
Xiao Tian masih dalam keadaan menundukkan kepala dengan telapak tangan yang dirapatkan. Jari jarinya menghadap ke atas langit seperti seseorang yang sedang berdoa atau memohon ampunan.
Sedangkan Dewa Kera Sun Wu Kong masih berdiri tegak tepat di samping kanannya.
Sambil menyodorkan tangannya, Wu Kong berkata, "Berikan aku lengan kirimu."
Xiao Tian menyodorkan lengan kirinya ke arah kanan hingga tangan kirinya dapat diraih oleh telapak tangan Sun Wu Kong.
Setelah Xiao Tian menyodorkan tangannya, Dewa Kera Sun Wu Kong langsung menggenggam pergelangan tangan kiri Xiao Tian yang diselimuti Gelang dewa.
Sejak Wu Kong menyentuh gelang Dewa, gelang tersebut langsung bereaksi mengeluarkan sinar emas yang cukup menyilaukan mata.
Bersamaan dengan munculnya sinar emas, retakan yang ada dibagian luar gelang Dewa perlahan memudar hingga tak bersisa.
Setelah memperbaiki gelang Dewa, Wu Kong melepaskan tangan kiri Xiao Tian lalu berjalan memutari tubuhnya.
Ketika telah berdiri tepat di belakang punggung Xiao Tian, Dewa Kera Sun Wu Kong pun berkata,
"Angkat kepalamu dan pasanglah kuda kuda yang sempurna, aku akan membuka gerbang alam roh sambil menepuk punggungmu."
"Ini akan terasa cukup sakit, jadi cobalah tahan dengan sekuat tenaga."
"Baik, Dewa Kera." Xiao Tian memasang kuda kuda tengah, dengan posisi kedua kaki sejajar dan di buka kurang lebih 2 kali lebar bahu.
Kedua kaki di tekuk, badan tegap, berat badan terbagi rata diantara dua kaki, sedangkan bagian pinggir pergelangan tangan kanan dan kirinya menempel dengan pinggangnya.
Sambil mengepalkan kedua telapak tangannya yang menghadap ke atas langit, Xiao Tian pun berkata, "Lakukanlah, aku sudah siap Dewa Kera."
"Baiklah, kalau begitu akan kumulai proses pembukaan gerbang alam roh." Wu Kong memusatkan kekuatan qi di telapak tangan kanannya. Lalu menepuk punggung Xiao Tian sepelan mungkin.
Bersamaan dengan menempelnya telapak tangan Wu Kong, aura hitam muncul hingga menyelimuti seluruh tubuh Xiao Tian.
Matanya memerah dan tetesan darah mengalir keluar dari mulutnya.
"Be ... ra ... ninya kau mengusikku , Kera Sialan" ucap sisi lain Xiao Tian dengan terbata bata.
Sisi laij Xiao Tian berusaha menguasai tubuh Xiao Tian. Namun baru beberapa detik dia berhasil menguasai mulut Xiao Tian, gelang Dewa bereaksi mengeluarkan sinar emas yang menyilaukan mata.
Bersamaan dengan bersinarnya gelang Dewa, aura hitam di seluruh tubuh Xiao Tian terhisap masuk ke dalam gelang Dewa tanpa sisa sedikitpun. Setelah aura hitam menghilang, mata merah Xiao Tian pun mulai kembali ke warna aslinya.
Ketika Xiao Tian memperoleh kesadarannya kembali, sebuah lingkaran sihir muncul di permukaan punggung pakaian Xiao Tian yang berpusat pada telapak tangan Wu Kong.
Tak lama setelah itu, sebuah lingkaran sihir yang lain muncul di permukaan luar pakaian Xiao Tian di sisi yang lainnya. Lingkaran sihir yang kedua berpusat diantara dua dada Xiao Tian.
Setelah lingkaran sihir kedua muncul, Wu Kong menarik napasnya begitu dalam lalu menghempaskannya dengan begitu keras.
Bersamaan dengan keluarnya udara dari hidung Wu Kong, lingkaran sihir yang kedua terdorong maju hingga tak menempel lagi dengan permukaan pakaian Xiao Tian.
Setelah berjarak dua langkah kaki orang dewasa dari tubuh Xiao Tian, lingkaran sihir tersebut berputar di atas udara lalu berubah menjadi sebuah portal emas yang terus melebar hingga menempel ke permukaan tanah.
Bersamaan dengan munculnya portal emas, mata Xiao Tian mulai tertutup dan rohnya pun mulai terpisah dari tubuh fisiknya.
Hal pertama yang Xiao Tian lihat saat terpisah dari raganya yaitu sebuah portal emas yang berada tepat di hadapannya.
Saat menoleh ke arah belakang, dia melihat tubuhnya yang masih memasang kuda kuda sempurna dengan darah yang terus menetes keluar dari dalam mulutnya.
Selain itu, tubuh fisik Xiao Tian juga mengepalkan tangannya begitu kencang hingga meneteskan darah dengan tubuh yang gemetaran seperti sedang menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Apakah itu tubuhku?" ucap Xiao Tian.
"Kenapa reaksi tubuhku semakin dahsyat semenjak rohku keluar," pikir Xiao Tian.
Ketika menoleh ke atas pundak kanannya dia melihat Sunlong yang menoleh ke samping kiri sambil menatap bibir Xiao Tian yang terus meneteskan darah kental.
"Ada apa dengan manusia ini?"
"Apa dia sudah gila?"
"Padahal dia tahu betul, jika dia gagal melakukan ujian alam roh maka rohnya akan terjebak di alam roh selamanya. Sedangkan aku tak akan mendapatkan resiko sedikitpun walau dia gagal atau berhasil," pikir Sunlong sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.
Tanpa disadari, air mata Sunlong mulai menetes keluar sejak dia menatap fisik Xiao Tian.
Sunlong merasa tersentuh terhadap perbuatan Xiao Tian, karena rela mengorbankan nyawa demi membebaskannya dari belenggu kontrak.
Ujian alam roh merupakan ujian yang sangat sulit dan beresiko terhadap pemegang kontrak, sedangkan roh bela diri seperti Sunlong tak akan mendapat hal buruk meskipun Xiao Tian gagal dalam ujian alam roh.
Meski Xiao Tian gagal melakukan ujian alam roh, tubuhnya tak ikut mati. Hanya saja rohnya tak bisa kembali ke alam nyata. Disaat itu terjadi Sunlong tetap diuntungkan karena dia bisa merasuki tubuh Xiao Tian dan bisa menggunakannya sesuka hati.
Meski tahu kalau dia lebih diuntungkan jika Xiao Tian gagal dalam melakukan ujian alam roh, dalam hati kecilnya, Sunlong menginginkan keberhasilan Xiao Tian.
Setelah air mata Sunlong menetes ke punggung tangannya sendiri, dia pun mulai sadar bahwa sedang menatap Xiao Tian sambil mengeluarkan air mata.
"Cih, kenapa aku menangis?"
"Aku tak boleh luluh, tak ada manusia yang bisa dipercaya. Dia pasti melakukan ini demi mendapatkan sesuatu dariku," pikir Sunlong sambil menghapus air matanya.
Melihat Sunlong menatap fisiknya sambil menangis, Xiao Tian pun menatapnya dengan tatapan sedih. Sambil meneteskan air mata Xiao Tian pun berkata, "Sunlong ... ,"
Bersamaan dengan roh Xiao Tian yang mulai menangis, fisik Xiao Tian pun ikut meneteskan air mata sambil tersenyum tipis.
Sunlong yang saat itu masih menatap fisik Xiao Tian, merasa heran dengan reaksi tubuh Xiao Tian. Ini pertama kalinya dia mengetahui kalau seorang manusia bisa tersenyum sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.
Selain Wu Kong dan Dewa Petir, tak ada yang bisa melihat roh Xiao Tian. Oleh sebab itu, Sunlong tak merespon ucapan Xiao Tian.
Ketika Xiao Tian masih menatap Sunlong, suara Wu Kong terngiang di kepala Xiao Tian.
Dengan nada lantang dia berkata, "Kenapa kau malah melamun?"
"cepat berbaliklah menghadap portal, lalu masuki portal tersebut untuk melakukan ujian alam roh. Waktuku sudah tak banyak lagi. Jika kau tak segera pergi, Su Yan akan bertukar tempat denganku bersamaan dengan berakhirnya efek sihir terlarang."
Sadar bahwa dia telah membuang-buang waktu, Xiao Tian pun langsung berbalik menghadap portal. Kemudian langsung melangkah maju mendekati portal.
Sebelum memasuki portal Xiao Tian melirik ke arah Sunlong sambil berkata, "Jangan khawatir, aku pasti akan kembali dengan selamat."
Setelah memasuki portal emas, Xiao Tian tiba di hadapan gerbang emas raksasa yang tertutup rapat. Di luar gerbang raksasa tersebut terbentang daratan awan yang begitu luas.
"Inikah gerbang alam roh?"
"Bagaimana caraku membuka gerbang ini?" ucap Xiao Tian dengan heran.
Karena tak tahu apa yang harus dia lakukan, Xiao Tian pun berjalan mendekati gerbang.
Ketika dia baru berjarak tiga langkah dari gerbang, sebuah suara yang memekakkan telinga terdengar dari dalam gerbang alam roh.
"Katakan apa alasanmu datang kemari, manusia!"
"Disini adalah wilayah orang mati, kembalilah kedalam ragamu karena kau belum memiliki ijin untuk memasuki gerbang alam roh."
Setelah mendengar suara misterius yang memekakkan telinga, Xiao Tian pun menundukkan kepala sambil memberi hormat.
Dengan nada yang sopan, dia pun berkata.
"Aku kemari untuk melakukan ujian alam roh, tolong ijinkan aku memasuki gerbang dan melakukan ujiannya."
"Ujian alam roh?"
" Siapa yang mengirimmu kemari?" ucap suara misterius di dalam gerbang.
"Dewa Kera Sun Wu Kong," jawab Xiao Tian sambil memberi hormat.
Setelah mendengar jawaban Xiao Tian, gerbang alam roh pun terbuka. Asap putih yang begitu tebal keluar dari dalam gerbang tersebut hingga membuat Xiao Tian tak bisa melihat dengan jelas bagian dalam dari gerbang raksasa itu. Namun karena tekadnya telah bulat, dia pun melanjutkan langkahnya hingga memasuki gerbang alam roh.
"Tunggu aku, Sunlong. Aku pasti akan menyelesaikan ujian ini dan membebaskanmu dari belenggu kontrak roh beladiri," pikir Xiao Tian sambil berjalan dengan penuh percaya diri.