Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 296 : Kembali pulih


"Maaf mengganggu reuni kalian, tapi bisakah kau membantuku sekarang juga?"


"Aku sudah kehabisan pil penetral racun, jika menghabiskan waktu lebih lama lagi aku bisa kehilangan nyawaku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Ah, maafkan aku karena terbawa suasana. Ini semua karena aku sudah lama tak bertemu kawan lama, hehe," ucap Yuan er sambil menjulurkan lidahnya.


"Tunggu aku sebentar ya," ucap Yuan er sambil tersenyum tipis. Dia membalikkan badannya, lalu berjalan munuju celah neraka. Kemudian melompat masuk kedalam celah tersebut untuk mengambil bahan herbal yang Xiao Tian cari.


Ketika Yuan er belum kembali, Sunlong menatap terus ke arah dimana Yuan er pergi lalu berkata, "Tak kusangka ular nakal itu sudah berevolusi menjadi siluman setelah seribu tahun tak bertemu."


"Berevolusi menjadi siluman?"


"Tapi aku tak merasakan hawa siluman sedikitpun dari tubuhnya, hanya aura beast tingkat tinggi yang terasa cukup kuat hingga membuat hatiku bergetar."


"Lagipula, beast dan siluman kan ras yang berbeda," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Apa kau lupa dengan apa yang kuceritakan dulu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahinya.


"Memangnya kau pernah menceritakan apa?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Dewa petir.


"Asal usul bangsa siluman. Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, siluman merupakan evolusi tingkat lanjut dari para Beast. Sama halnya seperti Sun Wu Kong dan Chu Pat Kai, sebelum menjadi siluman lalu menjadi Dewa. Mereka awalnya adalah seekor kera nakal dan Bab* yang tak berdaya.


Namun setelah mengenal dunia kultivasi mereka berevolusi dari hewan biasa menjadi beast tingkat tinggi. Dan akhirnya memperoleh wujud manusia mereka saat berevolusi menjadi siluman," jelas Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.


"Hewan biasa yang bisa berkultivasi disebut sebagai beast, beast yang berhasil merubah wujud menyerupai manusia disebut siluman."


"Berbeda dengan para iblis yang bisa mencapai wujud manusia mereka hanya dengan menjadi grand master petarung. Beast harus mencapai tingkat pendekar alam naga untuk memperoleh bentuk manusia mereka. Dan aura beast mereka akan menghilang saat berhasil melewati lapisan puncak pendekar alam naga. Yuan er hanya memerlukan satu langkah lagi untuk membangkitkan aura silumannya," jelas Sunlong sambil menoleh ke arah Xiao Tian.


"Setelah kuingat ingat, Su Yan juga seorang siluman kan?"


"Kenapa kekuatannya saat tak terkendali tak sekuat pendekar alam naga?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Ada dua kemungkinan yang bisa menjelaskan hal itu, pertama karena dia bukan beast yang memperoleh evolusi melalui kultivasi. Dengan kata lain, Su Yan terlahir dari dua pasang beast yang telah menjadi siluman."


"Karena Su Yan mendapatkan bentuk silumannya sejak lahir, dia harus berkultivasi mulai dari nol dengan tubuh silumannya," jelas Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Lalu apa kemungkinan kedua?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Dewa petir.


"Su Yan kehilangan semua kultivasinya karena kepribadiannya telah terpecah menjadi dua," sambung Dewa petir sambil memasang tampang serius.


"Begitu ya, semua kemungkinan itu bisa menjelaskan semuanya. Dan hanya sisi lain Su Yan yang bisa menjawabnya. Karena Su Yan yang kita kenal tak mengingat apapun mengenai jati dirinya," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


Woosshhh


Tap tap


Yuan er melompat tinggi dari dasar jurang hingga mendarat tepat di hadapan Xiao Tian yang berdiri diantara Dewa petir dan Sunlong yang masih menggunakan wujud naganya.


Yuan er membawa sebuah kotak berwarna emas yang terkunci rapat yang diyakini dijadikan tempat untuk menyimpan bahan yang Xiao Tian cari.


"Maaf agak lama, semua bahan yang kau cari ada di dalam kotak ini. Namun aku tak bisa membukanya karen terdapat susunan sihir yang sulit kumengerti di luar permukaan kotak ini," ucap Yuan er sambil memberikan kotak tersebut sambil memberikan kotak yang dia pegang.


Setelah memegang kotak tersebut, Xiao Tian langsung memecahkan susunan sihir yang cukuo rumit tersebut. Lalu berhasil membuka kotak emas tersebut, hanya dalam sekali coba.


"Yang benar saja, dia berhasil memecahkan susunan sihirnya hanya dalam sekali lihat!" pikir Yuan er dengan mata yang terbelalak.


"Hei Sunlong, kenapa kau tak bereaksi sama sekali?"


"Dia memecahkan susunan sihir yang tak bisa aku pecahkan sama sekali, seperti membalikkan telapak tangan loh?" ucap Yuan er melalui telepati.


"Terlalu awal bagimu untuk terkejut saat ini, pertunjukan sesungguhnya baru akan dimulai," ucap Sunlong melalui telepati sambil tersenyum tipis.


Belum sempat Yuan er menenangkan dirinya, Xiao Tian mengeluarkan bahan bahan yang ada di dalam kotak tersebut dengan menggunakan kekuatan jiwannya.


Wooshhh


Bahan bahan itu beterbangan diudara, berputar putar di hadapan Xiao Tian. Lalu Xiao Tian bakar dengan api biru yang menyala nyala. Dan saat itu pula dia leburkan semua bahan hingga menjadi satu kesatuan.


Wooshhh


Angin berhembus begitu kencang hingga membuat asap beracun di sekitar Xiao Tian lenyap terhempas angin. Setelah bahan bahan tersebut sudah melebur menjadi satu, Xiao Tian memadatkannya hingga menjadi sebuah pil tingkat tujuh dengan efektifitas 200%.


Mulut Yuan er langsung menganga dengan mata yang masih terbelalak begitu lebar. Dia terkejut bukan main karena ini pertama kali baginya melihat seorang manusia meracik pil tingkat tujuh tanpa menggunakan tungku sama sekali.


Setelah menghabiskan seluruh kekuatan jiwanya demi meracik pil tingkat tinggi, Xiao Tian langsung menelan pil tersebut. Lalu duduk bersemedi sambil berkultivasi untuk menyerap energi dari pil yang dia telan.


Baru beberapa detik setelah dia berkultivasi, semua luka dalam yang dia derita langsung lenyap tanpa sisa. Simbol roh tikus suci pun kembali bekerja seperti normal hingga membuat kekuatan jiwanya kembali terisi penuh secara instan.


Tak lama setelah itu, Xiao Tian pun menerobos dua lapisan hingga berhasil menjadi pendekar alam beast lapisan kedelapan.


"Hahahahahah, akhirnya aku bisa berkultivasi lagi. Aku berhasil menerobos hingga pendekar alam beast lapisan kedelapan," ucap Xiao Tian sambil tertawa keras.


"Hei kau mengatakannya terlalu keras, sekarang ular itu tahu tingkat kultivasimu," ucap Dewa petir melalui telepati sambil menepuk pundak kanan Xiao Tian.


"Benar benar bakat yang luar biasa, bahkan aku yang seorang pendekar alam naga saja belum tentu bisa meracik pil tanpa tungku."


"Mungkinkah dia orang yang Tian zong incar?"


"Aku jadi penasaran, seperti apa wajah dibalik topengnya itu," pikir Yuan er sambil mengerutkan dahinya.


"Sudahlah, dia kan teman Sunlong. Kita tak perlu menyembunyikan jati diri lagi," ucap Xiao Tian sambil melepaskan topeng di wajahnya.


"Aku memiliki mata yang bisa membaca umur seseorang dengan melihat wajah seseorang. Dan berdasarkan pengamatanku, umurnya masih baru menginjak angka 22 tahun."


"Apakah anak ini dilatih oleh seorang master?"


"Aku harus memberitahu Tian zong agar tidak menyinggungnya," pikir Yuan er dengan tampang panik. Dia menundukkan kepalanya sambil mengelap dahinya yang terus mengeluarkan keringat dingin.


"Kau baik baik saja, Yuan er?" tanya Sunlong sambil merubah bentuk hingga terlihat seperti kadal kecil. Dia terbang mendekati Yian er karena tak merespon ucapnnya sama sekali.


"Apa kau terlalu terkejut hingga kehabisan kata kata?"


"Berhentilah melamun, dan terima kenyataan. Bocah yang ada dihadapanmu ini memang tidak normal, karena dia mendapat bantuan seorang d ....," sebelum Sunlong menyelesaikan kalimatnya, Dewa petir memukulnya begitu keras lalu berkata,


"Apa kau mau membongkar bahwa aku yang membantunya!"


Pletakk


"Kenapa kau berhenti berbicara?"


"Dan kenapa kepalamu bisa benjol?" tanya Yuan er sambil mengangkat kepalanya ke atas.


"I ... ini ... , ini hanya hiasan. Aku selalu terlihat benjol saat baru kembali menjadi wujud ini," ucap Sunlong sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Kau tidak membohongiku kan?" tanya Yuan er.


"Tidak, mana mungkin aku bohong. Benarkan?" ucap Sunlong sambil menoleh ke arah Xiao Tian.


"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku, Sunlong?" tanya Yuan er sambil mengerutkan dahi.


"Sunlong memang menyembunyikan sesuatu darimu, dan aku akan memberitahukannya jika kau mau menatap mataku tanpa berkedip sama sekali. Apakah kau mau?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Yuan er.


"Apa hanya itu syaratnya?"


"Baiklah, akan kulakukan!" ucap Yuan er sambil membalas tatapan Xiao Tian.


"Aku ingin lihat, teknik apa yang dia gunakan untuk mengelabuiku," pikir Yuan er sambil menatap mata Xiao Tian.


"Kena kau, teknik penelan memori. Serap dan singkirkan," ucap Xiao Tian dalam hati.


Mata Xiao Tian berubah membiru, Yuan er yang sejak tadi tak berkedip langsung pingsan tak berdaya karena tatapannya itu.


Sunlong yang tak memahami apa yang Xiao Tian lakukan, langsung berteriak kepada Xiao Tian.


"Hei apa yang kau lakukan padanya!" bentak Sunlong dengan tampang kesal.


"Tian Zong, itulah nama pria misterius yang telah menggangguku sebelumnya. Dan temanmu ini, menyukainya karena telah menyelamatkannya disaat sedang terluka parah," ucap Xiao Tian sambil membalas tatapan Sunlong.


"Yuan er, dengan pria tua itu?"


"Yang benar saja!"


"Mereka sangatlah tidak cocok," bentak Sunlong sambil menunjuk ke arah Xiao Tian.


"Percaya atau tidak, itulah kenyataannya. Cinta itu memang buta kawan. Tenanglah, aku hanya menghapus ingatannya tentang pertemuan hari ini. Dengan kata lain, dia hanya mengingat kejadian sebelum kita datang dari sini. Aku juga sudah menyalin semua ingatannya, banyak hal menarik yang ada dalam ingatannya," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Apa kau menyalin ingatan saat dia mandi juga?" ucap Sunlong dengan tampang curiga.


"Aku hanya menyalin peristiwa penting yang bisa menambah wawasanku saja, untuk apa aku menyalin hal hal seperti itu," jawab Xiao Tian sambil membalas tatapan Sunlong.


"Haih, sayang sekali. Padahal aku ingin meminta salinan ingatannya jika kau menyalin adegan mandi juga," ucap Dewa petir sambil menghela napas.


Jederrr


Petir biru menyambar ke hadapan Dewa petir, dalam sekali lihat Dewa petir bisa mengenali siapa yang menyambarnya. Dan yang menyambarnya adalah Dewi petir, istrinya yang selama ini mengawasi Dewa petir dari alam para Dewa.


"Ah, aku lupa kalau hari ini adalah giliran istriku yang mengawasi," pikir Dewa petir sambil menghela napas.


#Sebelum Xiao Tian terbangun dari tidurnya


"Hei Dewa petir, aku mau berkencan dengan istriku esok hari. Berhati hatilah dalam bertindak, karena besok istrimu yang akan menggantikanku untuk mengawasimu," ucap Kaisar langit melalui telepati.


"Terima kasih atas peringatannya,"


"Aku akan mengingat baik baik," ucap Dewa petir sebelum terlelap dalam tidurnya.