Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 488 : Kekacauan di istana Langit bagian 3


Setelah menghabisi sebagian besar bala bantuan musuh, Xiao Tian melanjutkan perjalanannya sembari menaiki naga hitam raksasa.


Mereka melesat begitu cepat, hingga tak dapat dilihat oleh sembarang orang. Meskipun waktu masih sore hari, tak adanyang dapat menatap ataupun melihat bayangan sang naga hitam.


Mereka melewati Kerajaan Ning, perbatasan Xian Yun, wilayah kerajaan Petir, kerajaan Awan, kerajaan Angin, dan terhenti di wilayah kerajaan es yang telah rata sejak lama.


Wilayah tersebut nampak begitu sunyi, dan terbengkalai. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah puing puing bangunan serta daratan yang diselimuti oleh es putih.


Setelah sedikit masuk ke wilayah kerajaan es, mereka pun sampai di Lembah kristal es. Di dalam pisat lembah tersebut, terdapat tembok hijau yang menjulang tinggi dan melingkar hingga menembus awan.


Seperti biasa, di bagian atas tembok hijau itu terdengar Suara Hembusan angin yang begitu kencang. Hembusan angin yang diselimuti awan hitam dan kilatan petir.


Woooshh tap , "Xiao Tian melompat turun dari atas pungung naga hitam.


Naga hitam nampak tak mau mendekati tembok karena dapat merasakan hawa keberadaan yang berbahaya di balik tembok tersebut. Sejak Xiao Tian melompat turun, dia mulai melangkah mundur dengan keringat di sekujur tubuhnya. Tubuhnya nampak gemetar, dan wajahnya pun cukup syok. Terlihat jelas bahwa naga hitam sedang ketakutan. Dan alasan dibalik rasa takut sang naga, ialah karena dia dapat merasakan sosok leluhur dari para leluhur naga. Naga pertama yang telah melebihi kekuatan para Dewa. Seumur hidup, ini adalah kali pertamanya dia mendekati tembok hijau di lembah kristal es. Hawa keberadaan itu, hanya bisa dirasakan oleh para naga. Tentu saja Xiao Tian tak dapat merasakan apa yang naga hitam rasakan.


"Dari sekian banyak tempat, kenapa aku harus berkunjung kemari?"


"Akunbenar benar membenci ini, tapi aku tak bisa meninggalkan tuanku sendirian," naga hitam menggigil ketakutan, karena naga hitam telah menandai dirinya. Sejak naga hitam berada dalam radius empat kilometer, sang naga putih menatapnya dengan mata spiritual. Sehingga membuat naga hitam merasakan bahwa dia sedang diawasi.


Tanpa menyadari keadaan naga hitam, Xiao Tian melanjutkan langkahnya untuk mendekati tembok tersebut. Setelah itu, dia menyentuh tembok hijau dan berkata, "Apakah kau masih disana?" Naga putih!"


Seketika tekanan gravitasi di lembah itu, meningkat tajam. Naga hitam yang sejak tadi sudah tertekan, langsung tumbang menghantam tanah karena kuatnya tekanan itu. Bersamaan dengan jatuhnya naga hitam, suara yang mendominasi dan berselimut hawa membunuh pun terdengar, "Beraninya kau mengganggu tidurku, Manusia!"


Uhukkk,!!! Naga hitam memuntahkan begitu banyak sarah di saat dia batuk.


Tubuh bagian dalamnya terluka, meski hanya merasakan sebagian kecil hawa membunuh sang naga putih saja.


Sedangkan Xiao Tian masih sanggup berdiri dengan tegak, meskipun pijakan kakinya hancur membentuk kawah akibat tarikan gravitasi yang ekstrim.


"Beraninya melawan tekanan dariku, tunduklah dan terima kematianmu manusia!" Naga putih menaikkan tekanan gaya gravitasinya.


"Aktifkan simbol!" Simbol roh kerbau suci muncul sejenak di atas dahi Xiao Tian, lalu seketika pancaran emas menyelimuti tubuh Xiao Tian. Bersamaan dengan aktifnya simbol roh kerbau suci, Xiao Tian juga mengaktifkan simbol roh kera suci yang muncul dan lenyap seketika tepat di dahinya. Tak lama setelah simbol tersebut lenyap, sebuah lingkaran sihir yang nampak luas muncul tepat dibawah kaki Xiao Tian. Bersamaan dengan aktifnya lingkaran sihir simbol roh kera suci, Gravitasi di atas maupun di bawah simbol tersebut pun berada dalam kendlali Xiao Tian. Berkat itu, naga hitam pun lolos dari mautnya.


"Apa kau pikir hanya kau saja yang dapat memanipulasi gravitasi?" tanya Xiao Tian sambil memancarkan hawa membunuhnya.


Tak lama setelah Xiao Tian membalas hawa membunuh naga putih, tiba tiba saja snang naga menarik hawa membunuhnya, dan tertawa terbahak bahak.


"Hahhahahahah, seperti yang diharapkan dari seorang yang pernah menaklukkan labirinku,"


"Aku semakin menyukaimu, manusia,"


Tak lama setelah itu, portal hitam yang cukup besar muncul tepat dihadapan Xiao Tian. Bersamaan dengan munculnya portal tersebut, naga putih kembali mengeluarkan suaranya yang terdengar cukup tenang. "Apakah kau kemari untuk memasuki labirin es milikku lagi, manusia?"


Disaat sang naga baru menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian memunculkan pedang draconic Aurora miliknya. Lalu menebas portal tersebut hingga menjadi dua. Bersamaan dengan lenyapnya portal hitam yang dia tebas, Xiao Tian pun berkata, "Aku kemari bukan untuk memasuki labirin es,"


"Kalau begitu apa tujuanmu?" tanya sang naga putih.


"Membebaskan dirimu," Xiao Tian memasang tampang serius dan tanpa rasa ragu.


"Hahahhahahaha!"


"Hahahahaha," naga putih tertawa cukup kencang dan dapat terdengar meskipun hanya melalui telepati.


Disaat sang naga putih tertawa, Xiao Tian kembali mengejutkannya dengan berkata, "Berhentilah tertawa dasar bodoh,"


"Bo ... bodoh?"


"Apa yang tuanku pikirkan?"


"Bahkan para Dewa takut terhadapnya, kenapa tuanku malah mengatainya begitu!"


"Bukankah alasan mengapa kami datang kemari untuk meminta bantuan naga putih?"


"Cara meminta bantuan macam apa ini!" pikir naga hitam dengan tampang Syok dan mata terbelalak.


"Apa kau baru saja memanggilku bodoh?" naga putih kembali memancarkan hawa membunuh. Namun kali ini agak dia perkuat. Sayangnya, Xiao Tian tak merasakan dampak apapun sehingga membuat sang naga semakin kesal.


"Ya," Xiao Tian menjawabnya dengan tampang datar.


"Roarrrr!"


"Kau benar benar membuatku marah, apakah kau tidak takut kalau aku akan meratakan seluruh kehidupan di bumi karena emosi terhadapmu!" Naga putih mulai meninggikan suaranya karena merasa sangat kesal terhadap sikap Xiao Tian.


"Ratakan saja jika kau bisa, bukankah kau punya cukup kemampuan?"


"Kita lihat apakah benar bahwa kau dapat menjadi bencana besar jika ada yang mengganggu dirimu." Xiao Tian menatap tajam ke arah tembok hijau sembari memancarkan hawa membunuh untuk membalas sang naga putih.


"Cih,"


"Memangnya kau tahu apa," Naga putih berhenti membalas ucapan Xiao Tian karena kehabisan kata kata. Naga hitam yang berpikir bahwa naga putih merupakan sosok yang menakutkan, langsung tertegun akan kejadian tersebut.


"Aku tahu segalanya tentangmu, dan aku juga sangat tahu bagaimana cara mengeluarkanmu," Xiao Tian menjawab tanpa rasa gugup.


"Apa kera sialan itu yang memberi tahumu?" Naga putih kembali menjawab dengan nada kesal.


"Tidak, bukan dia. Tapi Kaisar Langit," jawab Xiao Tian sembari tersenyum.


"Oh ... ," Naga Putih menjawab dengan naga kesal, sembari membayangkan wajah Kaisar Langit.


"Hufftt"


"Lalu apa maumu?"


"Kau tak akan mungkin membebaskanku karena sempati saja kan?" naga putih kembali bertanya dengan nada yang normal, tepat setelah dia menghela napas.


"Istana Langit sedang diserbu pasukan siluman berjirah dan bersenjatakan Pusaka Langit, tujuanku kemari adalah meminta bantuanmu untuk meratakan sebagian besar pasukan musuh," jawab Xiao Tian dengan tampang tenangnya.


"Aku mengerti, jika memang itu kondisinya. Maka cepat bebaskan aku!" jawab Naga putih.