Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 214 : Memasuki gerbang alam roh


Gerbang alam roh telah terbuka lebar. Asap berwarna putih tebal telah keluar dari dalam gerbang tersebut hingga menutupi pandangan Xiao Tian.


Meski tak tahu ujian macam apa yang akan dia hadapi di dalam gerbang tersebut, Xiao Tian tetap nekad memasuki gerbang alam roh. Sebelum memasuki area dalam gerbang, Xiao Tian mengendalikan udara di sekitar wajahnya sambil melapisi seluruh tubuhnya dengan kekuatan qi untuk berjaga jaga.


Selain itu.


Karena saat ini Xiao Tian berada di luar raganya, dia tak memiliki kekuatan yabg terhubung dengan fisiknya. Tak memiliki kekuatan yang berkaitan dengan senjata. Sehingga tak bisa melindungi rohnya dengan teknik lain selain melapisi tubuhnya dengan qi murni yang berwarna kuning keemasan.


Meski ini pertama kalinya Xiao Tian menggunakan elemen cahaya sebagai qi pelapis roh, dia bisa melakukannya dengan sempurna dalam sekali coba.


Setelah mempersiapkan diri semantap mungkin, Sambil menelan ludah Xiao Tian pun melanjutkan langkahnya secara perlahan. Mendekati asap putih tebal yang menutupi pandangan area dalam gerbang. Ketika sudah melangkah ke dalam gerbang pintu gerbang alam roh langsung tertutup. Suara gerbang saat tertutup terdengar begitu memekakkan telinga, berbeda dengan saat berada diluar.


Suara pintu tertutup terdengar begitu kencang ketika dia berada di dalam gerbang alam roh. Setelah pintu gerbang tertutup, tak ada suara lain yang bisa Xiao Tian dengar lagi.


Hanya ada kesunyian dan kehampaan yang tiada akhir. Satu satunya suara yang bisa dia dengar hanyalah suara langkah kaki dan suara detak jantungnya yang terdengar semakin kencang.


Di dalam tebalnya asap putih, Xiao Tian melanjutkan langkahnya tanpa rasa ragu. Terus berjalan maju di dalam kabut putih tanpa tahu arah.


Satu satunya yang ada dipikirannya saat itu


hanyalah terus melangkah maju sambil menunggu suara misterius memanggilnya kembali.


Tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki orang lain dari segala arah. Suara tersebut menggema di segala arah hingga sampai ke telinga Xiao Tian.


Xiao Tian menghentikan langkahnya demi memastikan bahwa ada suara langkah kaki orang lain. Dan benar saja, ketika dia menghentikan langkahnya, suara langkah kaki tersebut tak berhenti malah terdengar semakin dekat.


Kanan, kiri, depan dan belakang. Xiao Tian melirik ke segala arah secara bergantian sambil mengikuti suara suara langkah kaki yang terdengar secara bergantian.


"Siapa itu?" ucap Xiao Tian sambil menoleh ke belakang.


"Tunjukkan dirimu!" ucap Xiao Tian sambil menoleh ke kanan.


"Berhenti mempermainkanku, keluarlah!" ucap Xiao Tian sambil melihat ke kiri.


"Tolong berhentilah bersembunyi!" teriak Xiao Tian sambil menghadap ke depan.


Jantungnya berdetak tak karuan karena suara langkah kaki terdengar secara bergantian dari segala arah, dan selalu berhenti ketika dia berteriak.


Xiao Tian terus memperhatikan sekitar meski tak bisa melihat apapun selain asap hitam yang tebalnya bukan main. Jika dia tak bisa mengendalikan udara di sekitar mulutnya mungkin dia akan terbatuk batuk karena menghirup asap yang begitu banyak.


Ketika sedang terfokus pada arah depan, Xiao Tian terkejut bukan main saat tangan seseorang tiba tiba terasa di pundak kanannya. Tangan tersebut memegangnya begitu kencang dan berlapis tekanan roh yang sangat mengerikan.


Sejak tangan tersebut menyentuh pundaknya, Xiao Tian terkejut bukan main hingga jantungnya terasa mau copot.


"Tekanan roh macam apa ini?"


"Tekanannya begitu kuat sehingga membuatku tak sanggup menggerakkan tubuhku," pikir Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


"Apa yang kau lakukan disini, manusia?"


"Siapa yang membukakan gerbang untukmu?"


"Hanya roh suci yang boleh memasuki gerbang alam roh, manusia lancang yang berteriak tidak jelas di dalam gerbang alam roh tak layak berada disini," ucap suara misterius dari belakang punggung Xiao Tian.


"Roh suci?" tanya Xiao Tian di dalam hati.


"Ya, aku adalah roh suci. Manusi yang belum mencapai tingkat keabadian sepertimu seharusnya tak boleh berada disini, kembalilah ke alammu. Atau ku kirim kau ke alam baka," ucap suara misterius dari belakang punggung Xiao Tian.


Setelah mendengar kata ujian alam roh, tangan orang misterius itu mencengkeram pundak Xiao Tian semakin erat, semakin lama cengkramannya terasa begitu menyakitkan.


"Ujian alam roh ya?"


"Untuk apa kau melakukan ujian itu?"


"Ingin menghancurkan roh beladirimu ya?" tanya suara misterius itu.


"Menghancurkan?"


"Apa maksudmu, aku kemari hanya untuk melepaskan ikatan kontrak kami!" jelas Xiao Tian dengan mata yang terbelalak. Dia terkejut bukan main setelah mendengar kata menghancurkan roh beladiri.


"Melepaskan kontrak katamu?"


"Berhenti bercanda, tak ada orang bodoh yang mau melakukan ujian alam roh hanya untuk melepaskan ikatan kontrak roh beladiri."


"Kebanyakan manusia sakti, datang kemari untuk menyerap esesnsi roh beladiri mereka," jelas suara misterius itu.


"Menyerap esensi roh?"


"Apa maksudmu?" tanya Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


"Maksudku, hampir semua manusia yang kutemui datang kemari untuk menghapus keberadaan roh beladiri mereka. Memutuskan ikatan roh beladiri mereka dari roda reinkarnasi, dan menyerap roh beladiri mereka hingga menghilang selamanya," ucap suara misterius itu sambil mencengkeram pundak Xiao Tian dengan keras.


"Aku tak akan melakukan hal sekeji itu terhadap Sunlong, bagiku dia adalah teman sekaligus keluargaku. Demi membebaskannya dari ikatan kontrak roh beladiri aku rela melakukan apapun!" bentak Xiao Tian melalui telepati.


"Berhenti berbohong padaku!"


"Katakan niatmu yang sebenarnya!"


"Tak ada orang bodoh yang rela mati demi membebaskan roh beladirinya sendiri!"


"Karena dengan melepaskan ikatan dengan roh beladiri, maka seseorang yang lemah sepertimu akan kesulitan dalam meningkatkan keltivasi dan akan menjadi sampah yang tak bisa mencapai keabadian," bentak suara misterius dengan tekanan roh yang semakin meningkat hingga membuat tubuh Xiao Tian gemetar tak terkendali.


"Jika memang tak ada orang sepertiku sebelumnya, maka sambutlah aku dengan baik. Karena aku adalah orang bodoh yang pertama kau temui!" ucap Xiao Tian melalui telepati dengan mata yang terbelalak.


"Dasar sampah, benar benar tak sayang nyawa. Terus berbohong meski kusiksa sejak tadi. Karena kau tak mau mengaku juga, maka akan kuhancurkan rohmu sekarang juga!" ketika suara misterius itu baru saja selesai berbicara, terdengar suara misterius yang smama dengan suara ketika Xiao Tian berada diluar gerbang.


Dengan suara yang begitu lantang dia berkata, "Hentikan itu Xian Long!"


"Dia kemari atas bimbingan Dewa Kera!"


"Jika kau melakukan hal buruk padanya, alam roh akan dia acak acak seperti istana langit!"


Setelah mendengar teriakan suara misterius itu, Xian Long langsung menarik tangannya lalu meminta maaf karena telah menyulitkan Xiao Tian sejak tadi.


"Maafkan aku manusia, aku tak tahu kalau Dewa Kera yang mengirimmu kemari," ucap Xian Long sambil melepaskan cengkeraman tangannya.


"Tak apa, lakukan saja ujian alam roh sekarang ju ... ga," Xiao Tian terjatuh hingga hampir tak sadarkan diri karena menahan tekanan roh yang begitu tinggi sejak tadi.


"Hei, kau tak apa?" ucap Xiao Long sambil menangkap tubuh Xiao Tian.


Saat itu pandangan Xiao Tian begitu buram, sehingga tak dapat melihat jelas wajah Xian Long yang menangkap tubuhnya yang terasa lemas. Saking lemasnya tubuh Xiao Tian saat itu, dia pun akhirnya menutup mata hingga tak sadarkan diri.


"Ya Dewa, apa yang harus kulakukan saat ini!" ucap Xian Long dengan wajah paniknya.