
Agak jauh di belakang punggung Xiao Tian, Wu Kong memanggil Dewa petir sambil memegang relik pedang Kaisar iblis dengan santainya.
"Hei Dewa petir, apakah pedang ini yang sampat menusukmu dulu?" tanya Wu Kong sambil menunjukkan relik pedang Kaisar iblis.
Dewa petir pun mulai menoleh ke sumber suara. Disaat melihat Wu Kong sedang memegang pedang kaisar iblis, Dia pun langsung terkejut bukan main.
"De ... Dewa kera?"
"Apa yang kau lakukan?"
"Cepat lepaskan pedangnya!"
"Perang itu bisa mengendalikan kesadaran seseorang!" teriak Dewa petir sambil menunjuk ke arah Wu Kong.
Melihat Dewa petir panik dibuatnya, Wu Kong malah memainkan pedang tersebut dengan melemparkannya ke tangan kanan lalu ke kiri.
"Tenang saja, iblis rendahan ini tak akan mampu mengacaukan kesadaranku," ucap Wu Kong sambil tersenyum.
Setelah mendengar penjelasan Wu Kong, Xiao Tian pun membalikkan badannya dan berkata,
"Jika kau bisa menaklukkan pedang itu, bisakah kau bantu aku menghilangkan DNA kaisar iblis dalam relik tersebut dari tubuh Taiwu?"
Ketika mendengar pertanyaan Xiao Tian, seketika Dewa petir memasang tampang yang begitu serius. Semua karena dia juga ingin mengetahui jawaban Wu Kong akan pertanyaan itu.
"Penangkal dari efek goresan atau tebasan relik pedang ini, hanya diketahui oleh iblis di dalam relik ini. Saat ini dia kehilangan kesadaran karena telah berani mencoba beradu kekuatan denganku. Aku akan menanyakannya secara langsung, saat dia sudah sadar nanti. Tenanglah, semua penyakit pasti ada obatnya, untuk saat ini kau fokus daja terhadap latihan serta keamanan keluargamu. Saat ini kau telah menjadi sorotan para Dewa, jadi berlatihlah lebih keras dari pada sebelumnya," ucap Wu Kong sambil berjalan mendekat.
Setelah mendengar penjelasan Wu Kong, Dewa petir menundukkan kepalanya dengan tampang kecewa. Dalam hati dia pun berkata, "Bahkan Dewa kera pun tak tahu cara menangani darah iblis dari penghuni relik regenerasi ya?"
"Semoga saja Dewa kera bisa mendapat jawaban yang kuinginkan,"
Melihat Xiao Tian terdiam setelah mendengar jawabannya, Wu Kong pun berteleportasi ke hadapannya dan berkata,
"Apa kau sudah mengerti?"
Wu Kong menepuk pundak Xiao Tian ketika muncul tiba tiba tepat di samping kanannya.
"Aku mengerti," ucap Xiao Tian sambil menundukkan kepalanya.
Setelah mendengar jawaban Xiao Tian, Wu Kong pun berjalan maju menjauhi Xiao Tian dan berkata,
"Sebelum menjelaskan situasi saat ini, pertama tama kita sembuhkan dulu semua orang yang telah terluka."
Mendengar ucapan Wu Kong, Dewa petir pun menawarkan bantuan dengan berkata,
"Apakah kau perlu bantuanku, Dewa kera?"
Dan Wu Kong pun menjawab dengan berkata, "Tidak perlu, untuk kali ini biar aku saja yang beraksi,"
"Baiklah, Dewa kera," ucap Dewa petir sambil memberi hormat.
Setelah melangkah agak jauh dari Xiao Tian, Wu Kong menghentikan langkahnya lalu berkata,
"Teknik penyejuk jiwa, Soul Recovery!"
Seketika tubuh Wu Kong mengeluarkan gelombang kekuatan qi berwarna emas yang menyebar hingga ke seluruh bagian sekte.
Disaat gelombang tersebut telah menyebar, semua orang seketika merasakan kenyamanan yang luar biasa.
Luka parah yang diterima akibat tekanan kekuatan Ning Lian Ho pun sembuh dalam sekejap mata. Bersamaan dengan sembuhnya luka luka tersebut, para korban yang pingsan perlahan lahan sadarkan diri dalam waktu bersamaan.
Taiwu yang sempat mendapatkan perawatan pertama dari Dewa petir pun ikut tersadar karena terkena efek teknik milik Wu Kong itu.
Melihat Taiwu tersadar, Xiao Tian langsung menjatuhkannya karena baru sadar bahwa sejak tadi dia menggendong Taiwu seperti menggendong seorang wanita.
Brukk
"Aduhh," ucap Taiwu sambil memegang pantatnya.
"Ah, maaf Taiwu. Aku tak bermaksud," ucap Xiao Tian sambil mencoba membantu Taiwu berdiri.
Ketika Taiwu bangkit dari tempatnya terjatuh, Xiao Zhaoye serta seluruh orang orang dari kerajaan petir keluar dari tempat persembunyian mereka. Diikuti oleh Kaibo dan teman teman Xiao Tian yang juga ikut membantu proses pengaktifan array penekan kekuatan.
Para siluman yang tersadar segera bangkit dari tempat mereka terbaring. Setelah berada di posisi yang tepat berada agak jauh dihadapan Dewa kera, semua orang membungkuk sambil memberi hormat dan berkata,
"Terimakasih karena telah sudi menyembuhkan luka kami, Dewa kera,"
"Sepertinya segel ingatan yang kuciptakan benar benar telah menghilang ya?" ucap Wu Kong sambil menghela napas.
"Kami sangat bersyukur karena Dewa kera sudi untuk membantu, tapi tolong jangan hapus ingatan kami lagi. Kami berjanji akan melakukan apapun perintahmu, asalkan jangan renggut ingatan kami lagi," ucap Xiao Zhaoye sambil memberi hormat.
"Tolong jangan renggut ingatan kami, Dewa kera," ucap semua orang sambil memberi hormat.
"Tenang saja, aku tak akan merenggut ingatan kalian. Ingatan itu sangatlah penting untuk menjaga diri kalian di masa depan nanti. Bagaimanapun juga, kalian mungkin akan sering berurusan dengan para Dewa nantinya," ucap Dewa kera sambil menatap semua orang.
"Itu benar, Xiao Tian adalah orang yang paling dicari oleh para Dewa saat ini. Kalian harus berlatih keras untuk membantunya agar bisa berdiri tegak diantara para Dewa kelak," ucap Dewa petir sambil melangkah tepat disamping Wu Kong.
"Terimakasih atas saran senior. Ngomong ngomong siapa nama anda?" tanya Xiao Zhaoye sambil mengerutkan dahinya.
"Maaf, bisakah kau ulangi pertanyaannya?" tanya Dewa petir sambil tersenyum.
"Aku bertanya, siapakah nama senior sebenarnya?" tanya Xiao Zhaoye sambil mengerutkan dahi.
"Jangan bercanda denganku, ingatau telah kembali kan?"
"Kenapa kau tak mengingatku?"
"Aku itu Dewa petir loh. Dewa yang selama ini selalu disisi Xiao Tian," ucap Dewa petir dengan tampang kesal.
"Apakah kalian benar benar tak mengingatnya?" tanya Wu Kong sambil mengerutkan dahi.
Mendengar pertanyaan Wu Kong, semua orang langsung menggelengkan kepala mereka. Dewa petir mencoba membaca pikiran semua orang, dan ternyata dalam pikiran mereka murni tentang mempertanyakan identitasnya.
"Ba ... bagaimana bisa begini?" pikir Dewa petir dengan tampang frustasi.
"Hei Xiao Tian, bisakah kau jelaskan siapa aku bagimu selama ini?" tanya Dewa petir melalui telepati.
"Memangnya kau siapa?" jawab Xiao tian melalui telepati.
"Lebih baik aku pulang," ucap Dewa petir sambil menyiapkan teknik teleportasi.
"Ahhahahahahah," Dewa kera tertawa terbahak bahak melihat Dewa petir terlihat begitu kesal.
Disaat Dewa petir hampir menghilang karena efek teknik teleportasi, Dewa kera mengacaukan tekniknya dengan menepuk punggung Dewa petir sambil berkata, "Hei, jangan pergi dulu dong. Menjaga Xiao Tian kan tugas utamamu sejak awal,"
"Untuk apa aku melindungi orang yang bahkan tak mengingatku sama sekali," ucap Dewa petir dengan tampang frustasi.
"Ayolah, aku hanya mengerjaimu. Mereka tak melupakanmu dengan sengaja kok. Aku hanya memainkan ingatan mereka saat mengeluarkan gelombang emas tadi," ucap Wu Kong dengan senyum di wajahnya.
"Jadi ini ulahmu ya, haih. Kau ini benar benar usil sejak dulu ya, Dewa kera," ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Iya iya, maaf. Akan kukembalikan ingatan mereka sekarang juga," ucap Wu Kong sambil menjentikkan jarinya.