
Xiao Tian memupuk pondasi tubuhnya dengan mempraktekkan teknik beladiri tangan kosong dan semua teknik berpedang yang ada di pikirannnya.
Dia juga mempraktekkan teknik tempurung naga dan segala teknik perlindungan tubuh untuk memperkuat pertahanannya.
Sementara itu, para roh suci hanya menonton dia berlatih sambil menjaga jarak aman dari Xiao Tian.
Setelah merasa bahwa latihan fisik yang dia kerjakan sudah cukup, Xiao Tian berlatih mengendalikan energi qi dan kekuatan jiwanya dengan mengeluarkan bola bola energi dari telapak tangannya.
Bola air, api, tanah, listrik dan udara mengelilingi tubuhnya mengikuti ayunan kedua tangannya.
"Mengendalikan lima element dalam waktu bersamaan, hebat juga," ucap roh kambing suci sambil mengerutkan dahinya.
Disaat para roh suci masih memperhatikan latihannya, Xiao Tian mengaktifkan roh beladirinya untuk meningkatkan kemampuan mengontrol element.
Dengan aktifnya roh beladiri itu, Xiao Tian pun berhasil memunculkan bola element lain seperti element cahaya, dan element kegelapan.
Sambil mengendalikan ketujuh bola element, Xiao Tian menginjak keras keras tanah merah di bawah kakinya sambil berkata, "Atas nama Dewa penguasa bumi, muncullah. Dorongan tanah!"
Seketika muncul rune sihir dengan simbol tanah dan tulisan kuno di atas permukaan tanah yang Xiao Tian injak. Dari rune sihir tersebut muncul tanah yang menjulang begitu tinggi hingga mendorong seluruh tubuhnya ke atas langit.
Terkejut dengan apa yang Xiao Tian latih, para roh suci bangkit dari tempat mereka berbaring santai sebelumnya dan berkata,
"Sejak kapan dia belajar rune sihir?"
"Luar biasa, simbol naga suci telah memberiku banyak pengetahuan sihir tingkat dasar. Selain itu, simbol ini juga memaksaku untuk tetap tenang setiap kali terbawa emosi. Bagaimana dengan rune harimau suci, kalau tak salah itu berfungsi memperkuat tubuh kan?"
"Berbeda dengan kedua rune lainnya, rune harimau harus kuaktifkan dengan mengatakan syarat pengaktifan."
"Hmmm," pikir Xiao Tian sambil menatap ke bawah daratan merah.
Karena penasaran akan batasan simbol roh harimau suci, Xiao Tian melakukan beberapa eksperimen gila. Dia mengeluarkan puluhan tombak perak dari dalam telapak tangannya dengan memanfaatkan relik perak. Lalu melapisi tombak tersebut dengan qi element es dan melemparkan ya dengan berkata, "Bekukanlah daratan, Frozen spear!"
Cleb ... Xiao Tian menancapkan tombak perak ke tanah merah hingga mengelilingi gundukan tanah miliknya. Tombak tombak itu tertancap berderet hingga membentuk lingkaran. Tak lama setelah itu, muncul garis merah yang menghibungkan semua tombak perak hingga membentuk lingkaran sempurna. Dan garis tersebut pun berubah menjadi rune sihir dengan simbol es dan tulisan kuno.
Bersamaan dengan munculnya rune tersebut, daratan tanah di dalam rune pun tertutupi oleh es. Dan ujung tombak tombak perak itu pun ikut membeku hingga membentuk kristal es yang cukup runcing.
"Kristal es, apa yamg sedang dia rencanakan?" ucap para roh suci.
Setelah tombak perak berlapis kristal es yang runcing tercipta, Xiao Tian menempelkan kedua tangannya dan berkata, "Simbol harimau suci, aktifkan!"
Wooshh, Xiao Tian melompat turun dari puncak gundukan tanah tanpa mengaktifkan teknik pengerasan tubuh. Dia juga tak melapisi tubuhnya dengan kekuatan qi atau kekuatan jiwa. Semuanya murni hanya bergantung pada simbol harimau suci.
Disaat baru setengah jalan sebelum menghantam kristal es, roh kera suci mengejutkan Xiao Tian dengan berkata,
"Jangan bertindak bodoh, kekuatan simbol harimau bukanlah pengerasan tubuh!"
"Pengerasan tubuh adalah efek dari simbol kerbau suci!"
"Lalu apa efek simbol roh harimau suci?" tanya Xiao Tian sambil melapisi tubuhnya dengan kekuatan jiwa. Dan mengaktifkan teknik peringan tubuh yang membuatnya sanggup terbang di atas udara. Teknik ini adalah teknik umum yang dikuasai para pendekar dan hanya mengandalkan kekuatan qi berlapis kekuatan jiwa saja.
"Memperkuat dampak serangan," jawab roh kera suci melalui telepati.
"Haih, ternyata aku salah sangka ya," ucap Xiao Tian sambil mendarat turun dengan teknik peringan tubuhnya.
Disaat Xiao Tian berhasil mendarat, para roh suci langsung berlari mendekat dengan tampang kesal.
"Apa yang kau pikirkan?"
"Apa kau mau mati!" bentak roh kerbau suci dengan tampang kesal.
"Jangan gegabah begitu, dewa muda," ucap roh an-jing dengan tampang kesal.
"Haih," ucap roh kelinci dan para roh lainnya sambil menghela napas mereka.
"Iya maaf, aku terlalu bersemangat tadi," ucap Xiao Tian sambil menggaruk kepalanya.
"Untuk mencegah hal buruk terjadi, kuberikan simbolku kepadamu sekarang juga," ucap roh kerbau suci sambil menyentuh uluh hati Xiao Tian.
Tak lama setelah iti, dia pun menghilang.
"Apakah kalian tak ingin memberikan simbolnya juga?" tanya Xiao Tian sambil menatap para roh yang lain.
"Tubuhmu yang sekarang tak akan kuat menahan lebih dari empat simbol suci. Kalau ingin mendapat simbol yang lain, kau harus mengalahkan salah satu perwujudan auramu terlebih dahulu," sambung roh kera suci sambil menghela napasnya.
"Begitu ya, sayang sekali. Padahal kalau semua simbol sudah di tubuhku. Mungkin mengalahkan perwujudan aura akan menjadi jauh lebih mudah," ucap Xiao Tian dengan tampang kecewa.
"Tak ada cara mudah untuk menjadi kuat, kau tahu itu kan?" tanya roh an-jing suci dengan tampang serius.
"Iya iya," Xiao Tian kembali bersemedi, lalu menutup kedua matanya. Mengosongkan segala pikiran yang tak perlu, lalu kembali masuk ke dalam ruang gelap yang disebut sebqgai ruang kehampaan.
Saat itu dia muncul tepat di dalam wilayah perwujudan aura pedangnya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Aura pedang dengan tampang kesal.
Xiao Tian mengeluarkan pedang perak dari telapak tangannya, dengan memanfaatkan relik peraknya. Mengaktifkan keempat simbol suci, dan semua teknik pengerasan tubuh yang dia miliki.
Sambil memegang pedang perak di tangannya, dia memasang tampang yang sangat serius. Bersamaan dengan itu dia pun berkata, "Aku kemari untuk menantangmu, aura pedangku!"
Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, aura pedang langsung memandang rendah Xiao Tian dan berkata, "Apa kau yakin, manusia?"
"Seratus persen, yakin," ucap Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
"Aku dua kali lebih kuat darimu loh," ucap Aura pedang dengan tampang merendahkan.
"Aku tahu kok," ucap Xiao Tian sambil tersenyum dengan mata terpejam.
"Meski kematian disini bukanlah kematian nyata, kau tetap merasakan sakitnya kematian loh," ucap aira pedang dengan pandangan merendahkan.
"Aku tahu kok," jawab Xiao Tian dengan tersenyum.
"Cih," Aura pedang melesat maju ke hadapan Xiao Tian sambil mengayunkan pedangnya. Xiao Tian menahan pedang tersebut dengan pedang perak. Namun pedangnya terbelah, dan lehernya terhantam oleh tebasan pedang. Namun karena aktifnya simbol kerbau suci, tebasan tersebut tidak berhasil memenggal kepala Xiao Tian. Meski begitu, dia tetap mengalami luka yang cukup dalam hingga meneteskan cukup banyak darah.
"Lumayan, pantas saja kau sedikit berani. Ternyata roh kerbau suci memberkatimu ya," ucap aura pedang sambil menyingkirkan pedangnya.
"Bukankah seharusnya dia hanya dua kali lebih kuat dariku?"
"Seharusnya tubuhku bisa menahan serangan musuh yang memiliki kekuatan dua kali lipat dari kemampuan seranganku. Bagaimana bisa pertahanan terkuatku tertembus begitu saja?"
"Simbol kerbau suci dan teknik tempurung naga berlapis tubuh perak benar benar tertembus dalam sekali serang?" pikir Xiao Tian dengan tampang panik. Tubuhnya gemetar ketakutan. Namun itu tak berlangsung lama, karena simbol roh naga suci memaksanya untuk tenang.
"Kekuatan tebasan pedang aura memang kuat ya?"
"Aku jadi semakin menginginkannya," ucap Xiao Tian sambil menjilat bibir atasnya dengan cukup santai.
"Bahkan roh naga suci pun memberkatinya ya?"
"Bocah yang menarik, tapi itu saja tidak akan cukup untuk melawanku!" pikir aura pedang sambil menebaskan pedangnya ke arah leher Xiao Tian yang terluka.