
Xiao Tian kembali mengunjungi Taiwu di luar array naga ilusi, dia berniat untuk menggantikan Taiwu lagi. Karena ingin menaikkan tingkat kesulitan latihan para alkemis.
Ketika Taiwu menyadari kehadiran Xiao Tian, dia pun langsung memberi hormat dan berkata,
"Put ... eh, pangeran kau ada disini?"
"Apakah ada yang bisa aku bantu?" tanya Taiwu sambil mengerutkan dahi.
"Minggirlah, biar aku yang ambil alih kendali arraynya," ucap Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Tak usah, hamba masih bisa mengendalikannya kok," ucap Taiwu dengan keringat yang bercucuran.
"Haih, kau itu pembohong yang buruk Taiwu. Istirahatlah, dan pulihkan kekuatan jiwamu," ucap Xiao Tian sambil mengulurkan tangannya.
"Tapi ... ," ucap Taiwu.
"Ini perintah!" tegas Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Baik pangeran," ucap Taiwu sambil meraih tangan Xiao Tian.
Taiwu menyingkir dari area simbol pengaktifan array, lalu Xiao Tian menggantikannya bersemedi di tempat tersebut.
Tak lupa pula, dia memberikab pil yang sama seperti sebelumnya untuk mempercepat pemulihan tenaga Taiwu. Swtelah beres menguris Taiwu dia pun memulai rencananya.
"Apa yang kau coba lakukan?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi. Dia penasaran dengan rencana apa yang Xiao Tian inginkan lakukan lagi.
"Mempersulit latihan mereka," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
mendengar jawaban Xiao Tian yang terdengar terburu buru, Dewa petir pun kembali bertanya,
"Bukankah latihannya sudah cukup sulit?"
"Kenapa kau malah menambah beban mereka?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahinya.
"Ho, bukankah kau juga memberikanku latihan yang cukup sulit?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Dewa petir.
"Aih, kau masih dendam soal susunan seratus jiwa ya?" ucap Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Selagi kau memperkeras latihan mereka, bisakah kau buat tubuh kloning lagi?" tanya Sunlong yang baru keluar dari cincin ruang Xiao Tian.
"Tentu saja," ucap Xiao Tian sambil mencabut satu helai rambutnya.
Xiao Tian melempar rambut tersebut ke atas udara, lalu merubahnya menjadi tubuh lainnya.
"Bisakah kau buat satu lagi?" ucap sisi lain Xiao Tian melalui telepati.
"Tidak, sekarang bukan saatnya," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Kenapa aku tak disuruh berlatih menyesuaikan diri seperti kadal dan para roh iblis sebelumnya?" tanya sisi lain Xiao Tian melalui telepati.
"Berbeda dengan yang lainnya, kau tak memerlukan latihan merasuki tubuh tiruanku," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Dari mana kepercayaanmu itu berasal?" tanya sisi lain Xiao Tian melalui telepati.
"Percayalah, aku sudah pernah melihatmu menguasai tubuh tiruanku dalam sekali mencoba," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Cih," ucap sisi lain Xiao Tian dengan kesal.
###
Di dalam array naga langit
"Perasaanku saja, atau kakiku memang tiba tiba menjadi semakin berat?" ucap Tian Ling sambil mengelap keringat.
"Suhu ruangannya juga terasa semakin panas," ucap Bai Lu sambil mengelap keringatnya.
Duarrr
Semua pil di dalam tungku tiba tiba saja meledak karena perubahan suhu yang mendadak.
"Sepertinya aku mendengar suara ledakan, apakah itu berasal dari kalian?" ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Ampun patriach, apakah perubahan suhu dan gaya gravitasi disini ada kaitannya denganmu?" tanya Bai Ling sambil menatap ke atap ruangan.
"Apa kau tak suka dengan caraku melatih?" tanya Xiao Tian melalui telepati.
"Bu ... bukan begitu," ucap Bai Ling dengan tampang panik.
"Sudah kuduga, patriach tak mungkin melepaskan resep pil level tujuh dengan mudah. Tapi aku tak akan menyerah begitu saja, demi kelangsungan keluarga Bai," pikir Bai Lu sambil mencoba berdiri tegak.
Xiao Tian menaikkan gaya gravitasi di dalam array terus menerus secara bertahap untuk memperkuat fisik para alkemis, Dia juga menaikkan suhu ruangan untuk melatih keahlian mengatur suhu para alkemis.
#Sisi lain ruangan
"Kenapa tiba tiba semuanya terasa begiu berat?" ucap Xiang Ying sambil mengelap keringat di tubuhnya.
Beberapa alkemis ada yang bisa bertahan dengan metode ini, beberapa pula ada yang terjatuh lemas karena tak kuat menahan daya tarik gravitasi. Meski begitu, tak ada satupun dari mereka yang menyerah untuk berlatih. Justrul tantangam baru yang Xiao Tian berikan semakin mendorong keras semangat mereka.
Tiga hari kemudian, di dalam ruang hampa.
Xiao Tian menyudahi latihan kerasnya lalu berniat menemui para alkemis untuk melihat hasil latihannya. Namun sebelum itu, dia menyuruh Taiwu menggantikannya kembali untuk menstabilkan array naga langit.
Dia juga menyuruh para siluman rubah menyingkir dari dalam array, lalu melenyapkan semua ilusi di mata mereka.
Seketika ruangan berlatih yang ada dipandangan semua orang berubah menjadi ruang kosong yang tertutup oleh array pembatas. Tak ada pembatas ruangan atau benda lain lagi yang menghalangi pandangan semua orang. Sehingga Tian Ling beserta keempat murid terpilih bisa melihat para tetua alkemis dan murid murid lain dengan mata telanjang.
"Tian Ling?" ucap Xianlun yang heran melihat Tian Ling di depan matanya.
"Bai Ling, Yun Yun?" tanya tetua Xia Ning sambil mengerutkan dahi mereka.
"Bai Lu, Ning Ying?"
"Kenapa kalian ada disini?"
"Bagaimana dengan turnamennya?" tanya Xiang Ying sambil mengerutkan dahi.
"Entahlah, kami pun tak tahu," ucap Ning Ying dengan napas terengah engah.
Tap tap tap
Terdengar suara langkah kaki yang perlahan mendekat dari luar array. Kemudian terlihat sebuah celah kecil yang cukup diterobos oleh dua orang manusia dewasa.
Dari celah array tersebut terlihat sesosok orang yang memiliki rupa mirip Tian Zhong, dan disebelahnya terlihat seseorang dengan rupa mirip Xiao Tian yang sedang menggendong Sunlong dalam wujud roh kadal.
Melihat wajah Xiao Tian yang terkenal sebagai buronan pembasmi iblis, sontak membuat semua orang terkejut bukan main.
Dengan napas terengah engah, Xianlun pun berkata, "Ke ... kenapa kau bersama pembunuh itu?"
"Pembunuh?"
"Yah, nama itu mungkin cocok untukku. Tapi selama ini aku hanya membunuh orang orang yang menggangguku atau yang bisa menjadi ancaman bagiku saja," ucap Dewa petir yang merasuki tubuh yang mirip dengan wajah Xiao Tian.
Wooshshhh
Dewa petir mengeluarkan tekanan kekuatan yang menggemparkan para alkemis sehingga nyali mereka menciut.
"Pe ... pendekar alam langit," ucap para alkemis sambil berlutut dengan tampang yang begitu Syok dan ketakutan.
"Jangan takut, dia ada dipihak kita. Dialah alasanku menjadi sekuat ini," ucap Xiao Tian dalam rupa Tian Zhong.
"Sebenarnya apa tujuanmu melatih kami?"
"Kau bahkan mengabaikan turnamen yang begitu penting untuk kelangsungan sekte," ucap Xia Ning sambil memasang wajah frustasi.
"Tenang saja, waktu disini tak berjalan seperti waktu di dunia nyata. Kalau menurut perkiraanku, turnamennya akan dilaksanakan tiga jam lagi. Sama dengan tiga hari di tempat ini," jelas Dewa petir dengan rupa Xiao Tian.
"Jadi itu alasan patriach bilang kalau turnamennya akan ditunda?" pikir Xiang Ying dengan pandangan yang tertunduk.
"Hei, kenapa kalian menunduk begitu?"
"Tenanglah, aku tak akan membunuh kalian. Justrul kehadiranku disini malah sebaliknya," ucap Dewa petir dalam rupa Xiao Tian.
"Aku tak peduli dengan ucapanmu, aku ingin mendengar penjelasan patriach. Bisakah kau jelaskan apa maksud semua ini!" bentak Xiang Ying sambil menundukkan pandangannya.
"Lakukan," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Kau yang memintanya," ucap Dewa petir sambil mengeluarkan gelombang ingatan buatan untuk membungkam semua orang.
Wooshhhh
Xianlun dan kawan kawan mendapatkan gambaran ingatan tentang perjalanan hidup Tian Zhong yang sedikit dirubah. Dalam ingatan tersebut menjelaskan bahwa Tian Zhong telah terikat dengan relik Kaisar iblis. Dia memalsukan kematiannya, menjauhi sekte, lalu mengasingkan diri dari dunia pendekar demi melindungi sekte kesayangannya.
Dalam perjalanannya dia bertemu dengan Xiao Tian dan mendapat bantuan darinya untuk mengendalikan kekuatan reliknya. Setelah itu, dia mendengar kabar mengenai kekalahan sekte dari waktu ke waktu ketika turnamen dilaksanakan.
Namun tetap menahan diri agar tak mendekati sekte demi meningkatkan kultivasinya sekaligus mengontrol tekanan reliknya. Dan baru baru ini dia tak sengaja mendengar kabar bahwa ketiga sekte berencana menghancurkan sektenya sekaligus menjadikan seluruh penghuninya sebagai budak untuk dipekerjakan. Mendengar hal tersebut akhirnya Tian Zhong memutuskan untuk kembali dan memperkuat seluruh murid sekte agar bisa mandiri.
Semua ingatan tersebut terasa begitu nyata, namun gambaran ingatan tersebut tak sepenuhnua terjadi karena kenyataannya Xiao Tian dan *** Zhong baru bertemu ketika Tian Zhong sudah bisa mengendalikan reliknya. Namun kejadian mengenai alasan dia kembali memanglah berdasarkan fakta.
"Jadi, apakah kalian masih bersamaku?" tanya Xiao Tian dalam wujud Tian Zhong.
"Maaf karena sempat meragukanmu patriach," ucap para alkemis sambil memberi hormat.
"Pasukan tambahan untuk menghancurkan pembasmi iblis, telah kudapatkan," ucap Xiao Tian di dalam hati sambil tersenyum.