
Xiao Tian memperbaiki meridian Xia Hu yang telah mengalami sedikit kerusakan dengan teknik akupunturnya.
Proses perbaikan meridian terasa cukup menyakitkan, hingga membuat Xia Hu berteriak beberapa kali. Bahkan dalam kurun waktu kurang dari lima menit Xia Hu seringkali hampir pingsan karena tak sanggup menahan rasa sakitnya.
Jika bukan karena tekadnya, mungkin Xia Hu sudah pingsan sejak awal. Pingsan di pertengahan pemulihan bisa membuat pengobatannya gagal. Oleh karena itu Xia Hu tak punya pilihan lain, selain terus memaksakan dirinya agar sukses melewati perbaikan meridian.
Setelah meridiannya berhasil diperbaiki, semua energi dari pil pil yang selama ini dia konsumsi ketika meridian rusak mulai terserap hingga membuatnya naik tingkat secara drastis.
Bagi Xiao Tian mungkin hal ini adalah hal biasa, namun bagi Xia Hu ini adalah bencana. Kenaikan drastis lebih dari dua lapisan saja bisa memberikan rasa sakit yang amat luar biasa. Sedangkan saat ini Xia Hu mendapatkan kenaikan melebihi sepuluh lapisan.
Disaat hal itu terjadi, Xiao Tian menyuruh Xia Hu bersemedi dengan punggung yang tak terbungkus kain, lalu menusuk punggungnya dengan jarum akupuntur untuk menekan rasa sakit yang Xia Hu derita. Proses pelenyapan rasa sakit ini memakan waktu satu jam lamanya. Saking merepotkannya proses tersebut, Xiao Tian sampai harus kehabisan sebagian besar kekuatan jiwanya.
Namun usaha tersebut tidaklah sia sia. Karena dengan ini, salah satu muridnya berhasil bangkit melebihi kultivasi Long Hu dan yang lainnya. Setelah prosesnya selesai, Xiao Tian mencabut semua jarum itu lalu tersenyum dengan napas yang terengah engah.
"Apakah aku sedang tak bermimpi?"
"Ini benar benar nyata kan?"
"Aku benar benar menjadi pendekar alam beast lapisan ke tujuh. Kenaikan kultivasi ini terlalu tinggi. Padahal pondasi terakhir saat meridianku hancur adalah pendekar alam roh lapisan keempat," pikir Xia Hu dengan mata yang terbelalak.
"Bagus, kau bisa menahannya dengan baik," ucap Xiao Tian dengan napas terengah engah.
"Terimakasih atas bantuan patriach, keluarga Xia kami tak akan melupakan bantuan besar ini untuk selamanya," ucap Xia Hu sambil bersujud kepada Xiao Tian.
"Baca ini, dan pelajari dengan baik!" ucap Xiao Tian sambil melempar buku teknik beladiri yang dia simpan di dalam cincin ruang.
"Syukurlah aku menyimpan beberapa buku di dalam cincin ruangku. Buku ini adalah sisa dari pembuatan buku teknik beladiri saat di ruang hampa sebelumnya, semoga dia bisa mempelajari itu dengan cepat," pikir Xiao Tian dengan keringat yang mai bercucuran.
"Bukankah ini teknik tangan dewa yang telah lama hilang?" pikir Xia Hu sambil membaca sebagian isi buku tersebut dengan mata yang terbelalak.
"Terimakasih atas bantuan anda patriach, hamba berjanji akan mengalahkan Long Hu dan yang lainnya saat pertemuan besok," ucap Xia Hu sambil kembali bersujud dengan berlinang air mata.
"Dengan ini, aku bisa membuat bangga paman Xia Meng dan bibi Xia Ning lagi," pikir Xia Hu dengan tangis diwajahnya.
Melihat Xia Hu begitu diperlakukan secara spesial, para murid lain menjadi iri. Mereka juga ingin menaikkan kultivasi seperti Xia Hu.
Xiao Tian yang awalnya berniat mengajari mereka teknik dasar saja, berubah pikiran setelah melihat tekad mereka yang cukup kuat.
"Baiklah, aku akan memperlakukan kalian seperti Xia Hu. Tapi cara singkat menaikkan kultivasi ini akan menyakiti tubuh kalian, jika kalian tak sanggup maka berhentilah. Jika masih siap melanjutkan maka bertahanlah. Metode yang aku terapkan sangatlah berbahaya, nyawa kalianlah taruhannya. Siapapun yang memiliki mental lemah pasti akan kehilangan nyawa. Apakah kalian masih mau melakukannya?" tanya Xiao Tian dengan napas terengah engah.
"Kami siap menerima konsekuensi apapun, Patriach," ucap para murid sambil memberi hormat.
"Kau juga ikutlah bersama mereka, pastikan tugas ini dilakukan secepat mungkin. Karena waktu tidak akan menunggu kita," ucap Xiao Tian sambil menatap Xia Hu.
"Baik Patriach," ucap para murid sambil memberi hormat.
Setelah semua murid pergi, Xiao Tian langsung menghela napas sambil berkata, "Huft, kekuatan jiwaku habis dan sisi gelap tak mau meminjamkan kekuatannya lagi,"
"Sisi gelap?"
"Jadi kau masih berhubungan dengannya ya?"
"Kulikir Wukong sudah mengajarimu cara untuk memusnahkannya," ucap Dewa petir sambil melirik ke arah Xiao Tian.
"Aku memang diajari oleh Dewa kera, tapi menghapus eksistensinya sangatlah disayangkan. Karena dia masih bisa kumanfaatkan," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Kalau kau tahu caranya, kenapa kau tak ancam saja dia agar mau menurutimu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Percuma saja, ancamanku tak mempan saat kekuatan qi milikku sudah tidak ada. Dia tahu akan hal itu, makanya berani ngelunjak," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Benar juga, aku hampir lupa kalau kau sedang mengalami luka dalam," ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Semua ini karena ulah pria tua itu, kalau dia tak mengaktifkan relik kaisar iblisnya aku tak perlu mengulangi semuanya dari awal!" ucap Xiao Tian dengan kesal.
"Kau selalu berkata bahwa pria tua itu sungguh menyebalkan, sebenarnya siapa sih dia?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Aku juga mau mendengarnya, terlalu banyak hal yang tak kumengerti saat kau baru kembali ke daratan ini," ucap Sunlong sambil keluar dari cincin ruang Xiao Tian.
"Pria tua itu adalah patriach yang telah lama menghilang di sekte ini. Dia mengasingkan diri karena relik kaisar iblis yang entah bagaiman bisa terikat dengannya. Demi menghindari serangan serta kejaran dari pihak yang ingin menghancurkan atau merebut paksa relik Kaisar iblis ditubuhnya itu, dia mengasingkan diri selama lebih dari tiga puluh lima tahun lamanya. Dan relik yang terikat dengannya adalah relik reset."
"Entah bagaimana cara kerjanya. Yang pasti relik tersebut bisa memundurkan waktu hingga ke titik yang dia tentukan," jelas Xiao Tian dengan tampang kesal.
"Reset ya, aku mengerti. Jadi itu alasan mengapa kau mengetahui banyak hal tapi kami tidak. Sepertinya dia menyentuhmu saat melakukan reset demi merubah masa depan," ucap Dewa petir sambil menherutkan dahi.
"Ya, dia memang menyentuhku saat itu. Bagaimana kau tahu?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Relik reset adalah salah satu relik yang merepotkan. Penggunanya bisa mengulangi kejadian tanpa batasan waktu, kelemahannya yaitu hanya satu. Saat dia melakukan reset terlalu sering umur pengguna akan semakin berkurang dan akan cepat menua. Tak peduli dia seorang immortal atau bukan, tubuhnya tak akan bisa awet muda meski bisa memperpanjang umurnya dengan pil penambah nyawa," jelas Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Selain bisa mengulang kejadian, relik ini juga bisa membuat orang lain mengingat kejadian sebelum terjadinya reset dengan catatan harus menyentuh orang yang ingin dia berikan ingatan itu," ucap Dewa petir dengan tampang serius.
"Jadi itu alasan mengapa hanya aku yang mengingatnya," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.