Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 389 : Mengumpulkan informasi


#Sekte badai berduri


#Aula pertemuan


Sunlong telah kembali setelah menyelesaikan misi menggali informasi mengenai daratan vampir. Saat melihat Sunlong kembali menghadapnya, Xiao Tian pun langsung memasang tampang serius dan kembali duduk ke kursinya.


"Ceritakan padaku semua informasi yang telah kau dapatkan," ucap Xiao Tian setelah kembali duduk di kursinya.


Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, Sunlong pun langsung memulai mengatakan informasi yang dia rasa cukup penting dengan tatapan yang cukup serius.


"Teknik teleportasi tak berguna di dalam wilayah daratan vampir. Siulan angin di hutan bersiul dapat dimanfaatkan oleh para iblis untuk membingungkan pandangan semua orang sehingga tenggelam dalam ilusi."


"Satu satunya cara aman untuk menghindari jeratan ilusi adalah menutup telinga rapat rapat.


Iblis yang bertugas untuk menjaga hutan bersiul berasal dari ras laba laba."


"Meskipun kami sudah menghabisi semua yang berjaga saat itu, kemungkinan ada iblis laba laba lain yang akan menempati tempat tersebut."


"Dan hal terpenting saat ini adalah, daratan vampir sudah dikuasai oleh Kaisar iblis Haifeng dan seluruh bawahannya. Para vampir sudah tidak ada di dalam istana mereka lagi."


"Informasi kalau para vampir bekerja sama dengan para iblis untuk membangun sekte pelindung iblis adalah informasi yang salah. Kenyataannya adalah sekte pelindung iblis dibentuk oleh Kaisar iblis Haifeng dan para vampir yang bekerja dibawah sekte itu terpaksa membantu karena telah diberi kutukan kesetiaan. Jika mereka menolak untuk menurut, jiwa mereka akan hancur dan tak akan bangkit lagi. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan, hanya beberapa vampir saja yang berhasil tertangkap dan terkena kutukan itu. Sedangkan sisanya berhasil kabur dan terbagi menjadi dua buah kubu. Ada yang menjalin hubungan dengan sekte pembasmi iblis untuk mencari perlindungan, ada pula yang memilih untuk memperkuat diri tanpa bantuan ras lain," jelas Sunlong sambil memasang tampang serius.


Awalnya Xiao Tian dan jenderal Tailong hanya terdiam sambil mendengar informasi penting yang Sunlong katakan. Namun setelah mendengar bahwa daratan vampir telah dikuasai oleh seorang Kaisar iblis, Jenderal Tailong pun langsung bereaksi. Dia menatap Sunlong dengan tatapan yang begitu serius sejak saat itu. Alasan dibalik respon berlebihannya tersebut tidak lain adalah karena dia mengingat hal hal yang berkaitan mengenai istrinya. Ibu kandung dari Taiwu yang telah lama dibawa pergi oleh sekte kegelapan.


"Jenderal Xiao Fei Ji berkata kalau istriku ada di daratan vampir. Kalau daratan itu sudah dikuasai oleh bangsa iblis bukankah itu berarti ... ," pikir jenderal Tailong dengan tampang terkejut. Selain terkejut, jenderal Tailong juga terlihat syok dan frustasi. Semua karena dia menghawatirkan bagaimana nasib istrinya saat ini.


Ketika jenderal Tailong sedang dikejutkan dengan hal mengenai Daratan vampir yang telah runtuh. Xiao Tian malah tertarik oleh nama Kaisar iblis yang menguasai daratan tersebut.


Baginya nama tersebut tidak terdengar begitu asing sehingga dia mengerutkan dahi sambil mencoba mengingatnya.


"Kaisar iblis Haifeng, entah mengapa aku kok merasa tak asing dengan nama itu," gumam Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


Setelah mendengar gumaman Xiao Tian, Sunlong langsung menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Kaisar iblis Haifeng untuk membantu Xiao Tian membangkitkan ingatannya.


"Dia adalah kaisar iblis pertama yang lepas dari belenggu relik. Kaisar iblis yang merasuki tubuh ratu dari kerajaan Angin," jelas Sunlong sambil memberi hormat.


Setelah mendengar kata kerajaan Angin, Xiao Tian pun kembali mengingat rupa sang kaisar iblis. Dia juga mengingat jelas bagaimana Kaisar iblis Haifeng keluar dari dalam ruang hampa hanya dengan menggunakan kekuatannya.


Satu hal yang terbesit dalam pikirannya adalah, dia cukup berbahaya dan tak mau berurusan secara langsung terlebih dulu. Rasa trauma akan ajal yang berada di depan mata, kembali terngiang di pikirannya.


"Aku hanya beruntung karena monster itu mengabaikanku dulu. Karena dia telah menguasai daratan vampir, aku yakin kekuatannya sudah jauh berkembang melewati kekuatannya yang dulu. Dari sekian banyak kaisar iblis, kenapa aku harus berhadapan dengannya?" pikir Xiao Tian sambil mengepal erat kedua tangannya.


Karena Xiao Tian terlihat dalam keadaan yang cukup tegang, Sunlong pun bertanya, "Apakah kau baik baik saja yang mulia?"


Ketika mendengar pertanyaan Sunlong, Xiao Tian menutupi rasa takutnya dengan berkata, "Aku baik baik saja, kok. Semua tidak lebih dari tenggelam dalam sebuah lamunan saja,"


Melihat ekspesi Xiao Tian yang tertekan, Sunlong langsung mengetahui bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu. Ketika dia mengingat ingat apa yang terjadi antara Kaisar iblis Haifeng dengannya, dia pun mulai mengerti.


"Apa kau masih mengingatnya?" tanya Sunlong dengan serius. dia tahu betul akan kengerian yang Xiao Tian rasakan, karena saat itu dia juga mengalami hal yang sama sebagai roh beladiri milik Xiao Tian.


Karena tak mau membahasnya lebih lanjut, Xiao Tian pun menghela napas cukup panjang dan berkata,


"Lupakan itu,"


"Baiklah," Sunlong menghentikan pembahasan karena Xiao Tian tak mau membahas masa lalu lagi.


Setelah melihat Sunlong terdiam, Xiao Tian pun kembali bertanya tentang informasi yang lain untuk mengganti topik pembicaraan.


"Lalu apakah kau tahu alasan mengapa sekte pembasmi iblis tak kunjung bergerak?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


Karena tak tahu mengenai apa yang Xiao Tian tanyakan, Sunlong pun berkata,


"Aku tak mendapatkan informasi tentang itu," dia berkata sambil menundukkan kepalanya sebagai penunjuk rasa hormat.


"Bagaimana dengan istriku?"


"Istrimu?" Xiao Tian dan Sunlong dibuat bingung oleh pertanyaan tersebut.


"Apakah ada informasi tentang sumber darah suci?" tanya jenderal Tailong dengan tampang panik.


"Sumber darah suci?" Xiao Tian menatap Sunlong untuk mengetahui jawaban darinya.


"Aku tak mendapat informasi apapun tentang hal itu," jawab Sunlong sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah mendengar jawaban Sunlong, jenderal Tailong pun menundukkan kepalanya dengan tampang yang begitu frustasi.


Disaat sang jenderal sedang frustasi, Xiao Tian melontarkan pertanyaan yang cukup menyinggungnya untuk memastikan sesuatu.


"Aku tidak begitu mengerti tentang darah suci, tapi aku sangat paham betul tentang informasi mengenai nasib istrimu."


"Kalau berdasarkan rumor yang beredar ...,"


"Bukankah istrimu sudah tiada?" tanya Xiao Tian dengan tampang heran.


Ketika mendengar pertanyaan Xiao Tian, sang jenderal membentaknya tanpa sadar.


"Tidak, istriku belum tiada!"


"Aku sangat yakin akan hal itu!" bentak jenderal Tailong dengan tampang kesal.


"Aku sangat ... yakin ... ," gumam jenderal Tailong dengan berlinang air mata.


Melihat jenderal Tailong terlihat begitu menyedihkan, Xiao Tian pun mulai merasa iba. Namun karena dia tak yakin kalau istri jenderal Tailong masih hidup, dia pun mencoba menegaskannya dengan berkata,


"Ayahku pernah menceritakan mengenai kondisi istrimu. Dia juga menceritakan tentang betapa kerasnya dirimu menyatakan bahwa istrimu masih hidup. Sebenarnya apa yang mendasari keyakinanmu itu, jenderal?"


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa para vampir tak membunuh istrimu setelah menculiknya beberapa tahun yang lalu?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Pertama, karena aku telah mempelajari teknik darah iblis yang bisa menandai tubuh seseorang dengan menyegel setetes darah dari orang tersebut ke dalam tubuhku. teknik darah iblis dapat membantuku mengetahui kondisi Taiwu dan istriku meski terpisah jarak sejauh apapun. Dan berdasarkan pengamatan teknik darah iblisku, dia masih hidup saat ini," jelas jenderal Tailong sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Aku sudah pernah mendengar alasanmu itu melalui mulut ayahku. Dan aku tak begitu yakin dengan hal tersebut. Bisakah kau berikan aku bukti lain?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata jenderal Tailong.


"Aku mungkin tak bisa membawa bukti hidup sekarang, tapi ... , " belum sempat jenderal Tailong menyelesaikan kalimatnya Xiao Tian memotong pembicaraan dengan berkata, "Aku mengerti, kau tak perlu menjelaskannya lagi. Aku percaya padamu, jenderal,"


Setelah mendengar Xiao Tian mempercayai bahwa istrinya masih hidup, sang jenderal pun mulai merasa lega.


"Terimakasih yang mulia," ucap jenderal Tailong sambil memberi hormat.


"Untuk masalah istrimu, kita akan selidiki lebih lanjut nanti. Kembalilah ke kamarmu untuk beristirahat. Sekarang sudah cukup larut malam," ucap Xiao Tian sambil menatap jenderal Tailong.


"Baik yang mulia," jawab jenderal Tailong sambil memberi hormat.


"Ini juga berlaku untuk kalian," ucap Xiao Tian sambil menatap Sunlong dan para siluman.


"Dimengerti," para siluman membubarkan diri setelah selesai memberi hormat.


"Kalau begitu aku pamit undur diri," ucap Sunlong sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


"Baiklah," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah Sunlong.


Ketika semua orang sudah meninggalkan Aula pertemuan, Xiao Tian pun menghela napas begitu panjang.


"Hufff,"


"Kenapa masalah datang tiada henti," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.