Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 357 : Menikahi Jia Li bagian kedua


"Pangeran Xiao Tian, putra mahkota dari kerajaan petir sekaligus raja dari kelima kerajaan siluman. Apakah anda bersedia untuk menerima putri Jia Li, putri dari kerajaan Awan sebagai istri anda?" tanya Huang Xuxi yang bertindak sebagai penghulu dari klan Huang.


"Saya bersedia," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.


"Apakah putri Jia Li, putri dari kerajaan Awan. Mau menerima pangeran Xiao Tian sebagai suami?" tanya Huang Xuxi sambil menatap putri Jia Li.


"Aku bersedia," jawab putri Jia Li sambil tersenyum.


"Dengan ini saya nyatakan kalau pangeran Xiao Tian dan putri Jia Li telah menerima satu sama lain. Dan menjadi sepasang suami istri yang akan bersatu baik dalam suka maupun duka," ucap Huang Xuxi sambil menatap kedua mempelai.


Setelah pernikahan Xiao Tian dan putri Jia Li selesai tanpa gangguan, Raja Xiao Zhaoye mengejutkan semua orang disaat dia diberi kesempatan untuk berbicara dihadapan semua orang.


Semua orang terkejut karena raja Xiao Zhaoye tak hanya menyampaikan ungkapan selamat terhadap putranya saja. Namun dia juga menyatakan hal yang tak pernah terpikirkan oleh semua orang. Saat itu tepat setelah dia mengungkapkan ucapan selamat,


kepada putranya. Dia mengatakan bahwa Xiao Tian telah resmi menjadi raja baru kerajaan petir.


"Selamat kepada putraku karena telah resmi menikah dengan gadis pujaannya. Sebagai hadiah pernikahan, aku memutuskan untuk turun tahta, dan secara sadar menyatakan bahwa Xiao Tian telah resmi menjadi raja dari kerajaan petir," ucap raja Xiao Zhaoye sambil menghadap semua orang.


"Hidup yang mulia maharaja Xiao Tian!" ucap para siluman.


"Hidup!" teriak semua orang.


"Hidup yang mulia ratu Jia Li!"


ucap para siluman.


"Hidup!" teriak semua orang.


"Ayah, kau ... ," ucap Xiao Tian sambil melirik ke raja Xiao Zhaoye.


"Dengan diangkatnya Xiao Tian menjadi raja, maka putri Jia Li telah resmi menjadi ratu dari kerajaan petir sekaligus ratu dari kerajaan Awan!" ucap Xiao Hong sambil memotong ucapan Xiao Tian.


"Apa maksud ibu?"


"Kerajaan Awan kan telah lama runtuh karena rajanya telah aku habisi?"


"Dan bukankah kita mengabaikan kerajaan itu begitu saja karena disibukkan oleh hal lain?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Apa maksudmu?" tanya Xiao Hong sambil menatap Xiao Tian.


"Ingatkah engkau tentang penyerangan sekte iblis?"


"Dan disana ada pasukan kerajaan Awan yang datang untuk membantu kalian. Meskipun mereka tak kuat dan mudah diratakan, prajurit prajurit itu datang atas perintah ibumu ini. Selagi kamu disibukkan oleh urusan kerajaan Angin, ibu menyuruh pasukan bayangan untuk mengambil alih pemerintahan kerajaan itu," jelas Xiao Hong sambil menatap putranya.


"Tunggu dulu!"


"Sekte iblis?"


"Kerajaan Angin?"


"Apakah ingatan ibu telah kembali?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Xiao Hong.


"Tak hanya ibumu yang telah mengingat kembali segalanya. Aku serta semua orang yang ada disini juga telah mengingat segala hal yang sempat kami lupakan," ucap Xiao Zhaoye sambil melirik ke arah Xiao Tian.


"Kami juga mengingat kejadian saat Wukong dan pasukan langit melawan pimpinan dari sekte iblis," sambung Si Gendut sambil menatap mata Xiao Tian.


"Kalian ... ," ucap Xiao Tian sambil menatap teman temannya.


"Selain itu, identitas ibumu sebagai Topeng Bencana pun telah kami ingat kembali. Sebab itu sejak tadi tak ada yang berani menyelanya," ucap Huanran sambil menatap mata Xiao Tian.


"Oh iya, aku jadi kangen naga biru," ucap Jingmi sambil meneteskan air mata.


"Bicara soal naga biru, apakah kalian melihat dimana naga hitam berada?" tanya Xiao Tian sambil menatap semua orang.


"Ah, dia ditawan oleh Dian Zheng. Dia tak mau ikut keluar, tapi tak mau sepenuhnya menyendiri," ucap Su Yan sambil menghela napas.


"Begitu ya ... ," ucap Xiao Tian sambil menatap Su Yan.


"Bicara soal ingatan, apakah ingatan Dian Zheng juga telah kembali?" tanya Xiao Tian sambil menatap Su Yan.


"Aku rasa belum, soalnya dia masih bersikap seperti biasa," jelas Su Yan sambil menatap Xiao Tian.


"Apakah karena Dewa petir dan Wukong memberi segel ingatan yang lebih kuat kepada Dian Zheng?"


"Tapi, kenapa aku merasa ada yang salah ya?" pikir Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.