
Setelah melanjutkan perjalanan cukup jauh Xiao Tian Dan rombongannya tidur di tengah hutan karena sudah sangat mengantuk. Mereka bergiliran berjaga di malam hari, Dan mengikat Kaibo karena beberapa kali berusaha melarikan diri.
"Kakak tampan tolong lepaskan aku, Aku berjanji tak akan kabur lagi." Ucap Kaibo dengan wajah imutnya
"Percuma saja, Aku tak akan tertipu wajah imutmu itu, Kau sudah puluhan kali berusaha kabur saat mereka berjaga, Sekarang giliranku berjaga, Kau tak akan bisa kabur lagi." Ucap Xiao Tian
"Kalau tidak salah, poster kami sudah disebar ya, Untuk jaga-jaga sebaiknya kami memakai topeng dan perubah suara." pikir Xiao Tian
"Hei Kaibo, Apakah kau ingat dari mana kau dapat item sihir perubah suara ini?" Ucap Xiao Tian
"Aku merebutnya dari para petarung yang mati di hutan larangan itu." Ucap Kaibo
"Aku dengar tak pernah ada orang yang kembali setelah masuk hutan tempat kau tinggal, Apakah kau yang membunuh mereka." Ucap Xiao Tian
"Aku memang membenci manusia, Dan aku suka membunuh manusia yang keji, Tapi aku tak membunuh semua manusia yang ada disini, Aku hanya memperingati mereka, Kebanyakan dari mereka takut dan pergi melarikan diri, Tapi mereka membawa buah apel ungu itu, Sepertinya mereka memakannya dan mati di jalan, Dan mayatnya dimakan binatang buas." Ucap Kaibo
"Ahhaha kau ini masih bisa berpura-pura menjadi iblis setelah dipermainkan Su Yan dan si gendut ya." Ucap Xiao Tian
"Brengsek kalau bukan karena wujud ini aku pasti sudah membunuh kalian!" Ucap Kaibo
"Apa kau berkata kasar lagi?" Ucap Xiao Tian
"Ah kakak tampan pasti salah dengar." Ucap Kaibo
"Sialan aku takut hanya karena tatapannya, Hancur sudah reputasiku." Pikir Kaibo
"Hei Dewa petir muncullah!" Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Kenapa kau menggangguku di waktu malam?"
"Ini kan jadwalku bersama istriku, Aku bukan perjaka menyedihkan sepertimu yang menghabiskan malam dengan para pria." Ucap Dewa petir
"Sialan walau begini aku sudah punya calon istri." Ucap Xiao Tian Lewat telepati
"Hahha tapi kau masih perjaka." Ucap Dewa petir
"Sudahlah, Apakah kau tahu cara membuat item sihir seperti ini?" Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Itu adalah item sihir pengubah suara, Mudah sekali." Ucap Dewa petir
"Kalau ini kan dijadikan kalung"
"Apakah kau bisa membuat topeng yang berfungsi sama seperti ini?" Ucap Xiao Tian
"Itu mudah, Tapi dengan kekuatan jiwamu yang sekarang, kau tak bisa membuatnya, Biarkan aku merasukimu, Dan katakan pada iblis sialan itu untuk membuka segel tubuhmu agar aku bisa masuk!" Ucap Dewa petir
"Baiklah." Ucap Xiao Tian
"Sun Long bisakah kau biarkan Dewa petir masuk?"
"Aku memerlukan bantuannya." Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Baiklah." Ucap Sun Long
Dewa petir mengambil alih tubuh Xiao Tian dan mulai membuat topeng sihir dari batang pohon yang ada didekatnya. Kaibo yang menyaksikan hal itu , Tak mempercayai apa yang sedang dia lihat, Dia baru saja melihat manusia membuat 3 item sihir dengan begitu mudah, Dan dia merasakan kekuatan jiwa yang begitu besar. Setelah membuat 3 topeng pengubah suara, Kesadaran Xiao Tian kembali.
"Terima kasih dewa petir." Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Sama-sama, Jangan menggangguku lagi ya, Aku sedang berpesta dengan istriku di alam surga." Ucap Dewa petir
Dewa petir menghilang dari pandangan Xiao Tian
"Hahah akhirnya aku bisa berjalan dengan aman." Ucap Xiao Tian
"Hei manusia, Apa kau baru saja membuat item sihir?" Ucap Kaibo
"Sun Long apakah bocah ini benar-benar manusia?"
"Tingkahnya lebih dewasa dari umurnya, Dan fakta bahwa dia bisa hidup di hutan larangan saja terasa aneh." Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Aku tak merasakan hawa iblis darinya , Aku yakin kalau dia bukan iblis." Ucap Sun Long
"Begitu ya." Ucap Xiao Tian
"Apa yang begitu?" Ucap Kaibo
"Tak ada, Tidurlah sudah malam, Aku akan berjaga sampai pagi." Ucap Xiao Tian
#Hutan (Pagi hari)
"Hoamsss akhirnya pagi juga." Ucap Xiao Tian
"Hei kalian bangunlah kita lanjutkan perjalanan!" Ucap Xiao Tian
"Hoamsss tunggu 5 menit lagi aku masih ngantuk bu. " Ucap Si Gendut setengah sadar
"Biarkan aku tidur lebih lama, Aku lelah mengejar bocah itu semalaman." Ucap Su Yan
"Kalian ini dasar pemalas, Ya sudah aku pergi cari makanan dulu." Ucap Xiao Tian
"Hei manusia bawa aku juga, Lepaskan ikatanku, Aku sangat lelah terikat seperti ini." Ucap Kaibo
"Kalau mau ikut harus berkata yang sopan." Ucap Xiao Tian
"Ka...kakak tampan tolong bawa aku." Ucap Kaibo dengan wajah imutnya
"Aihh akhirnya kau tak terlalu keras kepala, Aku heran bagaimana cara orang tuamu mendidikmu hingga terus menganggap dirimu adalah iblis." Ucap Xiao Tian
"Aku memang iblis Dasar manusia ren...,Eh kakak tampan." Ucap Kaibo
"Hahaha, Melihatmu berusaha bicara dengan sopan lucu sekali, Ayo ikut aku bantu aku mencari makanan." Ucap Xiao Tian sambil melepas ikatan kaibo
"Walau aku tak suka manusia, Tapi masakan bocah ini sangat enak , Aku tak bisa menolaknya, Aku melakukan ini demi makanan, Demi makanan lezat apapun akan kulakukan." Pikir Kaibo
"Ayo kak." Ucap Kaibo dengan wajah imut
"Hahaha bagus , Ayo." Ucap Xiao Tian
#Hutan (Jauh dari Su Yan dan si Gendut)
Ketika sedang mencari makanan mereka mendengar suara jeritan
"Tolong.... "
"Jangan bunuh kami."
Sreakkk
"Aaaaaaa." Suara orang-orang berteriak
Xiao Tian tak bisa mendengar suara itu dengan jelas, Tetapi Kaibo bisa mendengar semuanya dengan jelas.
"Apa kau mendengar sesuatu?" Ucap Xiao Tian
"Suara-suara ini , Perasaan ini, Teriakan ini." Ucap Kaibo sambil menutup telinganya
#Suara yang hanya terdengar oleh Kaibo
"Hentikan, Jangan bunuh kami!"
"Ibu......"
"Dasar manusia biadab beraninya..."
Sreakkkk
"Aaaaaaa...."
"Ayahhh."
"Hahahahahah kalian tak layak hidup di dunia ini, Semua iblis harus mati!"
"Suara itu, **** itu ada disekitar sini."
"Aaaaaaaa, Hentikan jangan bunuh mereka
" Ucap Kaibo sambil menutup telinganya
Wajah kaibo terlihat membiru sangat ketakutan, Tapi dalam rasa takut itu dia juga mengepal tangan karena kemarahan, Trauma dan dendam yang dialami kaibo terlihat jelas di mata Xiao Tian , Dia mencoba menenangkannya, Tapi tiba-tiba saja suasana menjadi berubah mencekam, Mata kaibo berubah menjadi merah, hawa iblis perlahan muncul disekitar tubuh kaibo, Xiao tian dikejutkan dengan hal itu, Kaibo berlari terus ke arah barat dengan kecepatan tinggi, Xiao Tian mengejarnya.
"Bertahanlah, Aku akan datang!"
"Tolonglah coba untuk bertahan hidup!" Ucap Kaibo
#Suara yang di dengar kaibo
"Iblis seperti kalian tak layak hidup!"
"Terima saja ajal kalian hahahaj."
"Tidakkkk."
"Huahhahahah."
Kaibo semakin mempercepat larinya, Xiao Tian hampir tak bisa mengejarnya
"Manusia brengsek!"
"Tunggu aku, Aku pasti akan membunuh kalian!" Teriak Kaibo
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan bocah itu?"
"Sunlong bukankah kau bilang dia bukan iblis?"
"Lalu apa yang baru saja terjadi?" Ucap Xiao Tian lewat telepati
"Aku tak tahu, Waktu itu tak ada sedikitpun hawa iblis dalam dirinya, Tapi kali ini aku yakin, Dia adalah keturunan iblis naga sepertiku."
"Dilihat dari teriakannya, Sepertinya dia ingin membalas dendam, Dalam hal ini kita kejar dulu, Apa yang membuatnya bereaksi seperti itu." Ucap Sunlong
"Kau tak perlu memberi tahuku." Ucap Xiao Tian
#Jauh dari Xiao Tian
(Desa iblis naga)
"Ampuni aku tuan jangan bunuh aku!" Ucap bocah iblis dalam wujud manusia
"Hahahha hari ini juga kau akan mati!"
"Terima nasibmu dan temuilah keluargamu!" Ucap pembantai iblis
Ketika iblis kecil itu hampir dibunuh, Kaibo menghajarnya dengan kekuatan maksimal hingga terpental.
Duakkkk
Duarrrr
Tubuh pria itu membentur tembok bangunan
"Syukurlah kau masih hidup jingmi." Ucap Kaibo
"Suara itu...," Ucap Jingmi yang masih menutup mata karena takut di tebas pria tadi
Jingmi perlahan membuka matanya dengan air mata yang mengalir dimatanya, Wajah manisnya yang murung dan tak bisa mengeluarkan air mata karena trauma yang mendalam, Berubah menjadi dipenuhi wajah hawatir yang dipenuhi air mata
" Kaibo, Ternyata kau..masih hidup?."
"Syukurlah,Huaaaa." Ucap Jingmi sambil mencoba menghapus air mata yang mengalir di pipinya
"Hahahhahah, Reuni yang menarik, Ternyata kalian saling kenal ya?"
"Tak kusangka kita bertemu lagi , Iblis kecil!" Ucap Pria itu
"Kali ini aku tak akan lari lagi!" Ucap Kaibo
Tak lama kemudian di situasi kacau itu,Dari hutan ada dua orang asing yang berjalan mendekat, Mereka bergabung dengan pria itu.
"Baguslah kalau begitu."
"Akhirnya aku bisa menyelesaikan urusanku yang dulu." Ucap pendeta tua
"Hei pak tua dia adalah mangsaku, Jangan mengganggu." Ucap Pria itu
"Kau jangan sombong Cheng Gong, Bukankah tadi kau dipukul olehnya, Kalau kekuatanya tak disegel oleh pendeta chongde kau pasti sudah mati." Ucap Wanita yang datang bergabung
"Berisik kau wanita jalang, Biarkan aku yang membunuhnya, Karena dia adalah mangsa yang berhasil kabur dariku 30 tahun yang lalu." Ucap Cheng Gong
"Terserah lah kau boleh berbuat sesukamu, Kami akan menonton, Tapi jika kau kesulitan aku pasti akan ikut campur." Ucap Wanita itu
"Aku pastikan kau tak perlu ikut campur."
"Yo bocah iblis, Maaf membuatmu menunggu!" Ucap Cheng Gong
"Kaibo larilah, Kau masih bisa menggunakan sedikit kekuatan iblismu sekarang, Mereka telah menyegel kekuatanku dan para penduduk, Aku satu-satunya yang tersisa, Aku senang kau masih hidup dan bahkan masih bisa membuka sedikit kekuatanmu walau sudah disegel."
"Larilah dan tinggalkan aku!"
"Kembalilah saat kau sudah membuka segelnya secara sempurna, Jangan sia-siakan nyawamu, Larilah dan balaslah dendam kami saat kau sudah cukup kuat!" Teriak Jing mi dengan wajah yang dipenuhi air mata
"Gadis bodoh."
"Kalau aku lari sekarang, Aku akan menyesalinya seumur hidup."
"Saat ku lari dulu, Kupikir kalian semua sudah mati, Aku egois waktu dulu, Membiarkan ayah dan ibuku melindungiku dan lari meninggalkan semua warga desa, Kau tak tahu perasaan yang kualami waktu itu, Rasa takut yang mendalam disertai rasa benci pada diri sendiri karena menjadi tak berguna." Ucap Kaibo
"Tidak kau tak bersalah, Siapapun akan lari jika takut mati, Jadi larilah!." Ucap Jing Mi
"Sayangnya sekarang aku tak takut mati, Satu-satunya yang kutakutkan sekarang adalah kehilangan dirimu." Ucap Kaibo
"Kaibo.." Ucap Jing Mi dengan wajah yang memerah
"Apa ini para bocah yang memiliki tubuh 5 tahun sedang melakukan drama percintaan?"
"Hahahah, Menarik."
"Sayangnya umur kalian cukup sampai disini!" Ucap Cheng Gong
Cheng Gong melancarkan serangannya, Dia menghentakkan kaki ditanah hingga membuat reruntuhan bangunan dan batu-batu disekitarnya terbang keudara.
"Nikmati ini bocah iblis!"
"Teknik tingkat kuning, Tolakan gravitasi!" Teriak Cheng Gong
Semua batu dan reruntuhan itu mengarah ke Kaibo, Kaibo menghindari beberapa serangan itu, Tapi ada juga yang mengenainya, Cheng Gong tak menghentikan serangannya dan terus melemparkan bebatuan dan reruntuhan dengan tekniknya.
Duakkkkk
Setelah mencoba menghindari serangannya Kaibo terpental jauh oleh pukulan Cheng Gong yang tiba-tiba muncul dihadapanya.
Duarrrr
Kaibo terpental hingga meretakkan tanah tempat dia jatuh
"Hahaha kau terlalu fokus menghindar, Hingga tak menyadari pergerakanku." Ucap Cheng Gong
"Sialan andai saja kekuatanku tak tersegel." Ucap Kaibo
"Kaibo larilah!" Teriak Jing Mi
Pria itu berjalan perlahan menuju Kaibo dengan memegang pedang yang dia ambil dari punggungnya.
Srettt srettt (Suara pedang yang diseret menyentuh tanah)
"Kaibo larilah!" Ucap Jing Mi
"Tidak akan, Aku tak akan lari, Jingmi selagi dia sibuk denganku larilah, Aku akan senang jika kau hidup." Ucap Kaibo
"Ta..tapi." Ucap Jing Mi
"Larilah!"
"Jangan sia-siakan pengorbananku!" Teriak Kaibo
"Ba..baik, Maafkan aku Kaibo, Dan terima kasih!" Ucap Jing Mi Sambil berusaha berdiri untuk melarikan diri
Ketika Jing Mi ingin lari , Dia dihadang wanita yang dari tadi hanya menonton.
"Kau mau kemana gadis kecil?" Ucap Wanita itu sambil memegang kepala Jing Mi
Jing mi seketika tak bisa bergerak karena merasa begitu takut, Wanita itu mencekik Jing mi hingga wajahnya membiru, Jingmi berusaha melepaskan tangan wanita itu tapi tak kunjung lepas, Kaibo yang terbaring tak berdaya hanya bisa menyaksikan kejadian itu dan berteriak sangat kencang.
"Si..sialan jangan ganggu dia!"
"Bunuh saja aku!"
"Tapi tolong biarkan dia hidup!" Teriak Kaibo