Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 386 : Rahasia Hutan siulan (bagian 1)


#Aula pertemuan sekte badai berduri


"Hosh hosh hosh," Xiao Tian menelan pil pemulih energi untuk memulihkan diri.


"Apa rencanamu sekarang?" tanya Dewa petir.


"Menunggu Sunlong dan Taiwu menyelesaikan tugas mereka," jawab Xiao Tian dengan pupil mata yang mulai kembali normal.


#Daratan vampir


#Hutan bersiul


"Syuuuuuu ... ," siulan angin terdengar di sepanjang hutan.


Sunlong, siluman rusa dan para siluman harimau berkumpul di tengah hutan setelah berpencar ke seluruh hutan.


Mereka berkumpul untuk mengatakan informasi yang telah mereka dapatkan.


Namun sayangnya tak ada satupun dari mereka yang berhasil mendapatkan informasi yang diperlukan.


"Aku tak dapat menemukan apapun di hutan ini, bagaimana dengan kalian?" tanya Sunlong sambil menatap para siluman harimau.


"Hmm," para siluman harimau dan siluman rusa menggelengkan kepala mereka.


"Menurut rumor yang kudengar, siapapun yang masuk ke hutan ini tak akan dapat kembali lagi."


"Tapi sepertinya itu hanyalah rumor yang dibesar besarkan saja. Aku berani berkata begitu karena memang tak ada satupun hal yang mencurigakan atau membahayakan sama sekali dalam hutan ini," jelas raja siluman rusa sambil mengerutkan dahi.


"Hutan bersiul adalah perbatasan awal daratan vampir. Sebuah rumor tak mungkin muncul tanpa adanya penyebab," sambung Sunlong dengan tampang serius.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah satu siluman harimau sambil mengerutkan dahi.


"Kembali berpencar dan periksa sekali lagi. Jangan sampai kita kembali tanpa hasil apapun," sambung Sunlong dengan serius.


"Ehmm," para siluman kembali berpencar untuk menyelusuri hutan mengikuti arahan Sunlong.


Para siluman tak punya pilihan lain selain mematuhi permintaan Sunlong, karena Xiao Tian telah menunjuknya sebagai pemimpin misi tersebut. Dan Sunlong tahu betul kalau kesuksesan misi bergantung pada tanggung jawabnya. Dalam misi pencarian informasi, ketelitian serta usaha sangatlah diperlukan. Oleh sebab itu dia meminta semua orang berkeliling kembali untuk memastikan bahwa hutan tersebut benar benar berbahaya atau tidak.


Ketika semua siluman sudah berpencar mengikuti perintahnya, Sunlong pun ikut melesat pergi ke arah lain untuk menyusuri hutan bersiul.


Awalnya dia pergi berkeliling di area tengah hutan. Namun karena masih tak menemukan apapun, Sunlong pun berinisiatif untuk pergi ke luar perbatasan hutan untuk mengecek sesuatu.


"Tak bisa kembali ya?" pikir Sunlong sambil melesat menuju perbatasan hutan.


Sunlong ingin mencoba keluar dari hutan untuk mengetes rumornya. Beberapa siluman pun melakukan hal yang sama karena tak dapat menemukan hal lain untuk diselidiki. Dengan arah yang saling berlawanan menjauhi wilayah tengah hutan.


Berdasarkan logika jika mereka berjalan lurus terus, seharusnya mereka akan sampai di ujung hutan. Namun anehnya mereka malah kembali bertemu di tengah hutan setelah berlari menjauh dari tempat pertemuan mereka.


"Apa apaan ini?"


"Bukankah aku berlari ke perbatasan hutan tadi?"


"Apa kalian berlari menuju perbatasan juga?" tanya raja siluman rusa sambil mengerutkan dahi.


"Ehm," Sunlong dan para siluman menganggukkan kepala mereka.


"Sepertinya kita sudah terkena ilusi," ucap Raja siluman rusa sambil mengerutkan dahi.


"Tapi sejak kapan?" tanya Sunlong sambil memasang tampang heran.


"Selain suara siulan hutan, tak ada yang ....," raja siluman rusa menghentikan ucapannya karena menyadari sesuatu.


"Sumbat telinga kalian dengan sesuatu!" ucap raja siluman rusa melalui telepati.


Sunlong dan semua orang menutup telinga mereka dengan telapak tangan secara bersamaan. Seketika pemandangan mereka berubah. Semua pepohonan yang mereka lihat menghilang dan berubah menjadi tebing curam yang dipenuhi oleh laba laba iblis.


"Psssttt!" para laba laba mendesis bagaikan ular.


"Sepertinya kita telah terkepung," ucap Sunlong melalui telepati.


"Entah bagaimana sepertinya ilusi telah membuat kita berakhir di tengah tengah kerumunan iblis laba laba," sambung raja siluman rusa sambil memasang tampang kesal.


Ketika para siluman dibuat gemetar oleh jebakan para ras iblis, Sunlong malah bereaksi aneh dengan tersenyum kegirangan bagai menemukan sebuah kotak harta. Dan alasan dari hal tersebut ternyata karena para iblis laba laba bisa dijadikan sebagai sumber kekuatan baginya.


"Kupikir kita dijebak oleh para vampir. Ternyata malah dihuni oleh sumber kekuatan," Sunlong tersenyum senang.


"Sumber kekuatan?"


"Apa maksudmu?" tanya para siluman dengan tampang heran.


Para siluman teeheran heran dengan tingkah Sunlong yang malah senyum kegirangan di tengah kepungan para iblis laba laba.


Sebelum menjelaskan alasan dia tersenyum girang, Sunlong langaung melesat pergi tanpa menghiraukan mereka.


Wooshh


Sunlong melesat maju ke arah para laba laba, lalu menyentuh bagian tubuh mereka sambil berkata, "Teknik penelan iblis, Absorbtion!"


Seketika iblis laba laba raksasa yang dia sentuh terserap masuk kedalam telapak tangan Sunlong. Dan kultivasinya pun meningkat sebanyak satu lapisan.


Ketika melihat laba laba tersebut terhisap, para siluman mulai mengerti apa maksud dari sumber kekuatan yang Sunlong katakan sebelumnya.


Tepat setelah laba laba di hadapan Sunlong berhasil terserap, semua pandangan di mata Sunlong kembali berubah menjadi hutan karena dia kembali mendengar suara siulan angin.


"Kembali ke hutan setiap kali membuka penutup telinga ya?"


"Menarik," Sunlong kembali menutup lubang telinga dengan memakai sedikit kain yang dia robek dari pakaiannya.


"Ayo datang pada ayah," ucap Sunlong yang telah kembali bisa melihat para iblis laba laba raksasa.


Ketika Sunlong menggila mengejar ngejar para iblis laba laba raksasa, para siluman hanya bisa berkata, "Dasar monster,"