
Xiao Tian kembali merubah rupanya menjadi rupa Tian Zhong, lalu berteleportasi ke gedung pusat cabang petarung ditemani oleh Dewa petir dalam bentuk roh dan Sunlong yang menyamar jadi dirinya.
Sedangkan Tian Zhong dan Yuan er tak dibolehkan untuk berada di sekitar area turnamen.
Mereka diberi tugas untuk membantu para siluman rubah merah menghilangkan jejak mayat musuh musuh yang mengawasi seluruh isi sekte sambil menyembunyikan diri.
Disaat para siluman rubah sibuk membereskan para musuh yang bersembunyi, mereka bertugas membawa mayat dari musuh musuh tersebut ke celah neraka untuk dimusnahkan.
Dengan bantuan mereka, para siluman rubah merah tak perlu repot repot lagi menghilangkan jejak pertempuran mereka.
Setelah semua musuh dihabisi, para siluman rubah merubah rupa dan aroma tubuh mereka menyerupai musuh musuh yang mereka bunuh untuk mengecoh musuh yang mengirim mereka. Tak tanggung tanggung mereka juga menyalin hawa kehidupan para korban mereka hingga benar benar terasa nyata.
Melihat transformasi para siluman rubah secara langsung membuat Tian Zhong dan Yuan er begitu terkejut. Jelas saja dia terkejut, karena ini pertama kalinya mereka tahu bahwa para siluman rubah bisa mengkamuflasekan diri mereka menjadi benar benar mirip seperti manusia.
Untuk menghilangkan rasa penasaran mereka. Mereka pun bertanya kepada para siluman rubah dengan berkata,
"Apakah seluruh bangsa siluman bisa merubah rupa dan hawa kehidupan mereka seperti kalian?" tanya Tian Zhong dengan penuh penasaran.
"Jika itu bisa dilakukan, mungkin siluman bisa ditemukan dimana mana karena membaur dengan para manusia. Sayangnya tidak semua siluman seberuntung bangsa kami," jawab raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Tak seberuntung bangsamu?" tanya Yuan er yang juga ikut terpancing rasa ingin tahunya.
"Semua teknik yang kalian lihat barusan bukanlah teknik alami bangsa kami. Tapi merupakan teknik yang kami pelajari dari maharaja Xiao Tian," jelas raja siluman rubah merah sambil menatap ke arah Yuan er.
"Maharaja?"
"Kenapa kau memanggilnya dengan sebutan seperti itu?" tanya Yuan er dengan tampang bingung.
"Maha raja adalah sebutan untuk raja diantara para raja. Dia menyandang gelar tersebut karena telah menundukkan lima kerajaan siluman," jelas raja siluman rubah merah sambil menatap Yuan er.
"Raja dari segala raja?"
"Raja dari lima kerajaan siluman?"
"Kalau boleh tahu, kerajaan siluman mana saja yang tunduk kepada Xiao Tian?" tanya Tian Zhong sambil menatap lawan bicaranya.
"Harimau perak, rusa, angsa, kelinci dan bangsa kami tentunya," jawab Raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Lalu dimana bangsa siluman yang lain saat ini?" tanya Yuan er sambil menatap ke arah raja siluman rubah dalam wujud kamuflasenya.
"Bangsa siluman harimau perak, dan bangsa siluman rusa saat ini masih berlatih di dalam ruang hampa. Ruang di dalam portal dimana kami keluar sebelumnya. Sedangkan siluman angsa dan bangsa siluman kelinci, kami belum mendapat kabar tentang mereka. Kabar terakhir yang kudapat tentang mereka yaitu saat ini mereka berada di tangan siluman rubah putih yang menaruh dendam kepada maha raja Xiao Tian karena pernah di kalahkan sebelumnya," jelas Raja siluman rubah merah sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Begitu ya?"
"Lalu kapan kalian berencana membebaskan para sekutu yang disandera itu?" tanya Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.
"Entahlah, kami tak tahu. Kalau kami tak sedang diburu oleh musuh yang merepotkan mungkin kami bisa mencari lokasi persembunyian siluman kampret itu. Tapi sayangnya hal itu belum terjadi hingga sekarang. Sebenarnya kami ingin menyelamatkan mereka sejak dulu, tapi tanpa tahu mereka disandra di tempat mana ... ," ucap raja siluman rubah merah sambil memasang wajah kesal.
"Kalau tak salah aku pernah bertemu dengan bangsa siluman rubah putih ketika aku sedang menjelajahi daratan vampir."
Meskipun sekilas, aku yakin bahwa itu mereka. Akhir akhir ini juga terdengar desas desus bahwa bangsa vampir sedang beraliansi dengan bangsa siluman. Mereka terang terangan menyatakan perang dengan para pembasmi iblis yang mencoba menjelajahi daratan kekuasaan mereka."
"Tak hanya itu, kudentar mereka juga mendirikan sekte baru yang bernama. Sekte pelindung iblis," jelas Tian Zhong dengan tampang serius.
"Aku mengerti, terimakasih karena telah memberi kami gambaran kemana kami harus pergi selanjutnya. Setelah urusan disini selesai aku akan menceritakan semua ini kepada maharaja secara langsung."
"Oh iya, ngomong ngomong apakah kau bersedia bergabung dengan aliansi kami?" tanya Raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Bukankah saat ini aku sudah menjadi sekutu kalian?" tanya Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.
"Memang benar, tapi semua ini hanya untuk sementara saja," sambung raja siluman rubah merah sambil menatap Tian Zhong.
"Sementara saja?"
"Maksudmu?" tanya Tian Zhong sambil mengerutkan dahi.
"Kita bersekutu karena memiliki musuh yang sama. Dan kebetulan maharaja juga sedang ingin membantu sekte yang kau lindungi juga. Saat musuh musuh kita telah dibereskan nanti, persekutuan kita juga akan berakhir. Kecuali jika kau meminta untuk beraliansi dengan maharaja," jelas raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Memiliki musuh yang sama?"
"Musuh yang mana?" tanya Tian Zhong dengan tampang bingung.
"Tentu saja musuh yang mau menghabisi sekte kecilmu saat ini," jawab Raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Aku mengerti arah pembicaraannya, tapi aku masih belum mengerti apa tujuan dibalik tindakan maha rajamu itu."
"Maksudku, apa untungnya dia melindungi sekte kecilku?" tanya Tian Zhong sambil memgerutkan dahi.
"Dia melakukan ini untuk mendapatkan hati para murid dan seluruh tetua agar mau beraliansi dengannya," jelas raja siluman rubah merah sambil menatap mata Tian Zhong.
"Beraliansi untuk apa?" tanya Yuan er dengan tampang bingung.
"Menghabisi para pembasmi iblis," jawab raja siluman rubah merah dengan tampang serius.
"Kalian ingin melawan balik mereka?"
"Yang benar saja?"
"Kami tak punya dendam dengan para pembasmi iblis,"
"Tak ada dendam yah?"
"Lalu kenapa wanitamu terlihat begitu marah setelah mendengar kata pembasmi iblis?" tanya raja siluman rubah merah sambil melirik ke arah Yuan er.
"Yuan er?"
"Apakah mungkin alasan dia membenci manusia adalah ulah para pembasmi iblis?" pikir Tian Zhong sambil mengerutkan dahinya.
Yuan er tak pernah menceritakan kepada Tian Zhong tentang pengalaman pahit mengenai pembantaian besar besaran yang dilakukan para pembasmi iblis. Kenyataan pahit yang membuat seluruh keluarga serta teman teman sebangsanya lenyap tanpa sisa.
Sudah lama Tian Zhong hidup bersama Yuan er karena ingin membuatnya mengerti bahwa tak semua manusia memiliki hati yang jahat.
"Jadi bagaimana keputusanmu?" tanya Raja siluman rubah merah sambil mengerutkan dahi.
"Ijinkan aku ikut dalam aliansi," ucap Yuan er dengan tampang kesal.
"Yuan er, kau ... ?" tanya Tian Zhong yang heran akan apa yang dikatakan oleh Yuan er.
"Saat ini relikku sudah tersegel sepenuhnya di dalam tubuhku. Aku tak perlu bersembunyi dari para pemburu relik, serta para pembasmi iblis lagi berkat hal tersebut. Jadi kau tak perlu dendam mencari musuh seberbahaya mereka," ucap Tian Zhong dengan tampang panik.
"Saat ini mungkin aku hanya mengelyarkan aura Beast. Tapi cepat atau lambat aku akan berevolusi menjadi siluman setelah kultivasiku meningkat lagi."
"Cepat atau lambat, akulah yang akan menjadi buronan para pembasmi iblis karena mereka tak hanya membasmi iblis saja, tapi mereka juga membasmi para siluman. Bahkan beast yang memiliki potensi untuk berevolusi menjadi siluman pun tak lepas dari incaran mereka.
"Aku tahu ini sedikit lambat, tapi alasanku membenci manusia bukanlah karena para warga desa yang melukaiku beberapa tahun yang lalu. Namun semua rasa benci terhadap manusia sudah jauh tertanam dalam hatiku sejak ribuan tahun yang lalu. Jauh ketika aku belum mengenal Sunlong sama sekali."
" Meski berukuran besar, kami sangat pandai berkamuflase diantara pohon pohon raksasa. Cenderung menghindari manusia, dan tak pernah mengganggu manusia ketika mereka melewati wilayah kami."
"Hingga suatu ketika kami tak sengaja melihat para pedagang yang sedang dirampok oleh para bandit hingga beberapa dari mereka banyak yang tewas. Awalnya kami berniat untuk mengabaikannya, namun setelah mendengar tangisan bayi di dalam gerobak tersebut. Kami pun memutuskan untuk membunuh para bandit tersebut. Ketika aku ingin mencoba melihat kondisi bayi yang menangis itu, namun ibunya meneriaki kami ketika baru sadar dari pingsannya."
"Aku dan kawananku pun memutuskan untuk pergi agar mereka bisa hidup tenang."
"Meski kami hanya membunuh bandit, itu tetaplah menjadi pengalaman perdana kami membunuh bangsa manusia. Namun kami merasa senang karena bisa menyelamatkan dua nyawa manusia."
"Keesokan harinya para pembasmi iblis datang menyusuri hutan, dan membasmi seluruh beast dan siluman yang mereka anggap berbahaya. Dan yang menjadi incaran utama mereka adalah bangsa kami. Ironisnya yang membawa para pembasmi iblis itu, adalah ibu dari bayi yang telah kami selamatkan sebelumnya."
"Karena tak bisa bahasa manusia, kami pun terpaksa untuk melarikan diri karena sadar bahwa musuh terlalu kuat dan berbahaya. Namun semua usaha kami sia sia hingga akhirnya nyawa bangsakun pun melayang satu persatu. Aku menyaksikan pembantaian itu dan mengalami kejar kejaran tanpa henti selama berhari hari lamanya. Hingga akhirnya Sunlong pun datang menolongku karena mendengar teriakanku. Meski aku berteriak dalam bahasa ular, ajaibnya dia mengerti dan langsung bergegas menolongku dari mimpi buruk itu," jelas Yuan er dengan tangan yang terkepal erat dan pandangan yang tertunduk ke bawah.
"Jadi itu alasanmu tak mempercayaiku dan begitu membenci manusia sebelumnya?" ucap Tian Zhong dengan tampang syok.
"Kenapa kau baru cerita sekarang?"
"Jika saja aku tahu tentang kebenaran ini, maka aku tak akan terus bersembunyi dari mereka," ucap Tian Zhong sambil memegang pundak Yuan er.
"Menceritakan hal ini adalah hal terberat bagiku, tapi jika kau tak mendengar kebenaran ini maka kau akan terus berpikir bahwa sekte pembasmi iblis merupakan sekte suci yang tak bisa berbuat dosa.
Kau juga mungkin akan berbalik menyerang Xiao Tian setelah mendapatkan kembali kebebasanmu karena menganggapnya sebagai penjahat berbahaya yang telah menghabisi immortal suci Xian Yun."
"Bukankah begitu?" tanya Yuan er sambil menatap Tian Zhong.
"Jadi, apa keputusanmu?" tanya raja suman rubah merah sambil menatap ke arah Tian Zhong.
"Bukankah sudah jelas?"
"Aku akan ikut kemanapun Yuan er pergi. Karena dia memutuskan untuk beraliansi, maka aku juga menyetujuinya," sambung Tian Zhong sambil tersenyum tipis.
"Kau tak perlu melakukan ini, hanya demi diriku. Aku tahu kau masih tak percaya dengan Xiao Tian. Semuanya bisa kulihat dari raut wajahmu dengan begitu jelas," ucap Yuan er sambil menatap Tian Zhong.
"Meski aku meragukan Xiao Tian, tapi aku percaya terhadap ceritamu. Bagaimanapun juga aku telah berjanji padamu sebelumnya, bahwa aku akan membuatmu tersenyum kembali. Dan menurutku, kau tak akan bisa tersenyum lepas sebelum para pembasmi iblis dimusnahkan. Aku juga pernah berjanji akan memikul beban apapun yang akan kau tanggung. Jadi tolong biarkan aku memenuhi janji janji tersebut, Yuan er," ucap Tian Zhong sambil menatap Yuan er.
"Kenapa kau begitu baik terhadap diriku?"
"Aku hanyalah seorang Beast malang yang terikat dendam masa lalu," ucap Yuan er sambil meneteskan air mata.
"Karena aku menyukaimu sejak kita pertama bertemu," ucap Tian Zhong sambil menatap mata Yuan er begitu dalam.
"Omong kosong, saat itu wujud manusiaku masih menyeramkan karena dihiasi oleh beberapa sisik hijau di bagian tangan, kaki, dan wajahku. Bagaimana bisa kau menyukaiku," ucap Yuan er sambil menoleh ke arah lain untuk menutupi wajahnya yang tersipu malu.
"Aku tak melihat parasmu, tapi melihat sisi lembutmu yang tak melawan para warga walau mereka melukaimu. Meski secara fisik dan tenaga kau jauh lebih kuat dari mereka."
"Aku juga jatuh hati ketika mendengar suara merdumu ketika menyanyi, serta melihatmu menolong anak anak manusia dari gangguan para beast liar yang mencoba memangsa mereka. Meski caramu berbicara pada anak anak itu sangatlah kasar namun kenyataan bahwa kau menyelamatkan mereka membuktikan bahwa kau tak sepenuhnya membenci manusia."
"Bukankah begitu, Yuan er?" tanya Tian Zhong sambil menatap Yuan er.
"Jadi kau sudah mengawasiku selama itu?"
"Kupikir kau benar benar kebetulan lewat dan menolongku disaat aku terluka begitu parah akibat para pendekar yang menghampiri desa ikut membully-ku saat itu," ucap Yuan er dengan dahi yang dikerutkan.
"Ehheh, itu tak sepenuhnya salah. Saat itu aku memang benar benar kebetulan lewat dan tak berniat mengawasimu dari jauh seperti biasanya," ucap Tian Zong sambil tersenyum.
"Ngomong ngomong sebelum kau menunjukkan diri untuk menongku, sudah berapa lama kau memperhatikanku sebelumnya?" tanya Yuan er sambil melirik ke arah Tian Zhong.
"Yah, kira kira sudah lebih dari satu bulan," jawab Tian Zhong sambil tersenyum.
"Apakah kau tak ada kerjaan lain saat itu?" ucap raja siluman rubah merah dengan tampang datar.
"Yah begitulah, saat itu aku hanya bisa bersembunyi dan memperhatikan dari jauh karena sedang mengasingkan diri dari mata dunia sambil mempelajari cara kerja relik yang terikat denganku tanpa sengaja," jelas Tian Zhong sambil menghela napas.