Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 115 : Tubuh petir vs vampir berseker


#Kerajaan petir


Tainam Chun dan jenderal Tailong sedang bertarung. Meski pertarungan terlihat berat sebelah, dimana jenderal Tailong terlihat lebih unggul, Tainam Chun masih bisa bertahan begitu lama, tanpa luka sedikitpun. Bahkan dia bisa melancarkan serangan balik, namun serangan terkuatnya tak bisa melukai jenderal Tailong sedikitpun.


Untuk melihat situasinya dia menjaga jarak dari jenderal Tailong. s


Sedangkan Dewi petir memperhatikan pertarungan mereka sambil melindungi para prajurit yang dia jadikan sandera.


"Kau benar benar membuatku muak, berhenti melawan dan berikan saja darahmu!"


"Ini perintah!"


"Kau hanyalah seorang prajurit penjaga hutan obat, berhentilah melawan perintah dari seorang jenderal!" ucap jenderal Tailong


"Terlalu cepat seribu tahun bagimu untuk mengaku sebagai seorang jenderal, jenderal yang aku kenal bukanlah seorang maniak darah sepertimu!" jawab Tainam Chun


"Bocah sialan." ucap jenderal Tailong.


Wosshhh


Jenderal Tailong melesat begitu cepat hingga tiba tiba berada di hadapan Tainam Chun. Dengan kecepatan tinggi dia menendang badan Tainam Chun, tapi bukannya terpental jauh, tubuh Tainam Chun malah menghilang menjadi kilatan listrik ketika tertendang jenderal Tailong.


Kreatt kreatt


Tepat ketika tubuh Tainam Chun menghilang menjadi listrik yang menyentrum tubuh jenderal Tailong , Tainam Chun tiba-tiba muncul di belakang jenderal Tailong. Dia menendang punggung jenderal Tailong dengan kaki berselimut petir. Seperti biasa jenderal Tailong tak terpental sama sekali, namun ledakan yang diakibatkan benturan teknik kaki petir milik Tainam Chun membuat pandangan semua orang kabur kembali.


Duarr


Jenderal Tailong yang mulai kesal, karena hal itu, dia menggunakan teknik andalannya ketika belum menjadi vampir.


"Tak kusangka, seorang manusia bisa membuatku menggunakan mode mengamuk!" pikir jenderal Tailong.


Jenderal Tailong menutup matanya untuk beberapa saat. Ketika dia membuka mata, matanya berubah menjadi merah menyala tak ada satupun bagian dari bola matanya yang terlihat putih, benar benar menjadi merah dan bersinar begitu terang, terlihat seperti sebuah lampu yang memancarkan cahaya merah.


"Apa itu mode mengamuk?"


"Kenapa aku merasa ada yang aneh?"


"Biasanya mode mengamuk memang merubah warna mata, dan matanya menjadi bercahaya, tapi biasanya hanya bagian tengahnya saja, tapi kali ini kenapa terlihat berbeda?"


"Apa itu karena dia menjadi seorang vampir?" pikir Tainam Chun.


"Huaaaaaaaaa." teriak jenderal Tailong.


Ketika jenderal Tailong berteriak, dia mengeluarkan hembusan angin dari seluruh tubuhnya, hingga membuat semua asap yang menghalangi pandangan menghilang tersapu angin.


"I ... itu, teknik dari para berseker. Seharusnya hanya iblis yang bisa melakukan mode mengamuk, apa dia memiliki perjanjian dengan iblis?"


"Gawat, bocah itu pasti dalam bahaya."


"Aku harus menyelamatkannya, kalau lawannya hanya vampir generasi ketiga dia harusnya bisa menang, tapi sekarang terlalu mustahil, vampir yang bisa memakai berseker adalah bencana bagi dunia, aku harus menghabisi vampir itu sebelum terlambat!" pikir Dewi Petir.


Ketika Dewi petir ingin maju untuk menghabisi jenderal Tailong, dia dikejutkan oleh sebuah tangan yang menyentuh pundaknya.


Tap


Tanpa pikir panjang Dewi petir langsung menyerang orang yang menyentuh pundaknya. Dewi petir menciptakan pedang dengan mengeluarkan petir dari telapak tangamnya, dengan pedang itu dia menebas orang dibelakangnya.


Srattttt


Diluar dugaan, pedang yang dia ciptakan dari petir malah menghilang diserap orang yang berdiri dibelakangnya. Saat melihat dengan benar dia semakin terkejut karena, yang baru saja menyentuh pundaknya adalah Tainam Chun.


"Kau... bagaimana kau ada disini?"


"Bukankah kau sedang bertarung dengan jenderal Tailong disana?" tanya Dewi petir


"Aku memang sedang bertarung dengan jenderal Tailong, lihatlah disana." ucap Tainam Chun


"Kenapa kalian ada dua?" ucap Dewi petir


"Entahlah aku jg tak tahu, aku memiliki banyak teknik di dalam kepalaku, sejak menyerap petir yang telah kau luncurkan."


"Aku tahu teknik ini disebut dengan teknik membagi tubuh." ucap Tainam Chun.


"Ini terlalu aneh, teknik itu adalah teknik tingkat Dewa, teknik itu teknik yang dimiliki Wu Kong, apa kau mempelajarinya dari kera itu?" tanya Dewi petir.


"Apakah kau juga bisa menyerap petir atas bantuan kera itu?" tanya Dewi petir.


"Kera? Wukong?"


"Maksudmu Dewa kera Sun Wu Kong?"


"Kenapa kau memanggilnya dengan tidak sopan?" ucap Tainam Chun.


"Apa kau ingin aku bicara sopan dengan kera nakal itu?"


"Dia suka membuat onar di istana langit. Dia juga menjahili para Dewa lain saat dia sedang bosan, untuk apa aku harus bersikap sopan padanya. Lagipula statusku tidak lebih rendah darinya, aku dan dia sama sama tinggal di alam para Dewa." ucap Dewi petir.


"Dengar ya, meski anda sangat cantik, hingga cocok dipanggil Dewi, tapi jangan pernah mengaku sebagai Dewi sungguhan, Dewa kera adalah panutanku, jadi jangan pernah berani menghinanya didepanku!" ucap Tainam Chun.


"Apa kau mau kuhabisi?"


"Sudah kubilang aku adalah seorang Dewi!" bentak Dewi petir.


"Baiklah, aku akan menepati janjiku." ucap Dewi Petir.


"Teknik membagi tubuh, dan teknik tubuh petir sebenarnya Dewa mana yang telah memberinya kemampuan itu?" pikir Dewi petir.


#Sisi jenderal Tailong dan Tainam Chun


Sementara Dewi petir dihalangi bayangan Tainam Chun, jenderal Tailong telah menyempurnakan mode bersekernya. Kini tubuhnya dilapisi oleh jirah yang terbuat dari tanah. Meski terbuat dari tanah disekitarnya, jirah itu sekuat baja, dari bawah leher hingga kakinya telah dilapisi jirah tanah, dan kedua tangannya memiliki cakar besar yang pernah dia gunakan untuk membunuh tetua Sun ketika menyelamatkan Taiwu. Cakar yang bisa menembus pertahanan para Dewa petarung.


"Ini bukan mode mengamuk, dia jelas jelas menatapku, apa dia bisa melihatku kali ini?" pikir Tainam Chun.


"Hahaha."


"Kau akan mati kali ini." ucap jenderal Tailong.


Wooshhh


Clebbb


"Kenapa kau bisa menusukku?"


"Harusnya aku bisa berubah menjadi kilatan petir yang akan menyetrummu." ucap Tainam Chun.


"saat cakarku menyentuh tubuh seseorang, aku sangat yakin orang tersebut akan mati. Meski kau bisa berubah menjadi kilatan petir saat ku tendang waktu itu, kau tak akan bisa melakukannya lagi jika tanganku menyentuhmu. Karena cakarku, bisa menghilangkan teknik penukar tubuh." ucap jenderal Tailong.


"Kau telah tertusuk cakarku maka kau akan menjadi santapanku." ucap jenderal Tailong.


"Sayangnya kau salah." ucap Tainam Chun sambil tersenyum.


"Tubuhmu berdarah, aku yakin kau akan mati, kenapa kau masih bisa tersenyum?" tanya jenderal Tailong.


"Bukan apa-apa, aku hanya ingin tanya padamu, bagaimana caramu melihatku?"


"Bukankah kau seharusnya tak bisa melihatku, ketika menggunakan mode mengamuk?" tanya Tainam Chun.


"Mode mengamuk?"


"Jadi itu caramu memanggilnya ya?"


"Ini adalah teknik para iblis. Meski aku bukanlah iblis, tubuh vampirku membantuku memperbaiki semua indera penglihatan dan pendengaran. Biasanya mode ini hanya dipakai para iblis, tak kusangka manusia bisa memiliki teknik dari para iblis dari legenda. Saat menggunakan mode ini, manusia akan kehilangan semua kewarasannya, hanya ingin mengamuk, dan tak akan berhenti sebelum merasakan darah manusia. Jika tak dikelola dengan benar, teknik ini akan menjadi bencana bagi manusia itu sendiri. Karena teknik ini merupakan teknik pembunuhan masal, para iblis menyebutmya sebagai teknik berseker." sambung jenderal Tailong.


"Teknik berseker?" tanya Tainam Chun.


"Berseker adalah teknik yang dapat meningkatkan kekuatan dari penggunannya, dan sepertinya teknik ini tak cocok untuk tubuh manusia. Manusia akan kehilangan penglihatan dan pendengaran mereka ketika menggunakan teknik ini." ucap jenderal Tailong


"Begitu ya." ucap Tainam Chun sambil tersenyum.


"Kalau begitu saatnya aku menghisap darahmu, sayang sekali kalau kubiarkan darahmu menetes terus karena tertusuk cakarku." ucap jenderal Tailong


Puffff


Tainam Chun yang telah tertusuk cakar jenderal Tailong menghilang dalam sekejap mata.


"Apa yang terjadi?"


"Kemana menghilangnya bocah tadi?" pikir jenderal Tailong


ketika jenderal Tailong masih bingung, tiba-tiba punggungnya ditendang oleh dua orang Tainam Chun dari arah belakang.


Duakkkk


Duarr


Duarrt


Duarr


Tainam Chun yang muncul dibelakang jenderal Tailong menendang punggungnya dengan teknik kaki petir, dan terus mengulanginya sampai membuat jirah tanah yang melindungi jenderal Tailong mengalami keretakan.


Jenderal Tailong merasa kesal karena diserang terus dari belakang. Dia juga dibuat bingung karena ketika membalikkan badannya, dia melihat dua orang Tainam Chun yang melompat menjauh setelah menendang punggungnya beberapa kali.


"Kenapa kau bisa menjadi dua?" ucap jenderal Tailong


Ketika membalikkan badan untuk memberi perhitungan kepada Tainam Chun, jenderal Tailong malah diserang lagi oleh dua orang Tainam Chun dari arah belakang.


Srett


Duakkk


Duarr


Duarrr


Kretakk


Jirah tanah yang melindungi tubuh jenderal Tailong telah hancur, karena diserang bertubi-tubi. Saat dia berbalik arah untuk menghabisi kedua Tainam Chun yang baru saja menendang punggungnya, Tainam Chun yang lain akan bermunculan lalu menendang punggungnya saat dia sibuk mengurusi Tainam Chun dihadapannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi disini!" teriak jenderal Tailong


Bersambung.....