Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 166 : Xiao Tian dan para siluman harimau


Xiao Tian telah kembali sadar dari amukannya. Dia tak mengingat apapun setelah mencoba menggunakan kekuatan qi yang berelemen kegelapan.


Banyak hal yang berbeda pada tubuh Xiao Tian, sejak dirinya kembali tersadar. Dimulai dari kultivasinya yang melonjak tajam, hingga ke relik-relic yang berada di dalam tubuhnya.


Awalnya dia seorang kaisar petarung lapisan puncak, namun kini tingkatan kekuatannya berada pada tingkat legenda petarung bintang lima. Sedangkan relik yang dia miliki adalah relik beku, relik ruang hampa, dan relik perak.


Ketika Xiao Tian masih mencoba memahami apa yang terjadi dengan tubuhnya, Dewa Petir muncul di hadapan Xiao Tian. Menyambar kerah bajunya, lalu menariknya mendekat dengan kasar.


"Apa kau lupa dengan apa yang telah aku katakan padamu!"


"Kenapa kau memaksa menggunakan elemen kegelapan!" bentak Dewa Petir dengan wajah yang serius.


"Tentu saja aku mengingatnya." balas Xiao Tian dengan wajah menyesal.


"Kalau kau mengingatnya, kenapa kau memaksa melanggar perintahku!" tegas Dewa Petir sambil menarik kerah baju Xiao Tian.


Dewa Petir terus mengomeli Xiao Tian dengan mengucapkan kata-kata kasar. Sedangkan Xiao Tian hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Dia tak membalas ucapan Dewa Petir sama sekali, hanya berdiam diri hingga Dewa Petir berhenti mengomel.


Melihat Xiao Tian tak menganggukkan atau menggelengkan kepala, Dewa Petir baru sadar bahwa Xiao Tian tak mendengar omelanya.


Karena merasa bahwa Xiao Tian tak menghargianya, Dewa Petir pun berkata.


"Kenapa kau diam saja!"


Dengan pandangan yang masih tertunduk, Xiao Tian berkata.


"Jika kau ingin tahu kenapa aku diam sejak tadi, tolong singkirkan tanganmu dari kerah bajuku." jelas Xiao Tian.


Dewa Petir melepaskan kerah baju milik Xiao Tian, lalu berkata.


"Aku sudah melepaskan kerah bajumu, sekarang katakan padaku apa alasanmu melakukan semua itu!"


"Sebelum menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya."


"Apakah ada cara lain untuk mengalahkan raja iblis Lanbing?" sambung Xiao Tian.


Mendengar ucapan Xiao Tian, Dewa Petir berdiam diri karena tak punya jawaban untuk pertanyaan Xiao Tian. Melihat Dewa Petir mematung karena pertanyaannya, Xiao Tian pun berkata.


"Tidak ada bukan?"


"Memang hanya itu, satu-satunya cara untuk melawan raja iblis Lanbing yang telah berubah menjadi beruang kutub raksasa." jelas Xiao Tian.


Dewa Petir melarang Xiao Tian bukan tanpa alasan. Itu semua karena bola sinar hitam yang di dalam tubuh Xiao Tian bukanlah bola sembarangan.


Bola sinar hitam tersebut merupakan perwujudan kekuatan kegelapan. Bola tersebut juga bisa disebut sebagai kutukan dari para dewa. Biasanya seseorang yang telah menerima bola sinar hitam pasti akan menjadi tidak waras, dan akan kehilangan hati nuraninya.


Alasan mengapa Xiao Tian masih bisa menahan kekuatan bola sinar hitam yaitu karena dia memiliki gelang Dewa yang menempel di tangan kirinya. Selagi gelang tersebut masih ada di tangan Xiao Tian, maka kekuatan kegelapan tidak akan bisa mengambil alih tubuh Xiao Tian dalam jangka waktu yang lama.


Akan tetapi, gelang Dewa juga memiliki kelemahan. Jika gelang tersebut dipakai oleh seseorang yang memiliki kecocokan dengan kekuatan elemen kegelapan, maka keampuhan gelang tersebut akan berkurang.


Karena Xiao Tian memiliki kecocokan dengan semua elemen maka otomatis dia juga memiliki kekuatan elemen kegelapan. Alasan mengapa gelang Dewa masih bisa berfungsi dengan baik yaitu karena Xiao Tian juga memiliki kecocokan dengan elemen cahaya.


Keampuhan gelang Dewa, bisa bertambah jika seseorang memiliki kecocokan dengan elemen cahaya. Karena Xiao Tian memiliki elemen cahaya dan kegelapan, maka gelang Dewa masih bisa berfungsi dengan baik.


Xiao Tian merupakan manusia pertama yang bisa mengendalikan elemen kegelapan dan elemen cahaya. Elemen yang mewakili kejahatan serta kebaikan. Dewa petir menyuruh Xiao Tian agar tak mempelajari elemen kegelapan yaitu untuk menjaga keampuhan gelang Dewa.


Sejak Xiao Tian dirasuki bola sinar hitam, Dewa Petir ingin mengajarkan Xiao Tian tentang elemen cahaya terlebih dulu. Semua itu untuk menjaga keampuhan gelang Dewa.


Bola sinar hitam bisa membuat seseorang larut dalam kegelapan, tak mampu mengendalikan diri, bahkan bisa membuat seseorang menjadi gila.


Gelang Dewa akan mengalami keretakan jika kekuatan bola sinar hitam mulai mendominasi. Oleh karena itu, ketika Xiao Tian menggunakan elemen kegelapan, Gelang tersebut mulai kehilangan kemampuannya sedikit demi sedikit.


Karena ini kedua kalinya Xiao Tian kehilangan kendali akan tubuhnya, gelang Dewa mengalami sedikit keretakan di bagian bawah gelang tersebut. Semakin sering Xiao Tian kehilangan kendali, maka semakin banyak keretakan yang akan muncul pada gelang Dewa. Semakin banyak retakan di gelang Dewa, maka semakin lama durasi Xiao Tian ketika mengamuk. Dewa Petir menjelaskan semua efek samping itu untuk memperingatkan Xiao Tian.


Setelah mendengar penjelasan Dewa Petir, Xiao Tian pun mulai mengerti akan situasinya kali ini. Dia berjanji berjanji kepada Dewa Petir bahwa dia tidak akan memakai kekuatan elemen kegelapan selagi nyawanya tidak terancam.


Setelah mengucapkan janji kepada Dewa Petir, Xiao Tian membuka portal ruang hampa. Para siluman harimau beserta Kaibo keluar dari dalam portal tersebut. Para siluman harimau bersujud kepada Xiao Tian dan memohon ampun atas ketidak patuhan mereka. Mereka juga berterima kasih atas kebaikan Xiao Tian yang telah menolong nyawa mereka meski telah melanggar perintahnya.


Xiao Tian menyuruh mereka berdiri, lalu memberi perintah untuk mengurus tubuh raja iblis Lanbing yang telah membuat mereka sengsara selama ini.


Ketika Xiao Tian menyuruh mereka mengurus mayat raja iblis Lanbing, para siluman harimau melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu.


"Apa yang kalian cari?"


"Mayat raja iblis Lanbing berada tepat di samping kaki kananku." ucap Xiao Tian.


"Maaf Dewa Obat Xiao Tian, kami sedang mencari tuan Tailung. Apakah kau tahu dimana dia berada?"


"Kami tak bertemu dengannya di ruang hampa, kami juga tak menemukannya disini."


"Bisakah kau beritahu kami, dimana dia sekarang?" tanya salah satu siluman harimau.


Xiao Tian mengepalkan kedua tangannya, menggertakkan kedua giginya. Wajahnya berubah murung, air mata perlahan mengalir melewati pipinya. Dia baru ingat mengenai apa yang terjadi dengan Tailung. Dengan berat hati dia harus menceritakan kepada para siluman harimau tentang apa yang terjadi dengan pemimpin mereka.


"Tailung telah tiada, semua adalah salahku yang tidak bisa menolongnya di saat yang tepat."


"Tubuhnya telah hancur berkeping-keping. Tak ada satupun bagian tubuhnya yang tersisa." jelas Xiao Tian dengan wajah yang sedih.


Para siluman harimau kehilangan kata-kata, mereka masih tak percaya dengan apa yang Xiao Tian katakan. Mereka terus bertanya kepada Xiao Tian dan memastikan bahwa dia tidak sedang bercanda. Namun jawaban Xiao Tian masih tetap sama, karena kenyataan memang tidak bisa dirubah. Kematian Tailung membuat para siluman harimau kehilangan tujuan mereka.


"Ini tidak mungkin, tuan Tailung kita telah tiada. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap para siluman harimau sambil menatap ke bawah lutut mereka.


Meski mereka telah memperoleh istana mereka kembali, para siluman harimau mengalami kesedihan yang jauh lebih berat dibandingkan kehilangan tanah air mereka.


Kehilangan seorang pemimpin yang sangat mereka kagumi dan selalu mereka jadikan panutan, merupakan pukulan keras bagi para siluman harimau.


Xiao Tian tak bisa membantu mengurangi kesedihan mereka. Satu-satunya yang bisa ia lakukan yaitu menggantikan mereka mengurus mayat raja iblis Lqnbing yang sangat mereka benci.


Xiao Tian membakar tubuh raja iblis Lanbing dengan api biru miliknya, tubuhnya tak sekeras sewaktu hidup karena semua relik dalam tubuhnya telah menghilang. Setelah membakar tubuh raja iblis Lanbing hingga menjadi debu. setelah membakar habis tubuh raja iblis Lanbing, Xiao Tian beranjak pergi dari tampatnya.


"Aku pamit undur diri, jagalah istana es dengan baik dan jangan gunakan penjara suci untuk kejahatan." ucap Xiao Tian sambil melangkah pergi.


"Tunggu!"


"Tolong jadilah pengganti tuan tailung, pimpinlah istana es agar kami memiliki seseorang untuk kami ikuti." ucap para siluman harimau sambil bersujud kepada Xiao Tian.


"Tolong jadilah pemimpin kami!" ucap para siluman harimau sambil bersujud kepada Xiao Tian.


"Tapi aku hanyalah seorang manusia." sambung Xiao Tian.


"Kami tak perduli kau dari bangsa manusia atau bangsa manapun, asalkan itu dirimu maka kami bersedia untuk mengucapkan sumpah setia kepadamu." ucap para siluman harimau sambil bersujud kepada Xiao Tian.


Ketika Xiao Tian ingin menolak permintaan mereka, Dewa petir memberi saran kepada Xiao Tian agar menerima tawaran para siluman harimau. Karena telah berjanji akan mengikuti semua perintah Dewa Petir, Xiao Tian pun akhirnya menerima permintaan para siluman harimau.


Bersambung....