
Xiao Tian telah membangkitkan roh beladiri legendaris yang hanya muncul selama puluhan ribu tahun sekali.
Kaisar Langit dibuat kaget akan kejadian itu, begitupun Dewa Petir yang menyaksikan kejadian langka tersebut.
"Apa yang terjadi dengan tubuhku?"
"Kenapa aku bisa merasakan begitu banyak kekuatan qi?"
"Sebenarnya pil macam apa yang kutelan tadi?"
"Meski terlihat sama seperti pil yang waktu dulu, efeknya benar benar jauh diluar dugaanku," pikir Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.
Dia begitu kebingungan dengan apa yang telah terjadi pada tubuhnya. Satu satunya yang dia mengerti hanyalah satu hal saja, yaitu kultivasinya telah meningkat tajam sejak dia menelan pil tersebut.
Meski terhenti di tingkat pendekar alam ilusi lapisan puncak, dia masih bisa merasakan begitu banyak energi qi di sekitar tubuhnya yang terus mencoba menerobos masuk walau telah berhenti berkultivasi.
Karena tak bisa mengatur masuknya energi qi tersebut, dia pun mencoba memanfaatkan qi itu untuk menerobos ke tingkat berikutnya.
Akan tetapi sebelum dia tunaikan niatnya, Dewa petir langsung menotok dantianya dengan serangan qi jarak jauh.
"Apa yang kau lakukan?"
"Kenapa kau menutup dantianku?" tanya Xiao Tian sambil menatap Dewa Petir.
"Dantianmu belum siap untuk menampung kekuatan qi yang lebih banyak lagi. Jika kau memaksa menerobos, maka dantianmu akan rusak dan akan mengalami penurunan kultivasi." Jawab Dewa Petir dengan tatapan serius.
Dewa Petir menjelaskan bahwa jika Xiao Tian memaksa menerobos sebelum pondasi kultivasinya diperkuat, maka dia akan mengalami kerusakan Dantian.
Dantian merupakan tempat seseorang menampung energi qi dan lautan jiwa.
Setiap manusia memiliki tiga buah dantian.
Shang dantian, terletak di titik tengah kedua mata. Berfungsi untuk menampung kekuatan jiwa, semakin besar Shang dantian seseorang maka semakin besar pula kekuatan roh yang bisa dia tampung.
Kekuatan roh atau kekuatan jiwa biasanya dipakai untuk menggunakan teknik teknik tertentu. Seperti teknik seribu langkah cahaya yang digunakan oleh Xiao Tian. Namun teknik teknik yang menggunakan kekuatan jiwa biasanya beresiko tinggi karena menguras begitu banyak tenaga. Oleh karena itu, teknik teknik tersebut telah lama dilupakan dan ditinggalkan.
Selain dapat digunakan untuk teknik bertarung, kekuatan jiwa juga bisa digunakan untuk meracik pil. Para peracik pil biasa disebut sebagai alkemis.
Sebagian besar orang memiliki Shan Dantian yang berukuran kecil, sedangkan tak semua orang yang memiliki kekuatan roh tingkat tinggi mampu menjadi alkemis. Karena untuk menjafi alkemis harus memahami fungsi dan komposisi dari bahan bahan untuk meracik sebuah pil. Karena itu, jumlah alkemis sangatlah langka dan begitu dihormati.
Zhong Dantian terletak di ulu hati setiap orang, tepatnya diantara kedua dada.
Berfungsi untuk menyimpan energi qi seseorang untuk sementara. Setiap energi qi yang masuk akan di saring di dalam Dantian ini hingga benar benar menjadi qi murni.
Jika sudah tak mengandung energi negatif, energi qi tersebut akan langsung turun ke Xia Dantian.
Xia Dantian atau biasa disebut sebagai lautan qi merupakan Dantian pokok yang berfungsi untuk menyimpan energi qi yang telah dimurnikan. Semakin besar Xia dantian seseorang maka semakin banyak pula energi qi yang bisa orang itu tampung.
Jika energi qi telah mencapai batas maksimal, seseorang bisa memaksa untuk menembus lapisan berikutnya untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi.
Oleh karena itu pandangan orang orang terhadap Xia dantian berbeda dari Shang Dantian.
Orang dengan lautan qi yang besar akan dianggap pecundang karena perlu lebih banyak kekuatan qi untuk naik tingkat.
Berbeda dengan kekuatan jiwa yang merupakan sumber energi Shan Dantian.
Semakin besar Shan Dantian seseorang maka orang tersebut semakin dipuja.
Sedangkan Xiao Tian memiliki Xia Dantian seluas samudra, dan akan terus melebar setiap dia naik tingkat. Dengan dantian yang bisa terus melebar sejak dia membangkitkan ular Yin dan Yang, dia seharusnya akan kesulitan naik tingkat.
Tapi hal ini tak berlaku untuknya, semua karena simbol roh tikus suci yang juga ikut membantu mengisi energi qi milik Xiao Tian agar cepat terisi penuh.
Dengan bantuan simbol roh tikus suci dan roh beladiri tingkat tingginya, dia akan menjadi orang yang paling ditakuti sekaligus paling dicari jika kebenarannya terkuak.
"Kalau begitu aku tak perlu takut lagi terhadap seseorang," ucap Xiao Tian sambil memotong penjelasan Dewa Petir.
"Itu tergantung dari sisi mana kau melihat. Sama halnya dengan kebenaran tentang kecocokanmu terhadap semua elemen. Hanya saja sekarang jauh lebih berbahaya, tak hanya sekte sekte tinggi yang akan mengincarmu, para Dewa Juga mungkin akan memburumu agar menjadi murid mereka atau mencari berbagai cara untuk memiliki benih darimu," jelas Dewa Petir dengan tampang serius.
"Benih?"
"Maksudmu?" Xiao Tian belum paham atas ucapan Dewa Petir sehingga dia menatapnya dengan pandangan heran.
"Maksudnya membuat keturunan dari benihmu, entah dengan anak mereka atau saudara mereka. Dan jika kau menolak, sudah dipastikan kau akan dihabisi," jelas Dewa Petir sambil menatap Xiao Tian.
"Kalau begitu aku tak punya pilihan lain selain memilih salah satu keturunan Dewa Dewi untuk dijadikan sebagai seorang istri?" tanya Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.
"Ini tak sesimpel itu, meski kau telah menjadi menantu salah satu Dewa Dewi. kau tetap akan diburu oleh para Dewa Dewi yang lain sampai mereka mendapat keturunan darimu,"
"Berlindung pada satu Dewa Dewi tak akan menjamin keselamatanmu, karena ribuan Dewa yang lain bisa bekerja sama untuk memperebutkanmu."
"Bayangkan jika kau harus melayani ribuan Dewa Dewi untuk memberikan keturunan. Apakah kau siap melayani mereka semua?" tanya Dewa Petir.
"Melayani ribuan orang?"
"Yang benar saja, mana mungkin aku sanggup menggilir mereka satu persatu," ucap Xiao Tian dengan wajah yang membiru.
"Tenang saja, aku akan mengajarimu ilmu khusus agar kuat di ranjang. Ku jamin ini akan manjur dan akan sangat berguna bagi dirimu," ucap Dewa Petir sambil mengacungkan jempol.
Pletakkk
"Kau ini, bisakah serius sedikit!" bentak Kaisar Langit sambil memukul kepala Dewa Petir.
"Tenanglah, jangan khawatir. Kami mempunyai solusi akan masalahmu ini. Kau cukup melakukan apa yang kami perintahkan, maka semuanya akan lancar seperti biasanya," jelas Kaisar Langit sambil menatap Xiao Tian.
"Baiklah, lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Kaisar Langit.
"Lipatlah kedua kakimu seperti sedang berkultivasi, kosongkan pikiranmu dan tutuplah matamu rapat rapat." Setelah mendengar ucapan Kaisar Langit, Xiao Tian langsung bersemedi dan melakukan semuanya tanpa bertanya sama sekali.
"Bagus, aku akan membuka kembali Shang dantianmu. Seraplah kekuatan jiwaku agar aku bisa masuk kedalam lautan jiwamu."
Kaisar Langit menempelkan telunjuknya ke titik tengah kedua mata Xiao Tian lalu memusatkan kekuatan jiwanya di ujung telunjuk kanannya itu.
Tekanan qi yang dipancarkan ular Yin dan Yang perlahan turun bersamaan dengan masuknya kekuatan jiwa milik Kaisar Langit.
Semakin lama semakin turun diikuti dengan menghilangnya garis cahaya di sekitar ular Yin dan Yang.
Awalnya terdapat lima belas buah garis berlapis sinar kuning yang terpancar keluar dari roh ular Yin dan Yang.
Garis garis tersebut mulai menghilang satu persatu hingga tak tersisa satupun.
Bersamaan dengan menghilangnya garis garis tersebut, cuaca buruk yang terjadi di seluruh alam semesta menghilang dalam sekejap mata.
"Bukalah matamu, sekarang semuanya sudah selesai. Aku telah mengatur roh beladirimu agar bisa menyembunyikan tingkatannya sesuai kemauanmu. Kau cukup memikirkan tentang tingkatan roh beladiri yang mau ditunjukkan kepada semua orang, maka tingkatan itu yang akan dirasakan semua orang."
"Ingatlah, jangan pernah berani menunjukkan tingkatan asli dari roh beladirimu. Karena itu sama saja dengan bunuh diri. Sebelum kau bisa melindungi dirimu sendiri jangan pernah berani tunjukkan itu, mengerti!" tegas Kaisar Langit sambil menatap Xiao Tian.
"Baik yang mulia, aku akan mengingat hal tersebut," ucap Xiao Tian sambil memberi hormat.
Setelah urusan Xiao Tian telah diselesaikan, Kaisar Langit berjalan mendekati Dewa Petir lalu mendekatkan mulutnya ke telinga kanan Dewa Petir.
Sambil berbisik dia berkata, "Bisakah kau ajarkan teknik ranjang yang kau tawarkan tadi?"
"Heheh wani piro," ucap Dewa Petir melalui telepati sambil memasang tampang konyolnya.