
Xiao Tian telah berhasil meracik seratus pil penambah umur untuk Jia Li, dan langsung pingsan setelah kehabisan begitu banyak kekuatan jiwa.
Sebelum Xianlun dan para muridnya memaksa masuk, Jia Li pun langsung menyimpan pil pil tersebut ke dalam cincin ruang. Dia melakukan hal itu, semata mata untuk menuruti apa yang Xiao Tian ucapkan sebelumnya.
Dia pun langsung pamit pergi disaat Xianlun para murid muridnya menerobos tanpa ijin seperti yang Xiao Tian perkirakan.
Disaat sudah muncul kembali di kamarnya dengan teknik teleportasi, Jia Li menjatuhkan tubuh Xiao Tian ke atas kasur dengan perlahan. Sambil menunggu Xiao Tian tersadar.
Selang beberapa detik setelah itu, simbol roh tikus suci tiba tiba saja aktif secara otomatis. Dan memenuhi tubuh Xiao Tian dengan kekuatan jiwa.
Setelah kekuatan jiwanya penuh kembali, Xiao Tian pun membuka matanya. Saat itu pandangannya masih kosong karena mengalami kehabisan kekuatan jiwa. Dia bahkan tak bisa mengucapkan sepatah kata apapun terjadap Jia Li yang duduk di sampingnya tanpa menyadari bahwa Xiao Tian telah tersadar.
"Dimana aku?"
"Kenapa aku tak bisa bergerak?" pikir Xiao Tian dengan pandangan yang masih buram. Matanya hanya terbuka begitu kecil hingga Jia Li takenyadari bahwa Xiao Tian telah sadarkan diri.
Disaat melirik ke arah kiri, keajaiban pun terjadi. Pandangannya mulai tak terlihat begitu buram. Dia dapat melihat Jia Li sedamg duduk di sisinya.
Dengan napas yang terengah engah, Xiao Tian pun mencoba untuk menyapa Jia Li melalui telepati. Namun teknik tersebut gagal aktif hingga suaranya tak sampai kepada targetnya. Karena tak bisa melakukan apapun, Xiao Tian pun menyerah untuk menyapanya.
Di saat Xiao Tian sedang larut dalam pikirannya, tiba tiba saja terdengar orang sedang mengetuk pintu. Dan dia adalah Wu Kong yang sedang ingin melihat kondisi Xiao Tian.
Dia datang berkunjung karena merasakan bahwa aura Xiao Tian tiba tiba saja melemah. Sambil mengetuk pintu tersebut dia pun berkata, "Apakah aku boleh masuk?"
Setelah mendengar suara Wu Kong, Jia Li pun bergegas untuk membuka pintu kamarnya untuk memintanya menyadarkan Xiao Tian.
Disaat pintu terbuka, Wu Kong pun langsung berkata, "Maaf karena mengganggu waktu kalian."
Disaat Jia Li ingin mengungkapkan isi pikirannya untuk meminta tolong, Wu Kong langsung berjalan melewatinya dan berkata, "Aku mengerti,"
Disaat sudah berhadapan dengan Xiao Tian, dia langsung menatap wajahnya sambil berkata, "Haish, kupikir apa yang terjadi padamu hingga auramu terasa semakin lemah. Apa kau menghirup asap merahnya?" Wu Kong langsung bertanya karena dia tahu kalau Xiao Tian masih dalam keadaan sadar. Meskipun tingkat kesadarannya terasa lemah.
"Asap merah?"
"Jadi ini karena itu?" pikir Xiao Tian sambil melirik Wu Kong dengan mata yang sedikit terbuka.
"Tenanglah, suamimu akan bisa bergerak setelah beristirahat untuk beberapa menit. Tak ada masalah serius yang menimpa dirinya," jawab Wu Kong sambil membalas tatapan Jia Li.
Setelah mendengar bahwa Xiao Tian baik baik saja, Jia Li pun kembali memasang tampang lega. Dia menghela napasnya cukup panjang lalu berkata, "Syukurlah ... ,"
Selang beberapa detik setelah dia bernapas lega, Jia Li kembali menatap Wu Kong untuk menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Xiao Tian. Dia juga menanyakan simbol suci yang terlihat seperti lingkaran sihir kecil yang seketika muncul dan menyala disaat Xiao Tian menggumamkan sesuatu.
Karena tak mau menghabiska waktu untuk menjelaskan, Wu Kong pun menyentuh dahi Jia Li sambil mengirim sebagian memori singkat mengenai simbol suci. Dan Jia Li pun langsung memahami hal tersebut.
Xiao Tian yang pemasaran akan apa yang menimpanya, terus melirik ke arah Wu Kong dan berpikir, "Informasi apa yang sebenarnya Dewa kera bagikan?"
"Kenapa dia tak mengatakannya saja, agar aku tahu apa yang terjadi dengan tubuhku."
Wu Kong yang dapat membaca pikiran Xiao Tian disaat dia melemah, langsung menatap Xiao Tian dan bertelepati kepadanya, "Apa kau penasaran dengan apa yang terjadi dengan tubuhmu?"
"Apa Dewa kera bisa membaca pikiranku yang setengah sadar ini?" pikir Xiao Tian dengan nada bingung.
"Tentu saja aku bisa, teknik pemblokir ingatanmu terbuka sejak kau melemah," jawab Wu Kong melalui telepati.
"Begitu ya, kalau begitu bisakah kau kirimkan informasi tentang apa yang menimpaku?"
"Apa yang terkandung dalam asap merah itu?" pikir Xiao Tian dengan serius.
"Asap itu tak mengandung racun. Hanya saja, dapat menyerap semua qi alam yang tersebar di dalam ruangan. Dan itu berlangsung cukup singkat. Meskipun kau menggunakan simbol anti racun sedikitpun, simbol tersebut akan otomatis nonaktif karena asap merah menyerap qi alam yang menjadi sumber dari tenaga simbol suci. Itu juga berlaku untuk simbol lain seperti simbol roh tikus yang biasanya aktif secara otomatis untuk mengisi lautan jiwamu,"
"Karena proses meracik pil tingkat langit memerlukan begitu banyak kekuatan jiwa, dan satu satunya pendukung atau pemasok kekuatan jiwamu tidak bisa aktif. Maka jadilah kau yang sekarang," jelas Wu Kong melalui telepati.
"Kenapa kau baru memberi tahuku?" pikir Xiao Tian dengan serius.
Setelah Wu Kong mendengar jawaban Xiao Tian, dia pun mengingat tentang siapa yang mewariskan resepnya kepada Xiao Tian. Dan orang itu tidak lain adalah Dewa petir. Tadinya dia berpikir kalau Dewa petir benar benar mengajari Xiao Tian dengan resep yang sempurna. Tapi, setelah melihat apa yang terjadi pada Xiao Tian. Wu Kong pun sadar, bahwa Dewa petir tak sepenuhnya memahami tentang resep tersebut. "Kenapa dia tak jujur kalau dia tak memqhami efek dari asap merah saat kuajari dulu?"
"Syukurlah Xiao Tian masih bisa selamat. Kalau tidak, akan kuhabisi dia," pikir Wu Kong dengan tampang kesal.
Sementara itu, Dewa petir sedang bersembunyi di balik langit langit kamar Xiao Hong bersama Tainam Chun dan ayahnya. Di saat dia masih menatap reinkarnasi istrinya dengan pandangan gembira, seketika bulu kuduknya merinding karena merasakan tekanan yang dikeluarkan Wu Kong.