Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 217 : Gerombolan tikus dan rahasianya


Puluhan tikus yang menelan bola air menyemburkan kembali bola air yang telah mereka telan secara utuh.


Seperti halnya serangan bola api yang berubah menjadi semakin kuat saat disemburkan balik, bola bola air juga mengalami perubahan hingga menjadi bola es yang berkecepatan tinggi.


Demi menahan serangan balik para tikus hitam, Xiao Tian mengendalikan angin yang ada di sekitarnya.


Sambil merapatkan telapak tangan kanannya, dia melapisi telapak hingga punggung tangan kannya dengan qi angin yang tipis dan memanjang hingga melewati ujung jari.


Sambil mengayunkan tangan kanannya ke kanan dan ke kiri, Xiao Tian pun berkata, "Jurus angin, teknik tebasan udara!"


Bersamaan dengan diayunkannya tangan kanan Xiao Tian, sayatan angin berbentuk sabit melesat maju dari sekitar tangan kanannya hingga membelah dua bola bola es tersebut.


Setelah bola bola es hancur, angin yang melapisi tangan kanan Xiao Tian perlahan lenyap karena dia belum menguasai jurus itu secara penuh.


Bersamaan dengan menghilangnya qi angin, Xiao Tian pun mulai merasakan sesak napas hingga memegang dadanya begitu erat.


Demi melancarkan kembali jalan napasnya, Xiao Tian menotok dadanya dengan tenaga yang tersisa.


"Hosh hosh hosh."


"Sial, kalau api dan air tak bisa melukai mereka. Lalu apa yang harus kulakukan?" pikir Xiao Tian dengan napas yang terengah engah.


Ketika Xiao Tian sudah tak tahu harus bagaimana lagi, seekor tikus merah merangkak keluar dari gerombolan tikus hitam. Tikus merah itu merangkak mendekat dengan tekanan roh yang sanggup membuat Xiao Tian tak berdaya.


Karena perbedaan kekuatan yang cukup besar, Xiao Tian pun tak punya tenaga untuk melangkah mundur.


Alhasil tikus tersebut berhasil menyentuhnya tanpa kendala sedikitpun.


"Cit!" ucap tikus merah yang berhasil menyentuh kaki Xiao Tian.


Tikus tersebut menempelkan kepalanya ke kaki Xiao Tian sembari bertingkah manja layaknya seekor kucing. Mata hitamnya mengeluarkan cairan bening seperti seseorang yang sedang menangis.


"Apa yang tikus hitam ini pikirkan?" Xiao Tian kebingungan saat melihat tingkah tikus merah yang diluar dugaannya.


Ketika Xiao Tian masih menatap tikus merah dengan tatapan heran, tiba tiba tikus tersebut menggigit punggung kaki Xiao Tian tanpa peringatan.


Bersamaan dengan menancapnya gigi tikus merah itu, sebuah lingkaran sihir berukuran kecil muncul di area gigitan tikus hitam tersebut.


Dari lingkaran sihir tersebut menyebar tanda merah yang menjalar menyebar ke kulit dengan bentuk seperti akar tanaman..


Bersamaan dengan menyebarnya tanda merah tersebut, Xiao Tian merasakan rasa sakit luar biasa seperti kulit yang sedang dikelupas secara paksa. Tanda tersebut menyebar secara perlahan sehingga membuat Xiao Tian begitu tersiksa.


"Aaaa,"


"Tikus sialan, apa yang sedang kau lakukan!" bentak Xiao Tian sambil mencoba menggerakkan kakinya."


Setelah tanda merah mencapai wajah Xiao Tian, tikus tersebut langsung melepaskan gigitannya.


Ketika gigi tikus tersebut terlepas dari kaki Xiao Tian, tenaga Xiao Tian tiba tiba saja kembali hingga sanggup menggerakkan kakinya. Hal pertama yang dia lakukan saat kekuatannya kembali yaitu menendang tikus merah dengan sekuat tenaga.


"Tikus sialan!" ucap Xiao Tian sambil menendang tikus hitam di hadapannya.


Tikus tersebut terpental begitu jauh hingga tergeletak dihadapan tikus yang lain.


Melihat teman mereka tergeletak tak berdaya, para tikus yang lain merangkak mendekati tikus yang telah Xiao Tian tendang. Mereka terus menggoyangkan tubuh tikus yang tergeletak itu untuk membangunkannya. Tapi karena tikus itu tak kunjung sadar, para tikus hitam mulai mengeluarkan hawa membunuh yang begitu kuat.


"Ciitt!"


"Citttt!"


"Cittt!" ucap para tikus dengan bahasa mereka.


Ketika para tikus hitam ingin menyerang balik Xiao Tian, tikus yang telah tak sadarkan diri bangkit dari pingsannya.


Dia langsung berdecit begitu kencang hingga terdengar oleh seluruh tikus hitam.


"Ciittt!"


Mendengar teriakan tikus merah, para tikus yang lain langsung menghentikan langkah mereka.


Hawa membunuh serta aura merah yang menyelimuti tubuh mereka pun perlahan menghilang.


"Ada apa dengan tikus tikus ini?"


"Kenapa mereka berhenti memancarkan hawa membunuh," pikir Xiao Tian dengan tatapan heran.


Ketika Xiao Tian masih bingung dengan apa yang sedang terjadi, tikus merah bangkit dari tempatnya terbaring, lalu merangkak melewati semua tikus hitam.


Sambil merangkak dengan kaki yang pincang, tikus merah tersebut menatap Xiao Tian dengan mata yang berkaca kaca.


"Citt!" ucap tikus tersebut dengan mata yang berkaca kaca.


"Ketika Xiao Tian menatap matanya, tikus tersebut langsung gemetar ketakutan dan melangkah mundur. Dia ingin melangkah lebih dekat dengan Xiao Tian, namun dia merasa ragu karena takut ditendang Xiao Tian lagi.


"Ada apa dengan tikus ini?" pikir Xiao Tian sambil menatap tikus merah.


Karena Xiao Tian menatapnya begitu lama, dia pun semakin gemetar ketakutan.


"Kenapa kau berhenti melangkah?" tanya Xiao Tian sambil melangkah maju. Baru saja Xiao Tian melangkahkan satu kakinya, tikus merah itu langsung melangkah mundur dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


Sadar bahwa tikus dihadapannya bukanlah sebuah ancaman, dengan nada yang lembut Xiao Tian berkata, "Mendekatlah, aku berjanji tak akan menendangmu."


Xiao Tian memanggil tikus merah dengan lembut karena sadar ada hal aneh yang telah terjadi pada tubuhnya, terutama tanda merah yang tak kunjung hilang dan kekuatannya yang kembali terkumpul sejak tanda tersebut menyebar ke seluruh tubuh.


"Jangan khawatir, kemarilah!" tanya Xiao Tian sambil melambaikan tangannya.


Karena masih ragu dengan ucapan Xiao Tian, tikus tersebut tak berani melangkah lebih jauh. Untuk meyakinkan tikus merah sekaligus menghilangkan keraguannya, Xiao Tian pun berkata,


"Apakah gigitanmu yang mengembalikan semua kekuatanku?"


Tikus merah tersebut tak merespon ucapan Xiao Tian dan hanya bisa menatapnya dengan tatapan memelas.


"Anggukkan kepalamu jika itu benar, gelengkan kepalamu jika itu salah."


"Kupastikan sekali lagi, apakah kau menggigitku untuk memulihkan kekuatanku?" tanya Xiao Tian.


Tikus tersebut mengenggukkan kepalanya sambil berdecit, "Citt!"


"Apakah kalian ingin menghalangiku melanjutkan ujian alam roh dengan bergerombol menutupi jalanku?" tanya Xiao Tian dengan nada lembut.


"Citt!" tikus merah itu menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dia menyanggah ucapannya.


"Lalu untuk apa kalian muncul secara bergerombol?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.


Setelah mendengar pertanyaan Xiao Tian, tikus tersebut memberanikan dirinya untuk melangkah lebih dekat. Setelah berada tepat di samping kaki kanan Xiao Tian yang telah dia gigit sebelumnya, dia langsung menyentuh bekas luka di kaki Xiao Tian dengan jari telunjuknya.


Setelah telunjuk tangan kanan tikus itu menyentuh bekas luka gigitannya, tanda merah di sekujur tubuh Xiao Tian langsung terhisap masuk ke dalam bekas luka yang tikus itu sentuh.


Bersamaan dengan menghilangnya tanda hitam tersebut, bekas luka yang tikus itu sentuh perlahan menghilang lalu berubah menjadi sebuah tato bersimbol tikus dengan gambar lotus putih di tengah perutnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap tikus merah.


"Membuatmu mengerti bahasa kami," ucap tikus merah dengan bahasa tikus.


"Apa kau baru saja berbicara bahasa manusia?" tanya Xiao Tian dengan dahi yang dikerutkan.


Dia belum menyadari bahwa dirinya saat ini telah memahami bahasa seekor tikus sejak simbol tikus muncul di bekas gigitan tikus merah di hadapannya.