
Disan terlempar cukup jauh hingga menghantam ujung dinding gua.
Tap tap tap
Wu Kong melangkah maju memasuki ruang gua pertemuan para iblis berada.
Melihat panglima mereka diserang, para Kaisar iblis dengan tato kalajengking di tangan serta wajah mereka melangkah maju menghalangi Wu Kong.
Awalnya mereka terlihat begitu bernyali, karena tak tahu siapa yang mereka hadapi.
Ketika salah satu dari mereka berinisiatif untuk maju, Wu Kong menahan serangannya dengan mudah. Lalu menghancurkan kesadaran kaisar iblis malang tersebut hanya dengan mencengkram kepalanya.
Tak lama setelah itu, dia merubahnya menjadi relik kaisar iblis berbentuk seruling merah.
Melihat kawan mereka berubah menjadi relik dalam sekali serang, para Kaisar iblis pun dibuat gemetar akan hal tersebut.
"Kaisar Feng Xiu tidak jauh lebih lemah dari kami, dan dia mengalahkannya hanya dalam sekali sentuh."
"Siapa sebenarnya orang ini?" pikir para kaisar iblis sambil memundurkan langkah mereka. Para kaisar iblis memilih mundur karena merasa bahwa ada yang tidak beres dengan lawan mereka.
Tap tap tap
Wu Kong melangkah mendekat secara perlahan.
"Kenapa kalian mundur?"
"Kemana perginya keberanian kalian tadi?" tanya Wu Kong sambil melangkah maju melewati sisi gua yang tak terkena cahaya obor.
"Antena panjang di atas kepala, tongkat emas sakti yang bisa berubah ukuran. Dan jirah emas yang terlihat cukup mencolok. Tidak salah lagi, dia adalah ...,"
"Dewa kera Sun Wu Kong!" ucap para Kaisar iblis sambil berjalan mundur dengan tampang begitu panik.
"Oh ... , sepertinya kalian cukup mengenal diriku ya," Wu Kong tersenyum sambil memainkan tongkat emasnya.
Setelah melihat wujud Wu Kong, para Kaisar iblis memikirkan begitu banyak hal mengenai masa depan buruk mereka.
"Sial, bagaimana bisa Dewa kera turun ke bumi?"
"Jangan bilang kalau alam langit telah melemparkan perintah pembasmian ras iblis lagi," para Kaisar iblis gemetar ketakutan hingga berlutut tanpa sadar.
Melihat para kaisar iblis berlutut seperti seorang pengecut, para iblis di ruangan itu pun terheran heran dibuatnya.
"Apa yang terjadi pada para Scorpions (julukan sepuluh kaisar iblis yang berada di bawah perintah Disan)?"
"Kenapa mereka berlutut tanpa perlawanan?" para ras iblis laba laba, kera serta kalajengking dibuat bingung akan apa yang mereka lihat.
"Meskipun kalian bertekuk lutut terhadapku, aku tak akan pernah mengampuni kalian. Hari ini tak ada satupun iblis di ruangan ini yang bisa keluar hidup hidup," ucap Wu Kong sambil mencengkram kepala salah satu Kaisar iblis dihadapannya. Dia menghancurkan seluruh kesadarannya dan memaksanya berubah kembali menjadi sebuah relik.
Melihat salah satu teman mereka diubah paksa menjadi sebuah relik, para Kaisar iblis yang tersisa mencoba lari melewati sisi kanan dan kiri Wu Kong.
Sayangnya mereka tertangkap oleh kloning Wu Kong dan berakhir menjadi relik seruling dengan berbagai macam warna.
Ketika melihat para Kaisar iblis dibantai dalam sekejap mata, para iblis tingkat rendah langsung bertebaran kesana kemari untuk melewati Wu Kong dan kloning kloningnya.
"Se ... selamatkan diri kalian!" teriak para iblis sambil mencoba kabur dari kejaran Wu Kong.
Disaat pembantaian ras iblis sedang berlangsung, Disan yang menempel di retakan gua akibat serangan Wu Kong mulai tersadar dari pingsannya.
Awalnya dia terlihat kesal, dan begitu marah hingga ingin menghancurkan seseorang yang menghajarnya dengan serangan tiba tiba. Namun ketika penglihatannya sudah benar benar jelas, dia pun gemetar ketakutan.
"Makhluk apa itu?"
"Aku tak tahu kalau siluman bisa sekuat itu,"
"Para Scorpions-ku telah dibantai habis dengan begitu mudahnya. Dan lihatlah kloning-kloning itu. Mereka semua tak jauh lebih lemah dari pada Kaisar Haifeng,"
"Kaisar Haifeng pernah memperingatkanku agar jangan pernah memprofokasi seorang Dewa sejati."
"Apakah dia yang disebut sebut sebagai Dewa sejati?" pikir Disan dengan tubuh gemetar ketakutan.
Disan sadar betul dengan bahayanya lawan yang dia lihat saat itu. Demi melindungi dirinya, dia pun membuka segel larangan teleportasi agar bisa kabur dari maut.
Karena hal tersebut, dia pun menjadi satu satunya iblis yang bisa lolos dari cengkraman Wu Kong.
#Diluar gua
Jingmi dan Xiao Tian menghabisi seluruh ras iblis ular merah sambil melindungi para siluman yang berhasil mereka selamatkan. Tentunya Su Yan dan Liang Su juga membantu menyerang para iblis ular yang datang menyerang.
"Kenapa iblis sepertimu malah membantu seorang manusia?" tanya para iblis ular sambil menyerang Jingmi.
"Bukan urusanmu!" bentak Jingmi sambil memukul iblis ular merah yang bertany kepadanya dengan sekuat tenaga.
Duakkk
Sementara itu, Dewa petir mencoba membuka kembali pola sihir penutup mulut gua. Setelah meneliti pola dalam waktu yang cukup lama, Dewa petir pun tersenyum. Alasan dibalik senyumanya tidak lain adalah karena dia telah menemukan pola rahasia dari mulut gua.
"Terbukalah!" ucap Dewa petir sambil menyentuh penurup gua.
Selang beberapa menit setelah Dewa petir merapalkan mantranya, penutup mulut gua pun terbuka dengan cukup lebar.
Setelah melihat Dewa petir berhasil membuka pola kuno yag telah diperbarui, para iblis ular merah mulI mengamuk.
"Mustahil, bagaimana bisa dia membuka segel kunonya sendirian. Bahkan para aku perlu menyatukan kekuatan bersama seluruh bawahanku demi membuka itu. Tak hanya orang yang bertarung saja yang terlihat berbahaya, firasatku mengatakan bahwa orang tanpa kultivasi yang baru saja membuka pola kuno sendirian jauh lebih mengerikan," pikir She Ying sambil mengepalkan kedua tangannya. She Ying adalah ratu para ras iblis ular merah. Dia tak ikut bertarung dan hanya memerintah bawahannya karena ingin menguji kemampuan para musuhnya. Setelah sadar bahwa lawannya bukan tandingannya, dia pun memberi perintah mundur kepada seluruh bawahannya.
Awalnya mereka berpikir untuk berlari ke cabang gua sebelah kiri untuk berlindung kepada para manusia pemuja iblis. Namun setelah sadar segel larangan telah dibuka oleh Disan, mereka pun memilih untuk berteleportasi.
Wooshh
"Tunggu pembalasanku, serigala sialan," ucap ratu iblis ular merah sebelum menghilang dari pandangan Su Yan.
"Sial, mereka berhasil kabur," gumam Su Yan dengan tampang kesal.
"Sudahlah, jangan dipikirkan. Tujuan kita telah tercapai sekarang, ayo pulang!" ucap Xiao Tian melalui telepati.