Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 425 : Terserapnya inti api


Sisi lain Xiao Tian telah mengorbankan jiwanya untuk bersatu dengan Xiao Tian. Berkat penyatuan tersebut Xiao Tian semakin menyayangi sisi lain dari dirinya tersebut. Berat baginya melihat sisi lainnya menghilang. Namun karena semua itu telah terjadi, dia pun hanya bisa menahan luapan emosi yang cukup menyayat hati.


"Aku tak akan melupakanmu, diriku," ucap Xiao Tian sambil mengepal kencang kedua tangannya.


Bersamaan dengan terkepal kencangnya tangan tersebut, ekor hitam yang menyelimuti tubuh tengkorak kecil meremas erat tengkorak tersebut hingga hancur berantakan.


Dengan hancurnya tengkorak hidup tersebut, Xiao Tian pun dapat kembali ke tempatnya terbaring jatuh menghantam daratan.


Bersamaan dengan kembalinya Xiao Tian, waktu pun kembali berputar.


"Bagaimana kau ...," Kaisar iblis Hei An menyadari bahwa kutukannya telah berhasil dihilangkan. Dengan kecepatan tinggi dia berencana untuk mengutuknya kembali dengan menyentuh tubuhnya. Namun Xiao Tian mengaktifkan teknik teleportasi untuk menjauh darinya.


"Aku di atasmu, tengkorak jelek," ucap Xiao Tian sambil melayang di atas langit.


"Beraninya kau mematahkan kutukanku, rasakan kemarahanku manusia!" Kaisar iblis Hei An berteleportasi ke hadapan Xiao Tian, namun Xiao Tian kembali menghindar dengan teknik yang sama.


"Aku ada dibelakangmu, bodoh!" Xiao Tian memegangi tubuh Kaisar iblis Hei An dengan sepuluh ekor hitam berwujud tangannya.


Karena berpikir bahwa Xiao Tian telah memegangnya secara langsung, Kaisar iblis Hei An pun tertawa cukup kencang.


Dia benar benar berpikir bahwa Xiao Tian terkena relik kutukannya lagi. Syarat dari relik kutukan adalah membiarkan lawan menyentuh bagian tubuhnya dengan anggota badannya. Karena ekor hitam bukanlah anggota tubuh Xiao Tian, efek relik kutukan pun tak dapat mengenainya.


"Hahaha, akhirnya kau menyentuhku," tawa Kaisar iblis Hei An.


Sadar bahwa Kaisar iblis Hei An tak berpikir bahwa dia telah terjebak oleh kutukan lagi, Xiao Tian pun berencana untuk mengelabuinya.


"Ekor hitamku tercipta dari bayangan hitam yang bisa kubentuk menjadi apapun. Dan biar kuberitahukan padamu, ekor ini memiliki kemampuan untuk menetralkan segala macam kutukan," ucap Xiao Tian sambil memperkuat cengkraman tangan tangan hitamnya


Mendengar ucapan ekor hitam, Kaisar iblis Hei An pun melirik ke arah tangan dan perutnya. Dan dia pun tersenyum karena tahu cara kerja dari teknik itu.


Krakk, tulang Kaisar iblis Hei An mulai retak.


"Berhenti menipuku, manusia,"


"Apa kau pikir aku bodoh?"


"Katakan padaku bagaimana caramu mendapatkan teknik panglima kami!" ucap Kaisar iblis Hei An sambil mengeluarkan hawa membunuh.


Mendengar kata Panglima, Xiao Tian pun teringat dengan seseorang.


"Panglima?"


"Oh maksudmu Disan?"


"Kemampuannya memang mirip denganku. Tapi kemampuanku ini bukan berasal darinya," jawab Xiao Tian sambil mengencangkan cengkraman tangan tangannya.


Karena Xiao Tian tak mau menceritakan dari mana asal teknik yang dia miliki, Kaisar iblis Hei An pun berencana untuk melepaskan diri.


"Gravity Max!" ucap Kaisar iblis Hei An.


Seketika tubuh sang Kaisar iblis menjadi begitu berat hingga sanggup menarik Xiao Tian terjatuh menghantam daratan.


Woosh


Brakk


Setelah menghantam daratan, pegangan tangan hitam Xiao Tian pun terlepas dari tubuhnya. Dan Kaisar iblis Hei An pun melesat pergi menjauh dari Xiao Tian untuk menyusun stratege.


Wooshhh


"Bocah ini terlalu aneh, aku harus menyingkir dulu untuk menganalisa kelemahannya," pikir Kaisar iblis Hei An sambil melesat menjauh.


Sambil melihat Kaisar iblis Hei An berusaha menjauh, Xiao Tian pun menyiapkan sebuah teknik serangan baru yang terngiang di kepalanya.


Dia mendapatkan teknik tersebut sejak berhasil menyatukan kedua jiwanya.


"Benar benar tengkorak yang keras kepala!" Xiao Tian meluruskan salah satu tangannya seakan sedang memegang sebuah busur. Tak lama setelah itu sebuah busur emas tiba tiba saja muncul di tangan kirinya. Bersamaan dengan itu, sebuah anak panah berwarna emas muncul di genggaman tangan Xiao Tian yang satunya.


Sambil mengincar kaisar iblis Hei An, dia pun berkata, "Teknik tingkat legenda, seribu panah cahaya!"


Xiao Tian melesatkan anak panah berwarna emas tersebut, dan kaisar iblis Hei An berusaha menghindari serangannya. Sejak melesat keluar dari busur, anak panah tersebut membelah diri menjadi banyak dan melesat cepat ke arah Kaisar iblis Hei An.


Wooshh


"Serangan anak panah yang bisa membelah menjadi banyak ya?"


"Mana mungkin itu bisa melukaiku," kaisar iblis Hei An berteleportasi tepat disaat salah satu anak panah hampir mengenainya.


Meskipun awalnya bisa dihindari dengan teleportasi, namun anak anak panah tersebut tak kunjung berhenti berbalik mengincarnya hingga benar benar mengenainya.


Clebb clebbb


"Sial, kalau saja kecepatan anak panahnya tak bertambah setiap kali kuhindari. Aku tak akan mungkin bernasib seperti sekarang," pikir Kaisar iblis Hei An dengan tampang kesal.


Satu persatu anak panah bergantian menabrak Kaisar iblis Hei An dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Woooshh


Shuut shut shut


"Terkutuk kau, Manusia!" teriak Kaisar iblis Hei An sebelum menemui ajalnya.


Duarrrrr


Panah panah itu meledak setelah menyentuh tubuh targetnya, dan dapat menghanguskan tubuh iblis karena beratribut cahaya.


Setelah hancur berkeping keping, dua inti api berwarna hitam dan putih muncul beserta dua buah relik Kaisar iblis berwujud belati hitam dan putih, muncul di tempatnya meledak.


"Inti api hitam, dan inti api putih. Dapatkah aku menyerap keduanya?" pikir Xiao Tian sambil menatap kedua inti api.


"Lupakan soal inti api, aku harus memasukkan reliknya terlebih dulu," ucap Xiao Tian sambil memasukkan kedua relik berwujud belati.


Xiao Tian masukkan ke dalam cincin ruang agar tak lupa untuk membawanya pergi.


Sedangkan kedua inti api yang baru saja terbebas dari penggunanya, dia biarkan begitu saja hingga Wu Kong memberi tahunya melalui telepati.


Dengan nada yang serius, Wu Kong berkata,


"Serap itu memakai ekor hitammu!"


"Kupikir ekor ini bemar benar punya kemampuan menyerap kekuatan?"


"Padahal tadi aku hanya mengarangnya untuk mengelabui Kaisar iblis Hei An," pikir Xiao Tian sambil mengendalikan ekor hitamnya.


Dengan menelan habis kedua api melalui ekor bayangannya, Xiao Tian pun berhasil menyerap dua buah inti api yang baru terbebaskan.


Awalnya dia berpikir kalau itu akan panas dan menyakitkan. Namun setelah mengetahui bahwa itu tak menyakitkan, dia pun bertanya tanya di dalam hati.


"Inti api yang pernah memiliki tuan memang mudah ditaklukkan. Jadi tak ada yang perlu kau bingungkan lagi," jelas Wu Kong melalui telepati.


Setelah mendengar penjelasan Wu Kong, Xiao Tian pun tersenyum lega.


"Jadi aku tak akan merasa sakit jika menyerap api yang pernah memiliki seorang tuan,"


"Kalau begitu, aku harus berterima kasih kepada tengkorak itu karena telah memurnikan kedua inti api ini untukku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


Ketika Xiao Tian sedang tersenyum, portal penyimpanan Wu Kong tiba tiba saja muncul dan menghilamg kembali setelah mengeluarkan inti api suci yang tersisa.


Sambil menatap ke arah Xiao Tian, Wu Kong pun berkata, "Seraplah itu!"


"Ehm!" Xiao Tian menyerap inti api suci tersebut dengan menyelimutinya memakai ekor hitam. Dia menelan utuh sisa inti api tersebut melalui ekor hitam itu, dan seketika tubuhnya terasa terbakar hingga mengeluarkan begitu banyak asap.


"Seperti yang diharapkan dari inti api suci yang beluk dimurnikan, walau hanya setitik inti saja rasanya sangat menyakitkan," pikir Xiao Tian dengan otot otot yang mulai menegang.


Tak lama setelah itu, Xiao Tian pun menerobos beberapa lapisan hingga berhasil menjadi seorang pendekar alam immortal.


"Selamat datang di ranah para immortal, muridku," ucap Wu Kong sambil tersenyum.


"Dengan begini tiket menuju alam Dewa telah kudapatkan, tunggulah aku guru," gumam Xiao Tian sambil tersenyum.