamarnya, karena tak tega melihatnya tidur di jalanan.
ketika semua temannya telah masuk kedalam penginapan untuk tidur, Xiao Tian naik ke atas atap untuk berjaga-jaga sambil berkultivasi, dia berkultivasi untuk menstabilkan energi yang telah ia serap dari iblis dimensi.
Waktu pun berlalu, tanpa terasa hari sudah sore, para teman-temannya keluar dari penginapan karena sudah puas tidur seharian, sekarang masalah yang baru adalah, mereka merasa lapar karena belum makan seharian.
Kruyuk...(suara perut semua orang)
"I.. itu bukan suara perutku." ucap Huang Li dengan wajah malu-malu
Duakkk
Huang Li menghajar Su Yan dengan sikutnya, dengan wajah yang penuh dengan amarah dia berkata." beraninya kau menyentuhku!"
"Haih tu anak gak ada kapok-kapoknya." ucap Si Gendut sambil menggelengkan kepala
"Mas Endut gak mau ikutan menggodanya?" ucap Huanran dengan mode cantiknya
"Gak lah, kan aku udah ada kamu." jawab si Gendut
"Ahh mas Endut bisa aja." ucap Huanran sambil malu-malu
"Kamu juga tak ingin manja-manjaan sama kak Huang Li lagi?" tanya Jingmi sambil melihat Kaibo
"Ehm cemburu ya, tenang saja karena dihatiku hanya ada kamu." ucap Kaibo sambil memegang tangan Jingmi
Wajah Jingmi memerah karena gombalan Kaibo, dengan wajah malu-malu dan sedikit senyum terlihat di wajahnya, dia pun berkata.
"Ih sebel deh malah gombal."
"Wah ada apa ini, percintaan anak dibawah umur?"
"Lucunya." ucap para prajurit keluarga Huang yang merasa gemas melihat tingkah Kaibo dan Jingmi
Melihat teman-temannya sudah bangun, Xiao Tian turun dari atas atap, untuk menemui mereka, setelah turun dia berkata.
"Maaf aku belum sempat mencari makan, karena harus menjaga kalian" ucap Xiao Tian
"Tak apa - tak apa, santai saja kita cari saja, kami paham kok, dari pada menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita cari makanan." ucap Huang Li sambil menggendong naga hitam dalam mode kadalnya
"Sejak kapan naga itu ada di tangannya?"
"Dia bahkan terlihat manja di dalam pelukan Huang Li." pikir Xiao Tian karena melihat tingkah laku naga miliknya, yang terlihat begitu manja dengan Huang Li
Ketika mereka ingin pergi mencaei makanan, warga desa berkumpul di depan penginapan, mereka datang sambil membawa banyak makanan.
Melihat perilaku baik warga desa, Su Yan berkata. " kalian tak menaruh racun dimakanan ini kan?" ucap Su Yan dengan wajah pandangan serius sambil memakan makanannya
"Wah tumben nih orang hati-ha..."
"Ehh.. kalau mau bertanya begitu harusnya jangan sambil memakannya dong!" teriak si Gendut yang baru sadar kalau Su Yan bicara sambil makan.
"Kenapa kau marah?"
"Aku kan hanya bertanya kepada mereka, kalau makanan ini ada racunnya tidak." ucap Su Yan sambil memakan buah di depannya
"Kalau ingin mengatakan itu, harusnya kau tidak memakan makanan itu dulu!" teriak si Gendut yang kesal akan tingkah Su Yan
"Kalau tak mau, nanti aku habiskan loh, aku memakannya karena ketua memiliki pil anti racun, kalau aku keracunan tinggal meminta dia mengobatiku, beres deh, perut kenyang nyawapun aman, hehehe." ucap Su Yan
"Wah... tumben otakmu encer." ucap si Gendut dengan wajah kagum
"Kalau begitu biarkan aku bergabung." ucap si Gendut
Si Yan dan si Gendut memakan makanan di hadapannya dengan begitu lahap.
"Haih, kalau soal makan, mereka terlihat begitu kompak, sama-sama rakusnya." ucap Kaibo sambil menghela nafas
"Makan saja , tak apa, seperti yang Su Yan katakan, misalkan makanan itu beracun, kalian tinggal menelan pil milikku." sambung Xiao Tian
"Te.. tenang saja pahlawan, kami tak akan berani menaruh racun dimakanan kalian." ucap salah satu warga desa
Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, Kaibo dan yang lainnya ikut menyantap makanan di hadapan mereka. setelah mereka kenyang, mereka pun melanjutkan perjalanan, mereka menaiki naga hitam raksasa dan meninggalkan desa itu.
#Desa terpencil yang baru saja Xiao Tian tinggalkan
Dimalam yang begitu gelap, terdapat seorang pendekar yang menutupi kepalanya dengan topi kerucut yang biasa dipakai petani, dia memakai baju dengan lambang taring naga di bagian punggungnya. dari arah lembah naga pria itu berjalan memasuki desa dan bertanya pada warga sekitar.
"Apakah anda pernah melihat pria ini?" ucap pendekar itu sambil menunjukkan poster Xiao Tian
karena mengenali poster itu, dan warga desa tak mencurigainya sama sekali, pendekar itu pun akhirnya mengetahui informasi, kemana arah Xiao Tian dan rombongannya pergi.
"Tunggulah, pembalasan kelompok taring naga, pangeran Xiao Tian." ucap pendekar itu
#Jauh dari desa
"Hachu, kenapa aku belakangan ini sering bersin ya?" pikir Xiao Tian
Xiao Tian dan teman-temannya yang telah jauh dari desa itu, melanjutkan terbang semalaman untuk mengejar waktu.
#Note
**Jangan lupa klik like dan komen ya, biar author semangat, dan tolong bantu klik bintang 5 agar author semakin semangat.
Karena semua itu gratis, terimakasih karena membantu novel ini tetap berjalan, tanpa like dan dukungan daei kalian, novel ini mungkin bisa hiatus seperti novel-novel lain
Aku ada karena kalian ada, 🙂🙂🙂🙂
selamat membaca**