Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Masa lalu SunLong


Setelah semua sudah siap pergi, Tetua Gu Yan memanggil burung raksaksa dengan siulannya, Melihat burung yang begitu besar Xiao Tian sangat takjub, Karena di kehidupannya yang dulu dia tak pernah melihat burung sebesar itu apalagi menaikinya.


Burung itu memiliki bulu berwarna merah menyala seperti api, Dan berukuran 20 kali lipat dari tubuh manusia dewasa, Punggungnya bisa membawa 10 orang dalam sekali terbang.


"Tetua apa ini burungmu?"


"Besar sekali ya, Apa burung ini benar-benar jinak?" Ucap Xiao Tian


"Ini adalah monster tingkat 8 kami menyebutnya phoenix api , Dan monster ini adalah tunggangan sekaligus partnerku, Kita akan menaikinya untuk pergi ke sekte Gunung Api." Ucap Tetua Gu Yan


"Jadi ini yang dipanggil Phoenix, Begitu besar dan menakjubkan, Apakah burungmu benar-benar bisa dinaiki?" Ucap Huang Li


"Sepertinya burung si tetua Gu Yan sudah tua dia tak akan bisa dinaiki." Ucap Xiao Tian


"Hahah pangeran kau ini ada-ada saja." Ucap Taiwu sambil tertawa karena paham maksud Xiao Tian


"Kenapa kau malah tertawa Taiwu?" Ucap Huang Li


"Hei Tetua apakah burungmu benar-benar sudah tua dan tak bisa dinaiki?" Ucap Huang Li dengan polos


"Pftt hahahhahahaa." Xiao Tian Dan Taiwu tertawa terbahak-bahak


"Tetua jawab apakah burungmu baik-baik saja?"


"Kenapa mereka malah tertawa padahal burungmu kan besar dan masih terlihat kuat, kenapa mereka bilang kalau burungmu sudah tua?" Ucap Huang Li dengan polos


"Hei bisakah kau gunakan kata phoenix atau monster, berhenti berkata burungmu itu bisa membuat orang salah paham jika kau mengatakannya di sekte nanti." Ucap Tetua Gu Yan


"Maksudnya salah paham tentang apa ya?" Ucap Huang Li dengan polos


"pft hahahah, Taiwu tolong bisikkan apa maksudnya." Ucap Xiao Tian


"Baiklah, Aku sudah tak bisa menahan tawaku lagi." Ucap Taiwu


Taiwu membisikkan arti dari lawakan Xiao Tian, Dalam sekejap wajah Huang Li memerah karena malu.


"A..aku tak bermaksud menyinggung hal itu!" Ucap Huang Li


"Aku paham jangan terlalu serius, Kan aku yang bercanda tadi." Ucap Xiao Tian


"Ehm kalau sudah paham berhenti memanggil burungku ya." Ucap Tetua Gu Yan


"Tenang tetua Gu Yan kami tak akan menyinggungnya lagi." Ucap Taiwu


"Hahahahah." Taiwu dan Xiao Tian masih belum bisa menahan tawa


"Hadehh bocah-bocah ini, Apakah kerajaan tak mengajari mereka cara memperlakukan orang tua?" pikir tetua Gu Yan


"Cepatlah naiki burungku, Dan pegang erat-erat bulunya Jangan sampai terjatuh!" Ucap Tetua Gu Yan


"Pftt ahahahahah pegang bulu burungnya!" Xiao Tian dan Taiwu tertawa terbahak-bahak


"Sialan kenapa aku malah menyebut phoenix ku seperti mereka memanggilnya." Pikir Tetua Gu Yan


"Aku salah bicara tadi, Jangan tertawa cepat naik , kalau tidak kalian akan kutinggal!" Ucap Tetua Gu Yan


"iya iya kami akan naik." Ucap Xiao Tian sambil menahan tawannya.


Setelah bercanda mereka semua menaiki phoenix itu, Tetua Gu Yan duduk di samping Xiao Tian, sedangkan Taiwu duduk dibelakang mereka.


Ketika sudah diatas udara Tetua Gu Yan memegang punggung Xiao Tian


"Tetua apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Xiao Tian


"Aku hanya hawatir kau jatuh dari phoenix ku jadi aku memegang pundakmu sebagai jaga-jaga." Ucap Tetua Gu Yan


Tak lama setelah itu kesadaran Xiao Tian tiba-tiba ditarik ke alam pikiran.


#Alam pikiran


"Hei bocah kita ketemu lagi." Ucap Sun long(Roh beladiri milik Xiao Tian)


"Siapa kau kenapa aku merasa asing?"


"Kenapa aku baru melihatmu ya?" Ucap Xiao Tian


"Aku adalah roh beladirimu."


"Apa kau lupa kejadian waktu kau dikejar iblis setengah naga?" Ucap SunLong


"Aku ingat, Tapi waktu itu kau hanyalah kadal kecil, Kenapa sekarang tiba-tiba kau berubah menjadi naga kecil?" Ucap Xiao Tian


"Kalau bukan karena membuat kontrak denganmu kekuatanku tidak akan hilang, Dan bentukku tidak seperti sekarang." Ucap SunLong


"Iya terserahlah, Jadi apa yang kau perlukan sampai memanggilku kadal kecil?" Ucap Xiao Tian


"Aku juga punya nama tahu!"


"Hmmm ini pertama kalinya kau menyebutkan namamu mana kutahu kalau kau punya nama."


"Jadi kadal kecil apa yang sebenarnya kau inginkan?" Ucap Xiao Tian


"Menjauhlah dari orang yang bernama tetua Gu Yan itu, Dia benar-benar berbahaya." Ucap Sun Long


"Apa maksudmu?"


"Dia kan orang baik." Ucap Xiao Tian


"Dia memang baik, Tapi dia adalah pengguna teknik beladiri golongan putih, Sedangkan kau merupakan pengguna teknik beladiri golongan hitam." Ucap Sun Long


"Sejak kapan aku jadi golongan hitam?" Ucap Xiao Tian


"Aku adalah kaisar iblis, Dan kau menggunakan ku sebagai roh beladirimu, Dengan melakukan kontrak dengan iblis maka kau dianggap senagai golongan hitam, meski aku tak memiliki niat jahat seperti iblis lain, Tapi tak akan ada manusia yang mau mengerti." Ucap Sun Long


"Apa maksudmu dengan tidak ada yang mengerti?" Ucap Xiao Tian


"Tak ada manusia yang mempercayai iblis, Semua manusia berpikir kalau iblis hanyalah makhluk perusak, Dan layak dibunuh, Padahal tidak semua dari golongan kami berperilaku jahat, Kami seperti manusia ada yang baik dan jahat, Tapi manusia bertindak seenaknya dan menghabisi semua iblis tanpa pandang bulu. aku jadi merasa kalau seakan-akan menjadi iblis adalah sebuah dosa."


" Apapun yang kulakukan selalu salah dimata manusia, Dulu aku pernah mempercayai manusia dan menjadikannya sahabatku, Aku rela dia menggunakanku sebagai tunggangan, Dia selalu bertanya dari mana asalku, Aku tak pernah mengatakannya, Tapi dia terus mencoba meyakinkanku, Aku akhirnya memberi tahu lokasi keluargaku, Tapi setelah itu dia menghianatiku dan membunuh semua keluargaku."


"Sejak saat itu aku tak mempercayai manusia, Aku membunuh majikanku sendiri dan mati karena telah melakukan kontrak budak, Akhirnya aku mati di gua itu tapi ajaibnya toh ku tak menghilang, Akhirnya aku mencoba mencari cara mengumpulkan energi untuk menciptakan tubuh baru, Aku membunuh semua manusia yang lewat disana dan menjadikannya sebagai sumber energi."


"Sampai akhirnya aku bertemu denganmu dan terjebak di dalam tubuhmu, Kupikir kau adalah orang hebat, Jadi aku tak mempermasalahkannya, Tapi setelah bergabung denganmu, ternyata kau hanyalah seorang sampah, Aku telah tertipu dengan kekuatan mu yang mendadak meningkat waktu itu, Awalnya aku tak tahu dari mana kekuatan itu muncul, Tapi setelah merasuki tubuhmu aku bisa melihat dengan jelas kalau ada roh lain yang selalu disampingmu, Dan kau memanggilnya dengan sebutan Dewa Petir."


"Aku akan membantumu membatasi kekuatan dewa itu agar kau bisa menjaga rahasia kita, Jadi kau tak perlu takut membocorkan keberadaanku, Aku akan memberimu kemampuan untuk bertelepati, jadi kau bisa mengobrol bersamaku atau bersama dewa itu tanpa takut pikiranmu terbaca." Ucap Sun Long


"Akhirnya aku akan punya privasiku, Pikiranku akan menjadi milikku sekarang." Ucap Xiao Tian


"Dengar ya aku menolongmu bukan karena aku menghawatirkanmu, Tapi karena jika kau mati aku juga mati, Aku pernah mati dan kehilangan tubuhku, Sekarang aku melakukan kontrak hanya dengan roh ku, Jika kau mati maka roh ku akan hancur. Jadi meski itu sulit, tolong percayalah padaku dan jauhilah pria tua itu, Karena dia sedang mencoba mencari rahasia tubuhmu, Dia begitu penasaran karena yang dia tahu kau hanya memiliki roh beladiri tingkat 4 saat uji kekuatan." Ucap Sun Long


"Tenang saja aku mempercayaimu kok."


"Aku berjanji akan membantu mengembalikan tubuhmu, dan membebaskanmu dari belenggu kontrak suatu hari nanti. untuk sekarang karena kita saling membutuhkan, Jangan sungkan untuk mengatakan semuanya padaku jika ada masalah lagi, Karena mulai sekarang kita adalah teman." Ucap Xiao Tian


"terima kasih, Karena mempercayaiku, Tapi aku tak akan pernah menganggapmu teman, Aku sudah pernah dihianati, Dan aku tak ingin merasakan hal yang sama dua kali, Aku sudah menyerah percaya kepada seorang manusia." Ucap Sun Long


"Jangan khawatir aku tak memaksamu untuk mempercayaiku sekarang, Tapi aku jamin kalau aku tak akan menarik ucapanku, Meski kau menganggapku sebagai manusia pengganggu aku akan menganggapmu sebagai temanku." Ucap Xiao Tian


"Pergilah, Dan menjauh dari pria tua itu, Tenang saja selama kau berada di alam pikiran ini, Waktu diluar berhenti untuk sementara. Jadi saat ini si tua itu belum sempat meneliti semua rahasia tubuhmu." Ucap Sun Long


"Baiklah sampai jumpa teman." Ucap Xiao Tian


"Teman ya Sudah lama aku tak mendengarnya, Tapi kau datang 100 tahun lebih lambat, Kalau saja kau ada 100 tahun yang lalu, Mungkin aku akan senang mendengarnya." Ucap SunLong


Xiao Tian kembali ke Alam nyata, Dan saat dia Sadar, Dia langsung melepaskan tangan tetua Gu Yan dari punggungnya.


"Tetua aku masih normal, Aku tak tertarik padamu, Berhenti menggodaku aku tak suka burungmu!" Ucap Xiao Tian


"Hei apa maksudmu, Aku hanya memegang pundakmu agar kau tak jatuh." Ucap Tetua Gu Yan


"Lihatlah aku bahkan bisa berdiri diatas burung ini tanpa terhempas angin, Aku tak perlu memegang bulu burungmu itu, Jadi berhenti menggodaku tetua." Ucap Xiao Tian


"Hei berhenti berkata tentang burung, Ada seorang wanita disini!." Ucap Tetua Gu Yan


"Huang Li tak akan keberatan atas apa yang kukatakan, Tapi dia akan keberatan jika kau terlalu dekat denganku, Benarkan nona Huang Li?" Ucap Xiao Tian


"Kau benar, Aku tak akan pernah melarangmu melakukan apapun, Tetua berhentilah memegang pundak Xiao Tian, Kalau tidak akan kutendang burungmu!" Ucap Huang Li


"Hahaha, Jangan begitu nona muda, Baiklah aku akan berhenti mengganggumu, Duduklah agar kau tak jatuh." Ucap Tetua Gu Yan


"Maaf aku sedikit trauma dengan rumor jelek, Aku akan duduk paling belakang saja." Ucap Xiao Tian


"Baiklah terserah kau saja, Hati-hati ketika kau melangkah!" Ucap Tetua Gu Yan


"Sebenarnya trik apa yang dia gunakan?"


"Kenapa dia bisa berjalan dengan santai ketika sedang menaiki phoenix ku, Padahal angin disini sangatlah kencang." Pikir Tetua Gu Yan


"Cih akhirnya aku lolos dari tetua mesum itu" Ucap Xiao Tian


"Apa kau benar-benar terganggu hanya karena rumor?" Ucap Dewa petir


" Jadi dia benar-benar tak bisa membaca pikiranku ya ahhahaha." pikir Xiao Tian


"memang itu kenyataanya." Ucap Xiao Tian lewat telepati


"Begitu ya." Ucap Dewa petir


"Aneh kenapa aku seperti tak bisa membaca pikirannya ya, Tapi dia barusan msngeluarkan suara di dalam kepalaku, Bukankah itu berarti dia juga bicara lewat pikiran sama seperti biasanya?"


" ini benar-benar aneh." Pikir dewa petir