
Xiao Tian beserta rombongannya telah dikepung oleh ribuan naga hijau. Terdapat satu ekor naga yang dinaiki oleh raja siluman rubah putih yang telah berubah bentuk menjadi rubah putih yang mengerikan.
Naga hijau yang dinaiki oleh raja siluman rubah putih berukuran sama seperti naga hitam raksasa. Sedangkan yang lainnya berukuran satu per dua dari tubuh naga hitam raksasa.
Melihat ribuan naga hijau terbang dari segala penjuru untuk mengepung mereka, seketika Xiao Yian dan rombongannya mendadak panik. Hal yang paling membuat semua orang ketakutan yaitu terdapat hawa membunuh dan tekanan qi yang begitu kuat diantara ribuan naga hijau itu.
Sadar akan kemampuannya yang belum cukup untuk mengatasi lawannya yang sekarang, Xiao Tian pun mulai memikirkan cara untuk melarikan diri.
"Dari mana naga-naga itu datang?"
"Seingatku tak ada naga selain naga biru dan naga hitam di lembah naga," ucap putri Jia Li.
"ketua, apa yang harus kita lakukan?"
"Kita telah dikepung," ucap Su Yan sambil gemetar ketakutan.
"Pangeran, apa kau punya rencana?" tanya Taiwu sambil menaiki naga birunya.
"Tentu saja ada," jawab Xiao Tian sambil memegang gelang punggung tangan kirinya.
"Aku akan membuka sebuah portal didepan naga biru. Saat portal terbuka nanti, bawalah Kaibo dan Jingmi ke dalam portal itu," jelas Xiao Tian.
"Portal?"
"Portal apa yang kau maksud?" tanya Taiwu. Taiwu sedikit bingung dengan maksud ucapan Xiao Tian. Semua itu karena dia belum tahu mengenai portal ruang hampa yang Xiao Tian miliki.
"Tak ada waktu untuk menjelaskannya, Open Port!" Xiao Tian membuka portal ruang hampa.
Portal tersebut muncul tepat dihadapan naga biru, sama seperti yang dikatakan Xiao Tian.
Akan tetapi sesuatu yang aneh telah terjadi, ukuran portal ruang hampa hanya cukup untuk naga biru dan anehnya Xiao Tian tak bisa menambah lebar portal tersebut seperti biasanya.
"Cih, apa ini perbuatan raja siluman rubah putih?" ucap Xiao Tian dengan kesal.
"Ukuran portal hanya cukup untuk naga biru, lalu bagaimana denganmu, Pangeran?" ucap Taiwu.
"Tenanglah nagaku bisa mengatur ukuran tubuhnya, aku akan terbang memasuki portal setelah kau memasukinya," jawab Xiao Tian.
"Baiklah kalau begitu," sambung Taiwu.
Ketika Taiwu ingin memasuki portal, Xiao Tian menyuruh naga hitam untuk mengurangi ukuran tubuhnya agar bisa memasuki portal ruang hampa. Akan tetapi anehnya naga hitam tak bisa mengurangi ukuran tubuhnya sedikitpun.
"Sial, naga hitam tak bisa merubah ukurannya. Aku harus mencari cara agar teman-temanku bisa pergi tanpa aku."
"Tunggu Taiwu, biarkan Su Yan dan yang lainnya menaiki naga birumu juga!" teriak Xiao Tian dengan panik. Setelah mendengar ucapan Xiao Tian, Taiwu pun langsung menghentikan naganya
"Ada apa pangeran?"
"Bukankah kau bisa membawa mereka bersamamu?"
"Apakah ada yang salah dengan naga hitam?" tanya Taiwu dengan heran.
Xiao Tian mengabaikan pertanyaan Taiwu dengan berkata, "Berhenti bertanya, ini adalah perintahku sebagai pangeran kerajaan petir!"
"Maafkan atas kelancangan hamba karena terlalu banyak mempertanyakan keputusan anda." Taiwu mendadak bersikap formal kembali setelah mendengar ucapan Xiao Tian.
Xiao Tian terpaksa menegaskan statusnya sebagai pangeran untuk menghindari pertanyaan Taiwu. Dia melakukan itu karena mengetahui sifat Taiwu. Xiao Tian yakin, Jika dia mengatakan kebenaran mengenai naga hitam yang tak bisa mengatur ukuran tubuhnya, Taiwu pasti tak akan pernah mau memasuki portal ruang hampa.
Sambil menoleh ke belakang, Xiao Tian pun berkata,
"Lily, Su Yan, Gen ... "
"Dimana si Gendut?" Xiao Tian baru menyadari bahwa si Gendut tak ada di atas punggung naga hitam.
"Kau ini bagaimana, dia kan sejak tadi di belakang ... ku, eh?"
"Sejak kapan dia menghilang?" Seketika wajah Su Yan berubah panik setelah mengetahui si Gendut telah menghilang.
"Aneh sekali, aku yakin dia masih ada waktu belum jauh dari perbatasan kerajaan angin."
"Sejak kapan dan kenapa dia pergi tanpa berkata apapun?" pikir putri Jia Li.
Disaat melihat ke segala arah, para naga hijau sudah mulai mendekat. Kira-kira lima menit lagi mereka akan berada pada jarak serang naga-naga hijau itu. Dengan nada panik Xiao Yian berkata,
" Tak ada waktu untuk memikirkan si Gendut, cepat melompatlah!"
putri Jia Li langsung melompat ke punggung naga biru, diikuti oleh Su Yan yang berada tepat di belakangnya. Sambil menoleh ke arah Xiao Tian, putri Jia Li berkata,
"Bagaimana denganmu?"
"Cepatlah ubah ukuran naga hitam."
"Tenanglah, aku akan menyusul kalian," sambil tersenyum Xiao Tian mengeluarkan teknik pengendalian angin. Dia mengeluarkan tekanan angin yang begitu kencang sehingga sanggup mendorong paksa Taiwu dan teman-temannya sampai memasuki portal ruang hampa.
Taiwu tak menyangka kalau Xiao Tian akan menggunakan teknik pengendalian angin untuk mendorong paksa semua orang memasuki portal. Karena tak waspada, dia tak sempat menangkis jurus yang dilancarkan Xiao Tian tersebut.
"Apa maksud semua ini, Pangeran!"
Ketika Taiwu dan semua teman-temannya telah terdorong masuk kedalam portal, Xiao Tian langsung menutup portal ruang hampa.
Dengan nada serius dia berkata,
"Maafkan aku teman-teman, aku tak bisa meninggalkan naga hitam di luar portal. Aku juga harus mencari si Gendut. Aku takut dia dalam bahaya.
Terhitung lima menit sejak kepergian Taiwu dan teman-temannya, para naga hijau memulai serangan mereka dengan menembakkan ludah asam dari mulut mereka. Karena kecepatan terbang naga hitam masih jauh diatas para naga hijau, semua serangan mereka bisa dihindari.
Sambil menghindari serangan, Xiao Tian memberi perintah kepada naga hitam agar terbang menjauhi naga hijau raksasa yang sedang dinaiki oleh raja siluman rubah putih.
Xiao Tian masih menyadari bahwa kekuatannya saat ini belum cukup untuk melawan seorang raja siluman yang telah berubah bentuk.
Naga hitam raksasa terbang ke arah selatan sambil menyemburkan api kuning. Dia terus terbang sambil menyerang para naga hijau yang menghalangi jalannya. Saat naga hitam fokus menyerang sambil menerobos kepungan para naga hijau, Xiao Tian membuat perisai angin untuk menepis semua ludah asam yang mengarah ke tubuh naga hitamnya itu.
"Terus terobos kepungan mereka, aku akan melindungi tubuhmu dari serangan naga hijau yang di belakang." Xiao Tian melindungi naga hitamnya dari serangan para naga hijau yang tak kunjung berhenti.
Akan tetapi semua usahanya sia-sia. Ketika mengira sudah terbang cukup jauh dari kepungan naga hijau. dia dihadang oleh raja siluman rubah putih yang tiba-tiba ada di hadapannya.
"Bagaimana bisa kau ada disini?"
"Aku yakin sudah meninggalkanmu cukup jauh di belakang sana" tanya Xiao Tian.
"Apa kau lupa dengan teknik andalanku?"
"Atau hanya pura-pura lupa?"
"Entah perasaanku saja atau memang itu kenyataanya, rasanya kau sangat berbeda dengan yang waktu itu."
"Meski aku tak bisa melupakan aroma tubuhmu, tapi auramu tidak segelap saat mengamuk waktu itu."
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuhmu?"
"Kenapa kau melarikan diri?"
"Kemana perginya manusia sakti yang telah mengalahkanku, kenapa kau mencoba lari dariku?"
"Dan kenapa kau bisa terpengaruh oleh ilusiku?"
"Apa aku yang sekarang sudah terlalu kuat bagimu?" tanya raja siluman rubah dengan tatapan bimbang.
"Kau pasti salah orang, tolong biarkan aku pergi dari sini." Xiao Tian pura-pura tak mengenali raja siluman rubah agar diperbolehkan pergi.
Mendengar ucapan Xiao Tian, raja siluman rubah putih perlahan mulai mengerutkan dahinya, dengan tatapan sinisnya dia pun berkata,
"Salah orang katamu?"
"Begitu ya, kalau begitu terimakasih karena telah melepaskanku," sambung Xiao Tian.
"Melepaskanmu?"
"Hahahahaahah" raja siluman rubah putih menertawakan ucapan Xiao Tian.
"Berhenti bercanda, aku tak pernah berkata kalau akan melepaskanmu."
"Bicara soal melepaskan, aku akan membantumu melepaskan kekuatanmu itu.
Sampai kekuatanmu kembali, aku akan menyiksamu terus menerus. Tenang saja, karena aku tak akan membunuhmu."
Mendengar ucapan raja siluman rubah putih, Xiao Tian pun menelan ludahnya sendiri. Dia mengepalkan kedua tangannya sambil berkata di dalam hati, "Andai Dewa petir ada disini, mungkin dia bisa memikirkan jalan keluar dari situasi kali ini."
"Baiklah, kita mulai pestanya." Raja siluman rubah putih tiba-tiba saja menghilang dari atas naga hijau raksasanya. Dan muncul tepat di belakang punggung Xiao Tian. Tanpa peringatan dia langsung menarik pakaian Xiao Tian, lalu melemparnya ke atas langit dengan kecepatan tinggi.
Belum sempat Xiao Tian menyerang balik, raja siluman rubah melancarkan serangan kembali. Dia melompat dari atas punggung naga hitam raksasa, lalu mencambuk tubuh Xiao Tian menggunakan salah satu ekor raksasanya.
Bukkk
Duarr
Xiao Tian terjatuh hingga menghantam daratan dengan kecepatan yang begitu tinggi.
Sebuah kawah yang sangat besar tercipta tepat dimana Xiao Tian terjatu, semua itu membuktikan betapa ganasnya serangan dari raja siluman rubah putih.
Meski begitu berkat kombinasi dari tubuh perak dan teknik tempurung naga, Xiao Tian masih bisa bertahan dari serangan ganas itu.
"Sialan, sebenarnya dia ingin menyiksaku atau ingin membunuhku?" ucap Xiao Tian dengan napas yang terengah-engah.
Naga hitam raksasa mencoba mendarat untuk menolong Xiao Tian, namun dia terus dihalangi oleh naga hijau raksasa.
Belum sempat Xiao Tian bangkit dari tempatnya terjatuh, raja siluman rubah menjatuhkan dirinya tepat di perut Xiao Tian.
Karena terjatuh dari tempat yang begitu tinggi, kawah tempat Xiao Tian terjatuh menjadi semakin besar.
Bruakkkk
"Hahahahahah."
"Ayo mengamuklah!" raja siluman rubah tertawa dengan begitu keras.
Setelah menerima hantaman keras dari kaki raja siluman rubah putih yang terjatuh dari atas langit, kesadaran Xiao Tian mulai menghilang kembali.
Matanya berubah memerah dengan pinggiran hitam yang menyelimuti warna merah tersebut. Tanpa peringatan Xiao Tian langsung memegang kaki kiri raja siluman rubah putih, dia meremas kaki tersebut dengan begitu keras sehingga raja siluman rubah putih mengalami patah tulang.
Krakkkk
Setelah membuat kaki raja siluman rubah putih patah, Xiao Tian melemparnya ke arah kanannya.
Woshhh
Demi menahan tubuhnya yang terlempar jauh, raja siluman rubah putih melilitkan sembilan ekor raksasanya ke sela sela tebing di sekitarnya.
Perlahan Xiao Tian berdiri dari tempatnya terjatuh, lalu melompat keluar dari kawah. Sambil menatap raja siluman rubah putih yang telah berdiri dengan tegak di hadapannya, Xiao Tian berkata,
"Apakah remasan tangan kananku terasa nikmat?"
"Sangat nikmat saking nikmatnya aku ingin membalas remasan tanganmu itu." Raja siluman rubah putih menatap Xiao Tian dengan tatapan tajamnya.
Meski sempat mengalami patah tulang, raja siluman rubah putih tak merasakan rasa sakit sedikitpun. Dia bahkan bisa menyambung kembali tulang kakinya yang telah patah hanya dalam sekejap mata.
Demi menyerang balik Xiao Tian yang telah berubah ke mode kegelapan, raja siluman rubah putih mencambukkan sembilan buah ekor raksasanya ke arah Xiao Tian.
Sambil mencambukkan kesembilan buah ekor miliknya raja siluman rubah putih tertawa dengan begitu lepas. Dia berpikir bahwa serangannya kali ini pasti bisa melukai lawannya. Akan tetapi yang terjadi tak sesuai dengan ekspektasi. Tepat ketika ekor-ekornya hampir mengenai Xiao Tian, sembilan buah tangan raksasa keluar dari belakang punggung Xiao Tian. Tangan-tangan hitam tersebut menangkap semua ekor raja siluman rubah putih tanpa terkecuali.
"Ba ... bagaimana kau menambah jumlah tangan di belakangmu?"
"Aku yakin tanganmu hanya berjumlah empat buah, sejak kapan kau ... " belum sempat raja siluman rubah putih menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian tertawa dengan begitu kencang.
"Hahahhaahha."
"Memangnya siapa yang pernah mengatakan kalau jumlah tanganku hanyalah empat saja?"
"Aku baru menunjukkan sembilan buah,
tangan hitam, dan kau sudah gemetar ketakutan. Bagaimana jadinya jika aku menunjukkan semuanya padamu?"
"Mungkin kau akan mati berdiri saat melihatnya," ledek Xiao Tian dengan tampang sinis.
Demi melepaskan cengkraman tangan raksasa milik Xiao Tian, raja siluman rubah putih mengecilkan ukuran ekor ekor raksasanya. Kemudian menariknya mundur dengan cepat.
"Hei hei, kau pikir kau bisa lolos hanya dengan melepaskan cengkeramanku?"
"Padahal kalau kau tak melepaskan cengkeramanku mungkin kematianmu tidak akan berlangsung lama."
"Kau sendiri yang memperpanjang durasi dari pertarungan kita, tapi tenang saja aku akan membantumu mengakhiri semuanya dengan cepat." Xiao Tian menghilangkan sembilan buah tangan raksasanya, lalu memunculkan ribuan cambuk hitam yang begitu panjang dari belakang punggungnya.
"Apa-apaan ini, jumlahnya diluar dari perkiraanku, aku tak bisa menangani semua ini sendirian. Anak-anak bantu aku!" raja siluman rubah putih menyuruh ribuan naga hijaunya mengeroyok Xiao Tian.
Ketika para naga hijau menyerang Xiao Tian dengan ludah asam mereka, Xiao Tian terus berjalan mendekati raja siluman rubah putih tanpa merasakan hambatan apapun. Setiap ludah asam otomatis menghilang setelah tersentuh ribuan cambuk hitam milik Xiao Tian. Ketika para naga hijau telah mendekati jarak serang Xiao Tian, ribuan cambuk hitam melesat begitu cepat hingga menembus tubuh para naga hijau.
Srattt
Dalam sekejap ribuan naga hijau tewas hingga berjatuhan dari atas langit.
Melihat kesadisan kekuatan kegelapan Xiao Tian, raja siluman rubah semakin gemetar ketakutan. Dia terus berjalan mundur sambil menatap mata Xiao Tian, dia mencoba melawan Xiao Tian dengan teknik ilusi, akan tetapi kejadian yang lalu terulang kembali.
Teknik ilusinya sama sekali tak berpengaruh terhadap Xiao Tian.
Dengan nada kesal dia pun berkata, "Sial kupikir kekuatanku sudah cukup diatasnya. Aku tak menyangka ternyata waktu itu dia masih menyembunyikan kekuatan sedahsyat ini."
"Kenapa kau terus berjalan mundur?"
"Bukankah tadi kau ingin mencambukku?"
"Akan kutunjukkan, bagaimana caranya mencambuk seorang musuh." Xiao Tian menatap raja siluman rubah putih dengan tatapan tajamnya.
"Tunggu, aku menyerah!" teriak raja siluman rubah putih.
"Aku sudah tahu itu sejak awal, tapi bukan berarti aku akan mengampuni nyawamu lagi.
Selamat tinggal rubah penakut." Xiao Tian mencambuk tubuh raja siluman rubah hingga jutaan cambukan. Setelah mencambuknya cukup lama dia menembakkan bola api hitam ke arahnya, sehingga membuat seluruh tubuh raja siluman rubah putih hangus tanpa sisa.
Duarrrr
Setelah menghancurkan tubuh raja siluman rubah putih, Xiao Tian melirik ke atas puncak lembah yang berjarak cukup jauh di arah barat. Dalam mode kegelapan indra penglihatannya sangatlah luar biasa. Dia bahkan bisa melihat seekor nyamuk yang berjarak ribuan kilometer tanpa menggunakan alat bantu penglihatan.
Xiao Tian melirik ke puncak tebing di sebelah barat, karena merasa kalau ada yang mengawasinya dari tempat itu. Benar saja ketika dia melirik ke atas tebing, dia melihat seseorang berjubah serba hitam sedang memperhatikannya daei tempat yang jauh.
Tanpa peringatan dia menghilang dari posisinya lalu muncul di belakang orang misterius itu.
"Apa yang kau lakukan disini, Tuan?" tanya Xiao Tian.
"Seperti yang di harapkan dari orang yang telah lolos dari labirin es, kau bisa muncul tiba-tiba tanpa aku sadari. Akan tetapi kau masih terlalu lemah untuk dijadikan sebagai wadah dari tuan kami, belum saatnya kau menghadapiku, Xiao Tian." Pria misterius itu menghilang tanpa jejak bersamaan dengan tiupan angin yang menyayat hati.
"Teknik apa yang dia pakai sehingga bisa menghilang tanpa memakai gulungan teleportasi?"
"Aku bahkan tak bisa merasakan hawa kehidupannya sama sekali, sebenarnya siapa dan apa yang dia mau dariku?" ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
Bersambung ....