Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chaoter 361 : Mengunjungi naga hitam


#Sekte harimau emas


Setelah mendapat penjelasan dari sisi gelapnya, Xiao Tian mengobati para budak yang terluka satu demi satu.


Ibu Meng Yi yang mendapat giliran pertama menahan tangan Xiao Tian saat ingin menyembuhkan lukanya. Sambil memasang tampang yang begitu serius dia pun berkata, "Kapan terakhir kali kau bertemu Meng Yi?"


"Kenapa kau menanyakan keberadaan Meng Yi, lalu terdiam tanpa kata setelah kami menjawab tak tahu?"


"Apakah kau telah menyadari sesuatu?"


"Apakah kau sudah tahu dimana Meng Yi sekarang?"


"Apakah dia baik baik saja saat ini?" tanya Ibu Meng Yi dengan tampang khawatir.


"Tenanglah, putrimu akan baik baik saja,"


"Temanku pasti akan membawanya kemari cepat atau lambat," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


Setelah mendengar jawaban Xiao Tian, ibu Meng Yi pun bernapas lega dan membiarkan Xiao Tian melanjutkan pengobatannya.


Ketika semua budak yang terluka selesai diobati, Xiao Tian pergi ke tempat sepi untuk membuka portal ruang hampa. Dia masuk ke dalam ruang hampa untuk menemui Dian Zheng agar mau melepaskan naga hitam. Selain itu, dia juga berencana untuk berlatih sekaligus beristirahat di dalam ruang hampa agar malamnya tak terbuang secara sia sia.


#Ruang Hampa


Xiao Tian masuk ke dalan ruang hampa, dia melihat naga hitam tertidur dipangkuan Dian Zheng. Kepalanya terus dielus elus dengan begitu lembut sehingga tak ada sedikitpun rasa curiga terhadap i gatan Dian Zheng yang telah kembali.


"Kenapa kau kemari?"


"Sudah kubilang aku tak ingin membantumu," jawab Dian Zheng sambil menatap tajam mata Xiao Tian.


"Aku datang untuk naga hitam. Bantuannya sangat diperlukan saat ini. Bisakah kau biarkan dia kembali padaku?" tanya Xiao Tian sambil menatap Dian Zheng.


"Baiklah, aku akan berlatih di tempat yang agak jauh. Aku titip naga hitam ya, " ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


Xiao Tian berteleportasi ke tempat yang agak jauh dari posisi Dian Zheng di ruang hampa.


Sedangkan Dian Zheng tetap duduk di gunpalan awan berbentuk kursi sambil menyentuh kepala naga hitam yang terbaring tak berdaya. Sekilas mungkin dia terlihat seperti sedang mengelus manja naga hitam, namun nyatanya dia sedang menggali informasi mengenai dirinya melalui ingatan naga hitam.


"Begitu ya, jadi aku telah ditipu oleh Dewa iblis Yong Heng. Ayah dan ibuku ternyata masih menyayangiku, syukurlah," ucap Dian Zheng sambil tersenyum.


"Apa kau membaca ingatanku?" tanya naga hitam sambil menatap tajam mata Dian Zheng.


"Begitulah," ucap Dian Zheng sambil tersenyum.


"Kau memahami bahasaku?"


"Sejak kapan?" tanya naga hitam sambil mengerutkan dahinya.


"Sejak aku berhasil menyerap sebagian kecil aura nagamu," jawab Dian Zheng sambil tersenyum.


"Begitu ya?"


"Pantas saja dia bisa menembus segel ingatan yang dikunci dengan bahasa naga. Ternyata tujuan awal dia menyerap aura nagaku adalah ini. Jadi akhirnya aku tak bisa menutupi apapun darinya," pikir naga hitam sambil menghela napas.


"Kau bebas pergi sekarang. Aku sudah tak membutuhkanmu lagi. Jangan ceritakan hal ini kepada tuanmu. Anggap saja bahwa tak terjadi apapun diantara kita, mengerti?" ucap Dian Zheng sambil memancarkan aura yang mendominasi.


"Aku mengerti," ucap naga hitam sebelum pergi meninggalkan Dian Zheng.


"Aku harus menceritakan ini kepada tuan Xiao Tian," pikir naga hitam sambil terbang menjauhi Dian Zheng.


"Dewa iblis Yong Heng dan Kaisar Langit, aku pasti akan membuat kalian menyesal karena membuat hidupku menjadi seperti ini," gumam Dian Zheng dengan tampang kesal.