
Setelah mengetahui lokasi Sunlong di sekap, Xiao Tian merampas cincin ruang Xian Yun yang berisikan sumber daya untuk memperpanjang umur. Dia juga merampas kelima jarum beracun serta relik penyegel iblis yang keluar dari tubuh Xian Yun.
Selain itu Xiao Tian juga merampas topeng serta jubah milik Xian Yun sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah selesai dengan urusannya, Xiao Tian langsung terbang keluar ruangan melalui lubang di atas langit langit sambil menaiki naga hitam raksasa.
"Kemana kita akan pergi?" tanya naga hitam.
"Terbang saja terus ke arah selatan. Jangan berhentinsampai ku suruh berhenti," ucap Xiao Tian sambil duduk di atas kepala naga hitam raksasa.
"Baiklah," ucap naga hitam.
Ketika dalam perjalanan menuju tempat penyekapan iblis, Dewa petir keluar dari cincin ruang Xiao Tian lalu langsung berkata,
"Hei bocah, aku tahu alasan kau merampas cincin ruang, relik penyegel iblis, serta jarum beracun. Tapi untuk apa kau merampas jubah serta topeng miliknya?"
"Kalau ingin menyembunyikan kultivasi, kau kan bisa menggunakan topeng dewa di cincin ruangmu?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Topeng ini tak hanya bisa digunakan untuk menyembunyikan kultivasi, tapi bisa juga digunakan untuk bersembunyi. Karena topeng ini bisa menutup hawa keberadaan seseorang. Jika dibandingkan dengan topeng Dewa yang kau ciptakan, topeng ini jauh lebih berguna," ucap Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Cih beraninya kau meremehkan topeng Dewaku. Masih banyak potensi tersembunyi yang belum kau ketahui dari topeng tersebut. Kalau kau mempelajari topeng itu lebih dalam, topeng tersebut bisa lebih berguna dibandingkan topeng tengkorak Xian Yun," ucap Dewa petir dengan wajah kesal.
Ketika Xiao Tian sibuk berdebat dengan Dewa petir, naga hitam terus terbang dengan kecepatan tinggi ke arah selatan.
Xiao Tian menyuruhnya mendarat di sebuah mulut gua yang mengeluarkan hawa kematian.
Terdapat aura hitam yang terus keluar dari dalam gua tersebut, aura itu tidak lain adalah aura iblis yang bocor keluar.
"Jadi ini tempat mereka menyiksa para iblis?"
ucap naga hitam sambil menatap mulut gua.
"Apakah tuan Sunlong juga ada disana?" tanya naga hitam sambil mengerutkan dahinya.
"Semoga saja begitu," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Hati hati, ada dua pendekar tingkat tinggi yang berdiam diri di dalam gua," ucap Dewa petir sambil memperingati Xiao Tian.
"Pendekar tingkat tinggi?"
"Berapa tingkat kultivasi mereka?" tanya Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Kultivasi mereka berdua, berada pada tingkat pendekar alam mortal lapisan puncak," jelas Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Dua puluh lapisan di atas ktivasiku ya?"
"Menyebalkan sekali," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Haruskah aku merasukimu untuk membantu membantai mereka?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Tidak perlu, kalau musuhnya cuma mereka berdua aku pasti bisa mengatasinya," ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan jubah serta topeng Xian Yun dari dalam cincin ruangnya.
"Saatnya melakukan penyamaran," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Apa kau yakin penyamaranmu tak akan terbongkar?" tanya Dewa petir.
"Aku telah menyalin ingatan Xian Yun. Berdasarkan ingatannya, tak ada satupun dari bawahannya yang tahu wajah di balik topeng ini. Aku hanya perlu bertingkah layaknya Xian Yun, jadi tak akan ada yang curiga akan penyamaranku," ucap Xiao Tian sambil memakai topeng serta jubah Xian Yun.
Setelah memakai perlengkapan Xian Yun, Xiao Tian berjalan memasuki gua dengan santainya. Berkat bantuan topeng tengkorak yang dia pakai, kedua orang yang berjaga di dalam gua yang cukup gelap itu tak ada yang menyadari keberadaan Xiao Tian hingga mereka tak sengaja berpapasan dengan salah satu penjaga di tengah tengah gua.
"Tuan Xian Yun?"
"Apa yang anda lakukan disini?" tanya salah satu pendekar berpakaian serba kuning dengan rambut merah penjang yang diikat rapih.
"Apakah aku tak boleh datang kemari, Ah Meng?" tanya Xiao Tian sambil menatap pendekar di hadapannya.
"Bu ... bukan begitu maksudku, hanya saja ini pertama kalinya anda datang ke tempat ini," ucap Ah Meng sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Aku ingin bertemu dengan Lin Zheng, apakah dia masih ada di dalam sana?" tanya Xiao Tian sambil menatap Ah Meng.
"Ternyata begitu ya, kupikir anda ingin apa. Pingin ketemu Lin Zheng toh. Apa aku perlu mengantar tuan?" tanya Ah Meng.
"Tak perlu, aku akan pergi sendiri."
"Kau pergilah ke luar gua. Dan jangan biarkan siapapun masuk hingga aku keluar dari dalam gua," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Ah Meng.
"Ba ... baik tuan," ucap Ah Meng sambil menganggukkan kepala.
#Pusat penjara iblis
Xiao Tian telah sampai di inti gua, di kana dan kiri terdapat begitu banyak sel besi yang dipenuhi tulang tulang iblis dan daging iblis yang membusuk.
"Kejam sekali, ribuan iblis tak berdosa mereka siksa hingga tewas dan dibiarkan membusuk begitu saja," pikir Xiao Tian sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
Ngomong ngomong dimana Sun Long ya?"
"Kok aku tak bisa menemukannya?" pikir Xiao Tian sambil berjalan maju dengan kepala yang menengok ke kanan dan ke kiri.
Ketika sudah berjalan cukup jauh, Xiao Tian berhenti melangkah setelah melihat pendekar berpakaian kuning dengan rambut berwarna biru.
"Apa yang anda lakukan disini?"
"Tuan Xian Yun?" tanya Lin Zheng.
"Ah Lin Zheng, aku kemari karena memerlukan bantuanmu," ucap Xiao Tian sambil berjalan mendekati Lin Zheng.
"Bantuan?"
"Sejak kapan kau bergantung pada orang lain?"
"Bukankah kau tak pernah berkunjung karena memang tak ingin tahu tentang tempat ini?" tanya Lin Zheng sambil menatap Xiao Tian yang memakai pakaian Xian Yun.
"Begini, aku memerlukan roh iblis untuk memperkuat kulivasi serta memperpanjang umurku. Bisakah kau tunjukkan padaku dimana kau menyekap para iblis yang telah menjadi roh?" tanya Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.
"Sejak kapan roh iblis bisa memperpanjang umur?" tanya Lin Zheng.
"Haih, kau ini terlalu polos Lin Zheng."
"Kau bahkan tak tahu hal sekecil ini, pantas saja kultivasimu terus berada di tahap akhir pendekar alam mortal."
"Akan kubuka matamu itu. Iblis memanglah makhluk jahat yang pantas mati, tapi bukan berarti kehidupan mereka tak memiliki kegunaan sama sekali."
"Salah satu kegunaan dari kehidupan mereka yaitu bisa digunakan untuk memperpanjang umurmu, itulah rahasiaku hingga bisa berumur lebih dari dua ratus tahun," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Lin Zheng.
"Begitu ya?"
"Lalu kenapa kau tak pernah meminta roh iblis di penjara ini sebelumnya?" tanya Lin Zheng.
"Itu karena aku belum memerlukan roh iblis untuk memperpanjang umurku," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Lin Zheng.
"Sudah cukup bincang bincangnya, cepat antarkan aku ke tempatmu menyekap para roh," ucap Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.
"Ba ... baik tuan," ucap Lin Zheng sambil menundukkan kepala.
"Wah wah tak kusangka kau bisa menipunya hanya dengan mengarang cerita tentang roh iblis yang bisa memperpanjang umur," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Heheh, sudah kubilang ini masalah yang mudah," ucap Xiao Tian melalui telepati.
Lin Zheng berjalan paling depan untuk menunjukkan tempat para roh di sekap. Xiao Tian mengikutinya sambil di dampingi roh Dewa petir. Sedangkan naga hitam menunggu di luar gua sambil bersembunyi di dalam semak semak agar tak dilihat oleh Ah Meng.
#Penjara para roh iblis
"Lepaskan kami .... ,"
"Lepaskan kami .... ,"
"Rrrrrrrrr," terdapat berbagai macam roh iblis di tempat ini. Semuanya memiliki kultivasi di atas pendekar alam roh saat masih hidup. Namun kultivasi mereka lumpuh setelah menjadi roh yang di kurung di sebuah penjara khusus.
"Bisakah kalian diam!" bentak Sunlong dalam wujud kadal kecil yang terikat rantai.
"Diam kau kadal kecil!"
"Kau baru datang tiga hari yang lalu, jadi belum mengerti alasan kami merengek. Kalau kita terus disini, kita akan dijual kepada sekte roh iblis," ucap salah satu roh iblis dengan wujud kerbau raksasa.
"Memangnya dijual ke sekte roh lebih buruk dibandingkan di kurung disini?" tanya Sunlong.
"Kau bahkan tak mengetahui tentang sekte roh iblis?"
"Iblis macam apa kau ini sebenarnya?" tanya roh iblis kerbau sambil menatap ke arah Sun Long yang di kurung di samping selnya.
"Maaf saja, aku bukan berasal dari daratan ini. Sudah lama aku berdiam diri di daratan elemen Bisakah kau jelaskan padaku?" tanya Sun Long sambil menatap roh iblis kerbau di sampingnya.
"Sekte roh iblis tak jauh berbeda dari sekte pembasmi iblis, mereka sama sama suka membunuh iblis. Hanya saja bedanya, mereka memanfaatkan roh iblis untuk menaikkan kultivasi serta memperpanjang umur mereka."
"Jika roh kita diserap habis hingga tak bersisa, maka kita tak akan bisa terlahir kembali. Bisa dibilang kita akan terputus dari roda reinkarnasi, dan tak akan bisa bangkit lagi. Kita akan mengalami kematian yang sesungguhnya, dan aku tak menginginkan hal tersebut," jelas roh iblis kerbau yang terikat di samping sel Sun Long.
"Wah wah, jadi begitu ya?" tanya Lin Zheng yang baru saja masuk ke penjara roh iblis.
"Ternyata kau tak berbohong padaku, Ya?"
"Terimakasih karena telah memberitahu rahasia dibalik umur panjangmu itu, tuan Xian Yun," ucap Lin Zheng sambil menoleh ke belakang.
"Tentu saja aku tak berbohong, untuk apa aku membohongimu?" jawab Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.
"Padahal aku asal ngomong tadi, tak kusangka ternyata roh iblis bisa dimanfaatkan untuk hal seperti itu," pikir Xiao Tian.
"Karena aku telah sampai disini, bisakah kau keluar?"
"Aku ingin menyerap beberapa roh iblis. Tenanglah, akan kusisakan beberapa untukmu," ucap Xiao Tian sambil menepuk pundak Lin Zheng.
"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu," ucap Lin Zheng sambil berjalan keluar.
Setelah Lin Zheng keluar, Xiao Tian berjalan mendekati sel Sunlong lalu berkata,
"Lama tak bertemu kadal kecil."
"Sial, bukankah dia pemimpin dari para pembasmi iblis daratan Xian Yun?"
"Apa yang dia lakukan disini?" pikir Sun Long dengan tubuh gemetar.
"Apa yang kau inginkan dariku!"
"Jika kau pikir aku akan membiarkanmu menjual rohku, maka kau salah besar. Karena aku pasti akan memberontak hingga bisa lepas dari sini!" ucap Sun Long dengan wajah kesalnya.
"Menjual rohmu?"
"Dari pada menjualmu, lebih baik aku menyerapmu," ucap Xiao Tian sambil membuka sel milik Sunlong.
"Tubuhmu terikat rantai dan tak bisa digerakkan sedikitpun, apa kau yakin bisa melepaskan diri dari sini?" tanya Xiao Tian sambil memegang kepala Sun Long.
"Beraninya kau menyentuh kepalaku!" bentak Sun Long sambil menatap Xiao Tian.
"Hei, bisakah kau bersikap lebih lembut padaku?" ucap Xiao Tian sambil membuka topeng tengkoraknya.
"Xiao Tian?"
"Bagaimana kau ... ," belum sempat Sun Long menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian langsung menutup mulutnya lalu berkata,
"Sssst,"