
Meng Yi dan teman temannya pergi ke utara untuk menemui ketiga keluarga besar aliansi perdagangan. Dia awalnya ingin pergi sendiri namun karena teman temannya memaksa ikut akhirnya dia pun menyerah. Awalnya dia berniat pergi ke keluarga besar Wang yang tempatnya paling dekat dengan daerah perbudakan. Namun setelah teman temannya memaksa ikut, dia berencana untuk meminta bantuan keluarga besar Bai dan keluarga besar Bao jika permintaannya ditolak oleh keluarga Wang.
#Aula pertemuan Keluarga besar Wang
Pemimpin keluarga Bao dan keluarga besar Bai datang mengunjungi keluarga besar Wang. Kedua kepala keluarga besar tersebut datang ke tempat itu ditemani oleh beberapa pengawalnya dengan tujuan untuk mencari tahu keberadaan putri mereka.
"Lapor tuan, Keluarga besar Bao dan keluarga besar Bai telah datang. Saat ini mereka sedang menunggu diluar pintu," ucap salah satu penjaga yang masuk ke dalam aula kepala keluarga atau patriack dari keluarga besar Bai.
"Persilahkan mereka masuk," ucap Wang Linkai sambil menatap penjaga.
"Baik, patriach," ucap penjaga itu sambil memberi hormat.
Setelah memberi hormat, penjaga tersebut kembali ke pintu masuk untuk menjemput kedua keluarga besar itu.
Tak lama kemudian Patriach Bao Xishun dan Patriach Bai Chenxiang memasuki ruangan ditemani oleh sepuluh pengawal mereka.
Setelah melihat kedua patriach masuk, Patriach Wang Linkai langsung bangkit dari kursinya lalu berjalan menghampiri mereka.
"Akhirnya kalian datang juga, kupikir pertemuannya akan dibatalkan," ucap Wang Linkai sambil menghela napas.
"Oh iya, ngomong ngomong kenapa perwakilan keluarga besar Meng tak datang bersama kalian?" tanya Patriach Wang Linkai sambil mengerutkan dahi.
Setelah mendengar pertanyaan Wang Linkai, seketika kedua keluarga besar langsung terlihat murung hingga menjatuhkan pandangan mereka ke arah lantai ruangan.
Dengan nada yang gemetar penuh kekhawatiran, patriach dari keluarga Bao langsung menepuk pundak Wang Linkai dan berkata, "Berhenti bercanda, apa maksudmu kalau keluarga Meng belum datang kemari?"
"Aku tak bercanda, karena memang itulah kenyataannya," jawab Wang Linkai sambil memasang tampang bingung.
Setelah mendengar jawaban Wang Linkai, Bao Xishun langsung menjatuhkan dirinya hingga lututnya menyentuh lantai terlebih dulu. Wajahnya semakin terlihat kecewa dan penuh kekhawatiran.
"Saudara Xishun, apakah kau baik baik saja?" tanya Wang Linkai dengan tampang panik.
"Habis sudah, ini benar benar buruk. Kalau tahu kejadiannya akan begini, aku tak akan mengijinkan putriku mengikuti rombongan keluarga Meng," ucap Patriach Bai Chenxiang sambil menepuk dahinya.
"Ini sudah lebih dari dua hari putriku tak kunjung kembali," ucap Bao Xishun sambil memasang tampang kecewa.
Tak lama setelah itu, Meng Yi beserta rombongannya memasuki ruangan dengan melewati penjaga secara paksa.
Para pelayan keluarga Meng yang selamat berjalan tepat di belakang Meng Yi. sedangkan Bao Si dan Bai Qian berdiri tepat di samping kanan dan kirinya.
Ketika berhasil masuk Bao Si dan Bai Qian pun berkata, "Ayah?"
"No ... nona muda?" ucap para pengawal.
"Pu ... putriku!" ucap para patriach sambil memeluk putri mereka masing masing.
"Kau tak apa Qian er?"
"Kemana saja kau selama ini?"
"Kenapa kau baru sampai?" tanya Bai Chenxiang sambil menepuk pundak Bai Qian.
"Kau baik baik saja?"
"Kemana saja kau selama ini?"
"Mereka tewas di tangan sekte singa perak," ucap Bao Si sambil memasang tampang sedih.
"Sekte singa perak?" ketiga patriach langsung terlihat begitu syok setelah.
"Lalu bagaimana caramu lolos dari mereka?" tanya Bao Xishun sambil menatap putrinya.
"Seorang pendekar tingkat tinggi menyelamatkan kami," ucap Bao Si sambil menatap mata ayahnya.
"Dimana pendekar itu sekarang?" tanya Bai Chenxiang sambil menatap mata Bao Si.
"Dia masih menetap di sekte singa perak," jawab Meng Yi sambil memotong pembicaraan.
Meng Yi menceritakan semua kemalangan yang menghancurkan seluruh keluarganya serta para pengawal Bao Si dan Bai Qian.
Dia juga menceritakan aksi heroik Xiao Tian serta identitas asli penolongnya tersebut.
Awalnya semua orang tak percaya. Namun setelah mendengar kesaksian Bao Si dan Bai Qian, akhirnya mereka pun percaya.
Sayangnya hasil akhir dari pengaduannya tersebut, tidak sesuai ekspektasi yang dia harapkan. Ketiga keluarga menolak untuk menolong Meng Yi menyelamatkan ibu serta para wanita dewasa yang dikirim ke tempat perbudakan kerajaan.
Semua karena mereka memang tak mampu berurusan dengan tempat perbudakan yang sejatinya dilindungi oleh Adik dari raja Ning Lian Xi.
"Tolong pikirkan sekali lagi, aku benar benar membutuhkan bantuan kalian. Tolong bantu aku untuk membebaskan ibu dan saudari satu klanku dari rantai perbudakan," ucap Meng Yi sambil membungkukkan kepala.
"Tempat perbudakan dilindungi oleh Jenderal Ning Lian Ho, mencari ribut kesana sama saja dengan mencari kematian. Kami tak bermaksud untuk menghianati perjanjian aliansi untuk saling melindungi, hanya saja kami tahu akan batasan kami. Jika kau ingin menolong mereka, maka mintalah bantuan buronan nomor satu itu," ucap Bai Chenxiang sambil mengepal erat kedua tangannya.
"Ayah tolong pikirkan lagi baik baik,"
"Jika kau tak bisa meneolong dengan tenaga, setidaknya beri dia uang untuk menebus keluarganya," ucap Bai Qian sambil memgang pakaian ayahnya.
"Harga budak yang dikirim oleh sekte singa perak tidaklah murah. Sedangkan keuangan keluarga sedang tidak baik, kau pun tahu akan kebenaran ini," ucap Bao Chenxiang sambil memalingkan wajahnya.
Setelah perdebatan yang begitu panjang, ketiga patriach pun akhirnya sepakat untuk melupakan keluarga Meng. Bao Si dan Bai Qian yang bersi keras ingin menolongnya dibuat pingsan oleh ayah mereka karena hal itu.
Sedangkan Meng Yi dan para pelayannya diusir keluar sekte dan nama keluarganya dicoret dari daftar aliansi karena sudah dianggap tak bisa ditolong lagi.
Sementara itu, sisi lain Xiao Tian sudah mendahului Meng Yi ke tempat perbudakan untuk melaksanakan tugas yang dia dapatkan.
#Beberapa langkah dari perbatasan menuju tempat perbudakan sekte singa perak
Tap tap tap
"Apakah anda kemari untuk membeli budak?" tanya salah satu anggota sekte singa perak yang kebetulan lewat dari dalam tempat perbudakan.
Tap
Sisi lain Xiao Tian mencekik leher orang dihadapannya, lalu menghirup daya hidupnya untuk memperkuat kultivasi.
Wooosh
"Apa yang kau ... ," ucap pria malang itu sebelum mencapai ajalnya.
"Pembantaian baru saja akan dimulai," ucap sisi lain Xiao Tian sambil menjilat bibirnya.