Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 448 : Teknik pemurni jiwa


"Sekarang kau sudah bisa mempraktekkan teknik pengembangan aura Dewa dan teknik pemurnian jiwa. Tapi istirahatlah terlebih dahulu, agar kau pulih dari rasa penatmu," ucap roh kera suci sambil memasang tampang serius.


"Terimakasih atas sarannya. Oh iya, kalau boleh tahu. Kenapa aku harus mempraktekkan teknik pengendali aura terlebih dahulu tadi?" tanya Xiao Tian dengan tampang serius.


"Aura Dewa bersifat menghancurkan aura lain yang lebih lemah darinya. Kau harus memastikan bahwa aura lain sudah sekuat aura Dewa sebelum meningkatkan aura Dewamu. Jika tidak, maka aura lain yang terikat pada tubuhmu akan diserang oleh Aura Dewa hingga lenyap total," jelas roh kera suci dengan tampang serius.


"Selain rasa sakit yang dapat dirasakan pemilik aura, apakah lenyapnya aura lain di dalam tubuh juga dapat mempengaruhi nyawa?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Apakah salah satu perwujudan auramu memperingatkanmu?" tanya roh kera suci.


"Ya," angguk Xiao Tian.


"Kasus ringan berakibat turunnya kultivasi, sedangkan kasus terburuknya memang kematian,"


"Oleh karena itu, tak banyak Dewa yang memilih untuk menyegel aura lain mereka untuk mengurangi resiko kematian."


"Namun ada pula yang dapat bertahan dengan ketiga jenis aura dan berhasil mengendalikannya,"


"Dan orang itu adalah Dewa iblis Yongheng."


"Sayangnya jenius itu malah jatuh ke sisi yang salah. Sungguh disayangkan," ucap roh kera suci sambil menghela napas.


"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil menghela napasnya.


"Berhenti memikirkan hal yang tak perlu, istirahatkan tubuhmu sekarang juga," sambung roh tikus suci dengan tubuh yang memudar.


"Aku mengerti," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat. Dia tak menyadari tubuh roh tikus yang memudar pada awalnya, karena dalam posisi menunduk sambil kemberi hormat.


Ketika Xiao Tian selesai memberi hormat, ketiga roh suci yang simbolnya sudah terikat oleh Xiao Tian menghilang dari dimensi merah. Tubuh mereka memudar secara bersamaan begitu saja.


Bingung akan apa yang dia lihat, Xiao Tian pun berkata, "Kemana roh tikus, naga dan harimau pergi?"


"Mereka kembali ke aliran waktu, karena sudah mengikatkan simbol suci mereka," jawab roh ular suci dengan serius.


"Kembali ke aliran waktu?"


"Apakah aku akan dipaksa kembali juga, setelah mewarisi dua belas simbol roh suci?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Portal ke alam nyata memang akan muncul setelah kami semua menghilang. Tapi kau tak harus pergi memasuki portal tersebut sebelum kau benar benar siap," jawab roh kera suci sambil menatap Xiao Tian.


"Kusarankan agar tetap disini meski sudah mewarisi semua simbol kami nanti," sambung roh kambing suci sambil menatap mata Xiao Tian.


"Setidaknya, bertahanlah sampai kau memegang salah satu dari pedang aura milik ketiga perwujudan auramu," sambung roh kerbau suci sambil memasang tampang serius.


"Apa keistimewaan pedang pedang itu?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Di alam semesta ini terdapat beberapa jenis aura. Dimulai dari aura pedang, aura naga, aura siluman, aura iblis, dan aura Dewa. Setiap aura diwakili oleh sebuah perwujudan yang memegang pedang aura. Pedang tersebut akan diwariskan kepada pengguna aura ketika berhasil mengalahkan perwujudan aura dalam pertarungan di alam kehampaan."


"Aku tak tahu pasti tentang apa fungsi dari pedang tersebut, tapi para budha pernah mengatakan bahwa pedang tersebut memiliki keistimewaan yang bisa digunakan untuk mengguncang alam Langit," jelar roh kera suci dengan serius.


"Berdasarkan dari ceritamu, aku bukanlah satu satunya yang pernah bertemu dengan perwujudan aura. Dan berdasarkan dari apa yang kudengar dari para perwujudan aura, aku adalah orang terlemah dari sekian banyak orang yang pernah bertemu dengan mereka. Apa yang membuatmu yakin kalau aku dapat mengalahkan perwujudan auraku?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Normalnya seorang Dewa dapat memasuki alam kehampaan dan melihat perwujudan aura mereka saat sudah mencapai pendekar alam Dewa. Dan perwujudan dari aura biasanya dua kali lipat lebih kuat dari penggunanya."


"Itulah alasan mengapa tak ada yang bisa mengalahkannya," jelas roh kera suci dengan tampang serius.


"Kalau semua perwujudan aura sekuat itu, lalu apa yang membedakan aku dengan mereka?"


"Kau bukanlah orang pertama yang pernah terikat dengan roh legendaris ular Yin dan Yang. Dulu juga ada orang sepertimu, dan berhasil memasuki alam kehampaan saat sudah menjadi Dewa. Namun selalu gagal mengalahkan perwujudan auranya karena masih merasakan perbedaan kekuatan," sambung roh kerbau suci dengan tampang serius.


"Kalau roh beladiri bukanlah alasannya, lalu apa?" tanya Xiao Tian dengan tampang bingung.


"Gulungan langit, dan metode pengendali aura,"


"Teknik itu adalah teknik rahasia milik seorang budha, kau beruntung karena Kaisar Langit telah memberikannya kepadamu," jawab roh ular suci dengan tampang serius.


"Kalau memang begitu, kenapa Kaisar Langit tak mempelajarinya sendiri ya?" ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Karena dia tak memiliki aura lain selain aura Dewa," sambung roh ular dengan serius.


"Ah ... , aku mengerti," ucap Xiao Tian sambil menempelkan kepalan tangan kanan ke telapak tangan kirinya.


#######


Setelah menanyakan beberapa halnyang mengganjal dalam pikirannya, Xiao Tian kembali duduk bersila. Dia berkultivasi untuk mengembalikan energi serta menghilangkan rasa lelahnya.


"Kultivasiku telah menurun akibat benturan ketiga perwujudan aura sebelumnya. Satu satunya cara untuk mengembalikan kekuatanku adalah berkultivasi di tempat ini."


"Awalnya kupikir tempat ini rendah akan energi qi, namun ternyata aku salah."


"Bahkan tanpa bantuan roh beladiri ular Yin dan Yang saja, aku dapat merasakan begitu banyak energi qi murni yang terserap."


"Apa yang terjadi jika aku mengaktifkan roh beladiriku ya?" pikir Xiao Tian sambil tersenyum.


Selang beberapa detik setelah memikirkan ide gilanya, Xiao Tian langsung mengaktifkan roh bela diri ular Yin dan Yang dengan kekuatan maksimal. Dan benar saja, aliran qi murni yang cukup deras langsung mengalir mengisi dantiannya.


Saat telah mencapai kapasitas maksimum, dia pun mulai menerobos.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, mau berapa banyak dia menerobos?"


"Bukankah penerobosan paksa dapat membuat dia kesakitan?"


"Kenapa dia tak terlihat kesakitan sama sekali?"


"Apa apaan ini?" ucap roh kambing suci dengan tampang terkejut.


Xiao Tian menerobos seperti orang gila di tingkat seorang immortal. Dan berhenti disaat sudah mencapai tingkat pendekar alam immortal lapisan ke sembilan.


Melihat Xiao Tian tak menderita luka sama sekali saat sudah menghentikan penerobosan, roh kera suci menatap Xiao Tian dengan serius dan berkata, "Bagaimana bisa kau tak merasa kesakitan setelah menerobos lebih dari satu lapisan?"


"Salah satu dari teknik gulungan langit, teknik pemurni jiwa. Selagi teknik ini disatukan dengan roh beladiri ular Yin dan Yang, penerobosan tidaklah terasa sakit lagi. Dengan bayaran mengorbankan seluruh kekuatan jiwa milikku. Normalnya teknik ini akan membuatku pingsan berhari hari setelah digunakan. Namun karena simbol roh tikus suci, kekuatan jiwaku benar benar terisi penuh kembali," ucap Xiao Tian sambil menatap lawan bicaranya.


"Kalau teknik itu sekuat itu, kenapa kau berhenti berkultivasi sekarang?" tanya roh kera suci dengan tampang serius.


"Sebenarnya akupun tak mau menghentikannya, hanya saja durasinya memang hanya beberapa menit saja,"


"Dan sialnya teknik ini termasuk teknik terlarang yang akan membunuh penggunanya setelah digunakan lebih dari tiga kali dalam seumur hidup. Dengan kata lain, sekarang aku hanya memiliki dua kesempatan lagi. Dan akan kulakukan lagi," jawab Xiao Tian dengan serius.


"Kenapa begitu?" tanya roh kera suci.


"Karena jika aku melakukannya lagi sekarang, aku takut tubuhku meledak karena pondasi yang belum diperkuat," jelas Xiao Tian dengan tampang serius.


"Ah benar juga, saking semangatnya aku malah lupa akan hal tersebut," ucap roh kera suci sambil menepuk dahinya.