
Xiao Tian dan rombongannya berlari menghindari keramaian, menuju ke hutan berhantu untuk bersembunyi dari sekte pembasmi iblis.
Ditengah tengah perjalanan, medusa yang saat itu merasuki tubuh Lian Ting versi muda, mengubah kembali wajah tersebut ke versi dewasa dengan memakai kembali topeng penyamaran yang Xiao Tian lepas dari wajah Lian Ting saat mengintrogasinya.
Semua itu dilakukan Medusa agar tak dicurigai para penjaga hutan berhantu.
Seperti yang diketahui oleh Xiao Tian dan teman temannya, Lian Ting adalah seorang gadis muda berumur 16 tahunan. Dan merupakan seorang putri buangan yang memalsukan identitasnya dengan menyamar menjadi patriach sekte singa perak.
Sesampainya di hutan berhantu Xiao Tian dan rombongannya dihadang oleh para penjaga.
Tap tap tap
"Katakan siapa kalian, dan apa yang kalian inginkan disini!" tanya para pasukan bayangan yang bertugas menjaga hutan.
"Kalian ini bagaimana, apakah kalian tak mengingat wajah kami?" tanya Sunlong dengan rupa Penatua Feng.
"Kabut dihutan ini bisa memperkuat insting kami. Dan insting kami mengatakan bahwa kalian bukanlah orang orang dari sekte singa perak," ucap para penjaga sambil menghunuskan pedang mereka.
"Sepertinya tak ada cara lain selain membungkam mereka," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.
"Kebetulan anak buahku masih membutuhkan bebepa tubuh," ucap medusa sambil menjulurkan ludahnya. Saat itu dia sedang menyamar menjadi Lian Ting. Karena jumlah tubub yang bisa dirasuki waktu itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah para roh iblis. Alhasil beberapa roh lain memilih untuk berbagi sebuah tubuh.
"Tubuh bagus tak boleh di sia siakan. Aku berani menjamin bahwa mereka terlatih dengan metode iblis," ucap raja iblis buaya dengan rupa penatua Hu.
"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya raja iblis kerbau yang menggunakan tubuh penatua Gu.
Srat srat srat
Brukk brukk bruk
Kawanan iblis mencakar dan menghajar semua pasukan hingga tak sadarkan diri. Kemudian meminta bantuan Sunlong untuk menyingkirkan roh dari tubuh incaran mereka.
"Teknik penelan jiwa!" teriak Sunlong sambil menembakkan lingkaran kecil yang mengandung kekuatan jiwanya ke tubuh para pasukan bayangan yang sedang tak sadarkan diri. Setelah memasukkan inti kekuatan jiwa ke semua targetnya. Sunlong langsung menyedot roh para pasukan bayangan secara bersamaan. Setelah menyedot habis roh serta lautan jiwa para pasukan bayangan, roh Sunlong berhasil menerobos hingga ke tingkat pendekar alam naga lapisan ke lima.
Setelah tubuh tubuh itu benar benar menjadi tubuh yang kosong tanpa satu roh pun di dalamnya, para roh iblis langsung merasuki tubuh tubuh tersebut.
"Karena sudah terlanjur membunuh, pergi dan telusurilah hutan ini!"
"Pastikan tak ada satu pasukan bayanganpun yang tersisa!" ucap Xiao Tian dengan nada serius.
"Baik tuan," ucap para roh iblis sambil memberi hormat.
"Oh iya Sunlong, ngomong ngomong apakah kau tahu nama para roh iblis selain medusa?" tanya Xiao Tian sambil menatap Sunlong.
"Tidak semua iblis memiliki sebuah nama. Dan kebetulan setahuku,di dalam kelompok iblis itu hanya Medusa lah yang memiliki namanya sendiri," jawab Sunlong sambil menatap Xiao Tian.
"Begitu ya?"
"Sepertinya aku harus memikirkan nama untuk mereka," ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Sambil menunggu Medusa dan yang lainnya kembali, lebih baik kita lanjutkan perjalanan menuju pohon raksasa," ucap Sunlong dengan tampang serius.
"Ide bagus," sambung Xiao Tian sambil memimpin perjalanan.
Di tengah perjalanan, tercium sebuah bau busuk yang begitu menyengat. Sadar bahwa bau busuk itu bisa dijadikan sebagai petunjuk jalan menuju pohon raksasa, Xiao Tian pun langsung berlari menuju sumber bau itu.
Perlu perjuangan besar untuk sampai ke tempat tujuan, karena menghirup bau busuk sambil menengok ke kanan dan kekiri adalah hal yang cukup sulit. Terlebih lagi, bau tersebut akan menjadi semakin busuk saat lokasinya sudah benar benar cukup dekat.
"Terdapat begitu banyak pohon besar disini. Jika tak ada bau busuk ini, mungkin kita tak akan menemukannya," ucap Sunlong sambil menutup hidungnya.
Ketika masih agak jauh dari sumber bau, tak ada yang dapat melihat jelas letak pohon tersebut karena tebalnya kabut disana. Namun setelah berjarak beberapa langkah dengan pohon yang dimaksud, merekapun tahu alasan mengapa pohon tersebut mengeluarkan bau busuk.
"Jadi ini asal dari semua bau busuk itu," ucap Sunlong sambil menutup hidungnya.
"Benar benar tak bisa dimaafkan," ucap Xiao Tian dengan tampang kesal.
"Bisakah kita pergi sekarang?"
"Aku tak tahan dengan bau mayat disini," ucap Medusa sambil menutup hidungnya.
"Berdasarkan cerita Lian Ting, seharusnya terdapat semak berduri tepat di belakang pohon itu," ucap Xiao Tian sambil menatap Sunlong.
"Biar kami yang memeriksanya," ucap dua roh iblis yang telah merasuki tubuh para murid sekte singa perak.
Kedua iblis itu menemukan semak semak yang dimaksud, dan menyingkirkannya sesuai instruksi Xiao Tian.
Dan dibalik semak berduri tersebut terlihat dua buah lubang besar dengan anak tangga yang menuju ke arah berbeda. Karena percaya dengan ucapan Lian Ting, mereka pun pergi menuju lubang terdekat dengan lokasi pohon. Karena tujuan mereka saat ini adalah menuju sekte singa perak.
"Tempat yang gelap bisakah kalian menyalakan sebuah bola api?" tanya Sunlong sambil menatap para toh iblis yang telah memiliki tubuh.
"Kami para iblis ular tak bisa menciptakan api," jawab medusa mewakili bawahannya.
"Aku dan bawahanku juga tak bisa," ucap raja iblis buaya sambil menggaruk garuk kepala.
"Kalau kau bagaimana?" tanya Sunlong sambil menatap raja iblis kerbau yang merasuki tubuh penatua Hu.
"Dalam kondisi normal bisa, tapi sekarang aku sedang kehabisan kekuatan jiwaku," ucap raja iblis kerbau sambil menggelengkan kepala.
"Payah," ucap Sunlong sambil mengeluarkan bola api di kedua tangannya.
"Kalau bisa sendiri kenapa malah menyuruh orang lain," gumam para roh iblis sambil melirik ke arah Sunlong.
"Apa lihat lihat?" tanya Sunlojg dengan tatapan tajam.
"Ti ... tidak ada," ucap para roh iblis sampil memalingkan wajah.
Xiao Tian dan rombongan mengikuti jalan bawah tanah rahasia tanpa gangguan apapun. Hingga akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan. Karena saat itu mereka maaih dalam mode penyamaran. Semua penghuni sekte langsung memberi hormat kepada medusa yang menyamar menjadi patriach mereka.
"Hormat kami patriach Lian Ting," ucap para penjaga sambil memberi hormat.
"Masuklah ke jalan rahasia dan telusuri hitan berhantu. Aku merasa bahwa ada yang memata mataiku sejak tadi," ucap Lian Ting sambil menatap para penjaga.
"Tapi hukankah disana sudah ada penjaga?" tanya para peniaga sambil mengerutkan dahi.
"Aku tak melihat satupun penjaga tadi, makanya aku curiga. Bisakah kalian mengeceknya untukku?" tanya Medusa sambil menatap tajam mata para penjaga.
"Baik patriach," ucap para penuaga sambil memberi hormat.
Para penjaga memasuki tangga rahasia sesuai permintaan Medusa. Ketika baru setengah jalan menuju hutan berhantu, mereka disergap oleh para siluman harimau yang telah selesai menelusuri hutan berhantu.
"Si siapa kalian?"
"Dan kenapa kalian menyeret mayat oara pasukan bayangan?" tanya para penjaga dengan mata terbelalak.
"Nampaknya ada yang perlu kita bungkam lagi," ucap para siluman harimau sambil tersenyum jahat.
Sratt srat sratt
"Aaaa!" teriak para penjaga yang tak terkontaminasi oleh roh iblis.
Setelah menghabisi para penjaga, para siluman rubah meninggalkan mereka karena menganggap tubuh yang tak pernah melakukan kontrak dengan roh iblis, tak akan berguna bagi Xiao Tian.