Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 417 : Bersiap pergi meninggalkan daratan vampir


Ketika Wu Kong sedang memarahi Dewa petir dan Dewa Bumi, Xiao Tian menatap Huanran dan berkata, "Biar aku yang melanjutkan pengobatannya,"


"Baiklah," Huanran mengangkat kedua telapak tangan berlapis kekuatan jiwa yang sebelumnya menempel di perut si Gendut. Dia hanya bisa memulihkan sedikit kekuatan jiwa milik si Gendut dan menyembuhkan sebagian kecil luka tebas disekitar perutnya.


Xiao Tian mengambil alih penyembuhan si Gendut karena bidang pengobatan adalah keahliannya. Dan Huanran sadar akan hal tersebut makanya langsung menyerahkan pengobatan suaminya itu tanpa banyak bertanya.


Ketika Huanran pergi meninggalkan dirinya dengan si Gendut, Xiao Tian pun langsung memulai proses pengobatannya dengan memberikan pil serta mempraktekkan teknik akupuntur untuk memperlancar peredaran darah dan aliran qi di tubuhnya.


#####


Ketika semua orang sibuk dengan urusannya sendiri sendiri, Kaibo pergi mendekati pemimpin naga bieu karena punya segudang pertanyaan di dalam benaknya.


Tap tap tap


Saat sudah berada di hadapan sang oemimpin naga biru, dia pun menatapnya dengan serius dan berbicara dengan menggunakan bahasa naga.


"Hei, bukankah seharusnya hanya kau naga biru yang ada disini?"


"Kenapa sekarang jadi ada empat?" tanya Kaibo.


Mendengar pertanyaan Kaibo, sang pemimpin naga biru, pura pura mengelak dengan mengatakan hal lain.


"Bukankah sejak awal naganya memang ada empat?" tanya pemimpin naga biru.


"Kau pikir aku bodoh apa?"


"Jelas jelas ketiga naga biru yang lain pergi ke sekte duri naga bersama putri Jia Li," jawab Kaibo dengan tampang kesal.


"Heheh, ternyata kau tak mudah ditipu ya," sambung naga biru sambil tersenyum.


Kaibo memasang tampang datar sambil berkata, "Berhenti bercanda, cepat jelaskan kepadaku!" bentak Kaibo dengan tampang kesal.


Karena Kaibo tak mudah ditipu dan terus memojokkan dirinya, sang pemimpin naga biru pun menyerah untuk berbohong. Lalu memutuskan untuk menjelaskan kebenaran dibalik munculnya naga naga biru yang lain, kepada Kaibo.


"Ah baiklah, akan kujelaskan,"


"Sebenarnya mereka datang menyusul disaat kalian sudah pergi memasuki hutan. Mereka memang bukanlah tiga naga yang pergi ke sekte duri naga, tapi naga lain yang kemari dengan inisiatif sendiri," jawab pemimpin naga biru sambil menghela napas.


"Kenapa begitu?" tanya Kaibo dengan tampang heran.


"Bagaimanapun aku adalah pimpinan mereka. Sejak mengetahui bahwa aku akan sendirian bersama naga hitam di perbatasan daratan vampir, mereka berinisiatif datang kemari untuk melindungiku. Oh iya, sebenarnya bukan hanya mereka bertiga yang ada disini, tapi ada puluhan dari mereka yang masih bersembunyi dibalik semak semak," jawab pemimpin naga biru sambil menghela napas.


Setelah mendengar penjelasan panjang sang pemimpin naga biru, Kaibo pun berhenti bertanya. Hal itu terjadi karena semua rasa penasaran yang telah ia rasakan sebelumnya telah benar benar menghilang.


"Haih, pasti repot menjadi seorang pemimpin ya," sambung Kaibo sambil menghela napas.


######


Setelah menegur Dewa petir dan Dewa Bumi, Wu Kong kembali berkumpul bersama Xiao Tian dan yang lainnya.


"Apakah urusanmu sudah beres, Dewa kera?" tanya Xiao Tian yang telah selesai menyembuhkan luka si Gendut.


"Seratus persen beres," jawab Wu Kong sambil tersenyum. Di belakang Wu Kong terlihat Dewa petir dan Dewa Bumi dengan wajah bonyok seperti habis dipukuli.


Ketika menoleh ke belakang, Xiao Tian dibuat bingung oleh penampakan Dewa petir dan Dewa Bumi yang terlihat babak belur seperti habis dipukuli. Meski heran dengan penampilan mereka, Xiao Tian lebih tertarik kepada Dewa Bumi karena merasa belum pernah bertemu dengannya.


"Aku mengenal Dewa petir, tapi siapa Dewa yang berdiri disampingnya?"


"Kenapa dia terlihat seperti habis disiksa Dewa kera juga?" pikir Xiao Tian sambil memasang tampang heran.


"Ah, kenalkan aku adalah Dewa Bumi," sambung Dewa Bumi sambil tersenyum kepada Xiao Tian.


"Kenapa wajahmu terlihat babak belur?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Ah," ucap Dewa Bumi sambil melirik ke arah Wu Kong.


"Oh ...," Xiao Tian melirik ke arah Wu Kong seakan mengerti maksud dari Dewa Bumi.


"Apakah si Gendut sudah diobati?" tanya Dewa kera sambil menatap Xiao Tian.


"Sudah, tapi dia belum sadarkan diri karena belum pulih sepenuhnya," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.


"Oh iya, ngomong ngomong sejak kapan naganya menjadi sebanyak ini?" tanya Dewa petir sambil menatap puluhan naga biru.


Xiao Tian menoleh ke belakang dan terkejut dibuatnya.


"Aih, kenapa kalian bisa disini?" tanya Xiao Tian menggunakan bahasa naga.


"Ka ... kami tak mungkin bisa meninggalkan ketua seorang diri. Meski dia telah melakukan kontrak jiwa dengan seseorang, kami tak akan pernah membiarkannya pergi seorang diri," ucap para naga dengan bahasa mereka.


"Aih," Xiao Tian menghela napas sambil menepuk dahi mereka.


"Jangan khawatir, masih banyak naga biru yang berjaga di sekte badai berduri. Mereka tak akan mempengaruhi rencanamu mempertahankan sekte kecil itu," sambung pemimpin naga biru yang memiliki ukuran lebih besar dari pada naga biru lainnya meski dalam versi mini.


"Untuk apa aku harus khawatir, aku malah ingin berterimakasih kepada mereka. Dengan begini aku bisa membawa para vampir yang baru saja bergabung dengan rombonganku," sambung Xiao Tian sambil tersenyum.


"Oh begitu ya, ngomong ngomong berapa banyak naga yang ingin kau ajak pulang ke sekte badai berduri?" tanya pemimpin naga biru.


"Karena ukuran versi raksasa kalian jauh lebih kecil dari pada naga hitam, maka aku memerlukan lima naga," jawab Xiao Tian menggunakan bahasa naga.


"Kalian dengar itu?" tanya oemimpin naga biru sambil menoleh ke belakang.


"Ta ... tapi ... , kami semua tak ingin meninggalkanmu tuan," jawab para naga biru dengan tampang sedih.


"Dia hanya membutuhkan lima naga saja, kalian tak perlu pergi semua kok," sambung pemimpin naga biru.


"Kalau begitu, kau saja!"


"Tidak, kau saja!" para naga biru saling melempar tugas karena tak ada yang ingin meninggalkan pemimpin mereka.


"Berhenti berdebat, kalian berlima cepat maju!" bentak pemimpin naga biru sambil menatap kelima naga biru yang berada di baris terdepan.


"Ba ... baik ketua," ucap para naga biru dengan tampang murung.


Setelah berhasil menunjuk lima ekor naga biru, Xiao Tian menyuruh naga hitam dan naga biru yang telah ditunjuk untuk berubah ke versi raksasa.


Para siluman, Jingmi dan Kaibo melompat menaiki naga hitam bersamaan dengan Su Yan dan Liang Su.


Sedangkan para vampir melompat naik ke atas naga biru setelah Xiao Tian menyuruhnya.


Ketika semua orang sudah sudah berada di posisi mereka, Xiao Tian menatap pemimpin naga biru dan berkata, "Kuserahkan Taiwu dan yang lainnya kepadamu, pemimpin naga biru,"


"hmmm," angguk pemimpin naga biru sambil mengedipkan kedua matanya.


Wooshhh


Xiao Tian melompat menaiki naga hitam raksasa menyusul teman temannya yang sudah duluan naik.


"Ayo kita naik juga," Wu Kong mengajak Dewa petir dan Dewa Bumi untuk melompat menaiki naga hitam.