
Setelah membuat malu Xiao Ding semua petarung wanita memilih melawan Huang Li,
Huang Yi yang merupakan salah satu putri gubernur memilih menyerah karena tahu kekuatan dari seorang putri jenderal.
Karena peserta wanita yang ada hanya tinggal 3 dan mereka semua terlihat agak takut untuk menantang, Huang Li meminta mereka melawannya sekaligus karena dia bosan hanya berdiam diri saja, Merekapun akhirnya mau maju.
"Kenapa kalian diam saja?"
"Kemarilah dan lawan aku?" Ucap Huang Li
"Jiang Yi , Lin peng , ayo kita lawan dia, Bersama mungkin kita bisa mengalahkannya!" Ucap Lin Yuan
"Ayo!" ucap Lin Peng dan Jiang Yi
Mereka bertiga menyerang Huang Li dengan pedang dan Huang Li dengan santai menghindari serangan mereka.
"Apakah hanya ini kemampuan kalian?"
"Jadi ini kekuatan dari putri para gubernur?"
"Sampah seperti kalian tak layak melawanku!" Ucap Huang Li
Huang Li memukul mereka bertiga dengan tangan kosong, Dan membuat mereka keluar arena.
Di sisi Xiao Tian, 8 rakyat biasa memilih menyerah, sedangkan beberapa anak pejabat masih mau menantangnya, ada juga anak pejabat yang memilih menyerah atau memilih diam untuk sementara
"Xiao Tian biarkan aku melawanmu!" ucap Xiao Li
"Terima tantangan kami dulu!" ucap Lin Shang dan Lin Sun
"Biarkan aku menghajarmu!" Teriak Huang Fu
"Huang an , Huang Ba kenapa kalian diam saja?" ucap Huang Fu
"Huang Fu apa kau lupa dia pernah mengalahkan ayahku bahkan pamanku malah melindunginya. Aku memilih menyerah." Ucap Huang An
"Aku juga menyerah." Ucap Huang Ba
"Kalau ayah kalian Tahu hal ini pasti dia akan semakin kesal, Sudahlah terserah kalian."
"Xiao Tian pilih aku sebagai lawanmu!" Ucap Huang Fu
"Hei jangan diam saja kalau kau tak memilih sampai satu batang dupa habis terbakar maka kau akan didiskualifikasi!" Ucap Jiang Xu Ming
"Aku yakin dia tak akan menerima tantangan dan menghabiskan waktunya berdiri diatas." Ucap Jiang Liang
"Terimalah tantangan kami sialan!" Ucap Jiang Wei
"Xiao jun, Xiao Zhan kenapa kalian hanya diam saja?"
"Apa kau tidak peduli kepada adik Xiao Ding?" Ucap Xiao Li
"Menantangnya di arena hanya membuang tenaga, Dia tak akan menerimannya." Ucap Xiai Zhan
"Kalau ingin balas dendam, Tunggu hingga dia di luar arena, Aku lebih ingin membunuhnya, Karena gara-gara dia Xiao Ding dipermalukan, Meski aku harus berterimakasih atas apa yang dia lakukan tapi aku juga marah karena dia bisa melihatnya lebih dekat." Ucap Xiao Jun
"Jadi kau marah karena itu ya, Hadeh." Ucap Xiao Li
"Jiang Yan kenapa kau tak menantangnya?" Ucap Lin Gao
"Lin Gao, Bukankah kau juga sama?" Ucap Jiang Yan
"Cih aku tak mau membuang tenagaku berteriak seperti itu." Ucap Lin Gao
"Ya kau benar menantangnya berduel itu..." ucap Jiang Yan
"Hanya membuang-buang waktu!" Ucap Jiang Yan dan Lin Gao
"Wah ramai sekali ya disini, Aku jadi bingung mau pilih yang mana, Bagaimana kalau kalian semua naik dan lawan aku!" Ucap Xiao Tian sambil menunjuk Xiao Li dan teman-temannya."
"Brengsek beraninya kau meremehkan kami!" ucap Xiao Li
"Kenapa apa kalian takut?"
"Sepertinya klan Xiao telah berada di masa kelam ya, Aku jadi ragu apakah kalian benar-benar putra dari seorang gubernur kota." Ucap Xiao Tian
"Brengsek beraninya kau menghina kami!" Tetiak Xiao Jun
"Kalau itu yang kau mau, Akan kami buat kau menyesal!" Ucap Xiao Zhan
Xiao Tian mengalah kan Xiao Li dan teman-temannya dengan satu pukulan.
Bukk bukk bukk
Setelah mengalahkan mereka Xiao Tian mencoba menantang yang lainnya, karena tak ada yang mau maju, dia pun meminta semua orang maju bersama.
"Baiklah mereka sudah kalah, Selanjutnya siapa lagi ya, Ah kalian majulah!" Ucap Xiao Tian
"Maksudmu kami?" Ucap Huang Fu
"keluarga Huang sudah menyerah kami tak akan maju." Ucap Huang An
"Ah tidak seru kalau menyerah begitu saja,Hmm agar lebih menarik."
"Semua peserta yang tersisa, Majulah dan naik keatas panggung, Akan kubuat kalian semua kalah dengan cepat!" Ucap Xiao Tian
"Dasar sombong kau pikir bisa melawan kami semua!" Ucap Jiang Wei
"Pangeran Xiao apa kau yakin akan permintaanmu?" Ucap Xiao Li
"Cih setelah kalah kau jadi mau memanggilku pangeran ya, Seperti yang diharapkan dari seekor anjing." Ucap Xiao Tian
"Sialan beraninya dia menghinaku." Ucap Xiao Li di dalam hati
Mendengar hinaan Xiao Tian para peserta mulai marah, Dan tak perduli lagi dengan reputasi karena menang hanya karena keroyokan, Mereka pun naik dan mau mengeroyok Xiao Tian. hanya putra Jenderal yang masih santai dan melihat situasi.
"Xiao Tian kau sendiri yang menggali kuburanmu hari ini kau pasti akan habis!" Ucap Lin Shang
"Terserah lah, Hei kalian yang masih dibawah, Naiklah dan gabung bersama mereka!"
"Bukankah kalian putra dari seorang jenderal?"
"Apa kalian takut melawanku?" Teriak Xiao Tian
"Jangan besar kepala, Kalau kau memang bisa mengalahkan mereka, Maka aku baru mau melawanmu." Ucap Lin Gao
"Aku juga sependapat dengannya kau tidak layak melawan kami berdua!" Ucap Jiang Yan
"Aih terserah saja, Baiklah kalian semua majulah!"
"Buktikan pada pecundang dibawah kalau aku adalah orang terkuat disini!" Ucap Xiao Tian
"Brengsek beraninya dia memanggilku pengecut!" Ucap Jiang Yan
"Sabar-sabar, Bukankah kau putra seorang Jenderal?"
"Kita harus tetap sabar, Kita tak boleh menang dengan cara mengeroyok, Kita harus menjaga reputasi ayah kita." Ucap Lin Gao
"Cih kaya yang bisa menang saja." Ucap Xiao Tian
"Kenapa kalian diam saja?"
"Apa kalian pikir para anak Jenderal itu akan bergabung?"
"Percuma saja ayo maju dan serang aku!" Ucap Xiao Tian
Dalam sekejap Xiao Tian mengalahkan semua lawanya hanya sekali pukul, beberapa orang yang terkena pukulannya terlempar jauh hingga keluar arena, ada juga yang pingsan di dalam arena.
Setelah bertarung melawan banyak orang kultivasi Xiao Tian meningkat, untuk menstabilkan kekuatannya dia duduk di atas tubuh peserta yang pingsan dan mengatur ki di dalam tubuhnya, dia duduk dengan santai seakan sedang meledek peserta dibawah. padahal sebenarnya dia mencoba membuang waktu untuk menstabilkan kekuatannya.
Setelah selesai menstabilkan kekuatannya Xiao Tian memasang wajah yang menjengkelkan, sambil menantap kedua putra Jenderal dia mengacungkan jempol lalu menurunkan kedua jempolnya secara perlahan.
"Jiang Yan, Lin Gao apa kalian tak mau maju?" Xiao Tian meledek sambil menduduki salah satu peserta
"Brengsek beraninya kau menduduki putraku!" Ucap Huang Chao
"Sialan kalau bukan karena diawasi oleh orang suruhan Kakak Huang Cheng, Aku pasti sudah membayar para pembunuh ahli untuk membunuhnya." Ucap Huang Chao
"Apa kau mengatakan sesuatu?" Ucap Huang Cheng
"Ah tak ada apa-apa kakak Cheng." Ucap Huang Chao
"Sepertinya aku telah meremehkanmu, Tak kusangka kau bisa mengalahkan mereka, akan kubuat kau menyesal karena menantangku..ber.." Ucap Jiang Yan
"Bacot!" Ucap Xiao Tian
Duakkkk Ketika Jiang Yan belum menyelesaikan ucapannya Xiao Tian memukulnya keluar arena
"Apa kau ingin menyerah Lin Gao?" Ucap Xiao Tian
"Hahaha tak kusangka ternyata kau sudah bisa mengalahkan petarung bintang 8, Apakah kau sudah berada di tingkat petarung perunggu?" Ucap Lin Gao
"Apa aku harus memberi tahumu?" Ucap Xiai Tian
"Cih cepat atau lambat aku akan mengetahuinya!" Ucap Lin Gao
Lin Gao Menyerang Xiao Tian Dengan tangan Kosong, Dia menggunakan teknik pukulan andalannya. semua orang berpikir Xiao Tian akan tamat kali ini, tapi diluar dugaan Xiao Tian berhasil menangani pukulan Lin Gao dengan mudah, disaat mereka beradu pukulan mereka terpental kebelakang karena seimbang.
Para penonton tak mempercayai apa yang mereka lihay, pangeran sampah yang dikenal tak bisa beladiri, Bisa mengimbangi Pukulan Terkuat Lin Gao, hingga membuatnya mundur beberapa langkah.
Lin Gao merasa kalau kekuatan mereka seimbang, tapi kenyataan yang sebenarnya adalah Xiao Tian masih menahan diri.
"Tak kusangka ternyata kau juga berada pada tingkatan yang sama denganku." Ucap Lin Gao
"Sepertinya kau benar-benar kehilangan kesempatan ya."
"Kalau kau melawanku bersama banyak orang tadi mungkin kau bisa menang, Sayangnya kau terlalu menilai tinggi dirimu!" Ucap Xiao Tian
"Kau pikir aku percaya gertakanmu!" ucap Lin Gao
Mendengar ucapan Xiao Tian, Lin Gao berusaha memukul kembali, tapi dia sungguh sial karena saat Xiao Tian menggunakan pukulan terkuatnya, dia bisa membuat tangan Lin Gao patah, semua itu dikarenakan pukulannya jauh lebih kuat dibandingkan Lin Gao.
Duakkk(Mereka saling beradu pukulan)
"Aaaaaaa, Tanganku..." Lin Gao berteriak kesakitan karena tangan kanannya patah
"Ini mustahil, aku tak mungkin kalah!" Lin Gao masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi
"Trik macam apa yang kau lakukan!"
"Kenapa kau bisa sekuat ini!" teriak Lin Gao
Xiao Tian bergerak dengan cepat, menarik pakaian Lin Gao lalu memukul badanya dengan tangan kanan.
Buakkkk
Lin Gao pun terpental hingga keluar arena. Semua penonton terkejut akan hasil yang terlihat, Mereka yang tadinya bertaruh untuk Xiao Tian Di babak pertama mendadak kaya, Sedangkan yang bertaruh untuk Kekalahan Xiao Tian mengalami kerugian besar.
Dan ketiga peserta yang dipilih menjadi murid Sekte Gunung Api adalah Xiao Tian, Huang Li dan Taiwu. masing-masing dari mereka diberi inti monster sebagai hadiah karena memenangkan turnamen, Inti monster tingkat tinggi itu sangat bagus untuk berkultivasi.
"Tak kusangka seorang bocah dengan roh beladiri tingkat 4, Bisa mengalahkan petarung dengan roh beladiri tingkat 7. Dia cukup berbakat" Ucap Tetua Gu Yan (Orang yang bertugas mengawasi perekrutan murid luar baru )
"Apakah tetua Gu Yan puas dengan hasil tahun ini?" Ucap Xiao Zhaoye
"Sangat puas, aku tidak sabar ingin membawa mereka ke sekte Gunung Api." Ucap Tetua Gu Yan